Anak Serigala

Anak Serigala
Manusia yang kejam


__ADS_3

"apa lukamu sudah benar benar pulih nona?"


"ini sudah jauh lebih baik tuan, aku tidak bisa terus berdiam diri di sini tanpa tau keberadaan tuanku" ucap Emely jujur.


"mendengar ceritamu beberapa waktu lalu aku ragu kalau tuanmu masih hi.."


"dia masih hidup" serobot Emely penuh keyakinan.


"tapi nona tubuhmu belum pulih sepenuhnya, kamu bisa tetap di sini sampai kamu benar benar pulih" ucap ibu Kiara.


"nyonya aku sungguh berterima kasih sebanyak banyaknya pada kalian sekeluarga, tapi hatiku takkan tenang kalau aku belum menemukannya"


"kau tau kan dunia luar sangt berbahaya?" tanya ayah Kiara.


"aku tau sangat tau, karena itulah aku harus segera bertemu dengannya" jawabnya pelan.


"kau ini keras kepala yah?"


"tuan nyonya aku sungguh takkan pernah melupakan kebaikan kalian, jika suatu saat nanti aku bisa membalasnya maka aku akan membalas kebaikan kalian 2 kali lipat" ucap Emely memberi hormat.


"ahh kupikir kau akan membalas 10 kali lipat"


"hah😮"


"sayang kalau bercanda jangan keterlaluan" seru istrinya marah.


"hehee maaf maaf aku hanya bercanda, nah sebelum pergi bawa ini bersamamu"


"i-ini.."


"bukannya kamu bilang kamu pengguna pisau? mungkin ini akan sedikit berbeda tapi aku harap ini bisa membantumu di perjalanan"


"🙂 terimakasih tuan kalian baik sekali pada orang asing sepertiku"


"bawa juga ini"


"apa ini?"


"ini adalah rumput laut yang sudah aku olah dan keringkan, saat kamu memasukkannya ke mulut dan terkena air ludahmu mereka akan mengembang dan bisa kamu makan saat keadaan darurat" jelas ibu Kiara.


"terima kasih terima kasih" ucap Emely terus membungkuk.


"berhati hatilah😊"


"GYUT"


"kakak! apa kakak benar benar akan pergi? padahal aku senang kakak di sini🥺"


"Kiara suatu hari nanti saat aku jauh lebih kuat aku akan mengajakmu menjelajah dunia ini" bisik Emely pada Kiara.


"sungguh?"

__ADS_1


"emmm, sampai saat itu tiba teruslah jadi anak berbakti untuk kedua orang tuamu😊" ucapnya sambil mengelus kepala.


"iya, kakak hati hati di jalan, semoga bisa segera bertemu dengan tuan kakak" seru Kiara.


Emely berjalan memasuki hutan, sebelum pergi dia sudah di beri arahan oleh ayah Kiara agar bisa sampai ke desa sekitar 2 hari, ayah Kiara juga memberi tahu daerah hutan yang lumayan aman untuk di lewatinya.


Memang benar tubuhnya belum pulih sepenuhnya walau sudah istirahat 1 bulan lebih, tapi hati kecilnya selalu saja memintanya untuk segera pergi mencari Dirga.


Sebelum pergi Emely sudah menyempayka diri menyusuri area pantai, namun tidak ada tanda tanda apapun selain bebepa puing kapal yang berserakan.


"hhh semoga keyakinanku memang benar" gumamnya.


Dia terus berjalan menyusuri hutan hanya dengan bekal keberanian, meski gelap dan menakutkan gadis itu tidak gentar berjalan di tengah hutan belantara.


"rasanya aneh, aku mengikutinya baru sekitar 6 bulan tapi rasanya aku sudah sangat terbiasa dengannya" keluhnya saat terus mengingat Dirga.


* * * * *


"Arya apa kamu serius?"


"iya bibi, aku harus pergi"


"tapi bagaiman.."


"aku tau ini terkesan gegabah, tapi aku bersungguh sungguh dengan rencana ini, jadi jangan cegah aku" ucap Arya tegas.


Arya memutuskan keluar dari sekte dan mencari orang orang kepercayaan mendiang ayahnya, meski resikonya tinggi anak itu sudah tidak terlalu peduli lagi, toh sudah tidak ada siapa siapa lagi di sisinya saat ini begitulah pikirnya.


