Anak Kuliahan : Hanung Dan Wati

Anak Kuliahan : Hanung Dan Wati
#S2 Berbicara soal kegalauan


__ADS_3

Bicara soal galau, berbagai macam karakter manusia pasti pernah galau. Dari anak kecil sampai orang tua pun pasti pernah ngerasain galau. Dan penyebabnya pun banyak contohnya kayak galau nggak punya ayang kayak Geo, galau karena nggak ada pulsa buat hubungin ayang kayak bang Wahyu, galau karena bingung gimana caranya ngabisin duid kayak Jeri, galau karena abis nonton drama yang endingnya tragis kayak bang Wildan, dan galau karena nggak punya duid di pertengahan bulan kayak gue, dan masih banyak lagi penyebab kegalauan lainnya yang nggak bisa gue sebutkan satu persatu.


Membahas soal kegalauan gue punya satu cerita yang berhubungan dengan bang Adam. Di sore menjelang malam yang agak gerah ini di saat Dear One ngumpul buat latihan manggung di salah satu kafe di Jakarta, bang Adam satu-satunya anggota yang daritadi nggak punya semangat hidup, berbanding terbalik sama Geo yang selalu kelihatan semangat meskipun dia nggak punya duid.


Menyadari raut wajah bang Adam yang terlihat tidak seperti biasanya. Gue, Faris, juga Geo bertanya langsung kepada orang yang bersangkutan, tapi sayangnya bang Adam cuma bilang "enggak apa-apa" dan tentu aja kami bertiga percaya sama ucapannya itu, kalau beneran baik-baik aja kenapa mukanya murung begitu? Dan kenapa pas latihan tadi bang Adam nggak punya power buat nyanyi? Kalau kayak begitu masih pantes buat bilang enggak apa-apa?


Karena bang Adam nggak mau jujur, keputusan kami bertiga tertuju pada bang Wahyu karena memang bang Wahyu yang paling deket sama bang Adam.


Dan setelah bang Wahyu cerita penyebab bang Adam galau, gue cuma bisa geleng-geleng kepala karena gue pribadi lumayan kesel sama bang Adam, tapi buat saat ini gue nggak ada hak buat marah-marah sama dia.


Jadi, bang Wahyu cerita katanya seminggu yang lalu bang Adam putus sama pacarnya, alasan putus karena hal sepele katanya pula bang Adam udah bosen sama hubungan mereka yang menurutnya terlalu monoton, terus putus deh meski mantan pacarnya itu nggak terima sama alasannya.


Dan seketika gue langsung mikir, hubungan bang Adam sama mantan pacarnya terlalu monoton? Terus biar nggak monoton harus ngapain dong? Mungkin bang Adam maunya kayak begini kali ya, kalau nonton film itu bukan di bioskop tapi di kandang singa, jalan-jalan bukan ke mol, tempat rekreasi, atau taman, tapi ke jurang. Kalau ketemu langsung jambak-jambakan, nggak ada istilah malem mingguan tapi malem selasa kliwon, terus kalau pacar punya salah langsung bakar rumahnya.


Heran, kok bisa seorang Adam Darma Mahesa punya pikiran buat putusin pacarnya cuma karena hubungan mereka terlalu monoton? Enggak tahu lah, lama-lama bisa pusing mikirinnya.


Dan sepertinya bang Adam udah mulai kena karmanya, setelah putus sama mbak mantan, di hari ke tujuh bang Adam mulai menyesali perbuatannya, mau balikan juga nggak semudah yang ada di pikirannya, karena pasti si cewek udah benci banget dan nggak mau berurusan lagi sama bang Adam karena terlanjur sakit hati.


Kalau gue jadi si cewek juga pasti begitu. Mau bilang sukurin tapi kesian, kalau nggak bilang sukurin malah bikin kesel. Hm, kalau kayak situasi kayak begini gue butuh pertolongan si Cacing Benjol.


Hanung


Woi, cacing benjol


Wati


Udah di bilang berkali-kali, stop panggil gue cacing benjol.


Hanung


Yaudah


Hanung


Woi, kodok buduk


Wati


Anjirr.. lo kalau mau ngajak ribut mending jangan sekarang deh, gue nggak ada waktu buat ladenin elo!


Hanung


Gue lagi nggak ngajak ribut, tapi mau minta pertolongan


Wati


Apaan?


Hanung


Lo di mana sekarang? Bisa ke tempat latihan Dear One kagak?


Wati


DEAR ONE LAGI LATIHAN? ELO KOK NGGAK BILANG-BILANG SIH?!

__ADS_1


Hanung


Ehehehe, maaf ya sayang


Wati


NAJIS!GUE GODOK LUH!


Hanung


:(


Jangan bercanda ih, lo bisa ke sini nggak?


