
Sudah satu hari satu malam Amiraa tak kunjung pulang keberadaannya benar benar sulit untuk dilacak di kota yang benar benar padat penduduk itu.
"Dimana aku?" Lirih Amiraa yang mulai tersadar.
"Mengapa menutupi mataku?" Ucap Amiraa yang memang tidak bisa membuka matanya dengan posisi duduk pada sebuah kursi kedua tangan dan kakinya juga diikat.
Ia mengingat dengan betul kala waktu itu setelah menerima pesan melalui ponselnya ia segera bergegas menuju lantai dasar berharap untuk bertemu dengan Renno akan tetapi sebuah mobil lain berhenti tepat dihadapan Amiraa berdiri dua orang pria bertubuh kekar membawanya secara paksa memasuki mobil dan membuatnya tak sadarkan diri.
"Emilia kamu dimana aku mohon kemari lah Emilia sudah lama aku tidak melihatmu ayolah gunakan tubuhku ini tolong aku" Ucap Amiraa memohon dalam batinnya berharap teman hantunya yang sedari kecil selalu menolongnya kali ini muncul.
Isakan tangis dari Amiraapun kian menjadi sebelum pada akhirnya terhenti ketika mendengar suara langkah kaki yang membuka pintu.
"Si..siapa itu?" Ucap Amiraa mulai panik.
"Shhhttttt" Pria itu memberikan sebuah isyarat agar Amiraa diam.
Terasa desiran yang sangat aneh kala tangan pria itu menyentuh lengan Amiraa merambat perlahan keatas dan sampai pada pipi Amiraa.
"Hentikann!!Siapa kau!?" Ucap Amiraa.
Tak disangka pria itu mendaratkan sebuah kecupan manis pada pipi kanan Amiraa yang seketika itu membuat Amiraa memalingkan wajahnya.
...****************...
Sebuah mobil BMW meluncur dengan kecepatan tinggi membelah keramaian jalan meliuk dengan sempurna kala menghindari beberapa mobil lainnya yang berjalan dengan lambat.
"Cepatlah sedikit Ron" Ucap Edward yang terlihat sangat marah.
"Ini sudah cepat Ed kau mau membahayakan nyawa kita bertiga" Jawab Aaron.
"Keselamatan Amiraa jauh lebih penting Ron!!" Ucap Edward terlihat wajahnya yang kian memerah dan begitu pula rahangnya yang mengeras.
__ADS_1
"Sudahlah jangan berdebat saja tuan alangkah baiknya kita cepat sampai" Ucap Rizal.
"DIAMM!!" Ucap Edward dan Aaron secara bersamaan serta melirik tajam kearah Rizal yang tengah duduk di kursi belakang.
"Astaga apakah aku salah mengapa dua orang ini seperti singa yang tengah meraung mengamuk saja" Ucap Rizal membatin.
Disamping itu suara deru motor gede juga tak kalah melaju dengan cepat mengikuti setiap pergerakan mobil Edward,pria itu adalah Renno yang memaksa ikut untuk mencari keberadaan Amiraa meskipun kala itu tidak mendapatkan ijin dari Edward dan hampir saja terjadi baku hantam dengan Aaron untungnya masih ada Rizal yang melerai keduanya.
...****************...
"Lepaskan aku jika memang kau bukan lelaki pengecut munculah dihadapanku dan tunjukan wajah bia*abmu itu sekarang!!!" Ucap Amiraa yang kian merasa tidak berdaya kala tangan pria itu semakin bergerilya dimanapun ia mau.
Pria itupun masih tidak bergeming ia semakin menjadi dan sesekali menghembuskan nafasnya pada ceruk leher Amiraa dengan kasar.
"Sungguh aku tidak akan menyakitimu sayang" Ucap pria itu lirih bersamaan dengan terlepasnya penutup mata Amiraa.
Mata Amiraa terbuka namun ia masih sama saja tidak bisa melihat dengan jelas ruangan itu benar benar sangat gelap dan pandangannya sedikit kabur.
Begitu sangat terkejutnya kala Amiraa mampu melihat dengan sempurna dirinya didepan cermin yang begitu besar dengan posisi terikat.
"Kamu!!!" Ucap Amiraa dengan amarahnya yang kian memuncak.
