Anak Serigala

Anak Serigala
Anak luar biasa


__ADS_3

"tidak ada orang kak, cepat berikan pada bibi guru" ucap Dirga di belakang pintu.


Dengan hati hati Arya meneteskan ramuan pada Kemala, meski wanita itu hampir di nyatakan meninggal tapi masih ada sedikit harapan untuk meyelamatkannya.


Perlahan nafasnya kembali normal, bibirnya yang membiru juga sedikit memerah, dan tubuh dinginnya yang seperti mayat mulai terasa hangat.


"apa ramuannya bereaksi kak?" tanya Dirga.


"emm, sepertinya perlahan tubuh bibi guru membaik, lanjutkan rencana kedua" ucap Arya.


"baik"


Dirga keluar dan berlari mengejar Rian, laki laki itu sepertinya akan bersiap mengurus kematian adik satu satunya.


"paman guruu" teriaknya.


"ada apa, aku harus.."


"ayo lihat dulu" ucapnya menarik Rian.


"lihat apa?"


"cepatlahh" tariknya terus.


Sesampainya di balai kesehatan terlihat Arya sedang mengelus punggung tangan Kemala, wajah lesu Rian berubah saat meihat adiknya membaik.


"a-apa yang terjadi?" tanyanya tak percaya.


"kami tidak tau, paman guru bilang kami harus berpamitan dengan bibi guru untuk yang terakhir kali tapi kelihat tubuh bibi guru lebih baik dari sebelumnya" jawab Arya.


"i-ini ini keajaiban" ucapnya.


"aku panggilkan tabib dulu" ucap Dirga berlari.


Rian langsung menangis haru, baru beberapa menit lalu adiknya di pastikan akan meninggal tapi kenyataanya keadaannya justru membaik.


Para tabib berbondong bondong memasuki balai pengobatan setelah Dirga memaksa salah satu tabib memeriksa keadaan gurunya, mereka semua penasaran dengan kebenaran keadaan Kemala.


Para tabib tercengang tak percaya, keadaannya yang hampir mati bisa tiba tiba membaik seperti itu, bahkan pembuluh darahnya sudah mulai lancar kembali.


"ini benar benar keajaiban, ini berkah dewa" pekik tabib utama.


Arya dan Dirga kembali ke kediaman mereka, hampir seluruh sekte sudah mendengar kabar tersebut, semuanya heran sekaligus kagum dengan keajaiban yang terjadi.


Kedua kakak beradik itu sudah bernafas lega karena gurunya sudah membaik, setelah dua hari Arya dan Dirga kembali menjenguk gurunya, anak itu juga membawakan ramuan obat miliknya agar gurunya cepat pulih.


"heii kalian berdua tolong jaga tetua sebentar" ucap seorang tabib.


"baik" jawab mereka serempak.


"sudah kak, cepat beri obat itu" ucap Dirga lirih.


Setelah satu minggu berlalu Kemala sudah kembali ke rumahnya, dia bilang lebih nyaman istirahat di rumah dari pada di balai pengobatan.


Arya dan Dirga secara bergantian merawat gurunya, mereka memperlakukan Kemala dengan sangat baik, menyuapi makan, memberi obat mengompres tubuh mereka lakukan dengan baik.


"terimasakih" ucap Kemala.


"untuk?" ucap Arya bingung.


"aku tau yang memberikan keajaiban bukanlah dewa, tapi kamu Arya" ucapnya lirih.


"ehh bibi guru bicara apa" ucapnya pura pura.


"tidak usah pura pura begitu, aku sudah sadar saat kamu memberiku sesuatu di hari ke tiga aku keracunan" ucapnya.


"deg" Arya tersentak.


"i-itu anuu..."


"kamu tau banyak tentang obat?"


"yaa tidak terlalu, aku belajar dari ayah"


"ohh jadi kak Duwan banyak tau tentang obat obatan"


"iya, ayah banyak tau tentang obat dan racun, tapi racun yang mengenai bibi guru aku tau dari ibu tentang efek sampingnya dan ayah berhasil membuat penawarnya, emm tapi tentang obat tolong bibi jangan ceritakan pada siap ..." pinta Aryaa.

__ADS_1


"aku akan merahasiakannya" sergap Kemala.


"sungguh? terimakasih" ucapnya.


"kenapa kamu yang berterima kasih, akulah yang berterima kasih, dulu ibumu yang menyelamatkanku dan kali ini kamu yang menyelamatkanku, aku berhutang nyawa dua kali pada keluargamu" ucap Kemala.


"guru tidak perlu merasa begitu, aku melakukan semua itu tulus" ucap Arya.


"baiklah, kudengar kamu dan Dirga sering keluar sekte"


"ah ituu ituu anu"


"kenapa?" tanyanya.


"besok akan aku ceritakan, sekarang minum ramuan ini dan segeralah sembuh, aku pamit dulu" ucap Arya langsung pergi.


"hmm apa yang anak anak itu rahasiakan? aku harus lebih banyak memperhatikan mereka, aku yakin banyak hal yang tersembunyi dari dua anak itu" gumamnya.


Setelah seminggu total istirahat tubuh Kemala sudah kembali pulih, racun di tubuhnya sudah benar benar hilang berkat ramuan yang selalu di berikan Arya.


"guru kami berdua pamit keluar" ucap Arya.


