Amiraa:Di Penghujung Penantian

Amiraa:Di Penghujung Penantian
Athena


__ADS_3

Sudah berhari hari semenjak Amiraa memutuskan meninggalkan Renno pria itu tampak juga menghilang dari sudut pandangnya bahkan sebuah kabarpun melalui sosial media tak pernah Amiraa dapatkan.


"Baiklah mungkin ini memang sudah yang terbaik dia bisa bahagia dengan Valena" Ucap Amiraa bergumam lirih gadis itu tengah terlihat bersiap membawa semua peralatan kerjanya.


"Sepertinya hatimu memang benar benar sekuat baja Amiraa pria setampan Renno kau lepaskan begitu saja ya tapi kalau dipikir sih masih kaya tuan Edward".


Celetuk Viona yang sedari tadi menguping yang Amiraa ucapkan.


"Apaan sih kamu ini Vi kalau memang bukan jodoh bagaimana mau tampan mau kaya itu bukanlah jaminan lagian tuan Edward ih aku mah gak mau sama pria arogan seperti dia" Jawab Amiraa.


"Yang bener Mir jangan ngomong gitu nanti kalau jodoh sama tuan Edward gimana kamu bisa jadi bos disini" Ucap Viona menggoda.


"Sembarangan kamu ini sudahlah kita harus bersiap bukankah ada pesta diperusahaan ini mas Reza memberikan jadwal baru untukku nanti aku lembur" Ucap Amiraa gadis itu tampak sedikit kekurangan semangatnya pagi itu.


"Syukurlah jadwalku masih sama" Jawab Viona dengan penuh percaya diri.


"Apanya lihat tu dipapan pengumuman kau juga lembur malam ini Vi" Jawab Amiraa sambil bergegas pergi meninggalkan Viona yang masih terdiam dengan mulut terbuka.


"What!!aku baru saja ingin bahagia ya tuhan" Ucap Viona dengan malas.


EEC mengadakan sebuah pesta atas keberhasilan dalam menjalankan dua proyek besar yang telah disepakati oleh pihak asing.


Hari menjelang gelap semua memang diminta untuk tetap dikantor tak terkecuali OB pilihan seperti Amiraa dan Viona yang tengah bersiap menggunakan baju bagaikan pelayan.


"Amiraa menurutmu bukankah ini sedikit menggelikan lihatlah rok ini" Ucap Viona seraya berputar putar memperlihatkan rok sepaha yang dia gunakan.


"Beruntungnya aku yang hanya memiliki tinggi badan 155 jadi ya tidak terlalu pendek saat ku gunakan" Jawab Amiraa dengan santai.


Meski sebenarnya bukan karena faktor itu Amiraa menggunakan seragam barunya dengan ukuran yang lebih pas bahkan lebih tertutup melainkan sudah menjadi peraturan tersendiri yang Edward berikan kepada Aaron.


Make up tipis yang terlihat cukup natural semakin membuat wajah manis Amiraa terlihat cantik bagaimana tidak sore itu Amiraa meminta make up itu dari Viona gadis tinggi berkulit eksotik itu selalu membawa kemanapun peralatan mempercantik diri didalam tasnya.


Penyambutan penyambutan telah terdengar satu persatu tamu penting melintasi karpet merah yang sudah disiapkan hingga suatu tatapan tajam dari seorang wanita dengan bibir berwarna merah menyala memandang kearah Amiraa yang tengah memberikan Edward sebuah minuman.


"Terimakasih Miraa" Ucap Edward.

__ADS_1


"Sama sama" Jawab Amiraa seraya menundukkan kepalanya cukup profesional bagi Amiraa menjalankan pekerjaannya selama ini.


"Aaron suruh beberapa orang untuk menjaga Amiraa dan sebisa mungkin kita harus menghindari Amiraa aku tidak mau wanita ular itu berfikir bahwa Amiraa adalah kelemahan ku" Ucap Edward sedikit berbisik setelah kepergian Amiraa.


Wanita yang terlihat cukup elegan dengan tampilan yang cukup terbuka malam itu hadir di pesta peresmian proyek milik Edward seorang wanita yang sangat berantusias ingin mendapatkan Edward.


"Hai apa kabar Athena selamat datang" Ucap Edward menyambutnya dengan ramah meski itu semua hanyalah kepalsuan.


"Aku sedikit kurang baik karena aku sangat merindukanmu honey" Jawab Athena dengan suara cukup yang cukup manja.


