Anak Serigala

Anak Serigala
Di telan lautan


__ADS_3

"hhh hhh s*alan, siluman itu alot sekali" gerutu Arya kelelahan.


"kau ini jarang bicara tapi sekali bicara pakai bahasa begitu" keluh Bimo keheranan.


Arya, Bimo dan tetua Seto sering mengambil misi bersama sekarang, meski di sekte Arya di kenal dengan sebutan manusia empat kata semua akan berbeda jika dia sedang bersama Bimo dan tetua Seto.


Menurut Arya keduanya memiliki sikap dan sifat yang mirip adiknya, makanya Arya bisa sedikit lebih terbuka dengan mereka berdua.


"oyyy tangkap"


Dua kantung emas terlempar ke arah Arya dan Bimo, tetua Seto baru saja mengambil bayaran setelah mengalahkan 2 ekor buaya siluman yang menyerang para nelayan selama satu bulan ini.


Ini pengalaman pertama ketiganya melawan buaya siluman, gigi yang kuat serta kulit yang keras sempat membuat ketiganya kerepotan.


"apa kita akan langsung kembali ke sekte?" tanya Bimo ke tetua Seto.


"apa kalian tidak ingin jalan jalan sebentar?"


"malas tetua"


"ayolah Ya sekali kali kita jalan jalan, bukannya tadi warga bilang akan ada festival? ayo kita lihat sebentar" ucap Bimo antusias.


"festival apa?" tanya Seto.


"perayaan ulang tahun putri tuan kota di sini, mereka bilang akan di rayakan besar besaran seperti festival" jelas Bimo pada Seto.


"tapii..."


"ya sudah kita akan ikut merayakan"


"tetuaa ishhh😒"


* * * * *


"grrrr hhh grrrr"


"kenapa Kai?"


"grrr"


Huyung huyung "BRUG"


"KAI!"


"heyy apa yang terjadii?"


"tidak tau, kenapa harimau ini tiba tiba begini?" ucap dua murid kebingungan.


"aku ke tetua dulu ya"


"ushh ushh ushhh sayaang bobo ya nak" Kemala tengah asik menimang putrinya yang baru berusia 4 bulan.


Anak pertamanya baru saja tertidur setelah seharian rewel dan terus menangis, setiap hari adalah pengalaman baru bagi Kemala yang pertama kali mengurus bayi.


Bayi perempuan berpipi gembul itu bernama Ratria Yudisha, putri pertama dari Kemala dan Arga setelah 3 tahun menikah, kehidupan pernikahan mereka semakin bahagia dengan hadirnya buah cinta yang melengkapi hidup mereka.


"Dok .. Dok .. Dok"


"Tetua!"


"permisii .. tetua Kemala"


Pintu depan di gedor kencang hingga putrinya yang baru tertidur kembali terbangun.


"ya ampun Nino, kenapa kamu menggedor pintu sekeras itu? putriku baru saja tertiduur"


"maaf tetua, tetua bisa memarahiku nanti tapi gawat tetuaa"


"gawat kenapa? ada apa?"

__ADS_1


"Kai tetua ... Kai tiba tiba pingsan" ucap Nino khawatir.


"pingsan? kalian tidak salah mengira dia pingsan karena tidurnya terlalu nyenyak kan?" tanya Kemala memastikan.


"tidak tetua, tadi dia tiba tiba menggeram beberapa kali lalu dia pingsan"


"yang benar?" tanya Kemala masih tak percaya.


"tetua untuk apa aku membohongimu"


"bagaimana bisa?"


"makanya ayo tetua tolong lihat, Arya kan belum kembali ke sekte" ucap Nino lagi.


"iya iyaa ayo ke sana"


Kemala berjalan cepat dengan menggendong bayinya, wanita itu agak panik karena ini pertama kalinya dia mendengar Kai si siluman gagah itu pingsan.


"mau kemana kamu?" tanya Rian.


"Kai tidak sadarkan diri kak" jawabnya terus berjalan.


"Kai? siluman itu?" ucap Rian tak percaya.


Sesampainya di gerbang sekte Kemala melihat anak anak yang bertugas menjaga gerbang bergerombool, di tengahnya benar benar ada Kai yang tergeletak tak sadarkan diri.


"i-ini .. ini apa yang terjadi?"


"kami tidak tau tetua, tiba tiba dia pingsan" jelas murid yang tadi juga melihat Kai terjatuh.


"Fikaa tolong gendong Shasha" ucapnya memberikan putrinya.


"Kai buka matamu"


"Kaii apa yang terjadi?"


Karena Kai tak kunjung membuka mata, Kemala dan beberapa muridnya gotong royong memindahkan tubuh Kai ke depan Aula utama, keadaannya membuat seluruh orangbdinsekte kebingungan.


