Anak Serigala

Anak Serigala
Siapa?


__ADS_3

Kabar mengejutkan datang dari pulau misterius tempat hutan terkutuk berada, meski 2 tahun lalu kapal yang menuju ke sana karam sampai detik ini masih saja ada kelompok kelompok pendekar nekad yang datang ke sana.


"apa apaan? kenapa pulau ini terlihat biasa saja?"


"bukannya menurut kabar yang beredar pulau ini memiliki aura mencekam? apa hanya di bagian hutan terkutuknya saja?"


"ini aneh meskipun hanya di bagian hutan, karena pulau ini kecil auranya pasti menyebar keluar"


"jadii apa kita salah berlabuh?'


"tidakk! di sini hanya ada satu pulau tidak mungkin kita salah"


"lalu mau bagaimana? apa kita lagsung menyusuri pulau kecil ini saja?"


"ya boleh saja, tapi meskipun auranya berbeda dari kabar yang tersebar kita tetap tidak boleh menurunkan kewaspadaan"


"baikk"


Sekitar 20 orang yang datang langsung masuk dan menyusuri hutan, masing masing memasangang mata awas dan selalu waspada, anehnya semakin mereka masuk pulau itu justru terlihat makin biasa biasa saja, hanya saja benar sesuai kabar kalau hutan itu tidak di huni oleh binatang apapun keculai binatang kecil (semut dll)


"ini jejak apa?"


"apa ini jejak binatang? tapi binatang apa yang memiliki jejak kaki sebesar ini"


"waspada, kita harus bersiap dengan apapun yang ada di depan"


Mereka kembali berjalan dan terus masuk lebih dalam, mulai terlihat ada beberapa tengkorak di area tersebut, bahkan ada juga segundukan tulang yang entah milik berapa orang.


"i-ini mengerikan"


"hutan ini sudah di masuki orang sejak puluhan tahun lalu, mungkin bukan hanya ratusan tapi ribuan tengkorak di sini"


"uhh hueek🤢🤮"


"kau kenapa?"


"lih-lihat itu, ada bangkai yang terlihat masih memiliki daging" tunjuk orang yang muntah.


Terlihat ada sekitar 8 bangkai yang sedang di gerumuti belatung, meski mereka semua pendekar melihat pemandangan seperti itu tentu saja membuat isi perut mereka keluar, apalagi bau amis dan busuk menyeruak hidung mereka.

__ADS_1


"mungkin mereka baru mati seminggu lalu, rombongan mereka tidak mungkin cuma segini kan?"


"yaa kita harus berhati hati"


"heii lihat!"



"ini .. jejak pertarungan?"


"ini gila, siapa yang mempunyai kekuatan sebesar ini?"


"siapapun itu kita harus tenang, kita tidak tahu pemilik kekuatan ini kawan atau lawan, kita harus sangat berhati hati, ayo jalan!"


Kedua puluh orang itu terus menyusuri pulau selama hampir 7 hari, tapi mereka benar benar tidak menemukan apapun atau siapapun di sana kecuali tengkorak dan jejak kaki besar yang sejak awal mereka lihat, pulau itu benar benar kosong mlompong.


Dari dulu orang orang yakin di sana tersimpan sebuah pusaka yang bisa menghancurkan semesta, di percaya benda pusaka tersebut adalah pedang yang di buat dari permata dan tanduk naga suci, selain memiliki kekuatan dahsyat roh naga suci juga tertidur di dalamnya.


"hahhh sepertinya kita harus pulang dengan tangan kosong" desah seseorang putus asa.


"ya kita harus pulang hari ini juga, persediaan makanan kita sudah sangt tipis"


"ya benar, tapi aku masih penasaran dengan jejak kaki besar itu, bukankah di sini tidak ada binatang apapun yang hidup kecuali semut tanah dan beberapa binatang kecil lainnya?"


"mungkinkah itu siluman?"


"br .. heii jangan bicara begitu, aku mrinding"


"para awak kapal, apa semua sudah di periksa?"


