
Di kegiatan mahasiswa gue memilih buat gabung jadi anak band posisinya bagian gebukin drum, sebelumnya gue emang kepengen masuk tari modern tapi kalau dipikir-pikir lagi nari itu kan bikin capek ya di tambah lagi kalau nari itu pasti ngeluarin tenaga ekstra dan hal penting yang membuat gue nggak jadi gabung di tari modern karena takut nanti pinggang gue encok.
Apalagi gue bukan titisan cacing ke siram aer garem, jadi ya gitu gue lebih gabung di kegiatan yang nggak terlalu banyak keluarin tenaga.
Nih ya, gue kasih tau. Tapi jangan bilang-bilang, sebenernya gue itu kadang kalau ngerjain tugas di laptop suka koyoan biar nggak makin pusing. Gue suka aja pake koyo di kedua sisi jidat sama bagian belakang leher soalnya rasanya anget-anget pedes gimana gitu.
Kalau masuk klub band terus jadi drummer kan nggak terlalu capek banget kan ya, nggak enggap-enggapan juga, tinggal duduk santai sambil gebukin drum beres dah. Terus juga waktu kecil gue udah punya pengalaman gebukin beduk masjid kalau mau adzan sama pas malem takbiran.
Gebukin drum mah kecil. Jangankan buat gebukin drum, gebukin maling aja gue bisa.
Dan kebetulan banget waktu itu klub band lagi butuh drummer, gitaris, dan keyboardis baru. Berhubung gue lebih suka duduk dibanding berdiri dan punya pengalaman gebukin beduk, baskom sama kasur, tanpa pikir panjang gue langsung mengajukan diri buat jadi pemain debus, wkwkwk bercanda maksudnya drummer.
Dan kali ini gue akan menceritakan bagaimana kegiatan gue saat hari pertama ikut UKM, awalnya gue sempet bingung nyari ruang latihan klub band malah nyasar ke ruang klub catur dan hampir aja gue ditarik buat main catur, karena gue punya akal yang cerdas akhirnya gue beralasan dan ngeluarin jurus yang diajarin sama Naruto yaitu lari seribu bayangan alias kabur.
Pas gue baru menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di ruang klub band, semua mata tertuju ke arah gue, penyebabnya apalagi kalau bukan karena gue baru gabung dan penyebab lainnya karena dateng telat.
Sempet canggung sih, tapi gue berusaha buat mencairkan suasana dan hal pertama yang gue lakukan adalah menyapa semua orang yang ada di ruangan kemudian memperkenalkan diri, setelah itu giliran mereka yang memperkenalkan diri. Bang Adam sebagai vokalis sekaligus pemimpinnya, bang Wahyu sebagai bassist sekaligus wakilnya, Geo sebagai gitaris, Faris sebagai keyborist dan gue Hanung Binsetya anak paling ganteng di keluarga besar Binsetya berposisi sebagai drummer.
Dan berhubung klub band punya tiga anggota baru, jadi dua anggota tertua di klub memutuskan buat nganti nama band, selesai latihan gue dan yang lain nggak di izinin dulu buat pulang karena mau merundingkan nama baru buat band.
Gue dan yang lain duduk melingkar di lantai, ya walaupun bentuknya nggak bener tapi nggak apa-apa sebut aja lingkaran. Mungkin bentuknya kayak lingkaran yang kolaborasi sama jajar genjang.
Ya intinya gitulah, lingkarannya sembarangan dan nggak rapih. Heran, perihal duduk aja di bikin ribet gini.
"Jadi teman-temanku sekalian, gue sebagai ketua di band ini mau meminta saran kalian buat nama baru grub band kita, apakah ada yang udah kepikiran nama buat band baru kita? Yang ada coba angkat keteknya."
Bang Adam yang baru selesai ngomong langsung natap anggota yang lain satu persatu, kami sempet diem-dieman sebentar saling natap satu sama lain tapi nggak lama kemudian si Geo angkat tangan kanannya, dia nggak angkat ketek sesuai perintah bang Adam soalnya keteknya nggak bisa di angkat.
"Gue punya, Bang."
"Apa tuh? Coba diucapkan."
__ADS_1
Indra penglihatan kami kompak natap Geo, sedangkan yang ditatap malah cengar-cengir macem kodok.
"Gimana kalau nama band kita Cosmos?"
Gue orang pernah yang langsung gelengin kepala, bukannya nggak setuju tapi namanya kayak kucing adek gue, si Dodo–adek gue, ngasih nama kucingnya cosmos terinspirasi dari iklan rice cooker di tipi, yang awal mulanya sempet mau di kasih nama batu tapi nggak jadi karena katanya kurang keren.
"Jangan ah, namanya kayak merk kipas angin di rumah gue," protes Faris, ternyata dia nggak setuju sama kayak gue.
"Yaudah polytron aja." Geo ngasih usul lagi tapi kali ini beda merk, lagi-lagi gue sama yang lain nggak setuju sama usulan namanya.
"Itu mah merk mesin cuci di rumah nenek gue." Buat kedua kalinya Faris protes.
