
┈••✾•◆❀🌸 Kalam Hikmah.🌸❀◆•✾••┈
Wahai diri yang sedang diuji, seberat apapun keadaan yang engkau alami, sesulit apapun dirimu untuk bangkit, kau tidaklah sendiri. Allah selalu ada untukmu, hanya saja Allah memintamu untuk lebih bersabar melewati rintangan untuk bisa lebih baik ke depannya. Percayalah bahwa apa yang terjadi padamu adalah bukti Cinta-Nya padamu.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•┈┈┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🌸❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈┈┈•
Hari menjelang sore.
Fazril terlihat, masih terfokus pada pekerjaannya. Padahal sudah melewati jam pulang kantor. Namun, Fazril terlihat masih enggan untuk beranjak dari tempat duduknya. Membuat para karyawannya jadi ikutan enggan untuk beranjak pulang. Karena sudah menjadi kebiasaan diperusahaannya Fazril. Para karyawan akan pulang setelah Bos mereka terlebih dahulu meninggalkan ruangannya. Namun kali ini Bos mereka malah tidak keluar-keluar dari ruangannya. Membuat mereka menjadi serba salah.
"Agatha? Sudah setengah Jam kami menunggu. Tapi kenapa Bos belum keluar-keluar sih dari ruangannya,'' tanya seorang pria asing, yang tampaknya ia adalah salah satu dari karyawannya Fazril.
"Maaf Pak Martin, saya juga tidak tahu. Jadi sebaiknya Anda tanyakan saja pada Pak Bob, karena sudah pasti Dia sangat mengetahuinya Pak," balas wanita, yang dipanggil Agatha tersebut.
"Tapi kamukan sekertarisnya Tha, masa kamu tidak tahu sih?" tanya seorang pria lainnya yang sepertinya ia juga salah satu karyawanya Fazril.
"Iya benar Pak Nicko. Tapikan saya disini masih baru Pak. Jadi yang mengetahui jadwal Pak Yudistira, hanya Pak Bob saja," balas Agatha apa adanya. Dan disaat bersamaan, seorang pria datang menghampiri mereka.
"Ada apa ini? Kenapa kalian berkumpul di sini?" tanya Pria tersebut, kepada mereka yang sedang berdiri didepan meja sekertaris milik Agatha.
"Eh, Pak Bob!" sentak mereka secara bersamaan.
"Begini Pak, inikan sudah melewati jam waktunya pulang Pak. Tapi karena Bos belum keluar dari ruangannya. Jadi mereka semua tidak ada yang berani pulang Pak," jelas Agatha pada yang akhirnya buka suara. Mendengar penjelasan dari Agatha, pria itu yang tak lain adalah Bobby, langsung melirik jam tangannya.
"Ooh. sudah lewat hampir satu jam ya? Kalau begitu kalian boleh pulang!" kata Bobby, lalu ia pun langsung bergegas menuju ke ruangannya Fazril.
"Ah.. akhirnya! Ya sudah ayo kita pulang!" kata Martin, seraya ia melangkah menuju ke arah pintu lift. Dan akhirnya mereka semua pun langsung bergegas pergi.
...*****...
__ADS_1
Sementara disisi lain.
Bobby yang menuju ke Ruangannya Fazril, langsung masuk setelah ketukan pintunya dibalas dengan kata masuk dari dalam. Sesampainya di dalam, ia melihat Bosnya masih fokus pada layar laptopnya juga. Bobby pun langsung menghampirinya.
"Bos, sudah waktunya pulang, apakah Anda..." kata Bobby. Namun disaat bersamaan terdengar suara deringan dari Handphonenya Fazril, membuat Fazril mengangkat tangannya, agar Bobby menghentikan perkatanya. Setelah itu ia pun langsung menerima panggilan tersebut.
"Hallo!" ucap Fazril setelah sambungannya terhubung.
"Hallo Mas Yudis, ini Mona, Mas," ucap seorang wanita yang mengaku bernama Mona, dari seberang.
"Kamu! Mau apa kamu menghubungi Aku!" balas Fazril terdengar begitu ketus.
"Kok ketus banget sih Mas? Monakan.."
"Jangan panggil aku Mas! Aku jijik mendengarnya kalau kamu yang menyebutkannya!" bentak Fazril, memotong perkataannya Monalisa.
