Anak Serigala

Anak Serigala
Kenapa?


__ADS_3

Di keremangan malam yang di terangi cahaya bintang, di depan sebuah rumah sederhana, duduk dua sosok lelaki.


"Arya"


"ya"


"apa kamu percaya pada ayah?" tanya Duwan.


"percaya"


"kamu menyayangi ayah?"


"iya"


"ibu dan adik?"


"ayah itu bicara apa, tentu saja aku menyayangi keluargaku" jawabnya.


"apa kamu tau peribahasa darah lebih kental dari pada air?"


"hmm apa maksudnya itu?"


"suatu peribahasa dimana ikatan darah atau persaudaraan sedarah dikatakan jauh lebih penting dari hubungan apapun" ucapa Duwan.


"memangnya kenapa dengan peribahasa itu?" tanya Arya.


"hhh 12 tahun lalu ayah adalah seorang putra bangsawan, hidup ayah terbilang mewah dan selalu tercukupi, ayah punya seorang kakak dan adik perempuan tapi mereka telah pergi lebih dulu, 12 tahun lalu adalah tahun paling menyakitkan bagi ayah, tapi di tahun itu juga ayah bertemu ibumu" ucapnya.


"ohh apa ayah ingin cerita tentang hari pertemuan bersama ibu? ayo ceritakan padaku" ucapnya antusias.


"kamu benar ingin mendengarnya?"


"iyaa, aku sangat penasaran"


"kalau begitu dengarkan ayah baik baik"


"emm" angguknya cepat.


"ayah memiliki seorang adik perempuan yang cantik dan ceria, namun sayang dia sering sakit sakitan sampai akhirnya meninggal, ayah sangat terpuruk karena tidak bisa melakukan apapun untuknya, tapu perlahan ayah bangkit dan kembali mulai mempelajari banyak hal, 12 tahun lalu saat ayah menemani kakak ayah ke rumah calon mertuanya di perjalanan kami mendapat musibah, bibimu terbunuh dengan cara yang mengenaskan juga sangat menjijikan, ayahmu ini hanya bisa menangis tanpa bisa berbuat apapun, jangankan menolongnya untuk melindungi diri sendiri saja ayah tak mampu.


Di tengah keadaan antara hidup dan mati tanpa sengaja ayah bertemu ibumu, seorang gadis asing dan bertutur kata kasar yang meyelamatkan hidup ayah, bukan hanya merawat ayah sampai sembuh tapi dia juga membalaskan dendam ayah dan bibi pada para bajing*n itu.


Awalnya ayah kira itu adalah parampokan biasa, tapi setelah ayah kembali ke rumah, malamnya kakek dan nenekmu terbunuh aku juga hampir mati waktu itu, tapi lagi lagi ibumu menyelamatkanku dari jurang kematian.


Dan belum sampai satu bulan kejadian itu, lagi lagi maut menghampiri ayah, selama berhari hari ayah hidup dalam pelarian dan sampai akhirnya ayah tertangkap, awalnya ayah ingin menyerah tapi senyum bahagia keluarga ayah terbayang waktu itu.


Ayah ingin tetap hidup, ayah ingin terus mengenang senyum indah keluarga ayah, di tengah kesakitan itu kembali muncul sosok ibumu bersama Kai, ayah tak tau apa yang terjadi yang jelas ayah kembali berhutang nyawa padanya.


Ayah terus mengikutinya ke tempat tempat yang belum pernah ayah datangi, keluar masuk hutan, naik turun bukit dan banyak lagi kegiatan di alam bebas yang ayah lalui bersamanya.


Setahun setelah kejadian itu ayah bertemu dengan kakak sepupu, dia adalah anak dari paman tertuaku dan di hari itu ayah baru tau, kalau kematian yang menimpa Ayah, ibu dan kakakku adalah ulah dari keluargaku sendiri" ucapnya.


"a-apa? bagaimana bisa ayah?" tanya Arya.


"yaa begitulah, rasa kemanusiaan mereka sudah menutupi hubungan darah antara kami"


"memang apa alasan mereka membunuh keluarga ayah?"


"alasannya kehormatan, uang dan kedudukan" jawab Duwan.


"hmm aku tak mengerti"


"keluarga ayah adalah keluarga bangsawan yang mencoba hidup mandiri, kakekmu melepaskan diri dari bayang bayang keluarga bangsawan yang dia miliki, dengan ketekunannya dia berhasil mimiliki usaha sebagai penjual informasi.


