Amiraa:Di Penghujung Penantian

Amiraa:Di Penghujung Penantian
Pria Hidung Belang Rupanya


__ADS_3

Pagi itu Amiraa tak terlihat riang seperti biasanya,seusai mandi ia menghadap kecermin memoleskan sedikit make up diwajahnya.Sentuhan lipstik dengan lembut dibibirnya membuatnya tampak sedikit segar.


Aksi Amiraa yang tengah memoles wajahnya dengan sentuhan yang begitu lembut itupun tak sengaja terlihat oleh Rizal yang kala itu tengah melewati kamar Amiraa.


"Gadis itu sudah dewasa sekarang...ckk..apa yang kufikirkan" Ucap Rizal bergumam ingatannya seolah tak pernah lepas dari Amiraa yang masih berdiri didepan cermin.


Setelan seragam rok hitam ketat selutut dan atasan sebuah kemeja putih panjang yang dipadukan dengan sebuah rompi berwarna maroon tak lupa stoking hitam yang membalut kaki jenjang dan putih bersihnya


Amiraa menuruni anak tangga terlihat ditangan kirinya menenteng sebuah sepatu hils yang tidak terlalu tinggi.


Seperti biasa ia akan menunggu Rizal diteras jika waktu brangkat mereka hanya selisih sedikit seraya memainkan ponselnya.


"Belum berangkat Mir?" Ucap seseorang yang berada dipinggir jalan.


"Ehh Ren,belum nunggu mas Rizal nih" Jawab Amiraa.


"Mau nebeng gak Mir sekalian dari pada ngerepotin mas Rizal" Ucap Renno seraya melihat kearah jam tangannya.


Amiraa tampak sedikit bimbang dengan ajakan Renno sehingga iapun mengangguk lalu kembali memasuki rumah.


"Mas Amiraa brangkat dulu ya bareng Renno" Ucap Amiraa meminta ijin kepada Rizal yang kala itu masih memasang dasinya.


"Kenapa gak bareng mas aja Mir?" Ucap Rizal yang terlihat sedikit kesulitan memasang dasi barunya.


"Mau Amiraa bantu mas?" Tawar Amiraa yang mendapatkan jawaban sebuah anggukan meski sebenarnya ia masih merasa canggung.


"Jawab mas Amiraa" Ucap Rizal dengan lembut.


"Kan mas Rizal sekarang sudah bekerja diperusahaan inti sudah tidak sejalan lagi dengan tempat kerja Amiraa mangkanya Amiraa bareng sama Renno saja kan kebetulan tempat kerjanya Renno bersebelahan dengan Caffe mas" Jawab Amiraa seraya jemari lentik itu dengan lihainya memasang dasi Rizal dengan begitu rapi.


Degg... Jantung Rizal seolah ingin meloncat keluar saat Amiraa tak sengaja menyentuh dada bidangnya.Aroma buah strawberry dari rambut Amiraa benar benar semerbak wangi.


"Ayolah bukankah dia masih sepupumu" Batin Rizal menenangkan gejolak aneh yang ada didalam dirinya.Sudah lama bahkan sebelum bercerai Rizal hampir tidak pernah merasakan sentuhan fisik dari seorang wanita meski itu Laras yang pada saat itu berstatus sebagai istrinya.

__ADS_1


"Sudah selesai mas Amiraa brangkat dulu ya" Ucap Amiraa seraya melangkahkan kakinya meninggalkan Rizal yang masih diam mematung didalam kamarnya.


"Kau harus sadar Zal,jangan gila dia masih sepupumu dia juga berhak bersama siapapun" Gumam Rizal yang diam diam memperhatikan langkah Amiraa yang mulai masuk kedalam mobil Renno hingga mobil itupun melesat hilang dari pandangan.


"Kok nglamun sih Mir?" Tanya Renno yang sedari tadi memperhatikan Amiraa yang hanya menatap kesamping kaca mobil.


"Tidak apa apa Ren hanya rindu ibu dan bapak dirumah" Jawab Amiraa.


"Apalagi sebelum ini aku sama sekali belum bertemu dengan mereka ditambah semua masalah yang ada rasanya aku sedikit lelah" Ucap Amiraa yang kini terlihat semakin sendu dengan bibirnya yang mengerucut kedepan.


"Ingin sekali aku memilikimu Amiraa agar aku dapat menjadi seseorang yang benar benar bisa kau andalkan disaat seperti ini" Ucap Renno dalam batin hingga mobil itupun berbelok dan terparkir dengan sempurna diCaffe tempat Amiraa bekerja.


