Anak Kuliahan : Hanung Dan Wati

Anak Kuliahan : Hanung Dan Wati
Menghilang


__ADS_3

Gue kira setelah Dodo balik ke rumah bibi dan tidur di sana selama dua hari, ada hal yang nggak pernah gue duga sama sekali, kalau kesokkan harinya, si Dodo minta dijemput dan katanya dia mau main lagi sama temen-temen gue, dengan alasan kangen.


Padahal baru sekali ketemu, udah kangen? Serius gue nggak paham sama jalan pikirannya tuh bocah di bawah umur.


Kalau semisal gue jadi Dodo nih, dan ketemu para alien yang menyamar jadi para manusia kayak penghuni kosan. Sumpah demi kolornya bang juned yang rumahnya di samping kosan, gue sama sekali nggak kangen sama mereka.


Ngapain coba kangenin manusia kagak akhlak kayak mereka? Mending gue kangenin abang cilor yang ada di depan gang, karena setiap beli cilor di sana gue selalu dibonusin.


Iya, itu lebih bagus.


"Abang kok lama datengnya?"


Dodo cemberut, saat ngeliat gue yang baru dateng di rumah bibi. Iya, gue emang dateng nggak sesuai sama yang gue janjikan sama Dodo, dan hal itu membuat dia cemberut.


Dan segera, gue menjelaskan alasan gue dateng terlambat biar dia nggak cemberut lagi.


"Iya, Do. Maaf, soalnya tadi abang abis berebut kamar mandi dulu sama Yohan."


Seriusan, gue nggak berdusta. Gue terlambat emang gara-gara itu. Suwer terkewer-kewer dah.


"Terus siapa yang menang?" Mungkin karena dia penasaran, mukanya udah nggak keliatan cemberut lagi.


"Abanglah," jawab gue dengan bangganya.


Oiya, dong. Gue cukup bangga karena berhasil kibulin Yohan yang jago taekwondo itu, wkwkwk.


"Kok bisa?" tanyanya sambil naikin sebelah alisnya sedikit.


"Iyalah, soalnya abang bohongin dia." Gue menjawab, sambil ketawa pelan.


"Bohongin gimana?" Buat kedua kalinya Dodo tanya, masih dengan ekspresi yang sama.


Gue mengembuskan napas, karena Dodo bener-bener banyak tanya. Dan sebagai abang satu-satu yang selalu membanggakan, gue cukup bersabar ngadepin bocah banyak tanya, karena gue paham banget kalau bocah yang dalam masa pertumbuhan itu emang perlu banyak tanya, biar menambah wawasan serta ilmu pengetahuan.


Tapi kalau wawasan sama ilmu pengetahuannya sesat,ya jelas-jelas jangan ditiru lah.

__ADS_1


Dan teruntuk adik-adikku yang masih polos sebaiknya jangan dicontoh ya. Soalnya nggak bagus buat kesehatan mental kalian, wkwkwk.


"Abang bilang, kalau di kamar mandi itu ada satu keluarga yang hidup bahagia dan salah satu dari anggota keluarga itu suka melayang-layang alias terbang."


Dodo keliatan kaget gitu. "Setan ya, Bang?"


Dengan cepat gue menggeleng singkat. "Bukan setan, tapi kecoak terbang."


"Hah?"


"Kan tadi abang bilangnya kecoak terbang? Ya, jelas bisa terbanglah. Kalau abang bilangnya kecoak ngesot, baru kamu bilang 'hah'?"


Dodo ngerjap-ngerjap, dan setelah itu dia cuma nyengir.


"Iya deh, terserah abang aja. Tapi kok, bang Yohan bisa percaya sih?"


Emang kalau belum dijelasin, pasti orang-orang bakal berpikir betapa bloonnya Yohan. Tapi, kalau udah dijelasin, pikiran tentang betapa bloonnya Yohan juga pasti nggak bakalan hilang.


Soalnya kenapa dia mau aja dibegoin? Wkwkwk.


"Iya, soalnya waktu itu. Di kamar mandi itu emang pernah ada kecoak terbangnya, tapi udah dibasmi sama temen abang tapi bang Yohan nggak tau. Terus abang bilang kalau abang mandi di kamar mandi itu sekalian mau basmi mereka."


