Anak Serigala

Anak Serigala
Bukan mimpi


__ADS_3

"sampai kapan kanu menangis begitu? bajuku penuh ingus nih" kepuh Dirga meledek.


"huaaa tuan muda jahat, jahat sekali" tangis Emely tak peduli.


"😑 au ah"


Sudah lebih dari 1 jam emeli menangis di pelukan Dirga, tak peduli seberapa keras Dirga mencoba melepasnya cengkraman tangan Rmely justru makin kuat, bocah kecil yang tadinya tertidur sampai bangun kebingungan karena Emely menangis seperti bocah.


Ya sebenarnya apa yang Emely lakukan tidak terlalu berlebihan mengingat perjuangannya selama ini, dia sudah berjalan sendirian lebih dari 18 bulan dengan menggantungkan harapan keberadaan Dirga, dan saat bertemu tentu saja kebahagiaan meluap di hatinya.


"hiks t-tuan dari mana saja?" tanya Emely menyeka air mata dan ingusnya.


"tentu saja bertahan hidup, kamu pikir aku habis liburan?" celetuk Dirga seperti biasa.


"hiks tuan masih galak saja" ucapnya sesegukan.


"haiss"


"apa selama ini tuan juga mencariku?"


"tidak! kupikir kamu sudah mati" jawabnya lempeng.


"buaakkk"


"br*ngsek" gumam Emely setelah memukul bahu Dirga kesal.


"apa? telingaku tadi mendengar sesuatu"


"br*ngsek br*ngsek br*ngsek, dasar kamu laki laki br*ngsek" teriak Emely kesal.


"anjaay lemes bgt mulutnya mbak😱"


"huh menyebalkan" Emely merengut saking kesalnya.


"maaf maaf aku bercanda, aku baru saja keluar seminggu lalu" ucap Dirga serius.


"keluar? keluar dari mana?"


"panjang ceritanya"


"ceritakan padaku sekarang" rengek Emely penasaran.


"nanti malah kamu tidur"


"tidak! cepat ceritakan"


"hisss tidak sabaran babget si ahh, sabar ngapa"


"🥺🥺🥺" tatapan Emely.


"idihh iya iyaaa aku cerita"


Satu setengah tahun yang lalu


"uhuk uhuk"

__ADS_1


"kau sudah bangun?"


"hng? siapa?"


"ya ampun apa petir sudah melelehkan otakmu? kamu tidak mengenalku?" tanya sesosok wanita berambut putih.


"i-ibu?"


"hehe apa kabar Dirga😊"


"IBU? kamu benar ibuku😳?" tanya Dirga melotot tak percaya.


"apa kamu tidak mau memelukku?" tanyanya merentangkan tangan.


"😢 i-ibu .. hikss ibuu" tangisnya langsung memeluk ibunya.


Bagikan mimpi di siang bolong pertemuan Dirga dengan ibunya setelah hampir 10 tahun berpisah membuatnya tak percaya, apalagi wajah wanita itu masih sama persis seperti saat terakhir kali dia bertemu dulu.


Wanita dengan paras ayu yang tubuhnya kecil seperti gadis berusia belasan tahun adalah sosok Alara yang terakhir kali Dirga lihat, pelukan hangat yang terasa begitu nyata membuatnya yakin kalau pertemuan ini bukanlah mimpi.


"ibu ke mana saja? kenapa baru sekarang menemuiku bu🥺" ucap Dirga terus menangis.


"Dirga putraku yang tampan, apa cuma itu yang ingin kamu tau setelah sekian lama tidak bertemu? kamu tidak penasaran apa ibu masih hidup atau sudah mati?"


"ibu bicara apa?"


"nak sosok q yang kamu lihat sekarang ini memang nyata, tapi aku untuk waktu sekarang sudah mati, dengarkan ibu baik baik karena ibu tidak memiliki banyak wak.."


"tunggu tunggu! ibu bicara apa sih? aku tidak mengerti" ucap Dirga kebingungan.


"Dirga dengar! meski kamu tidak secerdas kakakmu tapi kamu pasti sadar kan hubungan ibu dan Kai sudah terputus? ibu sudah mati tapi ibu bisa datang kemari berkat sesuatu yang istimewa yang ada pada ibu, dengarkan ibu baik baik setiap mahluk bernyawa di dunia ini memiliki takdir mereka sendiri sendiri, begitu juga kamu dan kakakmu ibu ayah dan semuanya, tapi kamu dan kakakmu mempunyai takdir yang sedikit buruk, sebagai orang tua ibu berusaha sebisa ibu untuk menyingkirkan nasib buruk dari anak anak ibu, tapi sebagai ganti karena melawan takdir tentu harus ada bayaran atas semua itu, tapi sungguh nak sedikit pun ibu tidak menyesal dengan pilihan ibu karena atas apa yang ibu pilih ibu berkesempatan mrlihat wajah putra ibu yang mulai tumbuh dewasa, kamu ingat pesan ibu untuk selalu bersama kakakmu kan?"


