
Keesokan harinya Amiraa bekerja seperti biasanya kali ini ia shift malam.Amiraa menjalankan tugas tugasnya seperti biasa namun belakangan ini ia sedikit sangat sulit untuk berkonsentrasi.
"Selamat sore Bu ada yang bisa dibantu" Ucap Amiraa ramah ketika seorang wanita paruh baya memasuki caffe.
"Saya mau mendaftar sebagai member Gym disini nak" Jawab sang Ibu yang terlihat begitu cantik.
"Baik Bu mau perbulan atau pertahun Bu? Tanya Amiraa kembali.
"Perbulan saja deh nak itu saja kebetulan karna saya bekerja dipabrik sebelah" Jawab sang Ibu.
"Oh benarkah Bu,itu merupakan pabrik besar loh,oh ya Bu maaf nama ibu siapa ya dan alamat ibu dimana?untuk mengisi data member." Ucap Amiraa ramah sembari menyelesaikan administrasi yang diminta oleh wanita paruh baya tersebut.
"Ya saya bekerja dipabrik yang sebelah timur nak nama saya Bu Fitri alamat Jl.Anjasmara No.04" Jawab Bu Fitri.
"Baik bu saya proses secara lanjut ya untuk Id dan kartunya mungkin baru jadi minggu depan Bu setiap kesini mohon untuk dibawa ya" Ucap Amiraa dengan sopan santun.
"Baik oh ya kamu disini baru ya soalnya kok baru kelihatan" Tanya Bu Fitri kembali.
"Ahh iya bu saya Baru dua minggu disini" Jawab Amiraa sembari mengangguk.
"Namanya siapa nak asli mana?"Tanya Bu Fitri sekali lagi yang mulai merasa sedikit tertarik dengan keramahan yang Amiraa berikan.
"Nama saya Amiraa bu,saya tinggal di desa xxxx" Jawab Amiraa lagi.
"Baiklah kalau begitu nak" Ucap Bu Fitri setelah itu sosok wanita paruh baya tersebut berjalan memasuki sebuah ruangan tempat dimana banyak orang berolah raga disana.
"Baik Bu" Jawab Amiraa menunjukkan senyum manisnya.
"Ehh Amiraa sini dong" Panggil Wina yang tengah duduk disalah satu meja yang kosong kebetulan sore itu caffe sangat sepi dari pengunjung.
Amiraapun melangkah disaat bersamaan Eden juga meninggalkan bar dan serta ikut bergabung dengan Amiraa dan Wina.
"Kenapa Den kok kesini pasti mau iku ngerumpi ya kan" Goda Wina sehingga membuat pria berkulit gelap itupun sedikit tersipu.
__ADS_1
"Enggak kok kak Win aku cuma nyari suasana yang beda aja di bar tuh rasanya kayak panas gitu habis gitu punggungku nyeri banget" Jawab Eden seraya meregangkan tubuhnya.
Amiraa terdiam mencerna perkataan Eden setelah itu Amiraa menoleh kearah bar.
"Masak sih kak Eden rasanya gitu" Tanya Amiraa kepada Eden.
"Iya Mir sumpah gw gak bohong kali ini" Jawab Eden dengan raut wajah yang bersungguh sungguh.
"Harusnya kan dingin" Celetuk Amiraa lirih.
"Kau berkata sesuatu Miraa?" Tanya Dody yang sudah berdiri tepat dibelakang Amiraa duduk.
"Astaga!!kak Dody bisa tidak jangan mengagetkanku" Ucap Amiraa yang memang terkejut dengan kehadiran Dody yang secara tiba tiba.
"Hahahaha sorry Amiraa aku tidak bermaksud seperti itu" Ucap Dody seraya mengelus lembut kepala Amiraa.
"Eden geser sana gih" Ucap Dody kembali kini Eden duduk disamping Wina sementara Dody duduk disamping Amiraa.
"Eh kak Wina kemarin dijemput siapa hayoo" Ucap Amiraa sedikit penasaran.
"Benarkah jadi kakak sudah menikah lalu disini siapa saja yang sudah menikah" Tanya Amiraa sedikit antusias karena memang Amiraa merupakan gadis yang sangat ceria.
