Anak Kuliahan : Hanung Dan Wati

Anak Kuliahan : Hanung Dan Wati
Antara Juna dan Rian


__ADS_3

Juna dan Rian, dari arah belakang gue lagi merhatiin mereka yang lagi fanboying di depan layar laptop, dan mereka sesekali nyebutin nama-nama personil Red Velvet sambil gerak-gerakin benda yang gue nggak tau itu benda namanya apaan. Tapi yang jelas kalau gue perhatiin benda itu bisa nyala terus agak mirip senter.


Gue masih merhatiin mereka berdua, dan kadang gue sampe terkaget-kaget sendiri soalnya Juna sama Rian jerit-jeritan pas salah satu personil Red Velvet mukanya di zoom sama kameramen.


Gara-gara ngeliat kelakuan mereka, sebagai manusia normal dan memiliki kewarasan yang masih stabil. Gue cuma bisa geleng-geleng kepala karena level kehaluan mereka udah di atas rata-rata ambang batas.


"Yan, Yan. Tuh liat deh. Mbak Ugi sama neng Wendi makin cakep ih, kan gue jadi pengen oleng ke mereka," ujar Juna agak heboh sambil nepuk pundaknya Rian berkali-kali.


"Heh! Jangan begitu, nanti anak sama bini lo patah hati." Rian berkata sok memperingati, "Meskipun mereka makin cakep, gue sih masih tetep setia sama neng Irene. Cinta gue tuh murni buat dia, hahay."


Kembali, Rian sama Juna fokus nontonin Red Velvet yang lagi joget-joget sambil bawain lagu. Mungkin karena terlalu menikmati mereka berdua juga ikut-ikutan joget tapi sambil duduk, bahkan sesekali si Rian ikutan nyanyi.


"Yaampun, si Irene senyumnya manis amat," komentar Juna yang bikin Rian ngangguk-ngangguk sambil cengengesan.


"Iyalah, calon ibu dari anak-anak gue gitu loh," kata Rian mulai ngehalu, "Udah ih, ngeliatin ayang bebeb gue biasa aja, nggak usah melotot gitu."


Juna yang kena omelan Rian, cuma bisa cengengesan sambil garuk-garuk kepalanya pake benda yang gue bilang mirip senter.


Gue sebagai manusia yang nggak ngerti Korea-Korean cuma bisa geleng-geleng kepala. Serius deh, kalau gue ngeliat kelakuan mereka kayak begini setiap hari, bisa-bisa gue keseringan migren karena punya temen kayak mereka. Untung aja yang suka kekokoreaan cuma mereka doang.


Dan saking asyiknya ngehalu, mereka belum sadar kalau gue udah berdiri di belakang mereka dari tadi. Serius gue mau tanya, emang kalau nge-fanboying atau fangirling kayak begitu bisa bikin lupa sama keadaan sekitar ya?


Sebagai teman yang baik, gue pun berjalan mendekat dengan tujuan menyadarkan mereka dari kehaluan sekaligus mau ngomongin soal Eva. Lantas gue melayangkan kedua tangan, buat nabok mereka.


"Heh! Ngehalu mulu lo berdua. Malu noh dilihatin asbak." Gue berujar sambil nunjuk ke arah asbak yang kebetulan lagi ada di atas meja ruang tamu di samping laptop.


"Dih, asbaknya juga diem bae. Iye nggak, Bak?" kata Juna sok-sokan bisa ngobrol sama asbak, sebagai tim pendukungnya Juna, si Rian cuma ngangguk-ngangguk.


Gue yang nggak punya tim pendukung, cuma bisa mendengus. "Tapi lo berdua itu berisik banget, kalau lagi fanboying kayak gini!"


Iya, mereka emang berisik banget dari tadi. Dan untungnya di kosan sepi cuma ada gue, Rian, Juna, sama bang Wildan yang gue rasa lagi boker alias bobo keren di kamarnya.


Coba kalau di kosan lagi rame-ramenya? Gue yakin banget mereka bakalan digebukin massa karena mengganggu ketenangan, kerukunan, kedamaian, serta kenyamanan.


"Gue sama Rian sih bodo amat," ucap Juna lagi-lagi sambil cengengesan, "Dan daripada lo banyak bacot. Mending sini deh gabung sama kita."

__ADS_1


Juna nyengir, Rian juga ikutan nyengir, dan gue lagi-lagi mendengus sebal.


"Gue ikut gabung, mau ngapain emang?"


"Memuji kecantikan bidadari-bidadarikuuuuu, ihiw." Rian menyahut ditanggapi anggukan singkat dari belahan jiwanya, siapa lagi kalau bukan Juna.


