Anak Serigala

Anak Serigala
Kelana


__ADS_3

"siapa kalian?"


"apa maksudmu nona?" tanya Bimo.


"kenapa kalian ke sini?"


"kenapa? ini kan hutan, memangnya kami tidak boleh masuk hutan? yang aneh itu kenapa nona tiba tiba menyerang kami?" ucap Bimo terdengar kesal.


"ka-kalian pasti orang jahat kan?"


"memangnya wajah kami terlihat seperti orang jahat?"


"wajahmu memang terlihat seperti orang mesum Bim😊"


"apa? tega teganya kamu Ya bicara begitu pada teman sendiri😢"


"eeeeee sejak kapan kita berteman🤨?"


"cihh kau benar benar..."


"hentikan! apa yang kalian berdua lakukan?" teriak gadis yang sejak tadi memperhatikan.


"ahhh kami lupa, apa benar anda nona Balqis?" tanya Bimo langsung ke intinya.


"ka-kalian? siapa kalian?"


"nona saya yang lebih dulu bertanya harusnya anda mejawab dulu"


Tatapan penuh curiga terlihat jelas di matanya, Balqis adalah orang terakhir yang bersama senopati Kelana, namun menurutnya tidak ada yang tau nama aslinya karena selama ini dia menggunakan nama palsu untuk menyembunyikan identitasnya.


"sepertinya benar, turunkan senjatamu dan ayo bicara baik baik" ucap Arya datar.


"ti-tidak!"


"nona! saya bisa dengan mudah memisahkan kepala dari tubuh anda"


"eyyy ancamanmu keterlaluan Ya"


"aku tidak mengancam, putuskan tindakanmu dengan benar" ucapnya datar.


Karena sadar akan posisinya gadis bernama Balqis menurunkan busur panahnya, gdis itu tau betul kemampuan Arya jauh di atas mahir karena bisa dengan mudah menangkis panah yang dia arahkan secara diam diam.


Namun hatinya sangat tidak tenang mengingat sangat sedikit orang yang tau tentang identitasnya, kalau 2 pemuda di depannya tau nama aslinya kemungkinan 2 orang tersebut bisa jadi kawan atau justru lawannya.


"a-ada perlu apa kalian denganku?" tanyanya sesikit takut.


"di mana senopati?" tanya Arya langsung ke inti.


"apa maksudmu? siapa yang ka maksud?" tanya Balqis gugup.


"tidak usah berpura pura, di mana senopati Kelana?" tanya Arya dengan wajah serius.


"😨 ka-kalian ini sebenarnya siapa?"


"jawab saja pertanyaanku, nyawamu ada di tanganku sekarang"


"Arya jangan terlalu kasar pada perempuan" Bimo mengucapkan.


"bahkan keluargaku hancur karena penghianatan 1 perempuan (yg di maksd Arya selir bpknkandungnya)"


Bimo yang sudah tau seluruh cerita Arya hanya bisa diam membatu, anak itu tau betul bahwa pemuda keras kepala di sampingnya sudah cukup sabar sampai sekarang.


"a-aku tidak tau"


"begitu? jadi itu pilihanmu?" tanya Arya datar.


"whuss"


Pedang terarah tepat ke lehernya, matanya menutup rapat, tubuhnya juga bergetar hebat, bahkan untuk bernafas saja rasanya sangat sulit untuknya membayangkan kematian sudah ada di depannya.


"hentikan!" teriakan lantang dari atas pohon.

__ADS_1


"brug" tubuh besar dan kekar melompat dan mendarat tepat di hadapan Arya.


"kukira butuh waktu lama untuk anda turun ke sini" ucap Arya dengan nada santai.


"kau sudah mengetahui keberadaanku?" tanya laki laki itu kaget.


"tentu saja, aku menyadari kau terus mengawasiku sejak pertama kali aku menginjakan kaki di hutan ini"


"anak muda sebenarnya siapa dirimu? kenapa kau mencari senopati Kelana?" tanyanya penuh curiga.


"paman! apa karena anda sudah terlalu lama bersembunyi sampai sampai anda tidak bisa mengontrol emosi?"


"deg"


"apa maksudmu?"


"hhhh, apa anda mengenal ini?" tanya Arya sambil memperlihatkan cincin peninggalan ibu kandungnya.


"i-ini? dari mana kau men..."


"apa paman sudah tau siapa aku?"


"BRUUUUKKK" tubuhnya jatuh tersungkur.


"pa-pangeran" seolah seluruh beban berat terangkat dari pundaknya saat tau pemuda di depannya adalah anak yang dia cari selama ini.


"aku sudah lama mencarimu paman🙂"


"pangeran hukum saya pangeran, saya telah gagal melindungi permaisuri" ucapnya dengan nada bergetar.


"pangeran?" gumam Balqis melongo.


"apa yang kau katakan paman? aku mencarimu bukan untuk mengambil nyawamu"


"tapi saya telah gagal dalam menjalankan tugas, saya tidak pantas hidup"


"senopati Kelana bersediakah kamu menyerahkan hidupmu padaku?" tanya Arya tegas.


"saya bersedia memberikan seluruh hidup saya pada pangeran, saya bersumpah akan menjadi pedang dan perisai untuk pangeran hingga akhir hidup saya" ucap Kelana memberi sumpah.