Tapi siapa sangka usahanya itu menjadi bumerang untuknya, tanpa sengaja mata matanya mengetahui informasi yang telah kakekku tutupi rapat rapat, selama puluhan tahun ternyata mereka memperjual belikan budak, padahal itu semua adalah sesuatu yang sangat ilegal.


Kakekmu berusaha menyadarkan keluarga dengan memberi ancaman, kalau tak mau berubah maka beliau akan melaporkannya pada kerajaan, tapi ketamakan mereka benar benar mengerikan, demi melindungi gelar bangsawan dan melindungi ladang uangnya dengan licik mereka melenyapkan keluargaku, mereka buta dengan ikatan darah yang mengalir pada tubuh kami adalah darah yang sama" ucap Duwan dengan mata berkaca kaca.

__ADS_1


"a-ayaahh kenapa mereka semengerikan itu?" tanya Arya takut.


"nak ayah tidak sedang menakutimu, tapi perlu kamu ketahui tidak semua orang yang memiliki ikatan darah akan berlaku baik pada saudaranya, sangat banyak manusia yang melenyapkan saudara sendiri demi mendapat apa yang mereka inginkan" ucapnya.


Arya hanya menunduk mendengarnya, cerita yang dia dengar malam itu terasa sangat mengerikan, bocah itu belum mengerti kenapa ada manusia yang melenyapkan saudaranya sendiri dan kenapa itu menimpa ayahnya.


"ayah"


"hmmm"


"apa keluargaku juga begitu?" tanyanya ragu.


"apa Dirga terlihat seperti itu?" tanya Duwan.


"bu-bukan Dirga, tapi keluarga kandungku" ucapnya.


"emmm mereka melakukan hal yang sama padamu" jawab Duwan.


"deg deg deg" degupan jantung yang tak beraturan membuatnya semakin gugup.


"jadi aku benar benar bukan putra kandung mereka?" batinnya.


"mungkin ini terdengar menyakitkan tapi begitulah kenyataannya nak, ayah dan ibu tak berani mengatakannya, kami takut kamu terluka" ucao Duwan lirih.


"hiks hiks kenapa aku bukan putramu ayah?"


"heyy siapa bilang? kamu tetap putra ayah dan ibu" ucapnya menenangkan.


"tapi aku bukan putra kandung kalian"


"apa pentingnya? bukankah yang penting kita saling menyayangi?" .. "apa kamu ingin tau keluarga kandungmu?" tanya Duwan.


"apa boleh aku mengetahuinya?"


"tentu saja, itu hakmu nak" ucapnya.


"kalau begitu bisa ayah katakan siapa keluarga kandungku? dan apa yang terjadi pada mereka sampai aku bersamamu dan ibu?"


"Arya"


"nama lengkapmu"


"Arya Wijaya"


"kamu tau nama raja kita?"


"raja? raja Dwi Wijaya"


"kamu tau siapa raja sebelumnya?" tanya Duwan.


"raja sebelumnya adalah raja yang gugur saat di gulingkan oleh Dwi Wijaya karena tak bisa mengurus kerajaan tak lain adalah adiknya raja Eka wijaya" jawabnya.


"apa kamu percaya kabar itu?" tanya Duwan.


"ehh emm entahlah, kenapa ayah tanya itu?"


"karena kamu menanyakan keluargamu"


"apa sangkutannya dengan mereka?"


"karena mereka adalh keluargamu" singkat Duwan.


"a-apa? bagaimana bisa?" ucapnya tak percaya.


"itulah kebenarannya nak, kamu adalah putra ketiga dari raja Eka Wijaya dan permaisuri Retno ayu, raja yang di gulingkan dengan cara kotor dan mengerikan".


"ba-bagaimana mungkin? aku anaknya? yang benar saja" ucapnya menolak kenyataan.

__ADS_1


"aku tau kamu sulit menerimanya, sekarang istira.."


"tidakk! aku masih ingin tau"


"kamu ingin tau bagaimana kamu berakhir bersama kami?" tanya Duwan.


"yaa, ceritakan padaku"


"9 tahun lalu saat ayah dan ibu sedang berkelana, kami terjebak di tengah hutan karena tiba tiba ada hujan badai, kami berdua berteduh di sebuah goa selama seharian penuh, saat malam menyelimuti tiba tiba datang sepasang kakak beradik untuk ikut berteduh di goa itu, tapi tak lama setelahnya wanita yang tak lain adalah ibu kandungmu mengalami pecah ketuban dimana itu tanda bahwa bayi yang di kandungnya sudah siap lahir.


Aku penasaran dengan sosok siapa yang ada bersama kami dan akhirnya aku memutuskan untuk mengajak mereka memasuki goa lebih dalam, di sana aku dan ibumu Alara membantunya untuk melahirkan, aku hanya tau teorinya saja dan ibu Alara yang membantu secara langsung.


