Anak Serigala

Anak Serigala
Mati kelaparan


__ADS_3

"kenapa? kamu bilang kamu akan pergi bersama Kai?"


"kak dengarkan a.."


"mentang mentang kamu lebih kuat dariku kamu jadi seenaknya sekrang, aku sudah menuruti kemauanmu tapi sekarang apa? kenapa tiba tiba kamu berubah pikiran?"


"kakak dengarkan alasanku dulu"


Hari di mana Dirga akan pergi tiba tiba saja anak itu memutuakan untuk oergi sendiri, dia ingin meninggalkan Kai bersama kakaknya dan tentu saja hal itu mengundang cek cok di pagi hari.


Kemala dan Rian juga ikut kesal karena keputusan mendadak Dirga, mereka berdua tau benar melepaskan Dirga sendirian sungguh sangat berbahaya, jadi wajar saja Arya meluapkan emosinya kali ini.


"kakakkk"


"apa? apa lagi? kalau mau pergi pergi saja sana, kamu memanh sudah tidak menganggapku sebagai kakakmu"


"kakak salah paham, makanya dengarkan aku dulu, aku punya alasan kenapa kakak tidak mau mendengarku?"


"Arya dengarkan dulu alasan adikmu" ucap Rian menengahi.


"kak kakak tau kan aku dan Kai kami berdua saling terhubung, aku tau kakak khawatir padaku aku sangat mengerti kekhawatiran kakak, aku berjanji akan menghindari masalah dan akan berlatih dengan giat, aku akan bisa melindungi diriku sendiri, aku meninggalkan Kai bersamamu karena aku ingin kakak tenang, sejauh apapun jarakku dengan Kai selagi itu masih di dunia ini Kai bisa merasakan keberadaanku, Kai akan tau saat aku sedang terluka atau apapun, alasanku meninggalkannya karena aku tidak ingin kakak khawatir"


"hah? apa maksudmu? kenapa kamu dan Kai saling terhubung?" tanya Kemala bingung.


"emm i-ituu...."


"aku akan menjelaskannya nanti" potong Arya.


"aku tau niatmu baik, tapi aku tidak tenang kalau kamu pergi sendiri" sambung Arya lagi.


"kakak ayolahh, aku bukan anak kecil lagi, aku janji aku tidak akan melanggar satupun perjanjian kita, aku akan makan teratur, tidur cukup, tidak sembarangan bertarung, mandi denga.."


"cukup! aku percaya jadi hentikan" ucap Arya sedikit kesal.


"jadi? boleh kan aku pergi sendiri?"


"baiklah, kamu itu sangat keras kepala, aku tidak bisa mencegahmu" ucap Arya menyerah.


"hahaaaa bagus bagus, kakakku memang yang terbaik"


Pada akhirnya Arya kembali kalah oleh kekeras kepala an Dirga, anak itu mewarisi 100% sifat keras kepala ibunya, jadi tak heran kalau dia punya keinginan maka tidak ada satupun yang bisa menghentikannya.


Dengan berat hati hari ini Arya akan melepaskan adiknya, satu satunya keluarganya yang masih tersisa akan pergi meninggalkannya, alasan sesungguhnya Arya melarang Dirga pergi bukan karena takut adiknya akan terluka, tapi lebih pada dia takut adiknya, satu satunya keluarga yang dia punya akan melupakannya.


"paman bibi aku pamit, aku titip kakak😁"


"memangnya aku anak kecil" dengus Arya.


"berhati hatilah Dirga"


"jangan sungkan meminta pertolongan jika benar benar butuh" ucap Riian.


Dirga tersenyum mendengar pesan dari orang orang di sekitarnya, memang Dirga masihlah sangat muda, anak berusia 13 tahun yang sudah membulatkan tekat mencari kakeknya dan mengasah kemampuan di alam bebas, andai Arya bisa mengikuti adiknya pasti anak itu akan ikut pergi, namun dia sadar cara terbaik melindungi adiknya dari musuhnya (pamannya) adalah dengan berada sejauh mungkin dari adiknya.


"Kai aku pergi"


"kau benar benar akan meninggalkanku?"

__ADS_1


"hehee aku akan kembali menjemputmu dan kakak, baik baik di sini yaa, lindungi bibi guru dan adik bayi yang ada di perut bibi"


"d-dari mana kamu tau.."


"aku tidak bisa menjelaskannya, tp aku tau ada kehidupan kecil di perut bibi😊"


"Dirgaa🥺 .. cepat kembali dan bermain bersama adikmu ini" ucap Kemala nanar.


"siap, semuanya aku perg.."


"tunggu!" seru Arya.


"kenapa kak?"


"bawa ini" ucapnya memberi cincin peninggalan ibunya.


"kakak gunakan semua itu untuk meningkatkan kemampuanmu, aku bisa makan dengan berburu dan uang di cincin ruang milik ayah sudah lebih dari cukup untukku" jawab Dirga menolak.


"tapi.."


"kakak aku pergiii"


"WUSHH"


Dengan kecepatan penuh Dirga lari meninggalkan orang orang dekatnya, anak itu tidak memberi kesempatan bagi kakaknya untuk menunda kepergiannya.


Rian melongo karena baru tau bahwa Dirga bisa lari secepat itu, dan Arya termangu karena adiknya benar benar pergi meninggalkannya.


"kakak tenang saja, aku akan kembali dan membantumu merebut tahta" gumam Dirga di tengah larinya


"Dirga ibu ingin bicara padamu"


"kenapa bu? Dirga ngantuk" keluh Dirga.


"ibu tidak bisa merangkai kata kata seperti ayahmu, ibu cuma wanita serampangan yang tidak bisa jadi ibu yang baik"


"apa yang ibu bicarakan? aku tidak mengerti" ucap Dirga bingung.


