Amiraa:Di Penghujung Penantian

Amiraa:Di Penghujung Penantian
Aku Akan Selalu Ada Untukmu.


__ADS_3

Menjelang malam Amiraa mulai membuka matanya seraya merasakan sakit pada sekujur tubuhnya,dipandangnya wajah seorang wanita yang kini tengah tertidur dengan posisi duduk disampingnya.Wajah yang begitu melihatnya ia akan merasa sangat tenang dan damai.


"Apakah semua ini mimpi?" Ucap Amiraa membatin.


Dengan perlahan tangannya mulai bergerak mengusap telapak tangan yang sedikit kasar itu hingga wanita itupun terbangun.


"Bu apa Amiraa bermimpi?" Ucap Amiraa lirih.


"Nduk wis bangun" Ucap wanita tersebut yang tidak lain adalah ibu Amiraa.


"Sudah bu" Ucap Amiraa seraya berusaha untuk duduk setelah sekian lama punggungnya terasa sedikit panas.


"Sebentar nak" Ucap ibu Amiraa lalu wanita itupun bergegas membangunkan Renno yang tertidur diatas sofa.


Keadaan masih sama dimana ruangan itu masih dijaga dengan ketat oleh pria tinggi bertubuh kekar yang memakai pakaian serba berwarna hitam.


Rennopun membantu Amiraa duduk dengan menekan sebuah tombol agar brangkar itupun naik hingga Amiraa merasa nyaman.


"Bapak mana buk?" Tanya Amiraa yang sebenarnya enggan menerima kenyataan yang sudah menimpanya dan berharap itu semua tidak nyata.


Ibunya pun segera mendekat dan memeluk Amiraa sebuah isakan tangis mulai terdengar diiringi dengan pelukan ibunya yang kian mengerat.


"Sabar ya nduk,,ikhlaskan bapak" Ucap ibu Amiraa yang memiliki nama.


Tangis Amiraa kembali pecah didalam dekapan ibunya,ibu Nia.


"Kamu yang tabah ya" Ucap Renno hatinya pun turut merasakan kelu ketika melihat kondisi Amiraa.

__ADS_1


"Ingin rasanya aku memelukmu Miraa jadikan bahuku sebagai sandaranmu disaat kamu seperti ini" Ucap Renno membatin.


"Nona saya minta tolong untuk sedikit tenang,takutnya tuan muda kami merasa terganggu" Ucap salah satu pria yang berdiri paling dekat dengan Amiraa.


Amiraapun menghentikan tangisannya dan beralih menatap pria yang berdiri disampingnya dengan pandangan tidak suka.


"Tuan muda mu yang mana yang ini?" Ucap Amiraa seraya menunjuk pria yang kini tengah berbaring dalam keadaan mata yang tertutup rapat dengan bantuan oksigen dan alat alat penunjang kehidupan yang lainnya.


Pria itupun hanya menjawab dengan sebuah anggukan saja.


"Heyy kau pikir disini yang memiliki perasaan hanya tuan mu saja?Dia kecelakaan juga karena tuan muda mu yang mengebut dijalan bahkan karenanya juga ayah dari gadis ini meninggal dunia akibat serangan jantung!!" Jawab Renno sebelum Amiraa membuka mulutnya untuk bersuara kini para bodyguard itupun tidak ada satupun yang berani menjawab.


"Maaf untuk kesalahan yang tuan muda kami perbuat" Ucap bodyguard yang mengawali berbicara tadi.


"Kalau begitu pindahkan saja saya keruang rawat inap yang biasa saya merasa tidak enak kepada bu Hanum yang membiayai pengobatan saya selama disini" Jawab Amiraa dengan sopan meski ia rasa cukup berat dengan kepergian ayahnya namun Amiraa masih menyadari bahwa kejadian itupun juga bukan kehendak dari pria yang kini tengah berbaring berjuang antara hidup dan mati.


"Tuan muda kedua maksudnya pria ini memiliki adik?" Batin Amiraa.


"Kenapa harus menggunakan persetujuan tuan muda mu bukankah ini-" Ucap Renno terhenti ketika mendapatkan tatapan yang begitu tajam dari salah satu bodyguard.


"Maaf harus saya katakan semua biaya sudah ditanggung oleh tuan muda" Jawab bodyguard tersebut.


Pintu kamar bangsalpun dibuka semua pandangan tertuju pada suara pintu itu.


"Amiraa kau sudah sadar?" Tanya Rizal seraya bergegas menuju brangkar Amiraa.


"Tante.." Ucap Aska seraya meminta duduk disamping Amiraa.

__ADS_1


"Aska gak boleh nakal ya tantenya sakit" Ucap Rizal kepada sang buah hati itu.


"Aska rindu tante cepat sembuh ya" Ucap Aska balita sambil mencium pipi Amiraa.


"Iya tante juga rindu" Jawab Amiraa.


"Sepertinya Aska lebih nyaman denganmu Miraa dibanding dengan Laras yang kerap kali berlaku kasar" Ucap Rizal membatin sedikit haru jika melihat Aska yang dilupakan oleh ibu kandungnya entah kemana saat ini Laras berada.


"Rizal terimakasih ya untuk semuanya maaf jika harus merepotkanmu" Ucap bu Nia wanita yang hampir lanjut usia tersebut.


"Jangan seperti itu bu Amiraa adalah keponakanku begitu juga mama sudah menganggap Amiraa sebagai keluarga" Ucap Rizal.


Percakapan itu tak lepas dari pandangan Renno yang menyaksikan bahwa Rizal benar benar perhatian kepada Amiraa.


"Bagaimana jika nantinya Rizal yang terlebih dahulu mendapatkanmu Mir?" Renno membatin dalam diam sementara ia benar benar tau status hubungan Amiraa dengan Rizal tidak ada hubungan darah.


"Ren kalau mau pulang gak papa terimakasih sudah menjaga Amiraa semalam mas tau kamu capek" Ucap Rizal kepada Renno.


"Iya mas,Amiraa aku pamit dulu ya" Ucap Renno.


"Terimakasih ya Ren" Ucap Amiraa.


"Iya nak Renno terimakasih banyak ya" Ucap bu Nia juga.


"Iya bu sama sama" Ucap Renno.


BERSAMBUNG..

__ADS_1


__ADS_2