"sudah! semuanyaa ayo berlayar"


Kapal berlayar meninggalkan pulau, tidak seperti rombongan rombongan sebelumnya kali ini tidak ada korban satupun, mereka semua pergi meninggalkan pulau dalam keadaan sehat tanpa luka sama sekali.


"doeeng"


"papa mau sampai kapan kita bersembunyi?"


"ayo pergi"

__ADS_1


* * * *


Daerah perbatasan tempat Arya dan Dirga tinggal saat kecil.


"hahhh tidak ada petunjuk apapun, aku tidak bisa menemukan mereka meski sudah bertahun tahun mencari"


"kakak aku sangat merindukanmu, meski sudah ribuan kali mengeluh aku masih ingin tetap mengeluh padamu, hikss"


Seorang laki laki tengah menangis sendirian di depan dua gundukan tanah kuburan, dua gundukan itu adalah makam Alara dan Duwan dan laki laki yang menangis adalah Damar.


Anak yang dulu di tinggalkan Alara saat masih berusia 8 tahun sekarang sudah menjelma menjadi laki laki tampan berbadan tegap dan gagah, anak yang dulu di temukan hampir mati di lubang jebakan sedang menangis tersendu sendu karena frustasi.


9 tahun yang lalu saat dia berhasil mencari jejak Alara rasa senang dan bahagia menguasai dirinya, tapi saat tiba yang menyambutnya hanya tumpukan mayat dan Alara yang sudah hampir mati.


Air mata yang harusnya keluar karena bahagia justru tumpah karena rasa kecewa, bagaimanapun juga wanita itu sudah menyelamatkannya dari maut dulu.


Satu pesan yang Alara ucapkan sebelum benar benar mati hanya sepatah kata "jaga anaku" tanpa ada petunjuk siapa dan di mana anak yang di maksd Alara, Damar mencari ke setiap pelosok negeri.


Hanya 0,00001% kemungkinan Damar bisa menemukan anak kakaknya, yaitu kalung permata biru yang selalu Alara gunakan setiap hari, alasan Damar yakin akan itu karena Alara sempat menyentuh kalung milik Damar sebagai tanda.


Setiap 1 tahun sekali Damar akan datang dengan membawa beberapa tangkai mawar putih, pemuda itu hanya akan mengeluh dan menangis lalu kembali pergi menjelajah entah kemana.


"apa mungkin anakmu sudah mati kak? bagai-bagaimana aku bisa menemukannya kalau aku tak tau apapun, jangankan namanya dia laki laki atau perempuan saja aku tidak tau" ucapnya makin frustasi.


"huhh sepertinya aku harus bermalam di sini, kakak aku akan menginap di rumahmu" ucapnya seolah minta izin.


Damar masuk ke rumah yang sebagian sudah hancur karena pertarungan, tapi ada 1 ruangan yang masih ituh seolah tak tersentuh, di situ jelas kamar anak dari kakaknya, pakaian yang di sana adalah pakaian anak anak dengan 2 ukuran.


"apa anak kakak itu laki laki yah? tapi bagaimana kalau mereka anak perempuanšŸ¤” kakak saja suka memakai pakaian laki laki" gumamnya terus berfikir.


"ahh entahlah aku pusing, lebih baik tidur"


Damar langsung tertidur begitu tubuhnya di rebahkan, jujur saja bukan hanya tubuhnya tapi mentalnya juga lelah karena terus memikirkan anak anak Alara, tapi mau bagaimana lagi mski sudah 9 tahun mencari Damar tidak bisa menemukan apapun.


Saat tengah malam tiba Damar terbangun karena mendengar sesuatu, suara itu mirip rintihan atau lebih ke suara tangisan, dengan hati hati Damar mencoba mengintip dari celah, terlihat ada seorang di keremangan malam, jaraknya lumayan jauh dari tempatnya tidur karena orang tersebut ada di dekat makam Alara dan Duwan.


"swosshhh"


"siapa kamu?" tanya Damar tiba tiba di dekatnya.

__ADS_1


.....bersambung....


__ADS_2