Kai yang kontraknya sudah terputus dengan Dirga memutuskan untuk tetap mengikuti Arya, bagaimanapun juga dia memiliki janji untuk melindungi anak tuannya dan sudah gagal 1 kali, jadi sekarang dia tidak akan ragu mengorbankan nyawanya untuk satu satunya putra tuannya yang tersisa.


Seminggu setelah Kai kehilangan kemampuan berbicaranya, Arya menjelaskan pada Kemala bahwa kemampuan bicara Kai adalah efek melakukan kontrak dengan ibu dan adiknya, jika kontrak mereka putus maka kemampuan Kai akan kembali seperti siluman biasa.


Hati Kemala sakit dan perih, wanita itu sama sekali tidak menyangka bahwa kepergian Dirga satu tahun lalu adalah kepergian untuk selamanya, padahal wanita itu berharap dia bisa menyaksikan kedua muridnya tumbuh semakin kuat dan menemukan kebahagiaan masing masing.


"apa yang harus aku lakukan kak? aku sudah gagal menjaga satu putramu, dan sekarang putramu yang lainnya juga berniat menentang bahaya" gumamnya tertunduk.


Arya sudah membulatkan tekad untuk mencari bukti kebenaran informasi tentang senopti Kelana, sungguh hal bagus jika itu memang benar, kalaupun itu hanya info palsu dia akan mencari sekutu lainnya.


Waktu terus berlalu, menjalani hari yang sepi sendirian seolah sudah membuat Arya menutup hatinya, beberapa bulam setelah Arya meninggalkan sekte Bimo bersikeras untuk ikut pergi, meski Arya tidak menyukai atau membencinya tapi Bimo sangat menyukainya (bukan suka cinta yah).


Bimo sendiri tau sifat dan sikap Arya sangat keras, apalagi semenjak insiden satu tahun lalu saat dia bilang adiknya mati, anak itu benar benar tanpa ekspresi sama sekali, tapi meski Arya seperti menganggapnya tak ada Bimo tau bahwa temannya memang sedang berada di masa tersulit.


"Arya aku menemuknnya"


"..."


"dia ada di hutan Odari"


"Odari?"


"iyaa aku sudah memastikannya"

__ADS_1


"ayo berangkat"


Arya Bimo dan Kai berlari menggunakan kecepatan terbaik mereka, orang orang yang Arya percayai sudah tau tentang siapa dirinya, hal itu tentu mengundang bahaya sendiri baginya, tapi Arya yakin sekarang dia sudah lebih dari mampu kalau sekedar melimdungi dirinya sendiri.


"ku dengar gadis itu sangat agresif"


"lalu?"


"aku kurang yakin kalau dia adalah orang terakhir yang bersamanya, lagian itu sudah lebih dari satu tahun.."


"aku takkan menyerah" ucap Arya datar.


"baiklah"


Hutan Odari adalah hutan yang terletak di bagian tengah kerajaan Awan, hutan subur yang di kelilingi tebing itu adalah tempat terbaik untuk bersembunyi.


"hutan ini sangat subur (sangat sangat rimbun karena banyak pohon besar dari pohon di hutan biasa)"


"setauku hutan ini memang di berkati dengan tingkat kesuburan yang luar biasa"


"energinya terasa sangat murni"


"benarkah? wahh kalau Dir .. ehhh"


"yaa benar, kalau dia di sini dia pasti sangat senang"


"aku tidak bermaksud"


"sudahlah cepat cari anak itu"


"kurasa tidak perlu mencarinya"


"kenapa?" tanya Arya bingung.


"aku kan sudah bilang gadis itu sangat agresif"


"WHUUSSHHH"


"TRANG"


"aahhh jadi ini yang kamu maksud agresif" desah Arya setelah menangkis anak panah yang mengarah padanya.


"bwahahaaa aku sangat berharap mata panah tadi mengenai kepalamu" tawa Bimo.


"kau ingin aku mati?"


"bukan, aku hanya berharap otakmu jadi sedikit waras"


"ohhh nampaknya aku bersikap terlalu baik akhir akhir ini"


"buaakkk .. aahkkk"

__ADS_1


"dasar manusia kejaaam" teriak Bimo setelah mendapat pukulan.


....bersambung.....


__ADS_2