Rian Arga dan beberapa orang yang akrab dengan Kai langsung datang melihat keadaanya, mereka khawatir karena tiba tiba saja sang panglima sekte Ombak laut kehilangan kesadaran tanpa sebab.


"GRRRR"


"GGRRRRRRR" geram Kai keras saat terbangun.


"Kai?"


"grrrr grrrrrrrr" Kai terus menggeram.


"a-ada apa Kai? coba katakan sesuatu .. Kaiii"


"GRRR GRRAAAAAAUUMMMMM" Kai mengaum dengan kerasnya sampai semua orang kaget.


Harimau itu tiba tiba bertingkah aneh dan tak mau bicara, dia hanya meggeram dan terlihat gelisah.


"BUAG"


"DAAKK"


"DUAAAKK"


"Kai apa yang kau lakukaaaan?" Kemala semakin panik saat Kai berulang kali menabrakkan kepalanya ke tembok dan memukul mukul lantai dengan keras, harimau itu benar benar hilang kendali.


"ehh ada apa itu?" ucap Bima heran.


"Arya Aryaaaa Kaii aneh" teriak Dika padanya.


"Kai?"


Anak itu langsung berlari menghampiri harimau tersebut, Arya sendiri baru pertama kali melihat Kai bertingkah aneh begitu, saat melihat Arya tiba tiba Kai berlari kencang ke arahnya, harimau itu terlihat seperti akan menerkam mangsa bagi orang orang yang melihatnya.

__ADS_1


"kenapa Kai segelisah itu?" batin Arya saat melihat tingkah Kai aneh.


"DEG"


Jantungnya terpacu dengan cepat, perasaannya tak enak dan firasatnya berkata ada sesuatu yang buruk.


"bruugg" Kai menubruk Arya, matanya menatap mata Arya seolah ingin menyampaikan sesuatu.


"K-Kai a-apa yang terjadi? kenapa kamu bertingakah begini? jangan membuatku takut Kai" ucap Arya terbata.


Terlihat raut ketakutan di wajah pemuda 17 tahun itu, namun ketakutannya bukan karena berfikir Kai akan menyakitknya, namun alasan Kai tiba tiba bersikap aneh.


"grrrr .. grrrr" geram Kai lirih.


"ada apa? bicaralah sesuatu"


"grrr grrrr .. duk duuk" harimau itu memukul kepalanya sendiri.


"ma-matamu .. Kai kenapa kedua matamu berwarna merah? kenapa dengan mata kananmu?" teriak Arya histeris.


"ada apa dengan matamu Kai? kenapaa? kenapa kedua matamu berwarna meraaah?" teriak Arya sekuat tenaga.


"hhhh ... hhh ah apa yang terjadi? apa yang terjadi dengan Dirga? kenapa kamu tidak bicara dan hanya meggeram sajaa? BUAGGHH" Arya memukul Kai dengan frustasi.


"Arya ada apa? kenapa kamu sepanik itu?" tanya Kemala semakin tidak mengerti.


"matanya bibii .. kedua matanya jadi meraahhh, adikku bi adikku.. huhuuuu" tangisnya tiba tiba.


"adikmu? Dirga?"


* * * * *



"BYUUURRRRR"


Tubuhnya jatuh dan terus tenggelam karena dia tak bisa bergerak sama sekali, entah apa yang terjadi sebelumnya Dirga sama sekali tidak mengerti, ketika membuka mata dia sudah berada di dalam laut dengan keadaan menyedihkan.


"BLUP"


"BLUP"


"BLUP"


Semakin lama tubuhnya semakin dalam masuk ke lautan, matanya masih bisa melihat puing puing kapal yang mengapung di air, rasanya ingin sekali tangannya menggapai salah satu puing itu, tapi tubuhnya benar benar tak bisa si gerakkan.


Perlahan matanya terasa berat karena kesadarannya mulai hilang.


"*apa yang baru saja terjadi?"


"kenapa aku tenggelam"


"tubuhku sakit bu"


"tanganku tidak bisa bergerak"


"dadaku rasanya sangat sesak dan penuh air"


"apa aku akan mati sekarang?"


"aku memang sangat merindukan ayah dan ibu tapi aku belum ingin menemui kalian sekarang"


"kalau aku mati bagaimana dengan kakak bu?"


"ibuu aku harus menepati janjiku untuk membantu kakak"


"ibu aku belum ingin mati*"


Batin anak itu terus memikirkan banyak hal sampai akhirnya sepenuhnya kehilangan kesadaran dan tubuhnya jauh di telan lautan.

__ADS_1


....bersambung....


__ADS_2