
Sudah tiga hari Amiraa menjalani proses rawat inap dirumah sakit itu bu Nia pulang kerumah Rizal sementara diruang bangsal itu para bodyguard melarang siapapun untuk menjenguk Amiraa dengan alasan keselamatan tuan muda mereka lebih penting.
Kateter yang dipasangkan pada Amiraa juga sudah dilepas sehingga memudahkannya jika ingin pergi kekamar mandi.
Sudah tiga hari pula meski Amiraa sudah membaik namun tidak dengan kondisi pria disampingnya yang masih koma.
Amiraa menurunkan kakinya pada lantai yang begitu dingin.Ia berjalan perlahan menuju pria yang tengah berbaring tersebut tanpa mempedulikan tatapan dari para bodyguard yang selalu siap siaga disana.
Amiraa duduk pada kursi disamping brangkar pria tersebut masih terlintas dalam pikirannya selama ini mengapa tidak ada satupun keluarga yang menjenguknya dan hanya beberapa bodyguardnya saja yang mengurus segala keperluan pria itu.
Dokter Reyhan pun memasuki bangsal VVIP tersebut dengan senyum manisnya.
"Amiraa kau sudah jalan jalan apakah kondisimu sudah lebih baik?" Tanya dokter tampan itu sembari membenarkan posisi kacamatanya yang membuat ketampanan itu semakin terlihat.
"Emm sudah bahkan luka ini tidak sakit lagi" Jawab Amiraa.
"Baiklah nanti siang seorang perawat akan menggantikan perban mu dan membersihkan luka luka di wajahmu untuk sementara gunakan kursi roda ya sepertinya kakimu belum sembuh" Ucap dokter Reyhan seraya memperhatikan kaki jenjang Amiraa yang terlihat masih membiru.
"Baiklah aku akan memeriksanya dahulu sebentar" Ucap dokter Reyhan seraya melakukan tindakan pada pria yang tengah berbaring tersebut.
__ADS_1
"Dokter boleh aku bertanya?" Ucap Amiraa kepada dokter Reyhan yang telah selesai melakukan pekerjaannya.
"Emm silahkan" Jawab dokter Reyhan.
"Apakah pria ini tidak memiliki keluarga?aku belum pernah melihatnya sama sekali dan mengapa pula aku harus ditahan disini sedangkan aku sudah baik baik saja" Ucap Amiraa dengan wajah imutnya bahkan wanita itu meski tanpa make up sama sekali kecantikannya tetap masih ada.
"Sebenarnya itu termasuk privasi rumah sakit Mira" Jawab dokter Reyhan sedikit merasa tidak enak kepada Amiraa.
"Baiklah aku mengerti" Ucap Amiraa.
Seperginya dokter Reyhan,Amiraa kembali menghampiri pria tersebut menatapnya dengan lekat wajah dengan hidung yang mancung bulu mata yang lentik meski ada beberapa luka diwajahnya.
"Maaf ya tuan apelnya saya makan lagian siapa sih yang menaruh apel disini bukankah tuan tidak bisa makan bahkan membuka mata saja tidak" Ucap Amiraa wajahnya kini semakin lesu berbicara dengan pria yang ada dihadapannya bagaikan berbicara dengan sebuah patung yang tidak akan menjawab.
"Tuan hidupku ini sudah susah saat kecelakaan itu aku baru saja keluar dari tempat kerjaku dan sekarang sudah menganggur dan ketimpa apes disini cepatlah sadar tuan" Ucap Amiraa hingga tanpa sadar Amiraapun tertidur dengan posisi duduk lengan pria itupun tanpa sengaja ia gunakan sebagai bantal.
...****************...
Disebuah kamar yang cukup besar seorang pria bertubuh kekar tengah menikmati menyesap ceritu ditangannya.
__ADS_1
Menyaksikan beberapa wanita yang tengah meliuk liuk menari gemulai dengan pakaian sexynya.
Hingga pintu kamar itupun terbuka dan masuklah dua orang lelaki yang badannya tak jauh berbeda dengan pria yang sejak tadi diam menikmati suasana.
"Tuan" Ucapnya
Pria itupun mengangkat telapak tangannya mengisyaratkan agar para penari wanita itu berhenti sejenak.
"Katakan kabar apa yang kau bawa" Ucapnya dengan nada datar.
"Rencana sudah berjalan dengan baik tuan hanya menunggu malam ini saja kami akan menyelesaikannya" Jawab seorang pria dengan penuh percaya diri.
"Bagus aku mau kau selesaikan malam ini juga sebagai imbalannya kuserahkan semua ini padamu" Ucap pria yang terlihat arogan tersebut seraya menunjuk para wanita penari tersebut.
Dua orang yang baru saja memasuki ruangan tersebut terlihat begitu sangat sumringah atas hadiah yang diberikan oleh sang tuan.
Namun terlihat raut wajah yang begitu tidak mengenakan dari salah satu penari.
"Cihhh jika tau resiko yang kudapatkan seperti ini aku benar benar tidak sudi melakukanya" Ucapnya membatin.
__ADS_1
BERSAMBUNG.