Lagian si Geo aneh sih, masa iya ngasih nama band mirip sama merk barang elektronik? Nanti orang-orang malah ngiranya barang elektronik yang main band, kan aneh. Terus kalau di lihat dari tampangnya si Geo gue curiga kalau sebenernya dia itu salah satu agen penjual elektronik, buktinya aja mukanya mirip kompor listrik.
"Nggak sekalian lo usulin nama band yang mirip sama merk tipi di rumah gue?" celetuk bang Wahyu yang daritadi cuma nyimak aja, kalau dari tampangnya sih dia agak geregetan sama si Geo.
Dan dengan polosan si Geo bertanya, "Emang merknya apaan, Bang?"
"Sharp, somplak." Bang Adam yang geregetan langsung gaplok temen seangkatannya, bang Wahyu yang di gaplok malah gaplok balik terus bang Adam yang di gaplok bang Wahyu nggak terima dan akhirnya gaplok bang Wahyu lagi, karena nggak terima di gaplok lagi bang Wahyu bales gaplokannya bang Adam, akhirnya mereka berdua maen gaplok-gaplokkan sampe tiga menit lamanya.
Gue, Geo sama Faris cuma bisa ngeliatin aja. Mau sih misahin tapi takutnya gue malah ikutan ngegaplok mereka berdua.
"Nama yang bagus apa nih?" Bang Adam nanya lagi tapi kali ini matanya natap gue, "Lo punya saran nggak, Nung?"
Gue sempet diem sebentar, nyari nama yang bagus buat band terus nggak butuh waktu lama otak gue yang cerdas ini udah nemuin nama yang bagus dan gue yakin banget kalau mereka berempat bakalan setuju.
"Ada, Bang."
"Apa tuh?"
Sebelum ngasih tau gue berdeham sebentar, penyebabnya karena tenggorokkan gue gatel. Terus gue sedikit menggeser posisi duduk gue dan penyebabnya karena pantat gue gatel wkwkwk.
__ADS_1
Setelah ngegeser posisi duduk, gue natap mereka satu persatu yang tampangnya kelewat serius. Jujur gue pengen ngakak apalagi ngeliat tampangnya si Geo kayak maling yang ketauan nyuri ******.
"Jadi setelah berpikir kurang lebih empat detik, otak gue yang kelewat cerdas udah nemuin nama yang bagus buat band kita, jadi nama bandnya itu Kuyang kalau nama fansnya X-tra Kayang."
Namanya bagus kan? Keren kan? Hanung gitu lho, gue jadi merasa bangga sama diri sendiri.
Saat gue liat respon dari mereka nggak ada yang tepuk tangan atau anggukin kepala. Bang Adam rolling eyes sambil bilang, "Nyesel gue nanyain ke elo."
Lah? Emangnya salah ya kalau ngusulin namanya kayak gitu? Emang sih namanya mirip sama dedemit yang sering diburu orang-orang buat diambil organ tubuhnya terus di jual biar cepet kaya, tapi jangan salah Kuyang sama X-tra Kayang itu punya kepanjangannya lho, Kuyang kepanjangan dari aku sayang kalau X-tra Kayang kepanjangan dari ekstra kami sayang–yang maksudnya kami ekstra sayang sama para fans nanti.
Heran gue, kenapa nama seunik itu malah nggak ada yang setuju? Malahan usulan gue diketawain sama si Geo, mana tuh bocah puas banget lagi ngakaknya.
"Dear One aja, gimana?" usul Faris tiba-tiba saat si Geo udah capek ketawa.
Bang Adam yang tadi keliatan nggak punya semangat hidup, jadi kayak manusia yang baru dapet motivasi dari dosennya.
"Boleh tuh, boleh," jawab bang Adam tanpa keraguan sama sekali.
"Nama fansnya apaan?" tanya bang Wahyu yang lagi-lagi kerjaannya cuma nyimak aja.
"Dear All?" jawaban Faris buat dua orang tertua di band nganggukin kepalanya.
"Gue setuju, yang lain gimana? Setuju juga nggak?" Berhubung gue orangnya terserah mau gimana aja asalkan beres dan semua setuju, akhirnya gue anggukin kepala disusul si Geo yang juga ikutan anggukin kepala.
Nama band kami, Dear One? Terus nama fansnya Dear All? Hm. Gue rasa sih nggak buruk-buruk amatlah tapi tetep aja masih bagusan Kuyang sama X-tra Kayang.
Nama band udah ditentukan dan besok harinya kami latihan kayak biasa terus buat sementara waktu, gue dan yang lain latihannya ngecoverin lagu band-band terkenal. Mulai band luar negeri sampai dalam negeri, tapi band Dear One lebih sering ngecoverin Sheila On 7 sama Noah.
Walaupun latihan sering ngecoverin band terkenal, band Dear One lagi berusaha buat bikin lagu sendiri biar nggak ketinggalan jauh sama band yang lain. Tenang ajalah pokoknya, sebentar lagi juga Dear One bakal ngeluarin satu album.
Biar Dear One isinya sekumpulan cowok-cowok somplak tapi band kami punya visi dan misi coy, biar nggak kalah dari kang cendol.
__ADS_1