Ngomong-ngomong, gue mau cerita sedikit. Jadi tuh, di kamar mandi yang tempatnya paling pojok. Emang sebelumnya ada kecoak terbang.


Tapi udah dibasmi sama bang Bagas dan waktu ngebasminya, si Yohan lagi nggak ada di kosan.


Ngomongin soal kecoak terbang. Gue pernah denger pengakuan dari beberapa korbannya, dan katanya si pelaku itu kehadirannya emang cukup meresahkan.


Kayak si Rian, dia lagi asik-asik mandi. Eh, tau-tau ada yang terbang terus mendarat di kepalanya. Kalau pengakuan dari bang Upin si korban selanjutnya, kurang lebih hampir sama ceritanya. Tapi bedanya bukan mendarat di kepala tapi dipundak.


Dan sejujurnya gue nggak terlalu takut sama kecoak, tapi kalau dia udah terbang ya cukup mengkhawatirkan juga apalagi kalau semisal tiba-tiba mendarat di tempat yang salah. Hayoloh.


Jangankan yang bisa terbang, yang nggak bisa aja udah bikin was-was.


Dan waktu ada teror kecoak terbang di kamar mandi itu, satu pun penghuni kosan nggak ada yang mau mandi sama berak di sana. Kalau sekedar cuci muka sama pipis sih masih ada.

__ADS_1


Dan karena udah nggak tahan sama teror dari mereka, akhirnya bang Bagas yang turun tangan. Gue sih ngebantu tapi cuma jadi tim penyemangat sekaligus tim hore-hore aja, wkwkwk.


"Eiya, Do. Sebelum ke kosan. Mau maen dulu nggak?"


"Ke mana?"


"Nanti juga kamu tau, tapi kita mainnya nggak cuma berdua." Gue berucap, yang diakhiri sama senyum lebar.


*


Gue tersenyum lebar kembali saat seseorang yang ngajakin ketemuan lagi duduk sendirian di restoran cepat saji. Dan dengan langkah santai gue jalan nyamperin dia yang lagi nyemilin kentang goreng.


Gue jalan ngendap-ngendap dari arah belakang buat ngagetin dia.


"DOR!"


Padahal gue berharap kalau Wati bakalan latah atau seenggaknya kaget sampai bikin deg-degan, tapi kenyataan emang nggak pernah sesuai sama ekspektasi. Dia nengok biasa aja tanpa ekspresi, sambil masukin kentang goreng ke mulutnya.


"Kok lo nggak kaget sih?" Gue bertanya dengan terheran-heran.


Sebelum jawab, Wati kembali cemilin kentang gorengnya. "Iyalah, wong gue udah tau kalau lo udah dateng."


"Yah, jadi nggak suprise dong?" Gue cengengesan,"lo udah lama datengnya?"


Wati menggeleng pelan. "Belum sih, gue baru lima menit di sini."


Karena denger jawaban Wati, dengan refleks gue manggut-manggut, dan setelah itu gue mendudukkan diri di hadapan dia.


Dan keliatannya, dia lagi cari sesuatu. Buktinya aja dia lagi nengok ke kiri sama kanan.


Karena ngeliat kelakuannya, sebelah alis gue terangkat sedikit. "Kenapa?"


Wati noleh ke arah gue. "Lo dateng ke sini sama Dodo, kan? Adek lo mana?"


Gue bengong sebentar dan nggak lama kemudian gue berdiri sambil noleh ke arah dan kiri. Serius, gue panik karena Dodo nggak ada di sini, padahal tadi sebelum masuk gue masih ngeliat dia yang jalan di belakang gue. Tapi sekarang dia ke mana??? Kenapa kalau mau ngilang nggak bilang-bilang dulu??? Dodo pergi ke mana??? Jangan bilang kalau dia diculik sama boneka mampang di pinggir jalan tadi?

__ADS_1


Seriusan, gue bingung banget harus cari dia ke mana dulu. Dan gue bener-bener nggak bisa ngebayangin kalau dia hilang beneran. Gue nggak bisa ngebayangin reaksi orang tua gue, terutama mama.


Asli, malah gue yang kaget gara-gara Dodo yang ngilang.


__ADS_2