"Tidak perlu berlebihan Athena silahkan nikmati perjamuanku" Ucap Edward.


"Tentu kita berdua akan menikmatinya malam ini" Ucap Athena seraya berjalan berlenggak lenggok menampilkan punggung putihnya yang tidak bertutup sama sekali.


Edward tampak terdiam seketika menatap wanita bergaun merah itu berjalan tak tentu arah memikirkan setiap kata kata yang terucap oleh bibir Athena.


"Sesuatu yang tidak baik mungkin akan terjadi" Ucap Edward membatin seraya mengedarkan pandangannya mencari cari keberadaan Amiraa.


"Elaine oke aku mengerti tapi kau harus tetap pada batasanmu" Ucap Amiraa bertelepati dengan Elaine yang tentunya hanya dia sendiri yang dapat melihat dan mendengarnya.


"Tapi kau tidak tahu siapa dia Amiraa dia sangat kejam dia bisa melakukan apapun demi obsesinya terhadap Edward terpenuhi" Ucap Elaine.


"Sudahlah Elaine kau tidak perlu berlebihan dan berfikir buruk" Jawab Amiraa sebelum dia kembali bergegas melanjutkan pekerjaannya.


"Nyonya minumnya" Ucap Amiraa dengan sopan.


"Bu Hanum?" Ucap Amiraa sedikit terkejut saat melihat tamu wanita paruh baya yang baru saja dia tawari minuman.


"Oh Amiraa lama tidak bertemu nak" Ucap Bu Hanum seraya bangkit dan memeluk Amiraa.


"Kau bekerja disini rupanya" Ucap Bu Hanum lagi.


"Iya bu kebetulan mas Rizal juga disini" Jawab Amiraa.


"Baiklah hati hati lanjutkan pekerjaanmu nak" Ucap Bu Hanum ramah.

__ADS_1


"Baik bu" Jawab Amiraa.


Malam semakin larut acara inti juga telah berjalan dengan lancar terlihat beberapa tamu undangan sebagian sudah mabuk dan sebagian dari kalangan orang orang yang tidak suka minuman satu persatu mulai berpamit untuk pulang.


"Amiraa" Panggil Edward dengan suara seraknya ketika mereka berpapasan pada sebuah lorong kantor.


"Ya tuan ada yang bisa kubantu" Ucap Amiraa.


"Cari dimana Aaron dan mintalah obat padanya aku menunggumu diruangan Aaron" Ucap Edward wajah tampan itu kini terlihat sedikit memerah dan bahkan nyaris kaki itu tidak bisa berjalan dengan sempurna.


"Tuan apakah kau sakit?Biar kuantar terlebih dahulu keruangan tuan Aaron" Ucap Amiraa mulai ikut panik ketika melihat Edward yang seolah setengah sadar itu.


"Tidak pergilah temui Aaron dan katakan untuk menghandle semuanya" Ucap Edward pria itu tampak sedikit kesulitan berjalan meninggalkan Amiraa.


Amiraa segera melangkahkan kakinya dengan cepat mencari keberadaan Aaron meski sedikit kesulitan karena sepatu hills yang dia gunakan sedikit tinggi.


"Biasanya Aaron akan selalu setia menemani tuan arogan itu lalu dimana dia sekarang?" Gumam Amiraa seraya terus berjalan.


"Tuan Aaron" Panggil Amiraa ketika melihat pria yang memiliki postur tubuh sama persis dengan Edward.


"Ada apa Miraa" Ucap Aaron.


Amiraapun menarik Aaron agar sedikit menjauh dari wanita yang berdiri disampingnya yang tidak lain adalah Athena.


Setelah membisikkan sesuatu tampak Aaron melebarkan pandangannya diapun segera mengambil sesuatu disaku jasnya dan memberikannya kepada Amiraa.


"Pergilah dan hati hati" Ucap Aaron yang mendapat jawaban sebuah anggukan mantab dari Amiraa.


"Ada apa Ron?" Tanya Athena seringai kecil terlihat muncul disudut bibir wanita itu.


"Tidak ada apa apa hanya saja Edward sedikit kurang enak badan jadi maaf dia tidak bisa mengantarmu pulang nantinya" Jawab Aaron setenang mungkin.


"Oh begitu baiklah semoga kekasihku itu cepat sembuh" Ucap Athena seraya berlalu pergi senyum aneh itu kembali muncul disaat ia membalikkan badan tanpa sepengetahuan dari Aaron.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG.🍓🍓🍓🍓


__ADS_2