
┈••✾•◆❀🌸 Kalam Hikmah.🌸❀◆•✾••┈
Tak Ada Abadi, Bersikap Sewajarnya saja. Ketika kita mendapatkan kesedihan, janganlah larut didalamnya. Janganlah berputus asa hanya karena kesedihan. Yakinlah, bahwa kesedihan akan berlalu. Begitupun dengan kebahagiaan, jangan terlena, jangan sampai lalai dengan kesenangan. Karena kesenangan ataupun kebahagiaan juga akan berlalu.
Bertindaklah sewajarnya, bertindaklah sebijaksana yang kau bisa. Sedih atau senang, adalah bagian dari hidup yang tidak bisa kita pisahkan dari hidup kita. Tinggal tergantung bagaimana kita dalam upaya menghadapinya dengan mengingat bahwa "hadza sayamurru" ini akan berlalu.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•┈┈┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🌸❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈┈┈•
"Hmm.. ka-kamu siapa?"
DEGH!!
Jantung Qanita langsung berdegup kencang tatkala mendengar pertanyaan dari suaminya. Apalagi saat ia melihat tatapan matanya Fazril seakan tak mengalami dirinya membuat hatinya terasa begitu sakit. Sehingga membuat ia tak mampu menjawab pertanyaan dari suaminya itu
Untungnya Bobby masih berada disana. Sehingga ketika ia mendengar pertanyaan itu ia pun langsung menghampiri tempat tidur sang Bosnya itu, dan ia berdiri tepat disampingnya Qanita berdiri.
"Bos Anda baik-baik sajakan? Tapi Kenapa anda tidak mengenali istri anda sendiri, Bos?" tanya Bobby, dengan wajah yang terlihat begitu khawatir.
"Istri? Saya sudah punya istri?" tanya Fazril, sambil menatap wajah Bobby dengan singkat. Lalu ia kembali menatap wajah Qanita dengan tatapan seperti tak percaya.
"Bener Bos dia istri Anda! Dan saat ini Istri Anda sedang mengandung anak bos sendiri!" jelas Bobby lagi.
"Aah.. Apakah kau sedang bercanda? Sejak kapan aku menikah dengannya?" tanya Fazril, yang tampaknya ia benar-benar tidak percaya.
"Dua tahun yang lalu Bos! Kalau Anda tidak percaya, saya bisa langsung membuktikannya Bos!" balas Bobby, seraya Iya mengeluarkan benda pipihnya yang berada di dalam saku jasnya. Lalu ia pun mengaktifkan layarnya dan kemudian ia pun menunjukkan beberapa foto yang masih tersimpan di dalam galeri yang berada di handphonenya Bobby.
__ADS_1
Fazril langsung mengambil handphone miliknya Bobby. Dan ia pun mulai melihat satu persatu foto yang tersimpan di galerinya handphonenya Bobby. "Kalau Aku menikah dengannya, bagaimana dengan Mona?" tanyanya dengan mata masih mengarah ke layar handphonenya Bobby.
Mendengar Suaminya menyebut nama wanita lain, hati Qanita terasa sakit. Sehingga akhirnya ia memilih pergi meninggalkan ruangan rawatnya Fazril. Bobby yang belum menjawab pertanyaan dari bosnya lebih memilih mengajar Qanita.
"Nyonya, tunggu Nyonya! Anda jangan pergi lagi!" teriak Bobby sambil ia bermaksud mengejarnya. Namun langkahnya terhenti, saat mendengar perkataan Fazril.
"Kenapa kamu tidak menjawab pertanyaanku Bobby?! Kenapa malah mengejar dia hah?!" teriak Fazril begitu keras. Karena posisi Bobby saat ini sudah berada di dekat pintu.
"Karena Bos, belum lama menjemput Nyonya! Apakah anda tidak ingat Bos? Ketika Nyonya pergi meninggalkan Anda. Dan Anda hampir-hampir menjadi orang gila? Sehingga Anda hampir melepaskan perusahaan anda begitu saja hanya demi mencari nyonya apakah anda tidak ingat itu Bos?" jelas Bobby, dengan suara yang terdengar sedikit keras juga.