"nak kamu harus tau, Arya kakakmu bukan putra kandung ayah dan ibu"


"hmm😮??"


"sembilan tahun lalu ibu menolongnya dari kematian, kakakmu adalah seorang pangeran yang haknga di rebut saudaranya, demi keselamatannya orang tua kandungnya meminta ibu untuk membawa kakakmu dan semenjak itu dia menjadi anak ibu, tapi nak perlu kamu ingat apapun yang terjadi di masa depan adalah taktir, hal baik ataupun buruk yang terjadi bukan salah siapa siapa, berkat kakakmu kamu bisa terlahir di dunia ini jadi berjanjilah pada ibu, suatu saat nanti jika di dunia ini hanya ada kalian berdua kalian harus saling melindungi"


"memangnya ayah dan ibu kemana?" tanyanya makin tidak mengerti.


"nak saat ini kamu masih terlalu kecil untuk memahami situasi, tapi berjanjilah kamu akan menjadi anak baik"


"ibuu Dirga memang nakal tapi kan Dirga tidak pernah jahat, jadi Dirga anak baik kan?"


"emm Dirga adalah anak baik, jadi bisakah Dirga melindungi kakak?"


"hmm Dirga akan melindungi kakak" jawabnya polos.


End...


Dirga masih larut dalam kenangan lamanya, ingatan itu adalah ingatan tepat sebelum ibunya pergi selama hampir satu bulan, dulu memang dia belum begitu mengerti dengan apa yang di ucapkan ibunya, tapi sekarang dia sudah sepenuhnya paham bahwa ibunya ingin dia melindungi kakaknya.

__ADS_1


"aku akan melindungi kakak bu, dan aku harus menjadi lebih kuat agar aku bisa menjadi pedangnya" batin Dirga penuh keyakinan.


Suasana di sekte ombak laut, tepatnya di rumah bambu milik Kemala sangat berubah, padahal hanya satu anak yang pergi tapi suana di rumah itu seketika terasa mati, Arya yang memang dasarnya pendiam kininsdmakin menjadi jadi, anak itu semakin jarang bicara semenjak kepergian adiknya.


Tetua Seto yang sudah seperti saudaranya juga ikut muram karena merasa tak ada teman ngobrol seasik Dirga di tempat itu, perubahan paling besar terlihat pada diri Kai, harimau besar yang biasanya berdiri gagah di pintu gerbang sekte terlihat meringkuk di pojokan.


"ada apa dengannya, kenapa dia terlihat sangat lesu?"


"entahlah, sudah dua hari ini dia terus meringkuk di pojokan"


"hustt, kalian ini kenapa ngerumpi? jaga gerbang dan jangan banyak bicara" perintah Bimo tegas.


Sudah dua hari lamanya Dirga berlari tanpa istirahat, kesempatan ini dia gunakam untuk mengasah ketangkasan bentuk serigalanya, serigala muda berwarna abu abu yang gagah itu benar benar bisa berlari sampai 2 hari lamanya tanpa istirahat.


"hosh hoshh ... hahh aku lelah sekali, rasanya seperti mau mati" keluhnya mengelap keringat.


"uh begitu berhenti aku merasa sangat lapar, aku harus makan sesuatu"


Dengan segera anak itu mengeluarkan belati andalannya, dia ingi segera makan apapun untuk mengisi perutnya, terlihat seekor kelinci berlari di depannya dan tanpa basa basi.


"zlepp" belatinya dengan mulus mendarat di tubuh si kelinci.


Langsung saja anak itu menguliti kelinci dan segera menyiapkan api untuk membakarnya, namun sayang membuat api adalah hal yang sama sekali tidak bisa dia lakukan.


Sudah berbagai cara dia coba, menggesekkan batu menggesekkan kayu dan banyak lagi, tetap saja api tidak mau menyala.


"draap draap .. greb"


"hoooyyyyy beraninya kau mencuri kelinciku"


Seekor serigala hutan berhasil mencuri kelinci tepat di hadapan Dirga, anak itu dengan kecepatan penuh langsung berlari mengejarnya.


"huaaaa bruukkk"


Tanpa anak itu sadari tubuhnya sudah terjatuh kedalam lubang yanh cukup dalam, entah kesialan macam apa yang mengutuk dirinya, sudah gagal makan jatuh ke lubang pula.


Tapi namanya anak muda tentu saja tak mudah menyerah, lubang yang mirip sumur kecil itu rupanya memiliki banyak cabang di dasarnya, Dirga mencoba menyusuri tiap cabangnya dan berharap bisa keluar dari sana.


"ohhh si*l, apa aku akan mati di sini" keluhnya karena sudah kelelahan.


Meski terus mengumpat anak itu masih berusaha menyusuri lorong hrlap di depannya, sampai ada sesuatu yang menarik perhatiannya, sebuah benda bulat berwarna kuning terletak di sela sela tanah.


"hmm benda apa ini? mirip telur, tapi telur apa yang berwarna kuning begini" ucapnya bingung.


"hahh terserah lah mau telur apa saja asal bisa di makan ya aku makan saja, dari pada aku mati kelaparan di sini"


Tanpa basa basi lagi Dirga mencari tempat yang tidak terlalu lembab, anak itu kembali mencoba menyalakan api dengan segenap kemampuannya, 10 menit, 30 menit, sampai 1 jam lamanya masih tidak ada api yang bisa Dirga nyalakan.


"huaaa kakakk bagaimana ini? sial*n kenapa aku sama sekali tidak bisa menyalakan apii?"


"hahhh .. bruk"


Dalam keputus asaan siapa sangka anak itu justru jatu tertidur, mungkin karena terlalu lelah dan dongkol anak itu langsung tidur dengan lelap.


"krakkk"


.....bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2