Anak Serigala

Anak Serigala
Sekte ombak laut


__ADS_3

Sekte ombak laut adalah sebuah sekte aliran putih menengah yang berada di wilayah barat kerajaan Awan, sementara Arya dan Dirga saat ini masih berada di area perbatasan antara kerajaan Awan dan kerajaan Bulan yang mana letaknya ada di ujung utara, di perkirakan membutuhkan waktu satu sampai dua bulan untuk sampai ke sana, itu juga tergantung tingkat kelancarannya nanti.


Hanya dengan bekal keberanian dan kenekatan dua anak itu melewati berpuluh puluh hutan dengan di temani oleh Kai, tempat yang akan di tuju oleh Arya dan Dirga adalah salah satu tempat yang di wangsitkan oleh ibunya, di sana ibunya memiliki satu kenalan yang kemungkinan besar bisa membantu dua anak tersebut.


Sepanjang perjalanan Arya selalu mengingatkan adiknya jika sampai sana sebisa mungkin jangan menarik perhatian, sembunyikan identiras dan kemampuan aslinya, ibunya ingin kedua anak itu mengasah kemampuan tanpa banyak di perhatikan orang.


Perjalanan yang panjang dan melelahkan mereka lewati tanpa banyak mengeluh, Arya sekarang jauh lebih perhatian pada adiknya, dan Dirga juga jauh lebih penurut pada kakaknya, sesekali mereka menetap sampai beberapa hari jika tempat itu terasa aman.


Selama perjalanan mereka berdua benar benar saling bergantung satu sama lain, jika Arya kelelahan Dirga dengan senang hati menggendong kakaknya, kalau Dirga terluka maka kakaknya akan sigap merawatnya dengan baik.


Perjalanan antar 3 mahluk yang berbeda itu benar benar membuat siapapun yang melihat merasa kagum, jika ada halangan yang mengharuskan ketiganya turun tangan maka mereka akan bekerja sama dengan baik dan memenangkan pertarungan.


Kai yang bertugas memimpin jalan, jika ada bahaya maka dia yang akan menghadapi terlebih dahulu, kalau terdesak maka Arya bertugas memberi serangan kejutan dan Dirga yang memiliki tugas mengakhiri, kerja sama mereka hampir sama seperti saat melawan siluman singa beberapa waktu lalu, hanya saja mereka takkan membiarkan Kai sampai terluka parah.


Sudah hampir 2 bulan ketiganya berjalan bersama, meski sedikit tapi tubuh Arya lebih kuat dari sebelumnya, jika dalam keadaan lelah dia tetap tak mau membuang waktu, saat semua istirahat anak itu menyibukkan diri dengan membaca buku pengetahuan yang ada di cincin ruang milik ibunya, cincin yang sudah di wariskan padanya.


Arya sudah tau dalam cincin itu terdapat banyak uang ramuan obat dan beberapa barang berharga yang di siapkan ibunya, tapi anak itu berusaha sebisa mungkin tak menggunakan harta peninggalan itu dengan selalu makan apa adanya dan tak pernah menginap di penginapan.


Namun alasannya tak menginap di penginapan bukan karena ingin berhemat, tapi karena Kai tak bisa masuk kota, kalau dia masuk sudah pasti akan menarik perhatian sedangkan harimau itu tak bisa masuk ke dalam tubuh Dirga karena tubuh anak itu belum kuat.


Kalau dulu Alara bisa meguasai berbagai jenis bela diri, maka kedua anaknya hanya mewarisi sebagian kemampuannya saja, Arya mewarisi kemampuan panah dan berpedang sedangkan Dirga lebih mahir menggunakan belati kakeknya dan tangan kosong.


"kak lihat itu"



"matahari?"


"emmm ibu sangat suka melihat matahari tarbit, biasanya kita berempat duduk di ujung bukit untuk melihatnya" ucapnya sambil terus menatap ke depan.


"yaa benar, sangat banyak kenangan kita bersama ayah dan ibu, hampir semua hal mengingatka kita pada mereka" timpal Arya balik.


"kakak ingat saat kita menetap di pinggiran pantai?"


"emmm yaaa kenapa?"