Dan dengan agak terpaksa gue ikut gabung. Enggak apa-apalah nontonin Red Velvet bareng mereka. Toh, personilnya bening-bening semua, wkwkwk. Sekalian gue juga mau ngomongin soal Eva ke mereka.


Mulut gue nggak gerak alias gue diem aja, karena jujur aja gue lagi fokus ngeliatin Red Velvet joget-joget dan kalau nggak salah sih tadi pas gue baca mereka lagi bawain lagu yang judulnya Really Bad Boy.


Ngomong-ngomong lagunya enak juga.


"Ih. Ih. Ih. Siapa tuh cowok? Ganjen banget ngelirik pacar gue!" Rian sewot ketika ada salah satu MC yang matanya ngelirik-lirik ke salah satu personil Red Velvet.


"Tau dah, dari tadi tuh orang juga senyam-senyum ke anak gue." Juna berujar, nggak kalah sewot dari sohibnya itu.


Ngomong-ngomong, di sini. Cuma gue yang nggak sewot. Yaiyalah.


"Jun, Yan?"


"Jun. Yan?"


"Waeyo, chinguya?" Kali ini Rian yang menyahut, dan lagi-lagi dengan bahasa asing yang gue sendiri nggak tau apa artinya.


Kalau mereka sewot gara-gara ada cowok yang ngelirik dan senyum ke personil Red Velvet, kalau gue sewot gara-gara kelakuan mereka berdua.


"Heh! Kalau ngomong tuh jangan pake bahasa asing kenapa! Gue nggak paham!"


"Loh. Loh. Loh. Bukannya lo bisa bahasa Korea, ya?"


"Nggak, Jun. Gue taunya cuma annyeonghaseyo, saranghaeyo, sama arraseo doang."


"Cih, jinjja!"


Buset dah, lama-lama nih bocah dua persis banget kayak Geo yang keseringan ngomong 'cih, jinjja' mulu.

__ADS_1


"Terserah kalian deh, ya. Mau ngomong apa. Tapi yang jelas gue mau ngomong sama kalian berdua, dengerin baik-baik."


Belum sempat gue lanjutin ucapan gue, Rian udah menyela duluan. "Ah, tau nih gue. Pasti lo mau minjem duit, kan?"


"Dih, suudzon aja lo sama gue." Sewot gue dan itu buat Rian cengengesan.


"Terus apa dong?"


"Paling mau minta makan." Juna menyahut asal, dan karena sahutan asalnya itu gue melotot ke arah dia sambil jitakin kepalanya. "Heh! Ampun, Bang. Ampun."


"Buruan, Nung. lo mau ngomong apaan? Mumpung acaranya lagi iklan nih." Rian menyahut mungkin karena dia nggak tega liat sohibnya gue jitakin berkali-kali, wkwkwk.


"Jadi begini, gue punya temen namanya Eva. Dia minta tolong ke salah satu di antara kalian berdua buat jadi pacar pura-puranya dia, Eva butuh pacar bohongan karena—"


"Bentar, bentar. Kok elo jadi minta tolong ke gue sama Juna sih? Lo sendiri tau kan, kalau Irene itu pacar gue, jadi otomatis gue nggak bisa karena gue harus menjaga perasaannya neng Irene."


"Hooh, gue juga sama. Soalnya gue udah punya anak sama bini."


Mendengar ucapan mereka yang tergolong halu level akut, gue cuma bisa mengembuskan napas sambil geleng-geleng kepala. "Kalian berdua mau kepalanya gue geplak? Biar sadar dari kehaulan, hah?"


Gue heran sama mereka, di dunia ini banyak loh yang ngaku-ngaku jomblo padahal sebenernya udah punya pacar. Tapi kok mereka yang bener-bener jomblo malah ngaku-ngaku punya pacar? Ah, apa kebanyakan fans penyuka Korea rata-rata kelakuannya kayak begitu? Kalau iya, kalian sungguh luar biasa.


"Nyengir mulu kayak tapir," ledek gue ketika mereka dengan kompaknya nyengir.


"Emang tapir bisa nyengir?" Juna bertanya dengan kening yang mengerut.


"Bisalah, lo berdua kan mirip tapir," jawab gue sambil cekikikan.


***


A/N : ( Mwoya : Apa ), ( Waeyo, chinguya : Kenapa, teman ), (Annyeonghaseyo : Hallo ), (Saranghaeyo : Aku mencintaimu ), (Arraseo : Baiklah).


Bonus fotonya Juna & Rian


__ADS_1


__ADS_2