Amiraa:Di Penghujung Penantian

Amiraa:Di Penghujung Penantian
Bertemu Edward.


__ADS_3

Terdiam tanpa banyak bicara itulah yang dilakukan oleh Amiraa saat ia masih saja memikirkan ungkapan perasaan Renno saat dipantai.


"Amiraa nanti jangan lupa bersihkan ruangan direktur ya" Ucap seorang gadis bernama Viona.


"Baiklah" Jawab Amiraa singkat.


"Huufftttt..kenapa disini banyak sekali penghuninya bahkan mataku terasa sakit jika bertemu dengan bermacam macam wujud mereka" Batin Amiraa seraya menyiapkan semua perlengkapan yang akan ia butuhkan untuk membersihkan ruang ditektur.


Ia berjalan gontai menuju lift sambil menatap tajam kearah salah satu meja resepsionis dilantai dasar.


"Bahkan ada pula hantu mesum disini" Gumam Amiraa.


Kini tepatnya ia berdiri tepat didepan pintu ruang direktur dengan sopan Amiraa mengetuk pintu.


"Siapa?" Sahut seorang pria dari dalam ruangan.


"Cleaning servis pak" Jawab Amiraa sambil setia menunggu.


"Masuklah" Ucap pria itu kembali.


Amiraapun membuka pintu dengan sangat perlahan dan mulai memasukinya.


"Permisi pak maaf ruangannya akan saya bersihkan terlebih dahulu bapak mau tetap disini?" Tanya Amiraa kepada seorang pria yang tengah duduk memunggunginya.


"Lanjutkan pekerjaanmu" Jawabnya dengan singkat.


Amiraapun melanjutkan pekerjaannya dengan baik hingga tiba saatnya ia membersihkan jendela kaca besar tiba tiba saja Aaron memasuki ruangan tersebut.


Edward memberikan sebuah isyarat agar menjalankan drama sesuai ide dari Edward tanpa sepengetahuan Amiraa.


"Ekhemm..maaf pak sudah membuat anda menunggu" Ucap Aaron yang dibarengi dengan Edward yang memutar kursinya menghadap kedepan.


"Tuann!!!" Seru Amiraa kala ia menoleh dan melihat Edward tengah duduk di kursi pribadi itu.


"Mengapa anda disini?astaga apakah dunia sesempit ini sehingga saya harus berkerja ditempat anda" Imbuh Amiraa kembali.


"Amiraa sopanlah sedikit tuan Edward adalah klien diperusahaan ini" Ucap Aaron kepada Amiraa.


"Maksud anda tuan Aaron?maaf tapi jika tuan Edward memang pemilik perusahaan ini saya akan mengundurkan diri dari pekerjaan ini" Ucap Amiraa dengan tegas tekadnya memang sangatlah kuat dimana ia berharap tidak akan pernah bertemu dengan Edward lagi dan berurusan dengannya.

__ADS_1


"Bicara apa kamu ini?sudah kukatakan tuan Edward adalah klien diprusahaanku!!" Ucap Aaron dengan sedikit penekanan.


"Tuan Edward adalah sahabatku jadi kita menjalin kerja sama" Ucap Aaron kembali berusaha menyakinkan Amiraa yang terlihat sangat membenci Edward.


"Sebenci itukah kamu terhadapku Miraa,aku tau akulah penyebab kematian ayah angkatmu tapi aku berniat untuk menebus semuanya dan menjamin kehidupan yang layak untukmu" Batin Edward seraya menatap dalam dalam Amiraa yang tengah berdiri dan sedikit beradu argumen dengan Aaron.


"Keluarlah lain kali siapapun itu kau harus sopan di sini Amiraa jangan mencampur masalah pribadi kedalam pekerjaan" Ucap Aaron dengan tegas.


Amiraa berjalan meninggalkan ruangan tersebut dengan langkah kaki yang begitu elegan bahkan hal itu tidak luput dari pandangan Edward yang terus mengikuti hingga Amiraa benar benar pergi.


"Sial mengapa harus bertemu dengan hal hal yang menyebalkan!" Gerutu Amiraa disepanjang jalan hingga tidak sengaja menabrak seorang wanita misterius yang menggunakan baju panjang dan penutup kepala berwarna hitam bahkan wajah wanita itupun juga tertutup oleh sebuah kain berwarna hitam sehingga hanya menampilkan kedua matanya yang begitu indah.


"Maaf"


"Maaf"


Ucap mereka secara bersamaan bedanya wanita yang memakai baju panjang serta berwarna hitam itu memiliki suara yang begitu sangat lirih dan lembut.