"setiap sore kita berlarian bersama Kai, lalu ibu akan datang sambil marah marah karena kita mengotori baju kita hahaa" tawanya terdengar getir saat mengingat kenangan manis bersama ibunya, Arya sendiri tak banyak berkata kata karena dia tau apa yang di rasakan adiknya.


Setelah menempuh perjalanan jauh ketiganya sudah bisa melihat tempat yang mereka tuju, sebuah tempat besar dan ramai yang di kelilingi oleh banyak tebing tinggi.



"itukah tempatnya?"


dua anak itu meminta Kai untuk bersembunyi di tempat seaman mungkin, dan nanti keduanya akan memikirkan cara terbaik agar harimau itu bisa ikut masuk ke dalam sekte.


"berhenti! kalian siapa?" tanya seorang murid yang tengah berjaga di gerbang.


"salam! kami berdua ingin bertemu dengan bibi Kemala" ucap Arya sopan.


"bibi Kemala? maksudmu tetua Kemala?" tanya murid tersebut.


"ohh apa sekarang beliau sudah jadi tetua?" tanya Arya kaget, karena setaunya Kemala hanya murid di sekte ini.


"kalian ini siapanya tetua Kemala? kenapa mencarinya?" tanya satu murid di sebelahnya.


"emm ka-kami keponakannya" jawab Arya sambil menyodorkan tanda pengenal milik Kemala.


"ehh ini benar milik tetua, memangnya tetua Kemala punya kakak selain senior Rian yah?" ucap murid itu pada kawannya.


"ya sudah kalian berdua tunggu di sini, biar aku melapor dulu" jawab salah satu.


"ehh tunggu!" cegah Arya.


"apa lagi?"


"tolong katakan kami berdua adalah putra dari Alara dan Duwan, takutnya bibi lupa pada kami" ucapnya malu.


"ohhh kalian kerabat jauh yah?" tanyanya.


"i-iya"


Murid itu langsung masuk ke dalam, tampak dia sedang bicara dengam seseorang dan orang tersebut pergi ke dalam.


"lapornya harus berlapis yah?" gumam Arya.


"benar, kami tidak bisa sembarangan menemui Tetua" jawab seseorang.


"hmm" Arya manggu manggut.


"ohya namaku Bimo namamu siapa?" tanyanya.


"ohh namaku Arya dan ini adikku Dirga" jawabnya.

__ADS_1


"dia adikmu? kupikir dia kakakmu" celetuk Bimo.


"enak saja, emangnya mukaku setua itu" protes Dirga.


"hahaa aku hanya bercanda" tawanya.


Selang beberapa lama tampak seorang wanita berparas ayu keluar bersama murid yang tadi melapor, murid itu berjalan tertunduk di belakangnya.


"salam hormat pada bibi Kemala" ucap Arya dan Dirga.


"kalian Arya dan Dirga?" tanyanya.


"iya, aku Arya dan ini Dirga" tunjuk Arya.


"ya ampun kamu sudah sebesar ini yah, padahal dulu kita bertemu waktu kamu masih bayi" ucapnya.


"ohya ini adikmu?" tanya Kemala.


"salam bibi aku Dirga" ucapnya.


"ohh ya ampun sopannya, di mana ayah dan ibu kalian?" tanya Kemala semangat.


Arya dan Dirga serentak terrunduk, hati kedua anak itu langsungbterasa perih saat Kemala menanyakan orang tuanya.


"ehh kenapa? apa terjadi sesuatu? ayo kita masuk dulu" ajak Kemala ramah.


Saat memasuki sekte hampir semua murid memandang mereka, tatapan mereka membuat kedua anak itu merasa aneh karena sebelumnya tidak pernah merasakan tatapan begitu.


"heii kalian jangan membuat keponakanku malu" tegurnya.


"maaf tetua" ucap para murid serempak.


Sesampainya mereka di sebuah ruangan besar, terlihat seorang lelaki tengah duduk dan sibuk membolak balikkan buku.


"kakak!" seru Kemala.


"ehh siapa mereka?" tanya lelaki tersebut.


