Anak Kuliahan : Hanung Dan Wati

Anak Kuliahan : Hanung Dan Wati
Gangguan di Tengah Malam


__ADS_3

Gue dapet kabar dari salah satu penghuni indekos yang namanya Jeri, jadi katanya dia ngalamin sebuah kejadian aneh kemarin di jam satu malem. Si Jeri bangun dari tidurnya di jam satu kurang tujuh menit, karena dia ada urusan sama kamar mandi karena pengen kencing.


Nah, pas di kamar mandi emang nggak ada apa-apa. Tapi pas dia ke dapur buat minum segelas air mineral yang nggak ada manis-manisnya, nggak ada angin, nggak ada ujan, dan nggak ada mantan. Panci yang biasanya ditaruh di atas rak piring tiba-tiba jatuh sendiri.


Dan ketika Jeri menoleh ke belakang, menatap panci yang tergeletak di lantai dia berusaha buat berpikir positif. Berpikir positif yang dia maksud itu kayak berpikir kalau penyebabnya panci terjatuh karena kegeser atau ulahnya cicak.


Kenapa ulahnya cicak? Bukan tikus? Karena di indekos itu emang nggak ada tikus, jadi si Jeri nggak bisa nuduh begitu aja karena korban yang dia tuduh wujudnya nggak ada di kosan. Dan kalau ulahnya semut atau nyamuk itu pasti nggak mungkin, soalnya mereka terlalu mungil.


Jadi, soal panci jatuh dia nggak terlalu mempermasalahkan. Anggap aja itu ulahnya cicak. Nah, pas giliran dia mau taruh gelas di atas meja makan dan juga taruh panci yang tergeletak di atas lantai ke tempat semula.


Terjadilah hal yang aneh, salah satu pintu kamar mandi yang abis dia pake buat kencing, secara tiba-tiba keran airnya nyala sendiri dan pintu kamar mandinya juga ke buka lebar, padahal sebelumnya pintu kamar mandi udah dia tutup rapat.


Dia tahu kenapa keran kamar mandi tiba-tiba nyala itu karena jarak antara kamar mandi sama dapur cuma lima langkah.


Karena kejadian yang dia alami sontak aja bikin dia merinding disko, selain dia. Di dapur maupun di kamar mandi nggak ada siapa-siapa, jadi Jeri langsung berpikir kalau yang ngelakuin hal itu siapa lagi kalau bukan dedemit? Nggak mungkin cicak, semut, nyamuk, maupun lalat.


Jeri yang udah merinding langsung lari ke kamarnya, nggak peduli sama keran air di kamar mandi yang masih menyala. Dan katanya, kalau sampai Jeri ngalamin hal aneh lagi di tengah malem.


Tanpa banyak basa-basi dia bakalan bawa orang pinter buat ngerjain tugas-tugas kuliahnya. Eh, salah. Maksud gue tuh buat ngusir setannya.


Usai Jeri selesai bercerita di ruang tamu dan didengar hampir seluruh penghuni kosan. Ada berbagai tanggapan yang keluar dari mulut mereka tentang cerita mistisnya si Jeri itu.


Mulai dari bang Yuvin, dia berkata kalau itu cuma halusinasinya si Jeri aja. Karena dianggep lagi halu Jeri si anak sultan langsung aja membantah.


Beda sama bang Yuvin, kalau tanggapan bang Wildan itu. Dia bilang kalau Jeri emang lagi diganggu sama makhluk tidak kasat mata, hampir sama kayak bang Wildan. Bang Bagas sebagai panutan di indekos setuju sama omongan bang Wildan. Bahkan dia sampai menambahkan, sebelum kejadian yang Jeri alami, dia sempat alami juga.

__ADS_1


Cuma bedanya bang Bagas diganggu saat dia lagi buang air besar, tiba-tiba aja lampu kamar mandi kedap-kedip kayak lampu disko terus selain itu samar-samar dia denger suara perempuan lagi nangis.


Mendengar cerita bang Bagas yang membuat semuanya tercengang, gue juga ikut menambahkan, menceritakan kejadian aneh yang gue alami di kosan. Yaitu waktu gue taruh es batu di dalem gelas terus gue tinggal buat beli batagor di depan kosan dan waktu gue masuk ke dalem kosan tiba-tiba aja es batu itu hilang dan kejadian aneh lagi waktu gue lagi di dapur, tiba-tiba aja ada suara blubuk-blubuk dari arah galon dispenser, padahal waktu itu nggak ada orang yang ngambil minum di sana.


