ANDAI Kau Menjadi Diriku.

ANDAI Kau Menjadi Diriku.
NASEHAT BOBBY.


__ADS_3

Fazril terlihat begitu kesal dan amat marah, setelah melihat ibunya. Apalagi ia datang bersama dengan wanita yang amat ia benci. Membuat kekesalannya sampai ke ubun-ubun. Hingga ia tak tahan, dan akhirnya ia memutuskan pergi meninggalkan ibunya, dalam keadaan yang amat marah. Dan kini ia sudah berada didalam mobilnya.


"Cepat jalan Bob!" tegasnya, tanpa melirik sedikit pun ke arah ibunya yang terlihat sedang mengejarnya, "Brengsek! Pasti ini desakan perempuan ular itu! Kalau tidak, mana mungkin Mama berani datang kesini!" gumamnya, sambil meninju sandaran kursi mobil yang terdapat di depannya.


Membuat Bob sedikit tersentak, karena kebetulan kursinyalah yang jadi pelampiasan kekesalannya itu, "Sabar Bos! Anda jangan sampai terbawa emosi. Karena Andakan belum tahu apa yang dia rencanakan untuk Anda. Jadi sebaiknya Anda tenangkan diri Anda dulu Bos," katanya sambil melirik ke kaca spion tengahnya dengan sekilas. Setelah itu, tatapannya kembali terfokus kedepan m Karena saat ini ia sedang mengemudikan mobilnya.


Setelah mendengar perkataan Bobby, Fazril pun langsung menyandarkan kepalanya di sandaran kursinya. Setelah itu ia langsung mengusap wajah dengan kasar, "Huuft..! Kenapa masalah selalu datang, sebelum masalah yang lainnya teratasi!" keluh Fazril, yang tiba-tiba ia kembali teringat pada istrinya.


"Apakah ini sebenarnya hukum untukku? Karena selama ini Aku selalu mengabaikan mu Qanita?" gumam Fazril, terdengar begitu lirih. Namun walaupun terdengar lirih, tetapi Bobby, masih dapat mendengarnya.


"Sabar ini Ujian dari Tuhan Bos! Mungkin saat Allah sedang menguji cintanya Bos terhadap Nyonya. Karena Dia ingin tahu seberapa besar, Bos mencintai Nyonya, dan seberapa sabarnya Bos menghadapi ujian ini. Maka Allah pasti akan mempertemukan Bos dan Nyonya lagi," ujar Bobby, terdengar bijak membuat hati Fazril, yang tadi begitu panas kini sedikit mendingin.


"Benarkah itu? Benarkah suatu saat nanti kami akan dipertemukan Tuhan?" tanya Fazril masih terdengar lirih. Namun tetap saja Bobby masih dapat mendengarnya.


"Yaaa itu sih tergantung pada kesabaran si Bos, sih. Emang sih Bos, kata Sabar adalah hal yang paling mudah diucapkan dan sulit direalisasikan. Sering kita mendengar kalimat “Sabar itu ada batasnya.” Adakalanya kita bisa menahan amarah dan pada saat yang lain seringkali kita mampu menahannya. Tetapi sejatinya bukan kesabaran yang terbatas tapi orangnya membatasi kesabaran, Bos," balas Bobby dengan penuturan yang terdengar sangat berhati-hati sekali. Karena ia tahu, Bosnya itu bukanlah orang yang suka mendengarkan nasihat orang lain.


"Maaf ya Bos, saya bukan bermaksud ingin menggurui Anda. Hanya saja saya lihat, Bos selalu bertindak semaunya saja. Dan saya jadi takut, itu akan merugikan Anda sendiri. Makanya saya berpikir kalau saat ini Bos sedang diuji Tuhan. Dan Dia ingin menguji kesabarannya Bos, itu menurut saya Bos," lanjut Bobby, membuat Fazril yang tadinya sempat memejamkan matanya, kini langsung membukanya dan langsung menatap kearah kaca spion tengahnya, sehingga ia dapat melihat wajah Bobby yang sedang fokus kedepan.


"Terus menurut kamu, aku harus bersabar seperti apa Bob? Dan terus terang Aku tidak tahu, apa itu sabar?" tanya Fazril, dengan nada suara terdengar lemah. Membuat Bobby justru bergidik, karena hal itu belum pernah terjadi selama ia bekerja padanya

__ADS_1


"Bos? Sabar bukanlah suatu tindakan, tetapi bahan bakar untuk melawan kesedihan atau amarah. Ketika orang bersabar bukan berarti ia tidak berdaya, lemah dan tidak melakukan apa-apa. Tetapi kesabaran dapat mengubah kelemahan manusia menjadi kekuatan untuk melawan ujian. Kesabaranlah yang menjadikan manusia berdiri tegap mengatasi masalah, Bos,"


Fazril sedikit tercengang mendengar perkataan Bobby, yang terdengar begitu mengenak dihatinya. Sampai rasanya ia masih ingin mendengar dan mendengar lagi kata-kata yang bisa menyentuh hatinya.


