Amiraa:Di Penghujung Penantian

Amiraa:Di Penghujung Penantian
Mama Baru Untuk Aska.


__ADS_3

Selama satu minggu penuh Amiraa memikirkan hubungan Valena dan juga Renno baginya cukup egois jika harus meneruskan hubungan cintanya yang hampir berjalan bersama pria yang sudah amat dicintai oleh wanita lain meski Amiraa sadar dirinya bukanlah wanita perebut.


Tiga hari yang lalu saat berada ditaman bermain bersama Aska dan juga Rizal Amiraa melihat ada Valena yang bermain main bersama beberapa anak kecil disebrang jalan yang tidak lain adalah tempat yayasan panti asuhan.


FLASHBACK ON


“Mas Rizal tunggu dulu ya Amira mau kesana" Ucap Amiraa seraya menunjuk tempat dimana wanita cantik itu tengah terlihat tertawa lepas.


"Ngapain?” Tanya Rizal yang sedikit penasaran.


"Ada teman Amiraa mas" Jawab Amiraa berbohong.


Amiraapun menghampiri wanita yang tengah bermain bola karet tersebut.


"Hay" Sapa Amiraa dengan ramah Merasa ada yang memanggilnya Valenapun lantas menghentikan aktivitasnya dan berbalik.


"Oh hay juga kamu yang waktu itu kan?" Tanya Valena seraya melambaikan tangannya.


"Kesini" Valena mengajak Amiraa duduk pada sebuah ayunan klasik.


"Ada apa?kamu dari mana Miraa?" Tanya Valena wanita itu cukuplah cepat beradaptasi saat bersama orang baru sama seperti Amiraa yang mudah sekali berbaur.


"Tidak ada aku hanya melihatmu,tadi aku bersama mereka" Ucap Amiraa tanannya menunjuk taman bermain tepat disana ada Rizal sepupu tampan bersama bocah laki laki yang sedang menikmati ice cream coklat.


"Itu siapa kalau boleh tau?" Tanya Valena si gadis berambut pirang.


"Itu kakak iparku dia mengajakku kemari untuk menghibur putranya" Jawab Amiraa.


"Kamu sendiri sedang apa kemari?" Tanya Amiraa


"Ouhh aku sejak kecil sudah menjadi yatim piatu ditinggal oleh kedua orang tuaku dan paman menitipkanku disini hingga beberapa tahun kemudian keluarga kak Vian mengadopsiku karena mereka menginginkan anak perempuan jadinya ya seperti ini" Jawab Valena wanita itu tanpa canggung memberikan jawaban singkat sepenggal alasan dirinya dipanti asuhan itu.


"Ahh jadi begitu ya" Ucap Amiraa dengan wajah manisnya.


"Boleh kutanya sesuatu padamu Valena?" Ucap Amiraa tanpa berbasa basi.


"Emm boleh tanyakan saja siapa tahu kita bisa menjadi teman dekat" Ucap Valena.


"Valena maaf jika kata kataku menyinggungmu tapi kumohon jawablah dengan jujur apa kau mencitai Renno?" Ucap Amiraa wanita itu tampak diam seolah memikirkan sesuatu senyuman manisnya pupus saat mendengar nama seorang pria yang memang ia cintai.

__ADS_1


"Omong kosong apa ini Amiraa mana mungkin aku mencintainya,dia sudah mencintaimu" Jawab Valena wanita itu tampak membuang muka menghindari tatapan polos Amiraa yang tampaknya tidak bermain main dengan ucapannya.


"Katakan dengan jujur Valena kami benar benar tidak ada hubungan apapun" Jawab Amiraa.


"Tidak Miraa aku tidak pernah mencintainya" Jawab Valena.


"Valena tatap wajahku,hey jangan pernah membohongi hatimu aku juga seorang wanita rasanya akan cukup menjijikan jika aku tau pria yang mencintaiku juga ada yang mencintainya" Ucap Amiraa seraya menggengam telapak tangan Valena yang perlahan wanita itu menoleh kepada Amiraa.


"Aku memang mencintainya sejak ayah membawanya pulang kerumah Renno tidak memiliki vigur seorang papa itulah alasannya mengapa Renno betah tinggal dirumah dan nyonya Tnunay tidak pernah mempermasalahkan putranya Renno yang selalu bermain dengan kami"


"Kamu beruntung Amiraa mampu meluluhkan hati beku Renno pria itu tidak pernah merespon wanita semenjak kekasihnya memilih pergi bersama pria lain" Ucap Valena kembali


"Apa kamu sudah menyerah Valena?"Tanya Amiraa tertahan.


"Apa sampai disini saja perjuanganmu?kuharap jangan aku sejak awal tidak pernah mencintainya aku menganggapnya hanya teman apa kau percaya padaku" Ucap Amiraa lagi.