Ada masalah penting nih


Wati


APAAAN?


Hanung


Bang Adam lagi galau


Lo mau nggak jadi badutnya dia?


Biar bang Adam nggak galau lagi


Wati


JANGANKAN JADI BADUT, JADI SOFA UNTUK TEMPAT BERSANDARNYA KAK ADAM AJA AKU MAU!


Hanung


Yaudah, buruan ke sini jangan lama-lama


Wati


Oke, aku otw sekarang :)


Kira-kira aku harus dandan nggak?


Hanung


Dandan biar mirip Annabelle


Wati


Bacod


Karena udah nggak ada hal lain yang harus gue sampaikan ke Wati, gue mengakhiri chat dengan cara masukin hp ke kantong hoodie. Dear One lagi rehat sejenak dan anggota yang lain lagi pada sibuk masing-masing kecuali bang Adam yang sekarang enggak tau lagi ada di mana.


"Si Wati mau dateng ke sini." Begitu kata gue sambil noleh ke Faris yang kebetulan duduk di sebelah gue. Dari yang gue liat itu cowok lagi sibuk main game online.


"Ngapain?" sahut Faris yang sama sekali nggak nengok ke gue.

__ADS_1


"Mau jadi badut buat bang Adam."


"Hah?"


Masih fokus maen game, gue pun menjelaskan supaya Faris nggak bingung. "Tadi gue cerita sama dia kalau bang Adam lagi galau terus dia mau jadi badut biar bang Adam terhibur."


Faris manggut-manggut. "Oh."


"Si Wati mau ke sini, Nung?" tanya Geo tiba-tiba yang denger omongan gue ke Faris barusan.


Sebagai tanggapan pertama gue mengangguk singkat. "Iya."


"Dia bawa laptop nggak?"


Pertanyaannya itu bikin kening gue mengerut karena ada perlu apa Geo sama laptopnya Wati?


"Enggak tahu, mau ngapain emangnya?"


"Nobar lah, apalagi kalau bukan nobar?" cetusnya sambil cengengesan.


Lantas pada detik berikutnya gue denger Faris yang ngoceh karena kalah tanding, karena permainannya udah selesai fokus matanya malah tertuju ke arah Geo.


"Yo?"


"Hoi?" sahut Geo karena Faris manggil dia.


"Lo jangan keseringan nobar bareng si Indi lah."


Kalimat yang Faris omongin bukan bikin Faris aja yang nggak ngerti apa maksudnya tapi gue juga, tapi di sini gue memilih buat diem dulu aja.


"Kenapa emangnya?" tanya Geo sekaligus mewakili pertanyaanku juga.


"Entar si Hanung cemburu."


Sontak Geo noleh ke gue. "Lah? Elu bisa cemburu juga, Nung?"


Di sini bukan gue yang berdecak justru si Faris dan gue masih diem aja beda sama Faris yang siap buat nyahutin ucapannya Geo. "Ya bisalah begok. Lo nggak inget apa gimana cemburunya si Hanung waktu si Indi deket-deket sama si muka gentong tetangganya Indi?"


Selesai denger ucapannya Faris yang bikin gue cengengesan di dalem hati, ada Geo yang jiga ikut cengengesan secara terang-terangan. "Oiya ya, baru inget gue, yang waktu itu si Hanung bawaannya marah-marah terus ya?"


"Nah, itu tahu."


"Kalau kata gue mah si Hanung kalau udah cemburu kayak dedemit, serem," ocehnya sambil bergidik ngeri.


Ngomong-ngomong, sue banget nih bocah, nggak harus disamain sama dedemit juga kali.


"Tapi, Nung. Seriusan lo cemburu liat gue sama Wati nobar?"


Daritadi gue dien aja dan kini saatnya gue berbicara yang sebelumnya diawali oleh gelengan singkat. "Enggak biasa aja, lo nonton film India berapa kali pun sama dia gue nggak akan cemburu kok."


Jujur aja, dari lubuk hati gue yang paling dalam saat ngeliat Wati deket sama anggota Dear One terutama bang Adam gue sama sekali nggak cemburu, bukan cuma Dear One aja tapi temen-temen gue yang lain juga kayak bang Radit sama Yohan. Mungkin karena gue udah kenal sama mereka dan tahu mereka itu kayak apa jadi gue nggak perlu khawatir karena gue percaya mereka nggak akan ngambil Wati dari gue, karena jujur aja hal itu mustahil, terlebih mereka udah punya cewek inceran atau pacar masing-masing, lagipula kami semua udah janji buat nggak saling tikung menikung karena perempuan di dunia ini banyak bos.


"Beneran? Tapi gue ganteng loh."


"Bodoamat, Yo. Bodo!"

__ADS_1


__ADS_2