ANDAI Kau Menjadi Diriku.

ANDAI Kau Menjadi Diriku.
PANCARAN KEBAHAGIAAN. (END)


__ADS_3

┈••✾•◆❀🌸 Kalam Hikmah.🌸❀◆•✾••┈


Allah SWT tidak akan membiarkan seorang hambanya yang beriman untuk hidup dalam kesengsaraan. Allah SWT memberikan ujian untuk menilai layak atau tidak hamba tersebut diberi kebahagiaan. Ketika seorang mukmin mampu melewati ujianNya, maka Allah SWT telah menambahkan kebahagiaan terbesar melainkan akan kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya.


Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda: “Sungguh menajubkan keadaan orang-orang yang beiman. Sesungguhnya seluruh keadaan orang yang beriman hanya akan mendatangkan kebahagiaan untuk dirinya. Demikian itu tidak pernah terjadi kecuali untuk orang-orang yang beriman. Jika ia mendapatkan kesenangan maka ia akan bersyukur dan hal tersebut merupakan kebaikan untuknya. Namun jika ia merasakan kesusahan maka ia akan bersabar dan hal tersebut merupakan kebahagiaan untuk dirinya.” (HR. Muslim )


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•┈┈┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🌸❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈┈┈•


Di Rumah sakit.


Suasana didepan ruang bersalin, tampak begitu tegang. Para keluarga Fazril, maupun keluarga angkatnya Qanita, terlihat begitu gelisah menanti kelahiran sang cucu mereka. Begitu juga dengan Fazril, yang di antara mereka Dialah yang terlihat paling tegang. Ditambah lagi kepalanya sering nyut-nyutan, karena tampaknya ia sudah mulai teringat pada masa lalunya.


Namun ketegangan, dan kekhawatiran mereka, akhirnya berakhir. Setelah mereka mendengar suara tangisan bayi. Bahkan mereka langsung bernafas lega, seraya berkata. "Alhamdulillah.." ucap mereka secara serentak.


"Alhamdulillah.. selamat ya Nak. Akhirnya kamu menjadi seorang Ayah juga," ucap Firman seraya ia memeluk tubuh Fazril dengan rasa haru.


"Alhamdulillah, makasih Pah," balas Fazril tak kalah harunya. Disaat bersamaan, seorang wanita berpakaian serba putih menghampiri mereka.


"Permisi Pak, siapa diantara kalian, suaminya pasien?" tanya Wanita berseragam putih tersebut. Mendengar perkataan wanita itu, Fazril pun langsung angkat tangan.


"Saya, Suster! Apakah istri saya baik-baik saja?" tanya Fazril, tampak penasaran.


"Istri Anda baik dan sekarang beliau sudah dipindahkan keruang rawat pasien. Dan bayi laki-lakinya juga dalam keadaan sehat. Anda juga sudah bisa melihat bayi Anda pak," balas wanita yang dipanggil Suster tersebut.


"Aah.. kalau begitu, saya langsung lihat mereka saja Sus. Terima kasih sudah memberitahu kami,"


"Iya Pak, Sama-sama. Kalau begitu saya permisi!" balas Sang Suster, lalu ia pria berlalu pergi.


"Ayo Pah, Mah, Dad, Mom, ayo kita menemui Qanita!" ajak Fazril, yang tampaknya ia sudah tidak sabaran ingin segera bertemu dengan istri dan anaknya.


"Baiklah ayo kita kesana," balas Firman, dan mereka semua pun mengikuti, Fazril, yang terlihat ia paling depan.

__ADS_1


Setibanya mereka didepan pintu ruang rawat Qanita. Fazril pun langsung membuka pintu ruangan tersebut. Dan tampaklah olehnya Qanita yang terlihat masih terbaring lemah. Sambil menatap wajah bayinya yang sudah dibaringkan disisi kanan. Bahkan ia juga sedang mengelus pipi bayinya dengan lembut.


"Sayang, kamu baik-baik sajakan?" tanya Fazril, seraya ia menghampiri ranjang istrinya.


"Alhamdulillah, kami berdua baik-baik saja kok Mas," balas Qanita, dengan suara yang terdengar masih lemah.


"Aah.. syukurlah, lega rasanya, melihat kamu dan anak kita, dalam keadaan baik," ucap Fazril, seraya ia melihat wajah bayi. "Maa shaa Allah, tampan sekali anak kita ya? Terima kasih Sayang. Terima kasih atas perjuangan kamu, saat melahirkan anak kita. Mas sangat bahagia sekali, rasanya sudah sempurna Kebahagiaan ini," sambung Fazril lagi, seraya ia mengecup lembut dahi istrinya dengan penuh kasih sayangnya.


Qanita pun tersenyum lembut, mendengar perkataan suaminya, "Sama-sama Mas. Nita juga mau ngucapin terima kasih, karena Mas sudah menjadikan Nita wanita yang sempurna," balas Qanita, masih dengn suara lemahnya.


"Eh'eh.. mau sampai kapan sih, acara ucapan terima kasih selesai? Kamikan juga ingin melihat anak kalian juga!" protes Maryati, yang tampaknya ia sudah tidak sabar ingin melihat cucunya.


"Sabar dong Mah. Lagian bayi mereka jugakan belum di Adzani," sambung Firman, yang sebenarnya ia bermaksud mengingatkan putranya. Dan benar saja setelah mendengar perkataan dari sang ayah Fazril pun langsung tersentak.