"Ada yang bisa saya bantu nona?" Ucap Amiraa.


"Ah iya ini saya sedikit bingung mencari seseorang katanya bekerja disini bernama nona Amiraa" Jawabnya dengan suara lembut.


"Saya hanya mengantarkan sebuah makanan yang dipesan oleh tuan Renno Jean T kebetulan kakak saya yang biasanya membantu mengantar sedang sakit" Jawabnya dengan sopan.


"Ouhh itu teman saya nona terimakasih ya" Ucap Amiraa kepada wanita itu.


Memang sebentar lagi waktunya untuk istirahat dan hal itu Amiraa manfaatkan untuk makan siang dikantin.


"Terimakasih" Ucap Amiraa melalui pesan di hpnya.


Tring...


"Sama sama jangan sampai telat makan" Balasan dari Renno.


"Wanita yang mengantar tadi siapa?" Tanya Amiraa.


Tring...


"Adik teman kerjaku yang memiliki usaha makanan,masakannya enak loh" Balas Renno kembali.

__ADS_1


"Baiklah aku makan dulu" Ketik Amiraa dan pesan itupun segera terkirim tanpa adanya notifikasi lagi yang berbunyi.


Dan benar saja sudah waktunya Amiraa segera menaruh semua peralatan kebersihan dan segera berjalan menuju kantin.


Dilihatnya meja meja kosong dipojokan tatapannya berhenti pada sosok perempuan berambut keriting yang tengah duduk sendirian.


"Hay Viona" Sapa Amiraa yang sudah berdiri dihadapan Viona.


"Hay juga Amiraa sini duduk sama aku" Ucap Viona dengan ramah.


"Wah bawa bekal sendiri ya" Imbuh Viona sambil menatap kearah makanan yang ada ditangan Amiraa.


"Hehehe iya kamu mau cobain deh katanya sih enak" Ucap Amiraa sambil duduk dihadapan Viona.


"Kamu kenapa sendirian dari awal aku masuk kerja gak pernah tuh aku lihat kamu sama siapa gitu" Ucap Amiraa seraya membuka makanannya.


"Aku memang tidak memiliki teman mungkin karena aku yang berbeda dengan mereka" Jawab Viona sambil memasukkan satu sendok nasi kedalam mulutnya.


"Maksudnya berbeda bukankah kita sama sama manusia Vio tidak ada yang aneh sedikitpun darimu" Ucap Amiraa seraya memperhatikan Viona dari ujung kaki hingga ujung rambut.


"Hey Amiraa lihatlah orang orang disekitar mereka berkulit putih dan rata rata berambut lurus sedangkan aku tidak kan?kami orang orang berkulit hitam seolah memang dibedakan oleh mereka yang berkulit putih" Jawab Viona dengan sedikit gusar.


"Ahhh..begitu sudah sudah jangan bersedih lagi mulai sekarang aku temanmu okey" Ucap Amiraa seraya mengacungkan jari kelingking mungilnya dihadapan Viona.


"Apa kau tidak merasa jijik denganku Miraa?" Ucap Viona seolah menyakinkan.


"Apa apaan mengapa kau berkata begitu kita sesama manusia pasti memiliki kekurangan dan kelebihan masing masing perbedaan itu wajar Viona yang tidak wajar adalah ketika seseorang menilai diri mereka paling sempurna" Jawab Amiraa panjang kali lebar membuat seorang Viona yang selama ini dikucilkan merasa begitu sangat dihargai dimata Amiraa.


"Terimakasih Amiraa baru pertaman kali ini aku menemukan seseorang yang tidak memberikan batas perbedaan" Ucap Viona dengan haru.


"Sudah sudah cepat kita habiskan jangan bersedih lagi lain kali kamu bisa mencariku jika memerlukan sesuatu" Ucap Amiraa dengan senyum manisnya.


Tanpa mereka sadari sepasang mata tengah menatap mereka sedari tadi mendengarkan apa yang Amiraa dan Viona bicarakan.


"Benar benar dewi kebaikan pantas saja Edward tertarik untuk memilikinya dasar pria sinting lihatlah pa kau pasti bangga padaku disana akhirnya aku menemukan wanita yang cocok dengan putra dari tuan Addison" Ucapnya bergumam seraya melangkah meninggalkan kantin tersebut.


BERSAMBUNG GUYS..


SEE YOU👋👋🦻

__ADS_1


__ADS_2