
"baiklah, kalau begitu dengarkan aku tuan.
Delapan tahun yang lalu adalah perjumpaan pertamaku dengan Arya dan Dirga, saat itu aku masih murid luar karena kemampuanku sangat buruk, lalu sekitar seminggu setelah kedatangannya guruku dan gurunya melakukan misi bersama selama hampir 2 bulan, namun sayang mereka kembali dalam keadaan kritis dan guruku tewas.
Aku sangat putus asa karena jika guruku mati maka aku akan segera di usir dari sekte karena aku hanya anak miskin yang masuk sekte atas pertolongan guru, tapi 2 hari setelah pemakaman guruku Dirga datang menemuiku, bocah yang baru berusia 6 tahun itu menghiburku yang usianya 5 tahun lebih tua darinya.
Dia anak baik dan juga sangat peka, sifatnya ceria dan sangat mudah bergaul, aku merasa berhutang budi padanya karena berkatnya aku bisa jadi murid luar dibawah bimbingan gurunya, sejak saat itu aku mulai mendekatinya karena aku merasa memiliki hutang budi.
Tapi anak sekecil itu bisa dengan tegas mengatakan "jangan mendekatiku hanya karena rasa hutang budi, dekati aku karena kakak ingin jadi temanku" awalnya aku bingung dengan kata katanya tapi tak lama aku tersadar, bukan hanya peka tapi dia seolah bisa merasakan ketulusan hati seseorang.
Aku malu sangat malu dengan perkataannya, tapi dari pada terus merasa malu aku memilih untuk mendekatinya dengan tulus dan pertemanan itu berjalan dengn baik, dia banyak mengajariku cara menggunakan pedang agar lebih efektif, dia juga tak ragu memberiku beberapa sumber daya berharga yang bahkan untuk membayangkan saja aku tidak berani.
Sejak saat itu aku tersadar dia anak yang sangat baik dan aku bersumpah akan selalu berada di pihaknya, dan jika aku sudah bertambah kuat aku akan melindunginya, yaa walaupun dia jauh lebih kuat dariku.
Tapi 4 tahun yang lalu aku merasa sangat bersalah, saat aku pikir aku sudah cukup dekat dengannya dan mengenalnya, aku baru tau kalau dia dan kakaknya mendapat perlakuan buruk dari beberapa anak keturunan petinggi sekte, aku yang sudah bersumpah pada diriku sendiri merasa sangat malu karena tidak tau apapun.
Tapi lagi lagi anak itu dengan santainya bilang "aku tidak mau menunjukan kesulitan pada teman sendiri karena aku yakin bisa melewatinya" bukankah kata katanya terlalu bijaksana untuk anak yang baru berusia 10 tahun? tapi yaa sejauh yang aku kenal memang begitulah sifatnya.
Sejak saat itu aku lebih berusaha semakin meningkatkan latihanku karena tekadku untuk selalu berdiri di sampingnya semakin kuat, bahkan beberapa kali aku melakukan latih tanding dengannya sampai aku pingsan, tapi setiap aku meminta dia akan senang hati meladeniku, dia bilang akan semakin bagus jika aku sering pingsan.
Sebelum dia pergipun kami berdua sempat mengikuti tetua kami untuk menjalankan misi, dia benar benar anak yang hebat dan tangguh makanya aku sampai sekarang masih tidak percaya kalau dia sudah pergi, tapi kenyataan bahwa Kai kehilangan kemampuan bicaranya tidak bisa di pungkiri" ucap Bimo tertunduk.
"Kai? siapa dia? dan apa sangkutannya dengan kematian adiknya?"
"Kai adalah siluman harimau putih yang melakukan kontrak dengan ibu mereka berdua, karena ibu mereka sudah meninggal kontraknya pindah ke Dirga, tapi satu tahun lalu kontrak mereka terputus dan Arya bilang kemungkinan adiknya mati" Bimo tertunduk.
__ADS_1
"maksudmu siluman harimau putih yang sangat besar itu?"
"tuan tau?"
"yaa dia dulu bersama wanita itu saat adikku melahirkan, lalu setelah putus kontrak harimau itu kemana?"
"dia sedang berburu, mungkin sebentar lagi dia datang"
"tidakkah harimau itu pergi?"
"sepertinya dia sama seperti kami, dia masih mengharapkan tuannya kembali" ucap Bimo penuh harapan.
"kembali? tapi bukannya.."
"memang kemungkinan besar Dirga sudah mati, tapi melihat Kai masih hidup maka masih ada harapan Dirga juga masih hidup, mungkin saja dia sedang dalam keadaan lemah atau apa sampai kontraknya terputus, hhh aku sangat berharap dengan keajaiban semacam itu" hela nafasnya berat.
"menurut sepengetahuan Arya kontrak Kai dengan keluarganya baru kisaran 20 tahun, peraturannya kontrak terpendek bisa di putus setelah 50 tahun, dan dalam waktu 50 tahun tersebut jika pencipta kontrak bertambah kuat maka Kai semakin kuat dan sebaliknya, jadi kemungkinan kalau Dirga mati maka Kai juga harusnya mati, makanya Arya punya kesimpulan bahwa ada kemungkinan Dirga masih hidup" terang Bimo menjelaskan.
"hmm begitu ya? aku juga berharap anak itu masih hidup, aku sangat penasaran dengan sosoknya yang sangat di sayangi oleh Arya"
"mereka berdua itu memang saling menyayangi satu sama lain meski bukan saudara kandung, aku saja tidak sedekat itu dengan kakakku dulu"
* * * * *
__ADS_1
"🎶hm hmm mmmmm"
"matahari sudah hampir terbit tapi bulan itu masih belum mau turun" gumam seorang gadis sendirian.
Gadis itu adalah Emely yang sudah 1 stgh tahun berkeliling mencari Dirga, melewati pagi siang sore malam hingga pagi lagi selalu sendirian, entah sihir macam apa yang membuatnya tak menyerah mencari pemuda bernama Dirga itu.
"uhhh badanku pegal sekali, ini semua gara gara serigala menyebalkan semalam" gerutunya.
"tapii aku sudah bisa mengatasi siluman seperti itu sendirian, kedepannya aku akan berusaha lebuh keras lagi" gumamnya senang.
Bertahan sendirian di dunia yang keras bukanlah hal yang mudah, kerap kali berpapasan dengan masalah hingga maut sudah Emely jalani tak terhitung berapa kali, tapi semua itu sama sekali tidak bisa mengubah tekadnya untuk bisa bertemu dengan pemuda yang sudah seperti tuan baginya.
Mungkin karena Dirga satu satunya orang yang tidak memanfaatkan maupun menganggapnya beban yang membuatnya sangat percaya padanya, beda dari sebelumnya saat dia di manfaatkan atau di anggap beban oleh kelompoknya.
"hahh aku lapar sekali, tapi koin yang kupunya tinggal sedikit, apa sebaiknya aku mencari makanan di hutan saja" ucapnya sambil berpikir.
"la la laaa hm hm hmmm"
"eiiss aku tidak bisa bersenandung sedikitpun, payah sekali aku ini" gerutunya kesal sendiri.
"nah sekarang ayo tangkap mangsa sebanyak banyaknya, aku ingin makan ayam hutan 😋"
"kwahahahaa" dia lari sambil tertawa.
"hoshh hoshh apa aku mulai gila? ini aneh kenapa aku tertawa sendirian😳"
__ADS_1
.......bersambung.........