"Tapi Miraa aku tidak ingin merusak apa yang sudah menjadi bahagianya kau tahu selama ini dia tidak pernah tersenyum sedikitpun" Ucap Valena.


"Maka buatlah dia tersenyum kejarlah dia tidak ada yang tidak mungkin soal takdir cinta kalian" Ucap Amiraa dengan mantab meski didalam lubuk hatinya yang paling dalam ia sendiri menyimpan sebuah luka yang cukup dalam.


FLASHBACK OFF.


"Ada apa sayang?" Tanya Amiraa seraya berjalan dan menggendong anak laki laki itu.


"Tante Aska lapar" Ucap Aska dengan wajah polosnya.


"Baiklah kita meluncur untuk mengisi perutmu yang kosong itu" Ucap Amiraa seraya menciumi leher Aska membuat anak kecil itu tertawa menahan geli.


"Amiraa jangan seperti itu" Ucap bu Ani yang memperhatikan tingkah laku Amiraa.


"Hehehhe gemas bu sama Aska baunya lo wangi" Ucap Amiraa cengar cengir.


"Aska mau disuapin dimana?" teriak Amiraa menggema diruang makan.


"Disini tante" Ucap Aska suara itu berasal diruang tamu.


Amiraa bergegas menghampiri Aska diruang tamu juga sudah ada Rizal yang memakai celana santai dan juga kaos tanpa lengannya menampilkan seluruh otot pada dada bidang dan juga sedikit roti sobeknya.


"Ayo makan jangan rewel oke" Ucap Amiraa.

__ADS_1


"Oke" Jawab Aska seraya menjentitkan jari jempolnya yang mungil.


"Jangan lari lari" Ucap Amiraa sedikit berteriak membuat Rizal yang sedang membaca sebuah majalah mingguan sedikit hilang konsentrasi.


"Jagoan jangan nakal nurut sama tante" Ucap Rizal seraya menatap tajam kearah Aska yang sedang berlari lari.Bocah itupun seketika berhenti dan berjalan melalui Rizal tampak bibirnya yang sedikit mencebik.


"Papa jahat" Ucap Aska seraya menghambur memeluk Amiraa.


"Ehh gak boleh bicara begitu,papa gak jahat kalau Aska terjatuh bagaimana kan sakit" Ucap Amiraa seraya mengangkat bocah itu keatas pangkuannya.


Disaat ia disibukkan menyuapi Aska tiba tiba saja ikat rambutnya terlepas membuat rambut panjang Amiraa tergerai bahkan sedikit mengenai wajah Aska.


Sekilas ia sedikit merasa kesulitan bagaimana jadiny jika dia harus menyuapi Aska dengan rambut seperti itu terlebih sulit baginya mengembalikan mengikat rambut dengan adanya Aska.


"Sini" Ucap Rizal yang sudah merebut ikat rambut Amiraa pria itu dengan lembut dan lihai mengimat rambut Amiraa sedikit asal tapi itu cukup rapi dan membuat wajah Amiraa yang natural tanpa polesan make up semakin terlihat cantik.


"Tante cantik kan pa" Ucap Aska bocah itu membuyarkan lamunan Rizal yang memang sedang terfokuskan pada leher belakang Amiraa yang tampak jenjang dan putih dari belakang.


"I-iya tante cantik,cantik sekali" Ucap Rizal yang segera kembali duduk.


Blushh…sebuah kata kata yang membut degup jantung Amiraa berpacu bukan kali pertama bocah itu mengucap demikian namun kali ini dibilang cantik oleh Rizal sesuatu yang cukup berbeda bagi Amiraa.


"Papa,kenapa mama tidak pulang" Tanya Bocah kecil itu.


"Mama sedang bekerja sayang" Jawab Rizal yang sejak awal memang sudah merencanakan jawaban yang pas untuk Aska jika mencari Laras.


"Mama sudah gak sayang ya sama Aska" Ucap Aska.


"Bukan begitu Aska mamamu sedang sibuk bekerja membantu papa hanya saja pulangnya memang lama" Jawab Amiraa kali ini dia cukup mengerti bahwa Rizal terkadang sering kuwalahan menjawab pertanyaan pertanyaan Aska.


"Lalu kenapa bukan tante saja yang jadi mama Aska tante baik perhatian sama Aska nenek Ani juga baik" Ucap Aska.


Uhukk…uhukkkk… Rizal benar benar tersedak teh hangat yang dia minum berniat untuk membasahi tenggorokannya yang sedikit kering kali ini menjadikan tenggorokannya semakin sakit saat mendengar perkataan polos Aska.


Amiraa tampak terdiam seribu bahasa bagaimana mau menyalahkan sedangkan itu murni dari mulut kecil bocah polos yang tidak tau apa apa.


“Kalau Aska mau mama baru nanti papa carikan” Ucap Rizal.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2