"Jika kau mau ambilah cuti aku bisa mengantarmu pulang" Ucap Renno sebelum Amiraa turun.


"Terimakasih Ren kau memang sahabat yang terbaik" Ucap Amiraa dengan acuh.


"Amiraa!" Seru Renno ketika Amiraa hendak menutup pintu mobil.


"Yaa.." Jawab singkat Amiraa seraya kembali menatap Renno.


"Iyaa Ren" Jawab Amiraa seraya melebarkan senyumanya.


"Baiklah hati hati Mir" Ucap Renno.


Amiraapun memasuki Caffe yang mana tempat itupun terlihat masih sangat sepi.Seperti biasa ia akan menjalankan pekerjaannya dengan baik dan membantu yang lainnya juga jika belum selesai.


"Mas Anang kamu sakit?" Tanya Amiraa yang melihat pria tampan itu terlihat sangat pucat.


"Emm sedikit tidak enak badan saja Mir" Jawab Anang seraya terus melanjutkan aktivitasnya mengepel lantai.


Amiraapun berjalan menuju bar tangannya yang lihai itupun terlihat berkutik sedang meracik sesuatu.


"Minum ini dulu mas biar sedikit enakan" Ucap Amiraa seraya menyodorkan segelas teh hangat yang telah diberi sedikit jahe.

__ADS_1


"Mungkin rasanya sedikit aneh tapi itu akan sedikit membantu" Ucap Amiraa lagi tanpa mendapatkan sebuah jawaban.


"Setidaknya kalau dikasih sesuatu itu jangan lupa bilang terimakasih" Ucap seseorang yang tak lain adalah Dody yang muncul entah dari arah mana.


"Gak usah ikut campur deh mas!" Ucap Anang tak kalah sengit.


Amiraapun melerai keduanya hingga Dodypun juga memutuskan untuk pergi.


"Tak apa aku hari ini lemah akan kupastikan kalian berdua segera pergi dari sini" Batin Anang seraya menatap Amiraa dengan tatapan yang begitu aneh.


"Amiraa nanti sebelum pulang saya minta rekapan pengeluaran bulan ini ya" Ucap pak Sam yang tengah berdiri disamping Amiraa.


"Iya pak" Jawab Amiraa dengan sopan.


"Penampilan kamu hari ini begitu sangat sempurna sesuai permintaan saya" Ucap pak Sam dengan senyum simpulnya seraya memperhatikan tubuh Amiraa dari ujung kaki hingga ujung rambut.


Amiraa merasakan ada yang aneh dengan pak Sam terlebih Amiraa juga sudah mengetahui tatapan seperti apa yang diberikan oleh bosnya.


"Terimakasih atas pujiannya pak sekarang saya akan melanjutkan pekerjaan saya tapi sebelumnya maaf saya ijin ketoilet sebentar" Ucap Amiraa dengan penuh sopan seraya segera melangkahkan kakinya menuju toilet wanita.


Tanpa sengaja gerakan cepat Amiraa membuat rambutnya sedikit mengibas hingga aroma buah strawberry itupun tercium oleh pak Sam yang masih berdiri sambil memejamkan matanya menikmati aroma Amiraa.


"Cihh pria hidung belang semua rupanya" Ucap Amiraa dengan lirih seraya terus berjalan menuju toilet.


Tidak ada yang ia lakukan sama sekali sebenarnya didalam toilet itu semua hanya akal akalan Amiraa saja untuk menghindari pak Sam yang kian hari mulai terlihat sifat aslinya.


Hingga tak terasa waktu sudah menjelang sore saatnya Amiraa membereskan semua pekerjaannya tak lupa pula ia harus memberikan rekapan keuangan yang sudah ia simpan flashdisk kepada pak Sam.


"Bagaimana?jika kau mau aku bisa saja menaikkan gajimu 5kali lipat" Ucap pak Sam kepada Amiraa yang tengah berada didalam ruangannya.


Tidak ada guratan ketakutan sama sekali diwajah Amiraa saat sebuah tawaran yang membuatnya merasa sangat jijik bahkan mungkin saja kariernya akan terancam.


"Maaf pak saya hanya akan bekerja sesuai perjanjian didalam surat kontrak kerja untuk selebihnya itu saya tidak bisa memenuhinya jika bapak ingin saya mengundurkan diri saat ini juga saya akan membuat surat pengunduran diri" Jawab Amiraa dengan lugas membuat pak Sam seketika diam tak bergeming.

__ADS_1



BERSAMBUNG.


__ADS_2