Anak Serigala

Anak Serigala
Seperti orang bodoh


__ADS_3

Pagi yang cerah serta kicauan burung di ranting pohon membuat indah suasana pagi, Arya dan Dirga sudah satu tahun tinggal bersama Kemala.


Kemampuan pedang Arya berkembang cukup pesat, bocah 10 tahun itu benar benar memiliki bakat.


Jurus ombak laut yang secara turun temurun di ajarkan oleh sekte ini sudah bisa Arya kuasai, kemampuan dan pemahamannya membuat Kemala sangat bangga.


Di katakan jurus ombak laut memiliki pola serangan yang tak teratur, kadang kuat kadang sedang kadang juga lemah, tergantung dari orang yang menggunakannya ingin yang bagaimana.


Yang spesial dari jurus ini selain serangan yang tak bisa di duga tipe serangannya juga terus berjalan laksana ombak, gerakannnya terus menyambung layaknya ombak di lautan, dan itu juga alasan sekte itu di beri nama sekte ombak laut.


Dirga juga cepat belajar jurus pukulan halilintar yang di ajarkan paman gurunya, sudah 6 bulan Dirga mengasah jurus itu dan dia benar benar cocok dengan warisan Rian.


Berbeda dengan kakaknya yang masih memerlukan tenaga dalam untuk memaksimalkan ilmunya, Dirga justru sudah menguasai tektik menyerap tenaga alam dari kecil, kemampuan itu turun dari ibunya Alara.


Memerlukan waktu lama untuk Arya bisa menyempurnakan jurus ombak laut miliknya karena lingkarang tenaga dalamnya masih kecil.


"kak, kenapa kakak tidak coba teknik penyerapan tenaga alam saja?" tanya Dirga.


"hufftt aku juga ingin, tapi aku sudah pernah mencobanya dan gagal" keluh Arya.


"mmmm kalau menunggu lingkaran tenaga dalammu besar itu membutuhkan waktu berapa tahun?" tanya Dirga penasaran.


"bibi guru bilang itu tidak menentu, tapi bibi guru bilang paman guru mengumpulkan 50 lingkar tenaga dalam hanya dalam kurun waktu 2 bulan, makanya dia terkenal jenius" jawab Arya.


"kalau bibi guru?"


"bibi guru bilang dia tak sejenius kakaknya, di bulan pertama dia hanya bisa mengumpulka 5 lingkar tenaga dalam" jawab Arya lagi.


"kakak tau berapa lingkar tenaga dalam bibi sekarang?"


"emm entahlah, mungkin di atas 200 lingkar" jawab Arya.


"kalau paman guru?" tanya Dirga lagi.


"aku yakin paman guru lebih dari 300 lingkar" jawab Arya antusias.

__ADS_1


"kalau kakak sendiri?" tanya Dirga lagi.


"huufftt hampir 2 bulan tapi belum sampai 10 lingkar, aku sangat iri padamu" ucap Arya.


"ayolahh kakak kan jenius, coba cara lain" usul Dirga.


"cara lain bagaimana?"


"bukannya ada tanaman dan obat khusus yang bisa membantu meningkatkan lingkar tenaga dalam?" ucap Dirga.


"ada banyak, tapi harganya mahal" jawa Arya.


"bukannya ibu meninggalkan banyak koin emas, pakai saja" usul Dirga.


"kalau aku menggunakan uang ibu untuk kepentinganku sendiri memangnya kamu tidak iri?" tanya Arya menyelidik.


"kenapa harus iri, kalau kakak maju kan aku juga jadi semakin semangat untuk lebih maju" jawab Dirga polos.


Dengan dukungan dan kepercayaan adiknya akhirnya Arya meminta pada Kemala untuk membelikan obat dan berbagai ramuan yang bisa membantunya meningkatkan tenaga dalamnya.


Keduanya sudah menguasai jurus masing masing, dan berkat persetujuan Dirga yang mengijinkan kakaknya menggunakan harta peninggalan orang tuanya Arya berhasil berkembang dengan pesat, Kemala memenuhi berbagai kebutuhan untuk Arya meningkatkan tenaga dalamnya.


Kabar baiknya sudah 2 tahun Kai juga bisa masuk dalam sekte berkat usaha Kemala dan Rian meyakinkan wakil ketua sekte, hanya saja Kai di akui sebagai siluman milik Kemala dan selalu mengikuti Kemala tiap dia melakukan sebuah misi.