"tunggu, aku ikut" ucap Kemala.


"ehh memangnya guru sudah sembuh?"


"kamu sendiri yang merawatku, kamu pasti sudah tau kesehatanku" ucap Kemala.


"emm ya ayolah"


Ketiganya keluar meninggalkan kediaman, sepanjang jalan banyak murid yang berbara basi menanyakan kesehatan Kemala, dan wanita itu dengan ramah menjawabnya.


Sesampainya di gerbang ketiganya di tanyai, kebetulan hari itu adalah tugas Bimo yang berjaga.


"ohh kalian akan ke hutan lagi?" tanyanya.


"tentu, kami akan berlatih keras di sana" jawab Dirga.


"tetua sudah sehat?" tanyanya sopan.


"hmm, aku turut bersedih atas kematian gurumu" ucapnya.


Setelah beberapa waktu ber basa basi mereka berjalan di jalan setapak dan perlahan masuk hutan, sepanjang jalan Kemala mengerutkan dahinya karena kedua anak yang di angkat murid olehnya terlihat sangat menguasai medan hutan.


"hawa siluman, kalian berlindung di belakangku" ucap Kemala.


"ehh bibi guru merasakannya?" tanya Dirga.


"hhh hhh aku sangat peka dengan aura siluman karena aku punya kenangan buruk" jawabnya waspada.


"siluman apa?" tanya Arya.


"beruang api" jawabnya.


"apa beruang itu mengeluarkan api?" tanya Dirga penasaran.


"plakk .. kalo beruang itu mengeluarkan es maka namanya beruang es" ucap Arya.


"tapi beruang madu tak mengeluarkan madu, dia justru mencuri madu" ucap Dirga.


"sstt kalian ini"


"eh maaf, emm anu bibi guru sebe.."


"menunduk!"


"graaaum .. brukkk"


"aduh Kai punggungku" pekik Dirga.


"minggir Arya!" ucap Kemala panik.


"tunggu dulu bibi guru, jangan serang dia" larang Arya.


"dia menerkam adikmu" pekiknya.


"ow ya ampun, apa yang kau lakukan bodoh?" ucap Arya kesal.

__ADS_1


"padahal terlihat jelas aku tertindih Kai" jawab Dirga santai.


"Kai apa kau mau membunuh adikku?"


"minggir kau harimau gendut" ucap Dirga mendorong.


"ehh apa ini? ka-kalian.."


"ini yang membuat kami sering kemari bibi guru" ucap Arya.


"kenapa kalian memelihara harimau siluman? apa kalian gila?" tanyanya.


"ehhh apa bibi guru tak mengenali harimau ini?" tanya Arya heran.


"dasar manusia tak tau balas budi" gerutu Kai.


"haah di-dia bicara?"


"bibi guru tenanglah" ucap Arya.


"bagaimana bisa? ada siluman di depan mataku" bantahnya.


"bibi guru dia adalah saudara kami" ucap Arya.


"a-apa? saudara?" tanya Kemala.


"dia bernama Kai, dan Kai sudah bersama ibuku bahkan sebelum kami lahir, dia bukan siluman biasa" terang Arya.


"hah? t-tunggu, jangan jangan dia siluman yang dulu tiba tiba menyerang beruang api lalu membantuku dan kakak?" tanyanya.


"kau baru sadar?" tanya Kai.


"bicara yang sopan, dia guruku" ucap Dirga.


"baiklah baiklah aku akan menghormatimu karena kau adalah guru dari kedua anak majikanku, tapi..."


"plakk .. mo ngomong apa kamu?" ucap Dirga memukul.


"astaga anak ini mentang mentang sudah jadi tuan" gerutu Kai.


"siapa yang tuan? sudah kubilang aku bukan tuanmu tapi temanmu" ucap Dirga.


"saudara Dirga" sambung di kakak.


"heiii yang benar saja" eluh Dirga.


"s-sudah hentikan, sekarang katakan kenapa kalian menunjukan siluman itu padaku?" tanya Kemala penasaran.


"menurut bibi guru kenapa? kami sudah terbiasa bersama tapi sudah lebih dari 2 bulan kami sangat jarang bertemu" ucap Arya.


"jangan bilang.."


"bantu kami supaya Kai bisa masuk sekte" ucap kedua anak serempak.


"apa?" pekiknya.


"kau dulu bilang nyawamu adalah milik majikanku" ucap Kai.


"ehh itu .. emm aku akan mengusahakannya, aku akan bicara dengan kakakku" ucap Kemala.


"baguslah, apa bibi guru ingin pergi bersama kami?" tanya Dirga.


"kemana?"


"bertualang sebentar, berlari berburu dan makan bersama" jawab Dirga senang.


"jadii setiap kalian kemari kalian melakukan ini?" tanya Kemala.


"emm kami selalu melakukan ini" jawab Arya.


"hhhh aku yang punya kenangan buruk pada siluman sekarang justru berburu dengan siluman? ha haa benar benar luar biasa, ayoo" ucap Kemala.


"yeeee ayo Kai kita balap sampai sungai yang ada di sana" aja Dirga langsung berlari.


"hehh kau curang" teriak Kai mengejar.


"ayo bibi guru" ucap Arya menggenggam gurunya.

__ADS_1


"luar biasa! mereka anak anak luar biasa" batin Kemala kagum.


__ADS_2