Anak Serigala

Anak Serigala
Siluman kelelawar bag 2


__ADS_3

"Mala coba pikirkan baik baik, apa kamu benar benar akan ikut pergi?" ucap Arga khawatir.


"suamiku saat ini muridku akan pergi melawan bahaya, apa aku harus berdiam diri di sini?"


"tapi kamu juga harus ingat kamu sedang hamil"


Setelah Arya dan Seto kembali ke sekte keadaan menjadi sedikit ricuh, Arya memberitahukan kemungkinan ada ratusan kelelawar siluman yang bersembunyi di tengah hutan, dan tentu saja hal itu membuat orang orang khwatir.


Rencananya esok pagi sekitar 15 orang akan di utus untuk melenyapkan para siluman kelelawar tersebut, dan Kemala berniat ikut turun tangan karena khawatir pada Arya.


"bibi lebih baik bibi tidak usah ikut" ucap Arya mencegah.


"tapi ini akan jadi misi yang berbahaya Ya, aku khawatir"


"justru karena ini berbahaya lebih baik bibi jangan ikut, aku tau bibi sangat kuat tapi bibi sedang hamil di usia kepala 3, itu berbahaya" Arya menjelaskan.


"tapi..."


"aku memang tidak sekuat Dirga, tapi aku bisa jaga diri, lagian kak Bimo dan lainnya juga ikut, bibi jangan khawatir"


"emm baiklh, tapi kamu harus berhati hati yah"


 


* * * * * *


 


"wahh stoberi hutan, kakak sangat suka buah asam ini" ucap Dirga berbinar.


"hhh sayang sekali tidak ada kakak di sini, kalau dia di sini pasti dia akan menyuruhku mengumpulkan semua buah ini" ucapnya jadi sedikit lesu.


"kyuu??"


"tidak apa apa, aku hanya merindukan kakakku .. hmm untuk sampai di kota Kenanga butuh waktu berapa lama lagi yah?"


Dirga berjalan dengan agak cepat karena hari sudah sore, akan sulit memasuki kota nanti kalau dia datang saat sudah malam, Dirga dulu sempat datang ke suatu kota bersama Seto, tapi karena kedatangan mereka sudah malam hari, biaya masuk kota jadi dua kali lipat.


"hey aku sudah berhari hari bersamamu, apa kamu punya nama?"


"kyuu kyuu" jawabnya mengangguk.


"siapa namamu?"


"kyuuu"


"kyu? yang benar saja"


"kyuu kyuuuu" binatang itu menggeleng.


"hmm sudahlah, aku tidak mengerti bahasamu, bagaimana kalau aku memanggilmu emmmm Aneesa?" usul Dirga.


"kyuu"


"Aneesa itu artinya teman yang baik, maukah kamu jadi temanku?"


"kyuu kyuuu" jawabnya melompat girang.


"baiklah gadis kecil sekarang aku akan memanggilmu Neesa, dan jadilah teman yang baik ok?"


"kyuuuu"


"pegangan yang erat karena aku akan berlari sekarang"


 

__ADS_1


* * * *


"ingat selalu lindungi telinga kalian" seru Seto mengingatkn seluruh rekannya.


Perburuan siluman kelelawar akan segera di mulai, total ada 20 orang yangbikut berpartisipasi, ada 5 tetua dan 13 orang murid yang sudah berada di tingkat bumi tahap 2 sampai 5, dan 2 orang tingkat dasar tahap 9.


Perlu di ingat lagi tingkatan kekuatan terbagi menjadi 4 bagian.


Tingkat dasar adalah tingkatan terendah yang memiliki 10 tahap, tingkat ini sangat umum bagi murid murid sekte.


Tingkat bumi adalah tingkatan pendekar yang di katakan cukup mahir yang juga memiliki 10 tahap


Tingkat awan adalah tingkat kekuatan yang biasanya di capai oleh para tetua di sebuah sekte yang juga sama memiliki 10 tahap lalu


Tingkat langit yang hanya ada 5 tahap saja, itupun hanya ada kurang dari 10 orang di kerajaan ini yang mencapainya.


Untuk ukuran sekte menengah, sekte Ombak laut terbilang gemilang karena memiliki 13 murid yang mencapai tahap tingkat bumi, dan Arya masuk salah satunya karena dia berada di tingkat bumi tahap 4 di usia 16 tahun.


Bisa di bilang perburuan siluman kali ini termasuk perburuan besar besaran, tentu saja karena sebanyak 5 tetua turun bersama dalam 1 misi, ini termasuk peristiwa yang langka karena belum pernah terjadi sebelumnya.


Perburuan ini di bagi menjadi 4 kelompok.


Kelompok pertama di pimpin oleh Tetua Dani yang merupakan tetua termuda berusia 23 tahun, dia berada di tingkat awan tahap 5 dan memimpin 4 orang yang berada di tingkat bumi.


Kelompok ke dua di pimpin oleh tetua Aryo yang merupakan tetua tertua berusia 54 tahun, dia berada di tingkat awan tahap 8 dan memimpin 2 orang yang berada di tingkat bumi dan 2 orang di tingkat dasar.


Kelompok ke tiga di pimpin oleh tetua Ibra 25 tahun tingkat awan tahap 4 dan tetua Fani 27 tahun tingkat awan tahap 4, mereka berdua memimpin 3 murid di tahap bumi.


Dan kelompok terakhir di pimpin oleh tetua Seto 29 tahun tingkat awan tahap 6 dan memimpin 4 orang yang berada di tahap bumi, Arya dan Bimo termasuk di dalamnya.


