
"hoeekkkkk"
"dasar roh sinting, apa apaan ini?"
Tampak sebuah pohon dengan sedikit daun dan sekuntum bunga, bunga yang berwarna hitam atau abu itu adalah bunga yang tumbuh di alam kematian, tampilan pohonnya sedikit mistis dan menyebarkan aroma busuk seperti bangkai, dan Roh Tanah atau Billy menyebut bunga itu dengan bunga Arwah.
Bukan tanpa alasan Billy menyebutnya bunga arwah, menurutnya bunga yang tumbuh di alam kematian itu memang biasanya di huni oleh arwah arwah pendendam, dan itu yang menyebabkan bunga tersebut mengeluarkan aroma busuk, semakin busuk aromanya maka semakin pendendam pula roh yang ada di dalamnya.
Setelah berhasil melewati beberapa bulan di gunung salju Dirga langsung di tempatkan di sebuah pulau kecil yang gelap, di pulau tersebut kabutnya sangat pekat dan penuh dengan aroma busuk dari bunga Arwah, sejak pertama kali tiba entah sudah berapa kali Dirga memuntahkan isi perutnya.
Di tengah padang bunga yang busuk itu Dirga di tugaskan untuk mencari Bunga suci, Bunga suci sendiri adalah bunga yang tumbuh di tengah bunga Arwah, dia memiliki warna bunga yang putih dan aromanya harum, namun Billy mengatakan hanya ada satu bunga suci yang tumbuh di tengah tengah bunga Arwah, Dirga harus menemukan bunga itu sebelum bunga Suci tercemar oleh bunga Arwah.
"yahhh Billy bilang aku takkan merasa lapar di sini, tapi kalau aku terus muntah aku bisa pingsan dan mati di tengah padang bunga busuk ini"
Sambil menggerutu Dirga terus berkeliling, matanya awas menatap sekeliling dan hidungnya semakin lama seolah mati rasa, aroma busuk yang dia cium hampir satu bulan itu seolah sudah tidak dia rasakan lagi, padang bunga seluas dan sebesar itu entah berapa lama Dirga bisa mengelilinginya.
"i-itu? .."
__ADS_1
Matanya menangkap satu pohon kering yang mempertahankan 1 kuncup bunga, Dirga mendekat dan bisa melihat sempat ada beberapa bunga sebelumnya tapi sayangnya mereka sudah berguguran, memang benar bunga itu memiliki aroma yang sangat wangi, bahkan di tengah padang bunga yang menebar aroma busuk Dirga bisa dengan jelas mencium wanginya.
"Billy bilang aku harus memetiknya tanpa menyentuhnya, bagaimana caranya🤔?"
Baru saja berpikir tiba tiba saja tanah di sekitarnya bergetar, bunga Arwah di sekelilingnya tiba tiba layu dan memunculkan sesuatu dari tanah.
Bayangan hitam gelap yang berisikan bangkai bunga Arwah terlihat seperti sosok menyeramkan yang menatapnya tajam, aura gelap di sekelilingnya membuat tubuhnya seperti di tekan.
"mahluk apa ini?" pikirnya sedikit takut.
"apa kau ingin mengambil bunga suci kami?" terdengar banyak suara dari bayangan tersebut.
"kami pemilik bunga suci, jangan sekalipun kamu menyentuhnya" ancam bayangan gelap di depannya.
"baiklah aku takkan menyentuhnya saammaaa sekali" ucap Dirga dengan senyuman licik.
Namun meskipun berkata takkan menyentuh bunga suci kaki Dirga terus melangkah mendekat, hal itu membuat bayangan hitam kesal dan trrus menjerit.
__ADS_1
"jangan! jangan sentuh!"
"jangan sentuh bungaku"
Teriakan memekakkan telinga membuat kepalanya terasa hampir pecah, telinganya sampai mengeluargan darah karena tekanan dari suara tersebut, seolah tak menghiraukan tubuhnya Dirga terus maju dan
"HAP" anak itu memakan bunga suci.
"TIIDAAKKK"
"MANUSIA TERKUTUK! BERANINYA KAU MEMAKAN BUNGA SUCI KAMII"
Perasaan dingin perih dan sesak menguasai tubuhnya, bahkan tanpa sadar Dirga kelojotan memegangi dadanya yang sesak.
"aahkkkkk"
"uaahh aaaarrggghhhh" anak itu terus menjerit.
__ADS_1
Sosok bayangan yang sedari tadi menjerit sudah lenyap entah menghilang kemana, matanya perlahan terpejam dan kehilangan kesadaran.
"dasar bocah bodoh, kupikir kamu mati" ucap Billy tersenyum kecil.