"Aah!lupa! Ya sudah kalau begitu Mas Adzanin dulu anak kita ya Sayang?" kata Fazril, yang kemudian ia pun langsung menggendong tubuh buah hatinya. Setelah itu ia pun langsung menghadap ke kiblat. Dan tak berapa lama, terdengarlah suara merdunya yang sedang mengumandangkan adzan.


Sambil menunggu Fazril yang sedang mengadzankan anaknya. Para orang tua pun langsung menghampiri Qanita.


"Selamat ya Nak, selamat atas kelahiran anak kalian," ujar Zaynah, seraya ia mengecup dahinya Qanita.


"Selamat ya Sayang, akhirnya kamu menjadi seorang ibu. Dan Mama ikut bahagia, melihat kalian bahagia," sambung Maryati, yang tak mau ketinggalan, ia pun ikut mengecup dahinya Qanita.


"Terima kasih Mah. Selamat juga buat Mamah, karena sudah menjadi seorang Omah," balas Qanita, membuat Maryati tersenyum senang.


"Aah.. iya Mamah sekarang sudah menjadi Omah ya? Terima kasih Nak, karena kamu sudah membawa kebahagiaan untuk di keluarganya Mama," ujar Maryati, agak sedikit malu pada dirinya sendiri. Sebab ia pernah menjadi orang yang menyakiti menantunya itu.


"Hmm.. sebenarnya Mama malu sama kamu Nak. Karena Mama pernah.." sambung Maryati lagi, yang sepertinya ia hendak mengakui kesalahannya. Namun perkataannya langsung disela oleh Qanita.


"Syuuht.. jangan di ingat-ingat lagi ya, Mah. Sekarang Kitakan sudah bahagia. Dan kedepannya juga kita akan selalu bahagia. Jadi jangan pernah mengingat-ingat hal itu lagi ya, Mah?" kata Qanita, membuat Maryati jadi terharu.


"Baiklah Nak, Mama akan mengikuti sesuai yang kamu Inginkan. Sekali lagi terimakasih ya Nak,"


"Sama-sama Mah," balas Qanita, sambil menyunggingkan senyuman lembutnya. Dan disaat bersamaan, Fazril juga terlihat sudah menyelesaikan Adzannya. Dan baru saja ia hendak membaringkan anaknya disamping Istrinya lagi. Maryati malah langsung merebutnya.

__ADS_1


"Loh, Mamah! Main ambil aja sih!" protes Fazril.


"Biarin! Mamakan juga ingin melihat wajah cucu omah! Iyakan Nak?" balas Maryati terlihat begitu senang.


"Maa shaa Allah, cucu kita tampan banget ya Mah?" ujar Firman, yang terlihat ia sedang disisinya Maryati. Ia juga terlihat begitu senang.


" Iya Pah! Cucu kita sangat tampan? Dia mirip sekali dengan Azril waktu masih bayikan?" balas Maryati, masih memperhatikan wajah bayinya Qanita.


"Ooh iya, Kamu sudah menyiapkan namanya untuk bayi kamu Nak?" tanya Henry, ayah angkatnya Qanita.


"Sudah Dad. Kamu berdua sepakat akan memberi nama bayi kami, yaitu Arkana Ukkasya, Dad," balas Fazril, sambil menatap wajah bayinya, yang terlihat sekarang sudah berpindah tangan. Ya kini Zaynahlah yang mengambil alih, buah hatinya itu.


"Maa shaa Allah, itu nama yang indah Nak. Semoga kelak, dia menjadi anak yang Sholeh," ucap Henry. Dan langsung disambut oleh mereka semua, dan itu ermasuk Qanita.


"Aamiin ya Allah," ucap mereka secara bersamaan.


"Terima kasih Dad, Pah, Mah, Mom, terima kasih atas doanya. Terima kasih juga atas cinta kalian pada Nita. Kini Nita, merasa menjadi orang yang paling bahagia. Karena telah memiliki kalian. Dan Nita juga sangat bersyukur, karena telah memiliki Suami yang begitu mencintai Nita, terma kasih ya Mas," ucap Qanita, terlihat begitu terharu.


"Sama-sama Sayang," balas, para orang tua secara bersamaan, sambil menatap wajah Qanita, dengan tatapan kasih sayang.


"Sama-sama Sayang," balas Fazril juga yang kemudian ia juga memberikan kecupan pada dahi istrinya.


Kini suasana diruangan Qanita berubah menjadi begitu hangat. Pancaran kebahagiaan juga telah menghiasi suasana di ruangan tersebut. Apalagi Qanita dan Fazril, karena keduanyalah terlihat paling bahagia. Karena pada akhirnya, mereka bisa bersatu lagi pada keluarga mereka.


...┈┈┈•✾•◆❀🌸E.N.D🌸❀◆•✾•┈┈┈┈...


ALHAMDULILLAH..


Alhamdulillah.. Akhirnya Ramanda dapat meyelesaikan Novel ♥️ ANDAI KAU MENJADI DIRIKU♥️


Maaf ya guys kalau kalian merasa tak terpuaskan dari hasil akhirnya. karena Ramanda sedang ada masalah jadi terpaksa menamatkan novel ini. Dan Ramanda juga sudah berusaha keras untuk mempersembahkan yang terbaik. Namun kalau belum terpuaskan, Ramanda mohon maaf ya🙏. Sekali terima kasih ya guys atas dukungannya. Semoga kita dapat berjumpa lagi dikarya Ramanda yang lainnya. Oke. 😉


Oke Ramanda pamit ya Assalamu'alaikum 🙏🥰

__ADS_1


See you 😘


__ADS_2