
Semakin hari kehidupan berjalan, semakin lama kita semakin banyak perubahan baik itu dalam sikap maupun kegiatan sehari-hari yang semakin lama makin bertambah atau juga sebaliknya.
Sebagai manusia yang banyak bergerak, perlahan-lahan gue merasakan perubahan dalam diri gue, contohnya kayak gue bukan lagi mahasiswa baru tapi mahasiswa tingkat akhir yang lagi gelut sama skripsi.
Kehidupan emang seharusnya berjalan bro. Ibarat kata bumi aja muter, masa lo nggak ikut muter sih? Kalau lo nggak jalan itu tandanya roda kehidupan lo bannya kempes.
Sesuai dengan apa yang gue katakan tadi, dunia ini banyak perubahan. Selain gue yang sekarang jadi mahasiswa tingkat akhir, saat ini Cosmos anaknya udah nambah dua dan nggak lagi jadi janda, Dodo yang katanya udah dewasa dan sekarang gebetannya bertebaran di mana-mana ibarat kata kayak orang jail nebarin paku di jalan, ayah yang mencoba bisnis baru, mama yang biasanya di rumah aja sekarang lagi sibuk sama ibu-ibu di lingkungan rumah sibuk bikin kerajinan tangan.
Omong-omong, gue mau cerita sedikit tentang Cosmos. Jadi tuh sekitar enam bulan yang lalu. Cosmos udah nikah lagi sama kucing jantan warna abu-abu.
Suaminya Cosmos kali ini lebih bertanggung jawab meski kadang si suami suka ndusel-ndusel betina lain, apalagi kucing yang masih perawan. Beuhhh. Kegatelan banget emang tu kucing atu.
Waktu itu, pas gue lagi ngopi di teras rumah. Nggak sengaja gue mergokin si Cosmos sama suaminya lagi berantem, sengaja nggak gue pisahin soalnya gue pengen masalah mereka kelar di saat itu juga.
Dan dari yang gue lihat, Cosmos lebih banyak ngomong di banding suaminya yang kebanyakan diemnya. Kalau diterjemahkan ke dalam bahasa manusia dan kalau gue nggak salah inget, kurang lebih si Cosmos ngomelin lakinya sambil melotot kayak gini.
"Heh, boncel! Awas aja ya lo kalau sampai berani kawin lagi! Gue bakal hasut ayah Dodo supaya nggak kasih lo makan selama setahun, kalau perlu lo gue usir dari rumah!"
"Inget, Mas. Kamu bisa makan enak karena siapa? Karena aku. Kamu bisa tinggal di tempat yang layak karena siapa? Karena aku. Kalau bukan karena aku, kamu nggak akan jadi apa-apa!"
"Gue kurang apa sih?! Cantik iya, montok iya, bohai iya. Apalagi yang kurang dari gue boncel?!"
Dan, ya. Si kucing abu-abu lakinya Cosmos bakalan diem dipojokkan gara-gara abis dimarahin bininya yang super galak.
Ngomong-ngomong, gue belum kasih tau nama lakinya Cosmos ya?
Jadi guys, kalau kalian pengen tahu nama lakinya Cosmos itu Diare. Kenapa namanya Diare? Dodo cerita ke gue waktu dia ketemu sama mantunya buat pertama kalinya, dia sempet kena diare selama tiga hari dan kebetulan Dodo lagi terkulai lemas di sofa karena abis bolak-balik dari kamar mandi, Cosmos yang ngeliat ayahnya lagi rebahan di sofa langsung nyamperin, dia nggak sendiri ada si Diare yang ngikutin dari belakang.
Dan dari situlah Dodo mendapat inspirasi untuk menamai lakinya Cosmos. Waktu tau nama lakinya Cosmos dari Dodo, gue sempet protes terus gue nggak berani protes lagi karena si Dodo langsung bilang begini. "Diare sama Tayii masih mendingan yang mana? Masih mendingan Diare, kan?"
Kalau dipikir-pikir bener juga. Kalau semisal si kucing lagi di luar rumah terus waktunya makan siang nanti manggilnya malah kedengeran cringe dong? Terus bisa aja kan menimbulkan kecurigaan orang-orang sekitar.
"Tayiii.. ayo makan!"
YA KALI. SI DODO MELIHARA TAYII!
Ngomongin soal Diare dan Cosmos, kali ini gue bakal bahas sedikit tentang anak mereka. Anak mereka ada dua, yang pertama namanya Jagung sedangkan yang kedua namanya Wortel.
lagi-lagi Dodo adalah pelaku di balik penamaan kucing peliharan di rumah. Dia namain anaknya Cosmos karena Dodo menduga kalau penyebab dirinya kena diare karena abis makan bakwan yang toppingnya cuma jagung sama wortel, dan menurut pengakuannya Dodo makan bakwan cuma tujuh biji dalam dua menit.
Gue nggak yakin sih kalau Dodo kena diare itu karena makan bakwan, padahal waktu itu katanya ayah juga ikutan makan bakwan tapi ayah nggak kenapa-kenapa tuh. Gue yakin banget pasti penyebabnya karena sebelum makan Dodo nggak cuci tangan dulu. Kebiasaan emang.
__ADS_1
"Woi! Pagi-pagi tuh harusnya senyum bukannya bengong. Mikirin apaan sih lo?"
