Anak Serigala

Anak Serigala
Gadis yang suci


__ADS_3

"kalau begitu kenapa kamu tidak membuat warnamu sendiri?" ucap Dirga.


"maksudnya?"


"aku tidak terlalu mengerti dengan makna makna yang baru saja kamu katakan, tapi kalau memang menurutmu kamu tidak merasa hidupmu tidak seperti makna bunga Peony kenapa kamu tidak membuat warnamu sendiri? apapun arti dan makna namamu hidupmu adalah milikmu warna apapun yang akan ada nantinya itu adalah hakmu, jadi buat saja warnamu sendiri"


"hidupku adalah milikku? tapi aku adalah budak, budak yang kabur hiks" tangisnya.


"memangnya menjadi budak adalah keinginanmu? toh sekarang kamu sudah kabur, jadilah Peony kuning untuk memulai hidup baru dan percaya dirilah karena kamu juga peony putih yang cantik, terus maju kedepan dan jaga kehormatanmu karena kamu juga peony merah, dan jadilah peony merah muda yang akan hidup bahagia dengan pernikahanmu suatu hari nanti" cerosos Dirga serius.


"apa aku bisa menjadi peony semua warna?"


"sudah ku bilang hidupmu adalah milikmu kamu boleh jadi warna apapun" ucap Dirga serius.


"begitu yah? terimakasih atas saranmu, tapi untuk menjadi peony merah dan merah muda sepertinya aku tidak bisa"


"kenapa?" tanya Dirga dengan tatap mata polos.


"aku sudah tidak bisa menjaga kehormatanku karena kesucianku sudah di renggut, dan mana mungkin aku menikah jika sudah begini" ucap Peony getir.


"ahhh i-itu.."


"aku juga tidak berharap sejauh itu, tapi aku senang mendengar ucapanmu, terima kasih Dirga" ucap Peony tersenyum tulus.


"tidak perlu berterima kasih aku hanya bicara"


"papa aku lapar"


"kamu lapar? kalau begitu aku akan pergi berburu, kamu di sini saja bersama Peony yah?"


"apa kamu benar benar bisa memahami bahasanya?" tanya Peony penasaran.


"anggap saja aku bisa telepati dengannya"


"ohh ya ya" ucap Peony manggut manggut.


Setelah selesai isi perut Dirga kembali melakukan perjalanan, tapi sejak pagi tadi gadis yang bersamanya sangat banyak bicara, seolah sudah tidak ada beban lagi dalam pikirannya.


Dirga berpikir mungkin gadis itu adalah gadis yang ceria, namun karena musibah yang menimpanya dia berubah jadi pendiam, tapi untungnya dia sudah kembali ceria sekarang.


"ngomong ngomong kamu hanya tau makna bunga peony atau banyak bunga lagi?" tanya Dirga membuka pembicaraan.


"aku lumayan tau banyak tentang bunga karena ibuku orang yang membudidayakan bunga"


"oh ya? apa bunga bunga itu dia budidaya sendiri?"


"yaa, ibuku sangat terampil dalam merawat bunga, rumahku sudah seperti taman asal kamu tau" jawab Peony bersemangat.


"apa kamu hanya tinggal berdua dengan ibumu?"


"yaa, ayahku sudah meninggal sejak aku kecil dan aku adalah anak satu satunya, kalau kamu?"

__ADS_1


"aku? emm aku mempunyai seorang kakak yang jenius tapi dia sangat pemarah"


"ohya? sejenius itukah dia?" tanya Peony antusias.


"yaa dia jenius, dia bisa menciptakan banyak ramuan, dia juga sangat cerdas dalam belajar, dan yaaa bisa ku katakan dia maniak buku, dulu dia tidak pernah lepas dadi yang namanya buku sampai ibuku marah" jelas Dirga panjang.


"berapa usia kakakmu?"


"16 tahun lewat 3 bulan"


"hah? kakakmu seumuranku? lalu umurmu?"


"aku baru 13 tahun"


"apa? kamu masih semuda itu? kukira kamu sudah usia 20 an" pekik Peony kaget.


"memangnya mukaku setua itu?"


"emm kalau di lihat lihat sebenarnya tidak juga, mungkin karena alis tebal dan cara bicaramu yang terkesan dewasa jadi aku berpikir kalau kamu sudah setua itu, lagian mana ada anak 13 tahun yang sejangkung dirimu? tinggiku jauh lebih tinggi dariku jadi kupikir kamu lebih tua"


"memangnya aku setinggi itu yah? tapi kalau di pikir lagi ayahku memang tinggi sih" ucao Dirga.


"kalau ibumu?"


"ibuku badannya kecil, tidak jauh beda darimu, tapi dia adalah monster"


"monster?"


"yaa, walaupun badannya kecil dia sangat kuat, bahkan ayahku yang badannya tinggi besar takluk padanya, dia juga monter pemarah setiap aku melakukan kesalahan dia akan marah marah sampai telingaku panasa, dan kamu tau dia sangat hobi menyentil jidatku sampai rasanya jidatku akan terbelah" ucap Dirga bersungut sungut.


"kenapa kamu berpikir begitu?"


