
Setelah memantapkan diri untuk pergi meninggalkan suaminya. Qanita pun langsung pergi tanpa arah dan tujuan. Ia hanya mengikuti kakinya melangkah. Namun karena ia sangat mengetahui seberapa besar koneksi yang dimiliki oleh suaminya. Membuat ia harus bertindak lebih hati-hati lagi. Untuk itu ia lebih memilih melakukan perjalanan dengan menaiki kereta api bawah tanah, sampai di stasiun terakhirnya kereta api tersebut.
Setelah itu Qanita kembali menelusuri jalan tanpa tahu arah dan tujuan lagi. Ia tampak begitu bingung, karena ia tak mengenal tempat-tempat yang begitu asing baginya, "Aku harus kemana sekarang? Tempat ini begitu asing bagiku. Dan aku juga tak mungkin kembali ke tanah air, karena sudah pasti Mas Azril akan segera menemukanku," gumamnya sambil ia melihat disekelilingnya, yang tampak begitu sepi.
"Aah.. kenapa disini begitu sepi ya? Tidak ada seorang pun yang lewat, sebenarnya Aku ada dimana ini?" gumam Qanita, sambil menghentikan langkahnya. Dan ia baru sadar kalau ia berjalan cukup jauh dari stasiun kereta. Dan kini ia berada di tempat yang sangat jauh dari pemukiman warga.
"Hah? Kenapa baru sadar sekarang, kalau Aku berjalan sudah cukup jauh? Bagaimana ini, aku harus kemana?" gumamnya lagi, dan disaat bersamaan terdengar suara teriakkan seorang wanita meminta tolong.
"Help me!! Please help me!!" teriak wanita tersebut. Membuat Qanita, langsung tersentak, lalu ia pun langsung mencari sumber suara tersebut. Akan tetapi, setelah ia melihat sekeliling tempat itu, ia tak menemukan apapun juga.
"Anda dimana? Aku akan menolong Anda! Jadi katakanlah Anda dimana?!" teriak Qanita, didalam bahasa Inggrisnya.
"I'm here ! Di bawah tebing!" balas wanita itu, dengan suara yang terdengar begitu keras.
Mendengar ucapan dari wanita itu, Qanita pun langsung berjalan mendekati tebing, yang tak berapa jauh dari ia berdiri. Setelah ia berada di pinggir terbing tersebut, ia pun langsung mengarahkan pandangannya ke bawah tebing tersebut. Dan terlihat olehnya, seorang wanita paruh baya, berpakaian hitam, serta memakai hijab berwarna senada dengan bajunya.
"Apakah Anda tidak apa-apa Nyonya?" tanya Qanita, masih dalam bahasa Inggrisnya. Karena memang wajah wanita itu, berperawakan orang asing.
"Alhamdulillah, saya baik-baik saja! Hanya saja kaki saya, sulit untuk digerakkan. Jadi bisakah Anda menolong saya keluar dari sini?" tanya Wanita itu, dalam bahasa Inggrisnya juga.
__ADS_1
"Saya akan usahakan! Tapi tunggulah sebentar karena saya, harus mencari tali, atau bantuan lain yang bisa membawa Anda keluar," balas Qanita, dengan suara yang terdengar tinggi. Karena memang jarak mereka lumayan jauh.
"Baiklah! Saya akan menunggu Anda! Tapi sebelumnya saya ucapkan terima kasih untuk Anda!" ucap Wanita itu.
"Maaf Nyonya, saya belum bisa menerima ucapan terima Anda. Karena belum waktunya! Tunggulah sebentar lagi oke! Saya Pergi dulu!" kata Qanita, dan ia pun langsung bergegas pergi untuk mencari sesuatu yang bisa mengeluarkan wanita tersebut. Namun disepanjang ia jalan, tak menemukan apapun. Bahkan tak satupun orang yang dapat ia temukan. Tempat itu benar-benar sangat jauh dari pemukiman warga.