Gue noleh sambil memperlihatkan wajah sewot ke orang yang udah berani ganggu ketenangan gue di pagi hari ini.
Selagi orang itu nyamperin gue yang lagi duduk di teras rumah, gue yang lagi ngambil secangkir kopi susu di atas meja yang masih agak panas buat diseruput sedikit.
"Gue sih pagi-pagi lebih suka baku hantam daripada senyum." Gue menjawab dengan sedikit cuek dan tentunya setelah nyeruput kopi juga.
Orang itu ketawa pelan. "Baku hantam sono sama kucing preman."
"Lo aja sono yang berantem sama kucing preman," kata gue menanggapi.
Orang yang duduk di samping gue malah cengengesan. Omong-omong, orang yang ganggu ketenangan gue di pagi hari namanya Abim, temen gue dari kecil, udah dianggep sebagai anak sendiri sama orang tua gue, bisa di bilang dia itu partner gue. Partner dalam segala hal, kayak partner nyebur di empang, manjat pohon, gangguin anak orang, ngejar layangan, dan masih banyak lagi. Dan Abim ini rumahnya persis di samping kiri rumah gue jadi ya wajar aja kalau pagi-pagi dia suka maen maupun numpang makan di rumah gue.
"Nggak ah, gue takutnya baru di plototin langsung kena mental," kata Abim yang masih cengengesan.
"Yah, payah amat mental lo." Komentar gue.
"Bukannya payah nih bos, ibarat kata tuh di plototin kucing preman setara dengan kedipan mata mbak mantan. Bikin mental lemah sekaligus bikin merinding ke semua bulu."
"Bulu apaan?"
Abis itu, dia ketawa sendirian. Nggak jelas banget emang si Abim, masa pagi-pagi ngajakin gue gila??? Gue sih sebagai manusia yang kewarasannya masih normal cuma bisa geleng-geleng kepala liat kelakuannya.
"Eh? Itu si Diare kenapa jalannya mindik-mindik gitu kayak maling?"
Kepala gue langsung menoleh ke arah pandangannya Abim. Dan bener aja ada Diare yang lagi jalan mindik-mindik yang sesekali liat ke belakang dan gara-gara ngeliat Diare Abim jadi berhenti ketawa.
Btw, Diare mau pergi ke mana ya? Tapi bodoamat lah bukan urusan gue.
"Au. Lo tanya aja sendiri."
"Heh! Diare mau pergi kemana lo!?"
Seolah-oleh ngerti ditanya Abim, fokus Diare sempat teralihkan ke arah Abim juga gue, Diare cuma meong sekali abis itu lari kenceng yang arahnya ke kebonnya pak Bambang.
"Pasti mau genit sama kucing betina nih, parah amat itu si Diare. Nggak kapok apa kena gaplok si Cosmos hampir tiap hari?" Abim ngomel udah kayak emak-emak depan kosan gue yang doyan ghibah.
"Biarin ajalah. Namanya juga kucing. Nyawanya kan banyak ada sembilan."
Abim nggak menyahut, mungkin karena dia lagi males kali ya ngomongin Diare, capek juga sih ngomongin praha rumah tangganya Cosmos sama Diare kayak nggak ada abisnya gitu, cocok bangetlah dijadiin sinetron yang tayang abis maghrib.
__ADS_1
"Meong."
"Nung, ponakan lo tuh nongol."
Denger suara Cosmos sekaligus ucapan Abim, gue noleh ke arah Cosmos yang baru dateng. Entah itu bocah abis dari mana.
"Kenapa, Mos?"
"Meong."
"Cosmos nyari Diare?"
"Meong."
"Tadi sih, Om liat si Diare lari ke arah sono noh, ke kebonnya pak Bambang."
"Meong."
Abis meong sekali, Cosmos ndusel bentar di kaki gue kalau kata Dodo itu sebagai tanda ucapan terima kasihnya. Dan setelah itu Cosmos langsung lari ke arah di mana Diare pergi.
"Berantem lagi dah tuh laki bini. Kucing jaman sekarang emang bener-bener dah, kebanyakan drama." Abim berdecak sambil geleng-geleng kepala.
"Samperin yuk, Nung. Gue pengen ledekin si Diare."
"Ngapain? Nanti juga mereka ke sini."
"Ayolah. Gue mau liat muka melasnya si Diare, mau gue rekam, abis itu gue share di sosmed biar followers gue nambah."
Abim cengar-cengir sementara gue berdecak sebal. Karena dia memanfaatkan pertengkaran rumah tangga ponakan gue buat dijadiin konten toktek, emang bener-bener ya si Abim, dasar titisan kodok buduk.
***
Supriseeeeeee! 🎉🎉
Kaget ga kaget ga? ya kagetlah masa enggak. wkwkwk
Jadi guys.. setelah aku bertapa di bawah pohon cabe aku memutuskan buat S2 di cerita ini hehehe.. alasannya aku kangen tingkah absurdnya hanung dan kawan-kawan :')
Jadi, segitu aja kali ya.. nanti kita lanjut lagi cerita cosmos beserta suaminya di part selanjutnya. byeeee 💞
Catatan tambahan dari aku, plis jangan terlalu berharap cerita ini bakalan aku up setiap hari :' aku bakalan up kalau lagi sempet aja.. Sekian dan terima Kim Taehyung 😍
__ADS_1