"😮😮" Balqis semakin bingung.


"nona kurasa lalat bisa masuk ke mulutmu" ledek Bimo.


"hmp🙊"


"hahaaa"


Pencarian Arya selama satu tahun ini benar benar tidak sia sia, anak itu sudah menghabiskan banyak harta peninggalan ibunya demi bisa menemukan orang kepercayaan mendiang ayahnya sekaligus pamannya, bahkan sebelum itu dia sudah bisa mengumpulkan beberapa petinggi kerajaan yang sudah meninggalkan kerajaan karena di usir oleh pengikut Dwi.


Mereka duduk di batang pohon depan sebuah gubuk kecil, banyak hal yang ingin mereka berdua sama sama sampaikan, mereka saling penasaran tentang bagaimana mereka menjalani hidup satu sama lain, tapi melihat wajah Arya yang datar Kelana tau betul bahwa keponakannya itu sudah melewati hari yang sulit.


"pangeran apa boleh saya tau di mana anda selama ini?" tanya Kelana tak tahan.


"kurasa aku menempati semua tempat selama ini"


"lalu kedua orang itu?"


"ayah dan ibuku?"


"ayah ibu?" ucap Kelana bingung.


"mereka membesarkanku dengan sangat baik, aku bahkan sangat malu karena tidak bisa membalas sedikitpun kebaikan mereka sampai hari kepergiannya"


"ma-maksud pangeran?"


"mereka berdua sudah meninggalkanku sejak 9 tahun lalu, bahkan adikku.."


"adik?"


"aku mempunyai seorang adik paman, dia adalah alasanku bertahan selama ini, tapi sekarang aku juga sudah kehilangannya, aku sudah kehilangan keluargaku untuk ke dua kalinya" ucapnya tertunduk.

__ADS_1


"pangeran😟"


"Arya!"


"ya?"


"panggil aku Arya"


"baiklah Arya aku yakin selama ini kamu pasti sudah melewati hari yang berat, tapi kamu adalah putra yang mulia raja Ek.."


"aku ANAK SERIGALA paman"


"hng? mksdmu?"


"memang benar aku putea mendiang raja Eka, tapi sejak lahir hingga sekarang aku hanya memiliki kenangan bersama orang tuaku yang merupakan manusia serigala, aku di besarkan dan di didik oleh didikan mereka, aku putra mereka"


"tapi.."


"paman aku lelah"


"baiklah masuk dan istirahat saja"


Kelana hanya duduk sendiri sambil melamun, ingatan 17 tahun lalu saat adiknya melahirkan, saat keponakannya lahir dalam keadaan kritis, saat bayi mungil itu menerima darah dari gadis serigala yang menolongnya.


"hhh memang benar wanita itu sudah melakukan banyak hal, tidak heran pangeran sangat menghormati dan menyayanginya, tapi adiknya.."


"tuan!"


"ya?"


"boleh aku duduk di sini?" tanya Bimo.


"duduklah"


"ok"


"siapa tadi namamu nak?"


"aku Bimo tuan" jawabnya sambil memakan buah yang baru di beri oleh Balqis.


"sudah berapa lama kamu bersamanya?"


"emmm🤔 sebenarnya aku mengenalnya cukup lama tapi kami baru mulai akrab 2 tahun lalu"


"2 tahun?"


"yaa, sebelumnya aku jauh lebih akrab dengan Dirga adiknya, sifatnya sangat cocok denganku tapi Dirga bilang kakaknya itu memang sedikit menyebalkan, dan dia ingin aku berteman dengan kakaknya jadi yaa begitulah kami sampai sekarang"


"Dirga? dia adik Arya"


"hmm mereka berdua sangat dekat, bahkan aku tidak percaya waktu Dirga bilang Arya bukan kakak kandungnya" jawabnya lancar.


"tunggu tunggu, sebelumnya kamu bilang kamu berteman dengan Arya atas permintaan adiknya kan?"


"yaa"


"jadi pertemananmu dengannya bukanlah pertemanan sesungguhnya?" tanya Kelana sedikit tak suka.


"hmm saya rasa tuan salah paham"


"maksudmu?"


"memang benar 2 tahun lalu sebelum Dirga pergi meninggalkan Sekte dia memintaku untuk sedikit mendekati kakaknya, tapi karena sifat Arya yang sangat jelek itu aku sering kesal di buatnya, tapi Dirga pernah bilang padaku "kakakku itu wataknya sangat mirip dengan ibu, kalau kakak bisa tahan sebentar saja maka kakak akan tau kehangatan kakakku" dan yaa aku mencoba untuk percaya ucapan anak itu, nyatanya memang benar Arya anak yang baik hanya saja dia itu sulit mengekspresikan diri" terangnya panjang.


"seperti apa anak bernama Dirga itu?" tanya Kelana penasaran.


"tuan tidak menanyakan pada Arya tadi?"


"bagaimana aku bisa bertanya kalau suaranya saja bergetar saat menyebut kata adik" ucap Kelana lesu.


"tuan sangat peka yah? tapi kalau untuk menceritakan tentang Dirga akan butuh waktu lama karena ceritanya sangat panjang"

__ADS_1


"aku akan dengar" jawab Kelana mantap.


.....bersambung.....


__ADS_2