"Cantik..kau sangat cantik sayang" Ucapnya memuji seraya memainkan rambut beraroma strawberry milik Amiraa.
"Lepaskan aku Dodi!lepaskan dasar breng*ek" Ucap Amiraa mengumpat dengan kesal.
Ia kembali memandang kearah cermin kembali betapa terasa sangat ngilu didalam hatinya kala mendapati tubuhnya yang memakai pakaian yang begitu sexy bisa dibilang itu bukanlah pakaian dikarenakan sangat tipis menerawang yang menonjolkan beberapa bagian tubuhnya dan begitu sangat pendek sekali.
"Apa kau yang melakukan ini padaku?kau yang menggantinya!?" Ucap Amiraa dengan nada datarnya sambil memperhatikan sekeliling ruangan yang penuh dengan nuansa serba putih serta bertaburan kelopak mawar merah disetiap sudut ruangan bahkan terdapat pula rangkaian mawar merah diatas ranjang besar berwarna putih membentuk hati.
"Tidak aku tidak akan melakukan itu biarlah aku tau beresnya saja bagaimana" Ucap Dodi dengan wajah mes*mnya yang terlihat begitu menjijikan bagi Amiraa.
__ADS_1
"Kau berbohong sejak awal aku memang sudah menduga bahwa kau jahat Dod!" Ucap Amiraa setengah berteriak.
Dodipun menunjukkan sebuah video yang ada diponselnya kepada Amiraa sebuah video yang berisi mengenai seorang wanita yang tengah menggantikan pakaian Amiraa yang masih tidak sadarkan diri itu.
"Mbak Laras" Ucap Amiraa yang merasa sulit untuk percaya dengan kelakuan Laras yaang begitu tega terhadapnya.
"Nikmatilah Amiraa kita lihat setelah ini apakah kau masih memiliki wajah dihadapan mantan suamiku yang sedikit tergila gila kepadamu itu karenamu lah aku menjadi tawanan pria brengsek itu dan mereka menjadikanku layaknya pela**r" Ucap Laras diakhir video sembari tertawa terbahak bahak.
"Sudah tau kan bukan aku yang jahat sayang coba saja dari dulu kau mau merespon ku mungkin saja aku tidak akan memaksamu" Ucap Dodi seraya memutari Amiraa yang tak berhenti menangis.
Rasa takut dan malu telah bercampur menjadi satu mirisnya lagi tidak ada orang sama sekali yang mendengarnya kala meminta tolong.
"Jangan lakukan ini padaku" Ucap Amiraa disela tangisannya.
Namun Dodi benar benar tidak peduli dengan rintihan tangis Amiraa pria itu benar benar menggila dan melepaskan seluruh pakaiannya dihadapan Amiraa.
"Ingatlah kau masih memiliki Dara istrimu Dod sadarlah!!" Ucap Amiraa yang tertunduk dan memejamkan matanya ia tak ingin melihat hal gila yang ada dihadapannya.
Dengan brutal Dodi mengarahkan sebuah daging panjang itu kehadapan mulut Amiraa.
"Ayolah sayang kau bilang ingin agar aku cepat melepaskanmu" Ucap Dodi merayu.
Sebuah kata kata yang terdengar menggelikan serta menjijikan yang Amiraa pernah dengar seumur hidup bahkan David yang sama bejatnya pun tak pernah seperti itu padanya.
"Amiraa tolong menurutlah aku tidak ingin lagi kasar padamu" Ucap Dodi kembali.
"Cepat lakukan sayang dan selesaikan semua ini aku akan melepaskanmu!" Ucap Dodi yang kian berantusias namun semakin Dodi memaksa Amiraa semakin rapat pula mulut itu menutup bahkan meski tangan Dodi sedikit menjambak rambut Amiraa agar wanita itu mau mendongakkan kepalanya dan membuka matanya.
Sehingga Dodi menggunakan cara lain agar Amiraa mau melakukan apa yang diinginkannya dengan meremas sesuatu yang sangat sensitif dengan sangat kuat sehingga Amiraa menjerit sangat keras kala itu.
Brakkkk... Suara pintu yang terbuka dengan paksa dan terkesan sangat berutal kala itu membuat Dodi mengalihkan pandangannya kearah pintu.
__ADS_1
BERSAMBUNG🍓🍓🍓🍓