"mereka anak Alara, tolong kakak buatkan ijin tamu untuk mereka yah" pinta Kemala.


"baiklah" jawabnya santai.


Setelah mendapat ijin ketiganya memasuki sebuah rumah bambu yang ukurannya tak terlalu besar, Kemala menyebutkan bahwa rumah itu adalah haknya setelah menjadi tetua.


"duduklah, mungkin kediamanku tak terlalu bagus tapi kuharap kalian berdua nyaman, tunggu sebentar akan ku ambilkan kalian minum"


"ehh iyaa"


"kami datang ke sini untuk minta tolong" ucap Arya.


"hmm apa kalian terkena masalah?" tanya Kemala serius.


"emm ibu meminta kami berdua untuk menjadi murid di sini, dan ibu bilang bibi Kemala bisa membantu kami" ucapnya sungkan.


"bisa kamu ceritakan apa yang terjadi?" tanyanya penasaran.


Arya menceritakan apa yang menimpa keluarganya 2 bulan lalu, hanya saja dia bilang kalau kematian kedua orang tuanya di sebabkan karena perampok.


Kemala yang sempat melihat kemampuan Alara sudah tentu tak percaya, karena 9 tahun lalu Alara bisa dengan mudah menaklukan segerombil siluman yang menyerangnya.


"kami di rampok saat ibu sedang sakit, jadi ayah dan ibuh..."


"kakak kita sudah berjanji tidak boleh menangis" ucap Dirga saat melihat mata kakaknya berkaca kaca.


"astaga apa ini? anak sekecil mereka membuat janji untuk tak menangis?" batin Kemala.


"baiklah bibi tidak akan banyak tanya, ceritakan saja kalau kalian siap bercerita, aku bisa membantu kalian tapi sebelum menjdi murid kalian harus menjalani tes, apa kalian punya bekal bela diri?" tanya Kemala.


"emm" mereka berdua mengangguk.


"baiklah aku akan meminta surat pada kakakku dan besok kalian harus menjalani tes, tapi boleh ku tau apa bekal bela diri kalian.


"aku pedang" ucap Arya.


"aku tangan kosong" jawab Dirga.


"bagus, kalau begitu aku pergi sebentar" ucapnya.


Kemala adalah wanita yang dulu pernah Alara tolong, saat Alara dan Duwan sedang berada di pelarian mereka bertemu Kemala dan kakaknya Rian, keadaan Rian yang terluka parah karena melindungi adiknya membuatnya kehilangan satu kakinya, dan itu yang menyebabkannya sekarang bekerja di balai pembukuan.


"kakak" sapa Kemala.


"kenapa lagi" tanya Rian.

__ADS_1


"dua anak itu perlu bantuan" ucap Kemala.


"hmm bantuan apa?" tanya Rian penasaran.


"mereka harus menjadi murid sini, kedua orang tuanya sudah tiada" bisik Kemala.


"apa? bagaimana bisa? bahkan ibu mereka bisa dengan mudah menaklukan siluman" pekik Rian tak percaya.


"sstt pelankan suaramu, aku juga tak percaya tapi itu yang mereka katakan" ucap Kemala.


"kamu yakin mereka anak Alara?" tanya Rian meyakinkan.


"tentu saja, ini tanda pengenal yang aku berikan pada Alara beberapa tahun lalu" ucapnya menunjukan tanda pengenal.


"emm tapi mereka harus memiliki guru untuk mengajar" ucap Rian.


"biar aku saja, aku akan mengangkat mereka jadi murid yang aku ajar secara pribadi" usul Kemala.


"kau yakin? memangnya mereka punya kemampuan dan pantas jadi muridmu? di luar sana sangat banyak yang ingin jadi muridmu Mala" ucap Rian.


"kakak lupa siapa ibunya? aku yakin mereka pasti menuruni bakat ibunya" ucap Kemala meyakinkan.


"ya sudah aku buatkan, besok suruh mereka mengikuti tes di lapangan percobaan" ucap Rian.


"siap kakak, terima kasih" ucapnya langsung pergi.


"huuuftttt anak Alara yah? mengingat kemampuannya apa benar dia mati karena perampok? rasanya ganjil sekali" gumamnya.


