Anak Serigala

Anak Serigala
Neraka seperti apa?


__ADS_3

"kakak bagaimana keadaanmu?" tanya Dirga panik.


"tidak apa apa, hanya istirahat 2 hari juga sembuh" jawab Arya enteng.


"bohong! kakak sampai muntah darah pasti kakak menderita luka dalam kan?" ucap Dirga tak percaya.


"hmm kau ini bodoh tapi tak pernah tertipu olehku" ucap Arya.


"maafkan aku" ucap Dirga lirih.


"maaf untuk apa?" tanya Arya.


"karena aku melawan kakak" lirihnya.


"tidak perlu, harusnya aku yang minta maaf, kamu pasti kesal karena aku membentakmu di depan anak anak itu" ucap Arya menyesal.


"aku tau kakak melakukan itu untuk melindungiku, terimakasih" ucap Dirga tulus.


"bukankah kita memang harus saling melindungi? kita hanya memiliki satu sama lain, sudah sepatutnya kan begini"


"hmm kakak benar, aku janji takkan membantah kakak lagi" ucap Dirga mengulurkan kelingkingnya.


"emm"


Keduanya saling ngobrol dan bercerita, Dirga sangat antusias mendengar cerita kakaknya tentang bagaimana dia menghajar Roman, bahkan anak itu tertawa terpingkal pingkal saat kakaknya bilang gigi Roman sampai copot.


beberapa hari setelah kondisi Arya pulih total, anak itu sudah melakukan aktivitas seperti biasa, satu hal yang membuatnya sedikit terkejut, ternyata tetua Rekso mendapatkan hukuman karena membuat seorang murid mengalami luka dalam.


Tetua Panawira kakek dari Kemala dan Rian adalah ketua sekte ombak laut, saat Arya mendapat pukulan keras, kakek Panawira sedang berada tak jauh dari tempat kejadian, bisa di katakan beliau mendengar semua perkataan yang Dirga ucapkan.


Karena tindakan tetua Rekso yang sudah menyalahi aturan, dia di turunkan dari jabatan untuk sementara waktu, dan Kemala menduduki posisinya sebagai wakil ketua sekte.


Bukan hanya itu, Roman dan 2 sahabatnya juga mendapat hukuman karena merisak sesama murid, mereka di haruskan berjaga di pintu gerbang dan mendapat pelatihan 2 kali lipat selama 6 bulan.


"Arya ada yang ingin aku bicarakan padamu" ucap Kemala.


"katakan bibi guru"


"2 bulan lagi akan di adakan pertandingan antar sekte menengah di kota Soka, apa kamu tertarik mengikutinya?" tanya Kemala.

__ADS_1


"apa yang aku dapatkan jika memenangkan pertandingan?" tanya Arya serius.


"bagi juara 1 sampai 3 akan mendapat sejumlah uang dan bisa mengikuti pertandingan di ibu kota tanpa seleksi, ahh iyaa aku lupa bilang padamu kalau 6 bulan lagi ada pertandingan untuk mencari pendekar muda jenius di kota Kamboja, pemenangnya akan pendapat gelar dan berhak memasuki perpustakaan bawah tanah" jelas Kemala semangat.


"perpustakaan bawah tanah?" ucao Arya bingung.


"kamu pasti belum tau yah, perpustakaan bawah tanah adalah perpustakaan terbesar dan terlengkap yang ada di kerajaan Awan, tempat itu adalah gudang harta bagi anak jenius sepertimu, apa kamu tertarik Arya?" tanya Kemala penuh harap.


"kalau bibi guru ingin aku mengikutinya aku akan berusaha sebaik mungkin" jawab Arya.


"baguslah, kalau begitu berlatihlah dengan keras, hanya 3 anak dari sekte ini yang akan ikut" ucap Kemala menyemangati.


"hmm gudang harta yah? kalau begitu aku akan lebih mudah mempelajari tentang managemen, hukum, dan ekonomi, aku harus ikut" gumam Arya.


"kakak!"


"ada apa?"


"kakak serius akan ikut pertandingan di kota Soka?"


"iya, kenapa?"


"kamu benar dik, tapi ada sesuatu yang mengharuskan agar aku bisa masuk ke perpustakaan bawah tanah" jawab Arya serius.


"memangnya tubuhmu sudah pulih sepenuhnya?"