Lalu lahir seorang bayi laki laki dengan tubuh pucat tanpa adanya suara tangisan bersamanya, bayi itu terlahir sangat lemah karena ternyata bayi itu telah menerima racun selama berbulan bulan bulan, makanan yang di konsumsi si ibu sudah di campuri racun tanpa ada satupun orang yang menyadari.


Hidup bayi itu berada di ujung tanduk, tinggal menunggu beberapa waktu saja maka bayi itu akan mati, tapi kau tau apa yang di lakukan ibu bayi itu, ibu bayi itu bersujud dan memohon pada kami agar kami menyelamatkan anaknya, padahal kami bukanlah siapa siapa, kami hanya pemuda pemudi asing yang baru di lihatnya.


Aku tak berani menjawab apapun karena aku sendiri merasa tak mampu menyelamatkannya, tapi Alara ibumu menangis, entah apa yang ada di pikirannya waktu itu sampai tiba tiba dia menangis begitu saja.


Dan kamu tau apa yang ibumu katakan? "aku mungkin bisa menyelamatkannya, tapi aku tidaak tau efek samping seperti apa yang akan di terima bayi itu" dan yahh ibu itu langsung mengangguk.


Lalu tiba tiba ibumu Alara merubah wujud atasnya menjadi serigala dan berkata "aku bukan manusia andai darahku mengalir di tubuhnya aku tak tau apa yang akan terjadi" saat aku tau ibumu berniat memberi darahnya padamu aku berusaha mencegahnya.


Bukan tanpa alasan aku mencegahnya, semua itu ku lakukan karena aku tau setiap dia memberi darahnya untuk menyelamatkn orang lain maka seluruh rasa sakit akan berpindah padanya, dan yang paling parah karena setiap tetes darahnya akan mengurangi umurnya.


Tapi ibumu tetap bersikeras ingin menolong si bayi, dia memintaku menyedot darah bayi itu dan dengan waktu bersamaan dia mengalirkan darahnya ke tubuhmu lewat sini" ucapnya menunjuk dada Arya.


"ba-bayi yang hampir mati itu aku?" tanya Arya.


"hmm yaa, wanita yang kami tolong adalah ibu kandungmu, Permaisuri Retno ayu" jawabnya.


"a aku benar benar anak raja Eka?"


"benar"


"lalu setelah ibu mengalirkan darahnya padaku apa yang terjadi?"


"tentu saja dia langsung jatuh pingsan, tubuhnya dingin sedingin es bahkan dia tak sadarkan diri selama hampir 8 hari" jawabnya.


"ka-kalau begitu usia ibu berkurang banyak karena menyelamatkanku? kenapa ibu melakukan itu? aku kan orang asing" protesnya dengan berurai air mata.


"entahlah, kamu bisa menanyakan sendiri padanya besok" ucap Duwan pada putranya.


"uhhh aku masih tidak percaya ini ayah" eluhnya.


"itulah kenyataannya nak, apapun jalan yang kamu pilih kami akan mendukungmu" ucapnya.


"tapi ayah, ini sangat aneh, aku hidup dan tumbuh bersama kalian, saat aku tau aku bukan putra kalian dadaku terasa sakit"


"itu wajar, kamu sedang merasa kecewa"


"kecewa?"


"yaa, tapi ayah tidak tau kamu kecewa karena kenyataan kamu bukan putra kandung kami atau karena baru sekarang aku mengatakan jati dirimu"


"apa kalian benar benar menyayangiku?"


"tentu"


" kenapa?"


"karena kamu adalah putra kami, dan kamu juga harus tau satu hal, berkat hadirnya kamu di kehidupan kami Dirga juga bisa terlahir ke dunia ini" ucap Duwan.


"Dirga? kenapa berkat aku?"


"tentu saja berkat kamu, kalau kamu tidak ada di antara kami maka kami berdua tidak akan menikah dan Dirga takkan mungkin ada di dunia ini, tapi terlepas dari itu semua kami benar benar menyayangimu"


Selepas mendengar penjelasan panjang dari ayahnya Arya dengan lesu memasuki kamarnya, terlihat sesosok bocah laki laki yang biasa ribut dengannya, sosok yang selalu jadi teman bertarung sekaligus berlatihnya.

__ADS_1


"kenapa? kenapa kita bukan saudara kandung, kenapa kita terlahir dari rahim yang berbeda? bagaimana? bagaimana aku harus bersikap padamu besok? hiks hiks.


......bersambung......


__ADS_2