"ibu tau kamu mendukung kakakmu dengan caramu sendiri, tapi untuk sekarang kamu harus mengikuti cara ibu"


"maksudnya?"


"nak tinggalah di sini untuk waktu yang lama, latih tubuhmu dan kuasai segala kekuatan yang aku wariskan padamu, jadilah kuat dan lindungi kakakmu"


"kenapa aku harus melindungi kakak bu? kan kakak sudah tidak sakit"


"ibu tau ibu egois, tapi tolong kabulkan permintaan ibu satu kali ini saja, lindungi kakakmu Dirga di dunia ini cuma kamu yang bisa melindungi Arya, kamu di lahirkan dengan takdir itu"


"a-aku?"


"suatu hari nanti bukan hanya kakakmu tapi seluruh mahluk yang ada di dunia ini akan terancam musnah, kamu harus menjadi kuat untuk bisa melindungi semuanya, setelah kamu berhasil melindungi semuanya kamu bisa bebas menjalankan pilihan hidupmu sendiri"


"ibu aku tidak mengerti apa yang ibu katakan" ucap Dirga makin kebingungan.


"CUP"


"😊 ibu menyayangimu Dirga, jadilah kuat"


"bu .. ibuu IBUUUU" teriak Dirga tersentak.


Dirga bingung karena dia tertidur sendirian, di sekitarnya tidak ada ibu yang tadi bicara dengannya, dan lagi suasana di sekelilingnya benar benar asing.

__ADS_1


"kamu sudah bangun?"


"si-siapa kamu?" tanya Dirga bingung.


"apa otakmu meleleh saat di sambar petir sampai tidak mengenali aku?"


" ... " (njir Dejavu)


"aku Abel, masa kamu melupakanku"


"o-ohh Abel, roh air?"


"memangnya kamu kenal Abel yang lain?"


"tidak"


"bagaimana tubuhmu?"


"aku merasa seperti di rayapi oleh ribuan semut"


"berarti efek petirnya belum hilang🤔, aneh padahal sudah 1 minggu setelah kejadian itu"


"seminggu? t-tunggu! di mana temanku?"


"teman?"


"iya dia seorang gadis dan kadal merahku mana?"


"hmmm jadi kamu sudah mulai mendekati gadis? kamu masih terlalu bocah nak" ucapnya dengan nada datar.


"hey ayolahh, katakan di mana mereka?"


"mungkin sudah mati, kamu pikir siapa yang akan bertahan saat di hantam petir sebesar itu?"


"a-apa?"


"tapi tenang saja kadalmu masih hidup"


"sungguh? di mana dia?"


"di sana" ucap Abel menunjuk ke atas.


Saat ini Dirga berada di bawah Air, Abel menciptakan ruang di dalam lautan untuk di tempati olehnya, berbeda dengan Dirga Neesa adalah naga api, secara alami naga kecil itu tidak bisa berlama lama terkena air jadi Abel menitipkan Neesa pada Billi si roh tanah.


Abel dengan singkat menjelaskan situasi pada Dirga, dia juga menjelaskan bagaimana Dirga bisa bwrakhir bersamanya, Dirga sendiri hanya termangu dengan penjelasan yang di dengarnya, apa lagi kapal yang di naikinya hancur berkeping keping.


"sekarang apa yang harus aku lakukan?"


"bukankah ibumu sudah menjelaskan?" ucap Abel.


"hmm ibu? tu-tunggu tunggu! jadi yang aku alami bukan mimpi?" tanya Dirga penasaran.


"sekarang aku tanya padamu bocah, apa pelukan ibumu terasa seperti mimpi? tidakkah rasa hangatnya nyata?" tanya Abel serius.


"tidak! sekalipun itu mimpi aku akan merasakan pelukan itu dengan sangat nyata, rasa hangatnya sama persis seperti pelukannya terakhir kali"

__ADS_1


"tentu saja itu terasa nyata, karena itu BUKAN MIMPI"


.......bersambung.....


__ADS_2