"karena dia memiliki anak yang baik jadi kurasa dia adalah wanita yang sangat baik😊"



"emmm yahh dia memang keras dan bermulut pedas tapi kamu benar, ibuku adalah wanita yang sangat baik, entah kenapa aku selalu terbayang bunga harum yang memiliki kelopak putih saat mengingatnya, meski aku sering bilang dia monster tapi ibuku adalah seorang dewi, dia dewi yang sangat baik, sampai akhir hayatnya pun dia hanya mempedulikan anak anaknya"


"sampai akhir hayat? jangan bilang.."


"ibuku sudah tiada sejak aku berusia 6 tahun"


"lalu ayahmu?"


"dia juga sama"


"ohh maafkan aku"


"kenapa kamu selalu minta maaf untuk segala hal?" tanya Dirga tak mengerti.


"karena aku tanpa sengaja mengingatkanmu pada kematian orang tuamu"

__ADS_1


"tidak masalah, toh ingatanku tentang mereka ingatan bahagia"


"kau bilang kau punya kakak tapi kenapa kalian tidak bersama,dan di mana kakakmu?" tanya Peony penasaran.


"kakakku ada di suatu tempat dan alasan kami tidak bersama ini untuk kebaikan kami berdua"


"aku tidak mengerti"


"intinya aku dan kakakku berjalan di jalan berbeda, tapi tujuan kami sama, kami berdua berpisah untuk kebaikan kami masing masing"


"ohh begituu, aku penasaran dengan kakakmu"


"kakakku badannya lebih kecil dariku, kulitnya sama putihnya denganku tp warna putihnya sedikit lebih pucat, dia jarang bicara tapi sekali bicara tingkat kepedasannya melebihi pedasnya mulut ibu kami, tapi yaaa dia sama seperti ibuku dia sebenarnya orang yang baik" ucapnya menjelaskan.


"bagaimana dengan sifat ayahmu?"


"wajahnya mirip denganku tapi kulitnya lebih gelap, dia pandai meramu obat seperti kakakku tapi sifatnya agak mirip denganku, ayahku mudah bergaul dan dia orangnya sangat lembut dan penyayang" jelas Dirga lagi.


"jadi kamu mirip dengan ayahmu dan kakakmu mirip ibumu?"


"yup"


"kalau kamu?"


"aku? emm aku tidak banyak tau tentang ayahku tapi ibuku orangnya lembut, tutur katanya juga sangat halus tapi yang jelas aku sangat berbeda dengannya, jadi kupikir kemungkinan aku mirip ayahku"


Keduanya terus bercerita panjang lebar, mereka saling berbagi kenangan masa kecil yang cukup menyenangkan, sangat jelas binar mata Peony sangat gembira, sangat jah berbeda saat mereka baru pertama bertemu.


"apa aku boleh tanya sesuatu?"


"tanya apa?"


"kenapa kamu bisa jadi budak?"


"DEG"


Tiba tiba saja Peony berhenti berjalan, kakinya bergetar hebat mendengar pertanyaan Dirga.


"ahh maaf .. harusnya aku tidak menanyakan itu" ucap Dirga panik saat menyadari perubahan ekspresi Peony.


"tidak apa apa, aku hanya kaget karena tiba tiba kamu menanyakan itu" jawab Peony tertunduk.


"kamu tidak perlu menjawabnya, lupakan saja pertanyaan ta.."


"tidak papa aku akan memberitahu mu .. sebenarnya aku sedikit mirip ibuku, aku menyukai bunga sepertinya, dua tahun lalu ibuku kehabisan bunga melati dan aku berinisiatif mencarinya di hutan, tapi mungkin aku terlalu dalam masuk ke hutan dan tanpa sengaja aku bertemu babi hutan, karena takut aku berlari tanpa arah dan tersesat, saat aku sedang ketakutan aku bertemu beberapa orang dan mereka bilang akan membawaku ke desa, karena kupikir mereka orang baik aku mengikutinya tanpa curiga sedikitpun, tapi saat masuk desa tiba tiba mereka membekapku lalu menjualku ke pedagang budak, aku di kurung di ruangan sempit bersama beberapa gadis di sana, setelah beberapa hari ada seseorang yang membeliku lalu aku di bawa ke rumahnya, di sana ... di sana aku di perlakukan layaknya binatang, dia memukul menjambak dan menendangku saat aku menolak melayaninya, padahal dia laki laki yang sudah memiliki 3 istri, dia juga memberiku makanan sisa, dia merampas kesucianku dan selalu membuatku t*lanjang setiap hari, bahkan anak anaknya juga melakukan hal yang sama padaku, rasanya aku ingin mati setiap detiknya, tapi tidak ada apapun yang bisa aku lakukan selain menangis, aku hanya di jadikan sebagai alat pemuas nafsu mereka, aku kehilangan kesucianku kehilangan diriku dan kehilangan hidupku, it-itu sungguh kenangan yang sangat menjijikan, aku sungguh menjijikan😭" tangisnya tak tertahan.


"ka-kau di perlakukan seperti itu selama 2 tahun?" tanya Dirga tak percaya.


" ... " Peony hanya mengangguk tanpa menjawab.


Air matanya mengalir dengan derasnya, segala luka yang dia pendam selama ini dia keluarkan dan tumpahkan begitu saja, kenangan pahit dan menjijikan yang aka selalu tertanam di hati dan ingatannya sampai gadis itu mati nanti.

__ADS_1


"kamu salah Peony, kamu bukanlah gadis yang menjijikan, setiap wanita di dunia ini layak di hormati dan di hargai, bagiku sampai kapanpun kamu adalah gadis yang suci"


.....bersambung.....


__ADS_2