"Jadi biarkan saya mengejar nyonya Bos! Karena saya tidak ingin sampai hal yang kemarin terulang kembali dan akan menjadi penyesalan bagi anda Bos!" lanjut Bobby, seraya ia membuka pintu ruangan tersebut. Lalu ia langsung pergi, tanpa menunggu jawaban dari Fazril.
kini Fajri tinggal seorang diri dengan mata masih melihat layar handphone miliknya Bobby. "Apakah benar aku hampir gila karena wanita itu? Lalu gimana dengan Mona? Bukankah Kami sempat mau menikah? Lalu Kenapa bisa aku menikah dengannya. Apa yang sebenarnya terjadi?" gumam Fazril terlihat ia begitu bingung dengan apa yang telah terjadi.
...*****...
Sementara itu disisi lain.
"Bobby! Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu menahan tanganku hah?" tanya Qanita dengan wajah terlihat tidak senang.
"Maaf Nyonya, Anda tidak boleh pergi begitu saja. Karena saat ini Bos..." balas Bobby, yang sepertinya ia menyangka kalau Qanita hendak pergi jauh lagi.
"Pergi?" potong Qanita, sambil mengerutkan dasinya. "Siapa yang mau pergi Bobby? Saya mau ke ruangan dokter dan ingin bertanya apa yang terjadi pada Mas Azril. Kenapa dia bisa lupa denganku, tapi tidak pada wanita itu?" lanjutnya.
Mendengarkan penjelasan dari istri bosnya Bobby langsung menghelakan napas leganya, "Huuft... syukurlah saya pikir anda mau pergi lagi maaf nanya karena saya sudah lancar menahan tangan anda!" balasnya sambil ia membungkukkan tubuhnya sedikit.
"Aah.. sudahlah! Sebaiknya kita langsung saja keruangan Dokter. agar secepatnya kita tahu apa penyebab bos kamu, bisa melupakan saya!" kata Qanita, yang kemudian ia pun mulai kembali melangkahkan kakinya.
__ADS_1
"Baik Nyonya! Mari saya Antar!" balas Bobby. Dan akhirnya mereka pun langsung bergegas menuju ke ruangan dokter.
Sesampainya di ruangan dokter mereka pun langsung mengetuk pintunya, dan tak berapa lama kemudian,
"Masuk!" seru seseorang dari dalam. Dan mereka pun langsung masuk.
"Permisi Dok! Ada yang ingin saya tanyakan," kata Qanita setelah ia berada di dalam.
"Oh, silahkan duduk dulu Nyonya!" balas sang Dokter.
"Terima kasih Dok!" Qanita pun langsung duduk, sedang Bobby tetap berdiri dibelakangnya Qanita.
"Silakan apa yang ingin anda tanyakan nyonya?" tanya sang dokter setelah melihat Qanita duduk.
"Ini mengenai suami saya Dok, kenapa ya dia bisa lupa pada saya, tapi tidak lupa pada yang lainnya?" tanya Qanita balik.
"Aah.. ini yang saya khawatirkan tadi nyonya! Karena Suami Anda mengalami cedera kepala. Kemungkinan terkena amnesia itu wajar. Namun, beberapa kondisi seperti menderita penyakit tertentu yang menyebabkan kerusakan di area otak juga dapat menyebabkan amnesia juga Nyonya," balas Sang Dokter.
"Tapi Dok, kenapa yang dia lupakan hanya peristiwa di dua tahun ini saja? Tapi tidak yang lainnya?" tanya Qanita, yang tampaknya ia amat bingung.
"Nyonya, sepertinya Suami anda mengalami Amnesia Anterograde. Amnesia anterograde adalah ketidakmampuan seseorang untuk mengingat informasi yang baru saja diterimanya. Informasi yang seharusnya disimpan dalam memori jangka pendek menghilang. Kondisi tersebut terjadi karena kerusakan di otak mengakibatkan ketidak mampuan untuk mentransfer informasi atau peristiwa yang baru terjad. Meski demikian, penderita amnesia anterograde masih dapat mengingat informasi dan peristiwa lama yang terjadi jauh sebelum mengalami cedera," jelas sang Dokter lagi.
"Lalu apakah itu bisa sembuh Dok?" tanya Bobby, yang tampaknya ia juga ikut penasaran.
"Itu tergantung sang pasiennya sendiri Tuan!"
...••┈••✾•◆❀🌸❀◆•✾••┈••...
__ADS_1
Jangan lupa berikan dukungannya ya? Dan jangan lupa kasih 👉 🌟🌟🌟🌟🌟 Lima, VOTE, LIKE, Hadiah Serta komentarnya oke