Hari ini adalah hari bahagia bagi Arya dan Dirga, setelah sekian lama melajang akhirnya bibi gurunya mau menikah dengan laki laki yang sejak dulu menyukainya, berkat bujukan dari Rian dan kedua muridnya Kemala memantapkan hatinya untuk menikah dengan Arga


Arga adalah seorang pemuda yang lahir di negeri bintang, belasan tahun lalu dia dan ibunya kabur ke negeri awan saat terjadi perang di kotanya, na'asnya ibunya tewas di perjalanan dan hanya Arga yang selamat sampai ke negeri Awan.


Saat Arga masih teramat muda dia hidup di jalanan dengan belas kasihan orang lain, melakukan pekerjaan serabutan menerima bullyan serta ejekan sudah jadi kesehariannya, dan nasibnya berubah saat kakek Rian dan Kemala menemukannya, pemuda itu masuk ke sekte sebagai murid dari kakek kemala.


Berbeda dari Rian dan Kemala yang mendalami ilmu dan jurus bertarung, Arga justru lebih menyukai mendalami pengetahuan, dan dia bekerja di balai pembukuan seperti Rian sekarang.


Pernikahan Kemala dan Arga terbilang cukup terlambat, jika kebanyakan gadis menikah di usia sebelum 20 tahun justru Kemala menikah saat usianya sudah lewat 30 tahun, dari dulu dia selalu menolak lamaran Arga karena tak ingin bahagia di atas penderitaan kakaknya, dan pada akhirnya berkat kesabaran dan kegigihan Arga Kemala luluh.


Acara pernikahan mereka berlangsung sederhana, hanya di saksikan oleh sahabat dan orang terdekat di sekitarnya, sepanjang acara Rian terus tersenyum melihat adik satu satunya menikah, air mata sesekali menetes karena sempat merasa bersalah.

__ADS_1


Bertahun tahun adiknya hidup melajang demi mengurus dan menghibur dirinya, Rian sadar bahwa adiknya sangat menghormati dan menyayanginya.


Setelah menikah Kemala tinggal di kediaman Arga, kediamannya kecil dan sederhana tak jauh beda dengan kediamannya dulu, sementara itu Arya dan Dirga tinggal bersama Rian.


Kehidupan Arya dan Dirga selama 5 tahun ini terbilang cukup sulit, mereka sering di ganggu oleh murid lain atas suruhan Krisna, musuh dari Rian.


Beberapa bulan lalu Dirga sempat hampir mengamuk saat beberapa murid menghina paman gurunya, sifatnya yang mudah emosi membuat murid lain semakin suka mengganggunya, sangat berbeda dengan Arya yang cenderung cuek dan pandai mengendalikan emosi.


Arya tak ingin adiknya membuat keributan dan berakhir menarik perhatian orang lain, dia ingin hidup tenang dan tersembunyi sesuai keinginan ibunya, dan sebab itulah Arya selalu menenangkan adiknya.


Hari ini Arya dan Dirga berlatih sendirian, Rian akhir akhir ini selalu sibuk karena Arga masih libur dalam rangka berbulan madu, kedua anak itu meminta ijin untuk berlatih di kaki bukit sebelah sekte, mereka menyadari ada beberapa anak yang mengikutinya, dan seperti biasa murid murid suruhan Krisna mengganggu mereka lagi.


Arya meminta Dirga untuk tidak mempedulikannya, dia ingin adiknya tetap fokus berlatih seperti biasa.


"adik! bagaimana kalau kau melatih belatimu lagi? bibi guru bilang jurus ombak laut bisa di gunakan pada belati, tapi mungkin kita perlu mengubah beberapa gerakannya" usul Arya.


"boleh saja, kebetulan aku sangat hafal jurusmu" ucap Dirga setuju.


"ayo kita coba" ajaknya lagi.


"wush"


"wush"


Suara pedang dan belati yang membelah angin menjadi alunan lembut di telinga keduanya, anak anak yang mengikuti mereka mengintip dari belakang pohon sambil berkomentar ini dan itu.


Gerakan Dirga yang kaku dan terkesan aneh karena menggunakan sepasang belati mengundang ejekan dari bocah bocah yang menontonnya, mereka sesekali cekikikan karena merasa lucu.


"bwaha haha ha, gerakan bodoh apa yang kau lakukan" ejek Roman dan kawanannya.


"apapun itu bukan urusan kalian" jawab Dirga sewot.


"ckck gerakanmu benar benar seperti orang bodoh"


.....bersambungan......

__ADS_1


__ADS_2