Mereka berencana menyerang sarang siluman kelelawar dari 4 arah, tidak lupa mereka menutup telinga dengan pelindung yang di buatkan oleh Arya dengan bahan khusus, namun Arya tetap meminta masing masing untuk melindungi telinga mereka dengan tenaga dalam karena masih belum pasti sekuat apa musuh mereka.


Keempat kelompok mulai berpisah saat merasan tekanan aura yang kuat, mereka memastikan untuk bertindak sesuai rencana agar semuanya berjalan lancar.


"duaar"


Kilatan cahara berwarna kuning meledak di langit sebagai pertanda tetua Dani dkk sudah siap di posisi, mereka langsung lari mengepung arang dari keempat sisi, laksana seseorang yang memiliki dendam kesumat tetua Seto dengan bringasnya membantai seluruh siluman kelelawar di depannya.


"kyaakk .. kyaakk" para kelelawar menjerit dengan kerasnya.


Dua tetua yang memiliki kemampuan peledak terus menggempur area goa yang membuat para kelelawar kalang kabut, apalagi cahaya kuning yang di keluarlan oleh tetua Dani, cahaya kuning itu sangat terang saat di dalam goa dan membuat kelelawar semakin panik.


Hampir dua jam sudah berlalu, goa sudah di penuhi oleh bau amis darah dan puluhan siluman bergelimpangan, nafas mereka terengah karena mengeluarkan begitu banyak tenaga.


"kenapa goa ini bercabang?" ucap Tetua Dani.


"hh hhh kita bagi dua kelompok, jika salah satu tempat ini berbahaya utus salah satu murid untuk melapor ke kelompok satunya" ucap tetua Aryo memberi ide.


"baik"


Tetua Seto bersama tetua Ibra dan tetua Fani masuk ke cabang goa sebelah kanan sementara tetua Aryo dan tetua Dani ke sebelah kiri, semakin masuk ke dalam Arya semakin merasa sesak, anak itu merasa seolah ada bahaya besar di depannya.


"tetua .."


"sttt .. kita akan segera menyergap"


"seraaang!"


"hiyaaaa ... ehh apa ini"


Terlihat ada ratusan bayi kelelawar yang terlihat tengah tidur, di bagian atas goa terlihat puluhan kelelawar dewasa bergelantungan dan menatap kelompok Arya dengan tatapan penuh kebencian.


"ayo musnahkan seluruh bayi kelelawar ini" ucap Ibra tak sabar.


"t-tunguuu!" cegah Arya panik.

__ADS_1


"kenapa? kita harus melenyapkan bibit bibit siluman ini" ucap Fani ikut bicara.


"ma-maaf tetua, tapi untuk saat ini le-lebih baik kita urus mereka" tunjuk Arya ke atas.


"awaas menunduuk!" teriak Seto sekuat tenaga.


"KYAKK .. KYAAAKKK .. KYAAAAK"


Kembali suara memekakkan telinga di keluarkan oleh puluhan kelelawar yang berusaha menyerang, anehnya suara yang mereka keluarkan terasa 2 kali lebih memekakakkan di banding para kelelawar yang sudah mereka bunuh sebelumnya.


Akibatnya dua murid yang berada di tingkat dasar terkena efek dari gelombang yang di keluarkan para kelelawar.


"aahhhkkk"


"uaaarrghhhh"


Keduanya menjerit dan perlahan keluar lelehan darah dari telinga mereka, bahkan ketiga tetua pun duduk termangu karena ikut merasakan efeknya meski tidak separah dua muridnya.


"k-kenapa aku tidak merasa sakit?" gumam Arya bingung.


"Brukkk" dua anak di sebelahnya pingsan, Bimo yang ada di depannya jatuh terduduk, nafasnya terlihat terengah karena begitu banyak tenaga dalam yang dia gunakan untuk melindungi telinganya.


"wushh" hempasan angin menerjang kulit Arya.


Seekor kelelawar yang memiliki ukuran paling besar berdiri di depannya, taring panjang dan mata merahnya mampu mengirim siapapun yang melihatnya jatuh dalam lubang ketakutan.


Arya terus menatap kelelawar itu dengan tatapan waspada, pedang yang ada di tangannya sudah terjatuh dari tadi.


"anak muda, kenapa kamu tidak terpengaruh oleh sihirku?"


Arya celingukan kebingungan karena mendengar suara wanita asing.


"aku ada di depanmu, aku bicara lewat pikiranmu"


Mata Arya melotot karena tidak percaya dengan apa yang terjadi, 3 tetua dan murid lainnya terlihat diam mematung, keadaan mereka sama persis dengan keadaan tetua Seto kemarin.


"a-apa yang kau lakukan?" ucapnya memberanikan diri.


"apa yang ku lakukan? harusnya aku yang bertanya padamu apa yang kalian lakukan, kenapa kalian membantai seluruh rakyatku dan berusaha melenyapkan anak anakku?"


"ma-maksudmu?"


"siapa namamu?"


"Arya .. Arya wijaya" jawab Arya.


"aku Ressi, aku adalah ratu siluman kelelawar, aku kagum pada pertahanan dirimu"


"pertahanan diri?"


"kau tidak terpengaruh pada sihirku, bahkan aku tidak bisa mengintip dirimu, apa kamu memilikinya?"


"memiliki apa? aku tidak mengerti"


"kamu bisa mengendalikan pikiran orang lain kan? kamu pasti memilikinya"


"apa yang kau katakan? aku tidak mengrti" ucap Arya bingung.


"kaukah anak yang menyerap permata raja kelelawar 11 tahun yang lalu?"


"DEG"


"permata raja kelelawar?"


......bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2