"Bagaimana ini? Tidak ada apapun disini! Bahkan disini tidak ada satupun manusia yang terlihat. Aku harus bagaimana sekarang? Kasian ibu itu! Pasti dia sudah menunggu-nunggu Aku sekarang," gumam Qanita, yang tampaknya ia sangat kebingungan. Namun disaat ia masih didalam kebingungannya, tiba-tiba saja matanya mengarah ke sebuah pohon besar, yang batangnya ditumbuhi tanaman menjalar.
Qanita pun langsung mendekati pohon tersebut. Lalu ia pun menarik salah satu batang tanaman menjalar tersebut, yang ternyata sangatlah panjang. Setelah itu, ia kembali menarik batang yang lainnya, yang panjang hampir sama dengan yang pertama. Kemudian ia tarik kembali batang yang lainnya lagi, begitu juga selanjutnya. Sehingga ia mendapat empat batang tanaman menjalar tersebut.
"Nyonya! Bisakah Anda meraih tali ini? Karena saya akan menarik Anda keatas!" teriak Qanita, setelah ujung tali tersebut IIA ikatkan disalah satu pohon yang tumbug tak berapa jauh dari tebing.
"Iya bisa Nona! Bahkan saya sudah mengikatkan tali ini ketubuh saya juga! Sekarang saya minta tolong tariklah Nona!" balas wanita yang didalam tebing tersebut.
"Baiklah saya akan menarik Anda! Jadi bersiaplah, saya akan hitung sampai tiga, maka Anda naiklah dengan perlahan!" teriak Qanita lagi.
"Okay!" Setelah mendapatkan jawaban dari dalam Qanita pun mulai berhitung. Sambil ia memposisikan tubuhnya untuk bersiap menarik tali yang sedang ia pegang.
__ADS_1
"Satu..! Dua...! Tiga..!! Naiklah Nyonya!!" teriak Qanita. Dan tak berapa lama tali yang ia pegang menjadi terasa berat. Itu berarti wanita itu sudah mulai memanjat tebing tersebut. Dan Qanita pun langsung menariknya dengan sekuat tenaganya. Hingga tenaganya, hampir habis. Namun ia masih terus berusaha memberikan pertolongannya. Padahal tubuhnya sudah mulai melemah.
Apalagi semenjak Qanita keluar dari apartemen Fazril, ia sama sekali belum makan apapun lagi. Sehingga ia benar-benar tak mampu lagi menarik tali tersebut. Akan tetapi, disaat ia hampir menyerah, tiba-tiba tarikan terasa begitu Ringan. Seperti ada orang yang membantunya dari belakang.
Namun Qanita tak memperdulikan itu, hingga akhirnya wanita yang berada didalam tebing itu muncul dari bawah. Dan ketika wanita itu sudah berada di atas, tubuh Qanita yang sudah kehabisan tenaga itu pun langsung terkulai. Namun langsung di tangkap oleh seorang dari belakangnya.
"Hei..Nona! Nona Anda kenapa?" tanya seorang yang menangkap tubuh Qanita, "Istriku, kamu baik-baik saja?" tanya pria itu lagi pada wanita yang baru saja keluar dari tebing tersebut.
"Aku baik-baik saja Suamiku, karena wanita itu telah menyelamatkan Aku," balas wanita tersebut.
"Aah.. Maafkan aku, karena terlambat datang," ucap Pria berperawakan pra asing yang memiliki jenggot yang panjang.
"Aku, sudah tidak apa-apa, Suamiku. Sekarang sebaiknya kita bawa saja Nona ini kerumah kita, oke?"
"Baiklah! Ayo kita pulang," ajak pria itu sambil menggendong tubuh Qanita. Lalu mereka pun membawa Qanita, kerumah mereka.
...••┈••✾•◆❀🌸❀◆•✾••┈••...
Jangan lupa berikan dukungannya ya? Dan jangan lupa kasih 👉 🌟🌟🌟🌟🌟 Lima, VOTE, LIKE, Hadiah Serta komentarnya oke 😉 Agar Ramanda bersemangat loh 😉
__ADS_1