"Terus apalagi?" tanya dengan singkat.


"Bos, setiap kehidupan manusia tidak akan lepas dengan ujian kehidupan. Segala persoalan akan senantiasa muncul pada setiap insan yang bernyawa. Akan tetapi disetiap selesai kesedihan akan muncul kebahagiaan, begitu pula sebaliknya. Ketika masalah sudah datang maka seringkali orang terdekat mengingatkan kepada kita “harus bersabar!” Kata itu yang harus dihadirkan dalam diri, jiwa, pikiran dan hati manusia," jelas Bobby lagi, lalu ia menjeda perkataannya. Membuat Fazril seperti tak suka melihat kediamannya Bobby.


"Kenapa diam? Lanjutkan lagi!" katanya, membuat Bobby bingung dengan maksud bosnya itu.


"Apanya yang dilanjutkan Bos?" tanya Bobby, sedikit kikuk karena melihat wajah Fazril yang terlihat berbeda.


"Aneh kenapa Bos jadi begini? Dan apakah dia benar-benar ingin mendengar nasehatku atau ini hanya sindiran, karena sebenarnya dia tak suka dengan kata-kataku ya?" batin Bobby, dengan wajah terlihat begitu ragu-ragu.


"Lanjutkan lagi Bob! Apa buah dari kesabaran itu?" kata Fazril, membuat Bobby benar-benar tercengang dibuatnya.


"Hah? Berarti Bos, benar-benar mau mendengarkan nasehatku?" batinnya.


"Hei! Kenapa diam? Jawab pertanyaanku!" bentak Fazril, membuat Bobby langsung terkejut.

__ADS_1


"Eh! Iya Bos! Buah kesabaran akan di tinggikan derajatnya dan dimuliakan bila dapat menyelesaikan masalah sesulit apa pun. Sebagaimana firman Allah, “Allah tidak akan membebani manusia di luar kemampuannya (manusia)” Hanya saja manusia terlalu sibuk mengeluh sebelum final dalam solving problem, sehingga lupa bagaimana seharusnya masalah dilawan bukan malah lari dari masalah dan hanya pintar mengeluh. Hal ini tentu bukan cara yang baik untuk menyelesaikan masalah, Bos"


Bobby, kembali menjeda perkataannya, karena ternyata mobilnya sudah memasuki perparkiran sebuah restoran, "Intinya Bos, sabar adalah menjadi kunci utama. Dengan bersabar hati akan menjadi ikhlas, tenang dan lebih berpikir jernih," katanya seraya ia bermaksud turun. Namun tiba-tiba terdengar suara deringan dari Handphonenya.


"Sammy Bos!" katanya, sambil menunjukkan layar hpnya pada Fazril.


"Ya sudah kamu terima dulu!" Setelah mendapatkan jawaban dari Bosnya, Bobby pun menerima panggilan tersebut. Lalu entah apa yang sedang ia dengar, namun ia malah menyalakan layar monitor yang terdapat di mobilnya. Dan tak berapa lama tampaklah sebuah adegan yang terdapat di layar monitor tersebut. Membuat rahang Fazril langsung mengeras saat melihat, dua orang wanita yang terdapat di monitor yang tampaknya itu rekaman cctv.


"Cih! Dasar wanita murahan! Kau ingin menjebakku? Bermimpi saja kau sana disiang bolong!" ujar Fazril, sambil menatap layar monitor yang terdapat di mobilnya.


"Huh! Untung saja Semmy cerdas. Dia memasang cctv diberbagai tempat yang tidak terlihat oleh siapapun. Jadi Aku bisa tahu, apapun yang terjadi diluar maupun di dalam kantorku! Kalau begitu besok kamu harus memberikan hadiah untuk Sammy, ya Bob. Karena berkat dia Aku jadi bisa tahu apa yang direncanakan oleh wanita ular itu!" lanjut Fazril, dengan tatapan yang terlihat begitu geram, melihat kedua wanita yang berada di monitor tersebut.


"Baik Bos! Sesuai kata Anda!"


...••┈••✾•◆❀🌸❀◆•✾••┈••...


Jangan lupa berikan dukungannya ya? Dan jangan lupa kasih 👉 🌟🌟🌟🌟🌟 Lima, VOTE, LIKE, Hadiah Serta komentarnya oke 😉 Agar Ramanda bersemangat loh 😉


 

__ADS_1


__ADS_2