"Hanya aku dan Dody saja yang sudah menikah Eden,Nena,Anang,Frangky mereka belum" Jawab Wina lagi.
"Oh ya lalu apakah kakak sudah memiliki anak?" Tanya Amiraa dengan polos.
Seketika pula Wina terdiam raut wajahnya berubah menjadi sendu bahkan bola matanya sedikit memerah kali ini Amiraa tak bertanya kembali ia sudah tau jawabannya dan merasa sedikit bersalah.
"Maafkan aku kak Wina aku tidak bermaksud menyinggung dirimu sungguh" Ucap Amiraa yang merasa sangat menyesal karena sudah melontarkan pertanyaan bodoh.
"Tak apa Miraa itu bukan salahmu" Jawab Wina seraya mengalihkan pandangannya.Sepersekian menit terjadi keheningan diantara mereka hingga tiba tiba Amiraa bertanya kembali untuk mengalihkan suasana tidak nyaman itu.
"Eh kak Eden lanjutkan dong masak iya sih waktu di bar rasanya panas" Tanya Amiraa.
__ADS_1
Eden pun menoleh lantas menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Kau pikir aku bercanda Amiraa sedangkan ruangan ini ber AC" Jawab.
"Aku pun bahkan pernah kehilangan kunci motorku disini saat aku mau pulang dan kau tau kunci itu akhirnya dimana Amiraa..didalam tasku sendiri padahal waktu itu kita semua benar benar dibuat sibuk dengan kunci motor itu hingga mengecek cctv dan sebelum itu Dody juga menjadi saksi saat aku menggeledah tasku sendiri hingga tiga kali tidak ada kunci sama sekali" Celetuk Wina menceritakan apa yang pernah ia alami sebelumnya.
"Hah kok bisa ya kak" Ucap Amiraa sambil celingukan sesekali matanya melirik kearah meja kasir.
"Entahlah Miraa semenjak itu suamiku mengira bahwa sepulang bekerja aku bermain dengan lelaki lain hingga saat ini suamiku juga tidak pernah mengizinkan membawa motor sendiri" Jawab Wina terlihat guratan frustasi diwajahnya.
"Sabar ya kak Wina" Ucap Amiraa sembari mengelus telapak tangan Wina.
"Dan aku pernah mendengar suara wanita menangis dilantai dua kukira ada pelanggan yang mungkin saja bertengkar dengan kekasihnya dan setelah kucek tara....gak ada siapa siapa dong" Ucap Eden dengan antusias.
Dody yang sedari tadi hanya terdiam menyimak obrolan antara Amiraa,Eden dan Wina dan pada akhirnya angkat bicara.
"Guys tempat ini memang angker jadi stop bicarakan itu semua" Ucap Dody seraya melipat tangannya didepan dada.
"Ohh pantesan" Celetuk Eden.
"Dody ingat tidak saat kita menerima orderan malam itu yang memesan seorang wanita dan memilih meja dilantai dua setelah makanan yang ia pesan jadi dan diantar keatas tidak ada siapa siapapum?ingat tidak?" Ucap Wina sementara Amiraa dan Eden terdiam menyimak apa yang diucapkan Wina.
"Oh yang waktu itu?" Jawab Dody dengan santai.
"Iya malam itu shift kita bukan?dan kau tau Amiraa caffe ini hanya memiliki satu pintu masuk maupun keluar jadi jika wanita itu keluar tentu saja aku terlebih dulu yang mengetahuinya" Ucap Wina dengan wajah yang benar benar serius.
"Hah..lalu kak bagaimana?" Tanya Amiraa yang penasaran akan kelanjutan cerita Wina.
"Ya kita semua heboh lah waktu itu belum ada kamera cctv sih baru setelah itu pak Sam memasang" Jawab Wina.
"Kabarnya sih dilantai dua tuh ada sosok perempuan gitu yang sering menganggu" Lanjut Wina lagi.
"Ehh..ehh kok kita ghibahin hantu sih ayok kerja lagi" Ucap Amiraa ketika mulai ada pelanggan yang berdatangan.
__ADS_1
Bersambung