Paginya Kemala mengajak Arya dan Dirga ke laoangan percobaan, tmpat itu biasa di gunakan untuk menguji calon murid apa dia pantas di angkat jadi murid atau tidak.


Lapangan percobaan di jaga oleh seorang tetua sepuh, walau sepuh tapi kemampuannya tak bisa di remehkan, untuk tanding bersama Kemala yang notabenya seorang jenius kakek itu masih sangat sanggup menaklukan dua Kemala.


Di sana si murid di uji sesuai kemampuan masing masing, Arya di uji pengetahuan berpedangnya dan Dirga di uji kemampuan bela diri tangan kosong miliknya, keduanya di nyatakan lulus dengan hasil yang cukup bagus , bisa di bilang Alara membekali kedua anak itu dengan pengetahuan dasar yang lebih dari cukup.


"hmm anak itu .. aku merasakan sesuatu dari dirinya, kau memilih murid yang sangat menarik Kemala" gumamnya.


Setelah di terima Arya dan Dirga pergi ke balai pendaftaran untuk mendapat tanda pengenal sekte, keduanya di sambut senyuman hangat oleh Rian.


"selamat yah! semoga kalian bisa menuntut ilmu dengan baik di sini" ucap Rian mengulurkan tangan.


"terimakasih paman" jawab Dirga menjabat tangan.


Keduanya pergi setelah memberi salam hormat padanya, Rian sendiri memandangi tangannya yang tadi sempat berjabat dengan Dirga.


"benar kata Kemala, kedua anak itu akan menjadi murid yang hebat" gumamnya.


Sudah satu minggu mereka berdua resmi menjadi murid di sekte ombak laut, tapi sampai sekarang guru mereka belum memberi tugas apapun pada keduanya, Kemala masih terus sibuk mengurus banyak hal.


"uhhh kenapa tetua memberiku tugas sekarang sih" keluh Kemala.


"kenapa guru?" tanya Arya.


"ohh tidak apa apa, emm di mana adikmu?" tanya Kemala.


"sebentar aku panggilkan" ucapnya langsung berlari.


Keduanya langsung menghadap gurunya dengan hormat, keduanya tak sabar mendapat pelajaran pertama dari gurunya.


"emm sebelumnya aku minta maaf pada kalian berdua, kalian sudah disini seminggu tapi aku malah menelantarkan kalian" ucap Kemala canggung.


"tidak apa apa guru, kami tau guru sibuk" jawab keduanya.


"hufftt dua minggu lagi aku harus menjalankan misi, selama dua minggu aku akan mengajar kalian dan setelahnya aku akan menitipkan kalian pada kakakku" ucapnya.


"baik guru" jawab keduanya serempak.


"kalian tidak keberatan?" tanya Kemala heran.


"tidak! ibu bilang kita harus menurut pada guru" jawab Arya.


"uhh kalian ini benar benar anak baik, aku yakin ibu kalian sangat bangga pada kalian" ucapnya.


"ya sudah sekarang ayo kita ke halaman" ajak Kemala.


"baiklah untuk pertama aku mengajarimu dulu Arya, pengetahuan, caramu memegang pedang dan melakukan kuda kuda sudah sangat bagus dan kuat, hanya saja gerakanmu masih terlalu kaku, sekarang lihat gerakanku baik baik"


Kemala dengan begitu halusnya memainkan pedang di tangannya, gerakannya terlihat sangat efisien dan mudah di pahami.


"ini namanya jurus ombak laut tahap pertama, gerakannya sangat sederhana dan mudah di pahami, kamu bisa mengingatnya?"


"emm" angguknya mantap.


Anak itu langsung mempraktekan setiap gerakan yang di lihatnya, Kemala sangat kagum karena Arya benar benar langsung menghafal gerakannya, hanya saja gerakannya terlalu kaku dan berat.

__ADS_1


"wahhh hebat, ingatanmu bukan main yah? tapi coba kamu kurangi tekanannya, dan jangan menggenggam pedangnya terlalu kuat, itu membuat gerakanmu kaku" sarannya.


"baik" ucapnya langsung mengulangi gerakan.


__ADS_2