"Oke..oke Yudis aku tidak akan memanggil kamu Mas lagi. Asalkan kamu mau menemui ku direstoran yang ada di hotel xx tempat aku menginap. Kamu bersediakan?" balas Mona, membuat Fazril langsung tersenyum sinis.
"Yudis? Kamu dengarkan?" tanya Mona, membuat Fazril langsung tersentak dari lamunannya.
"Aku tidak punya waktu luang! Jadi..."
"Yudis please.. anggap saja ini permintaanku yang terakhir. Karena setelah itu aku janji sama kamu! Aku akan langsung pulang ke tanah air dan tidak akan pernah menemui kamu lagi. Jadi aku mohon sama kamu, datang yaa?" potong Mona, terdengar begitu berharap. Membuat Fazril kembali tersenyum tipis dan sangat menakutkan.
"Baiklah dalam waktu setengah jam aku akan sampai disana!" balas Fazril terdengar datar.
"Apa! Cepat sekali? Akukan butuh waktu dandan Yudis?!"
"Aku nggak mau tahu! Pokoknya dalam waktu yang aku berikan kamu tidak ada, maka kesempatan kamu akan hilang!" pungkas Fazril dan ia pun langsung memutuskan sambungannya. Setelah itu ia langsung memadamkan hp Agar Mona tak dapat menghubunginya lagi.
"Bob, apakah anak buah kamu masih mengikuti mereka?" tanya Fazril pada Bobby setelah meletakkan hpnya diatas meja kerjanya.
__ADS_1
"Masih Bos! Mereka masih mengawasi orang tua Anda dan wanita itu!" balas Bobby berkata apa adanya.
"Bagus! Kalau begitu pinta mereka untuk menghubungi pihak restoran, bila wanita itu memesan minuman lalu membayar orang untuk melakukan yang dia rencanakan. Maka bayar orang tersebut tiga kali lipat dari bayarannya dan minta dia untuk memindahkan obat tersebut keminuman wanita itu! kamu paham?" ujar Fazril, menjelaskan rencananya.
"Paham Bos! Anda tidak perlu khawatir, karena saya sudah lebih dulu mengatakan seperti itu pada mereka!" balas Bobby terdengar tegas.
"Aah..ternyata kamu pintar juga! Oh iya satu lagi, carikan dia laki-laki yang pantas untuknya. Setelah itu atur, agar Ibuku menonton aksinya juga! Kamu mengerti?!" ujar Fazril lagi, sambil menyunggingkan senyuman yang amat menakutkan menurut Bobby, sehingga tanpa sadar ia langsung bergidik melihatnya, apalagi setelah mendengar Rencananya Fazril, membuat ia benar-benar merinding.
"Mengerti Bos!" balas Bobby dengan cepat.
"Bagus! Sekarang ayo kita berangkat!" kata Fazril seraya ia bangkit dari kursi kebesarannya. Setelah itu ia pun langsung bergegas pergi meninggalkan ruangannya, dengan diikuti oleh Bobby dari belakangnya.
...*****...
Sementara disisi lain.
Disebuah kamar hotel, tampak seorang wanita cantik terlihat sedang tergesa-gesa melakukan persiapannya. Disaat ia masih terburu-buru, seorang wanita paruh baya menghampirinya.
"Nak Mona, apa yang kamu lakukan?" tanya wanita paruh baya tersebut.
"Eh, Tante Maryati? Sebentar yaTante, Mona sedang terburu-buru, nih," balas wanita cantik itu yang ternyata ia adalah Monalisa.
"Memang kamu mau kemana Nak? Kok pakaian kamu kok seksi sekali sih?" tanya Maryati, dengan tatapan penuh penasaran.
"Kan Mona sudah katakan sebentar Tante!" bentak Monalisa, membuat Maryati terkejut mendengarnya.
"Kamu kok membentak Tante Mona?!"
...••┈••✾•◆❀🌸❀◆•✾••┈••...
Jangan lupa berikan dukungannya ya? Dan jangan lupa kasih 👉 🌟🌟🌟🌟🌟 Lima, VOTE, LIKE, Hadiah Serta komentarnya oke 😉 Agar Ramanda bersemangat loh 😉
__ADS_1