"jangan khawatir, kamu tau aku sudah bertahun tahun berpengalaman melawan rasa sakit, ya kemarin itu bukan apa apa"


"hiks"


"ehh kenapa?" tanya Arya bingung.


"ak-aku takut kak" jawab Dirga lirih.


"apa yang kamu takutkan, paman dan bibi guru ada bersama kita"


"bukan itu, aku takut kakak terluka sakit"


"Dir.."

__ADS_1


"kakak jangan egois! apa kakak lupa bagaimana ayah dan ibu menangis sepanjang malam saat kakak sakit dulu? kakak tidak tau kan bagaimana bingungnya aku melihat kalian semua menderita? tubuh kakak belum pulih sepenuhnya kenapa kakak memaksakan diri begitu, tidak ada satupun orang yang terbiasa menahan sakit, kakak selalu saja berbohong padaku, apa kakak tidak menganggapku sebagai keluarga? apa kakak tidak bisa sekali saja berkata jujur padaku? sekali saja kak sekali sajaa tolong katakan kalau kakak sakiit huhuuuu, jangan selalu bersikap dewasa begitu, kita masih remaja ja-jadi sekali saja kakak mengeluh padaku, sedikit saja bagi penderitaan dan tanggung jawab besar itu padaku, jangan sakiti diri kakak sendiri huhuu aku-akuh sangat menderita saat kakak kesakitan huuhuuuu"


Arya membatu dan tak bisa berkata kata, Dirga yang selama ini dia kenal bocah bandel, keras kepala dan tak pernah menangis hari itu sudah tidak ada, Dirga yang ada di hadapan Arya hanyalah seorang bocah berusia 10 tahun yang sedang kesal padanya.


Bagi Dirga bukan sekali saja melihat kakaknya menderita, dari kecil kakaknya sudah sakit sakitan, tubuhnya lemah dan sering kali tiba tiba kejang, awalnya Dirga mengira kakaknya hanya sakit biasa tapi ternyata kakaknya memiliki kutukan yang menakutkan.


Meski kerja sama antara Roh air dan Roh gunung bisa menghilangkan kutukannya 5 tahun lalu, tetap saja bayang bayang saat kakaknya kelojotan seperti binatang di sembelih masih tergambar jelas di ingatannya, apalagi saat ibunya histeris karena detak jantung Arya sempat berhenti beberapa saat.


"maaf😟 aku tidak bermaksud begitu"


"Dirgaa! Dirgaaaaa"


Dirga tidak menghiraukan panggilan kakaknya dan Arya juga tak berani mengejar adiknya, kata kata anak itu langsung menancap hatinya, dia tidak pernah tau selama ini adiknya semenderita itu, dia pikir adiknya tidak akan berkata begitu, tapi justru adiknya malah tertekan luar biasa dengan keadaannya.


"sampai kapan bibi guru sembunyi di sana?"


"m-maaf, aku.."


"tidak apa apa, aku permisi dulu"


"Arya!"


"ya?"


"benar kata Dirga, kalian hanya bocah jadi bersikaplah seperti bocah, maafkan aku karena selama ini tidak bisa melakukan apapun, padahal kalian sudah bersamaku selama 5 tahun ta-tapi aku tidak tau apapun tentang kalian berdua, maafkan akuu maafkan akuuu Arya huhuu"


Kemala menangis tertunduk, memang benar selama ini dia tak pernah menanyakan apapun pada kedua kakak beradik itu, Kemala pikir suatu saat mereka akan berusaha membuka diri dan bercerita padanya, tapi siapa sangka dua anak itu saling memendam luka dan perasaan masing masing, kenyataan itu benar benar membuatnya meeasa bersalah.


"padahal aku adalah orang dewasa, tapi sedikitpun aku tidak menyadari luka di hati kalian😭"


"bibi"


"..."


"dengan di terimanya kami berdua di sini itu sudah merupakan sesuatu yang tak terhitung jasanya, kami berdua bisa berteduh dan menjalani kehidupan dengan layak di sini berkat bibi dan paman, bibi tidak perlu berfikir begitu🙂, sekarang aku harus mencari adikku aku takut dia melakukan sesuatu"


Sampai detik itu juga Kemala masih terpaku, selama ini dia memang sadar akan sikap Arya yang sangat dewasa, tapi kedewasaannya justru melebihi perkiraannya.


"sebenarnya neraka seperti apa yang sudah mereka lalui"

__ADS_1


.....bersambung....


__ADS_2