Lantas saat gue selesai cerita, banyak yang hujat gue. Katanya cerita gue nggak ada faedahnya sama sekali, dan kampretnya gue mengakui perkataan mereka, wkwkwk.


Masih membahas kejadian aneh yang dialami oleh Jeri juga bang Bagas, Juna sempat menyahut kalau yang ngelakuin hal itu adalah ulahnya Rian, dan untungnya aja waktu itu Rian lagi nggak ada di kosan. Kalau dia sampai tahu si Juna fitnah dia tanpa bukti, gue yakin banget kalau wujudnya Juna bakalan berubah jadi taplak meja.


Terus tanggapan yang lain mengenai cerita bang Bagas dan Jeri, ada yang percaya dan nggak. Wajar sih, karena mereka punya hak untuk hal itu.


Dan berhubung anak-anak kosan lagi nggak ada kegiatan di besok hari termasuk gue, malam ini kami berencana buat berburu hantu di kosan sekalian mau kasih tahu kalau mau jadi penghuni di tempat ini harus ada uang sewanya dan dibayar setiap bulan nggak boleh nunggak.


Sesuai dengan kesepakatan bersama, kami berkumpul di ruang tamu jam dua belas malem, dengan berbagai macam ekspresi ada yang melongo karena baru bangun tidur, ada yang merem melek karena nahan ngantuk, ada yang masang muka datar karena males ikut beginian, dan ada juga yang menatap serius saat bang Wildan lagi ngomong.


"Eh, iya. Si Jeri ke mana?" tanya bang Wildan, baru sadar kalau si anak sultan nggak ikut ngumpul.


"Bangunin lah," perintahnya.


Tanpa dia suruh pun, gue udah ngelakuinnya tapi gagal karena Jeri kalau tidur kayak kebo. Susah banget dibangunin. "Udah, Bang. Dia nggak bangun-bangun."


"Lagi mimpi nge-date sama Camila Cabello kali, makanya susah dibangunin," celetuk Juna sambil nguap lebar.


"Padahal dia yang punya ide buat ngusir setan, tapi dia sendiri malah sibuk tidur." bang Yuvin berjulid ria.


"Udah, lanjutin aja. Nanti keburu pagi."

__ADS_1


Bang Wildan yang berperan sebagai ketua langsung bersuara, "Jadi menurut buku yang gue baca. Cara mengusir setan itu ada berbagai macam, pertama pake doa-doa di dalam al-qur'an, kedua ngomong secara baik-baik dari hati ke hati, dan ketiga coba tanya sama Hanung."


Gue langsung melotot, karena selain ucapan bang Wildan yang bikin gue kaget, mereka semua malah natap gue.


"Kok malah dilempar ke gue sih, Bang?"


"Itu karena lo nggak takut sama setan," jawaban bang Wildan bikin kening gue mengerut.


"Lah, emang apa hubungannya?"


"Karena lo itu makhluk Tuhan yang paling seksi dan bisa buat mereka mati kejepit."


Kampretlah, omongan bang Wildan malah makin nggak jelas. Malah sebagai dari mereka ada yang ketawa.


Emang sih, bisa dikatakan gue ini enggak takut sama setan. Tapi bukan berarti gue bisa ngusir mereka, emang bang Wildan pikir gue itu punya ilmu gaib.


Berhubung mereka semua masih natap gue karena menunggu kelanjutan cara mengusir hantu yang dilempar sama bang Wildan, sebelum berbicara gue berdeham pelan.


"Jadi, cara ketiga buat ngusir setan. Cukup siapin kacang ijo, santen kelapa, daun pandan, jahe, gula merah, susu, sama pisang sebagai tambahan."


Usai mendengar penjelasan gue, reaksi mereka sama yaitu mengerutkan kening karena bingung.


"Itu beneran cara buat ngusir setan, Nung?"


"Bukanlah, itu mah cara buat bikin bubur kacang ijo." Dan jawaban gue yang jujur ini, mendapat hujatan dari mereka.

__ADS_1


Mereka yang berisik karena masih ngehujat gue, tiba-tiba aja semua lampu di kosan mati, beberapa detik kemudian nyala lagi tapi dibarengin sama suara tv yang tiba-tiba nyala.


Ngeliat kejadian aneh di depan mata buat mereka langsung diem, terus saling lempar tatapan, terus beberapa detik kemudian mereka semua langsung berhamburan pergi ke kamar masing-masing. Ngeliat kelakuan mereka tadi buat gue geleng-geleng kepala, soalnya baru juga berunding dan diganggu begitu doang udah ketakutan semua, payah banget emang.


__ADS_2