ANDAI Kau Menjadi Diriku.

ANDAI Kau Menjadi Diriku.
PERISTIWA BERSEJARAH.


__ADS_3

┈••✾•◆❀🌸 Kalam Hikmah.🌸❀◆•✾••┈


"Direndahkan tidak menjadikan kita sampah, disanjung tidak menjadikan kita seperti bintang"


Maka jangan merisaukan kata-kata orang, karena setiap orang melihat kita dengan pemahaman berbeda. Teruslah melangkah selagi kita di jalan yang benar, walaupun kebaikan tidak selalu dihargai. Ada waktunya kita harus terbuka dan berlapang dada terhadap orang yang berterus terang terhadap kita. Walaupun kita kurang nyaman tapi sekurang-kurangnya dia jujur terhadap kita.


Jangan kita terlalu berharap orang lain memahami jalan hidup kita, karena kita semua tidak melalui perjalanan hidup yang sama.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•┈┈┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🌸❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈┈┈•


Fazril langsung tersenyum tipis, saat melihat perubahan pada wajahnya Monalisa. Bahkan kini wajahnya terlihat begitu memerah. Namun ia terlihat masih berusaha keras, agar tetap tersadar. Itu sangat terlihat jelas, dari cara ia meremas tangan-tangannya, sehingga tampak ada darah yang mengalir dari telapak tangannya. Karena sepertinya kuku-kuku yang pajang sudah melukai telapak tangannya itu.


"Bagaimana apakah sekarang rencana kamu telah berhasil hah?" tanya Fazril, seraya tersenyum mengejek pada Monalisa. Membuat Monalisa terkejut mendengar pertanyaan.


"Kamu? Bagaimana bisa kamu..."


"Tahu gitu?" sambung Fazril meneruskan pertanyaannya Monalisa. Lalu ia kembali tersenyum sinis, "Heh..apakah kamu berpikir, aku masih orang yang sama, yang kamu kenal dilima tahun yang lalukah? Hei, dengar ya Mona! Sekali aku dikhianati maka jangan pernah berharap untuk mendekatiku lagi! Karena itu akan menjadi sia-sia saja! Jadi camkan itu!" pungkas Fazril. Lalu ia pun langsung bangkit dari duduknya dan langsung melangkah meninggalkan Monalisa yang terlihat sedang menahan rasa yang tak bisa digambarkan lagi.


"Aah! Yudis! Jangan tinggalkan aku! Ukh..! Tolong bantu aku Yudistira!" teriaknya, sambil berusaha bangkit dari duduknya. Namun ia malah terhuyung dan hampir saja jatuh. Untungnya langsung ditangkap oleh seorang pria yang tak dikenalnya.

__ADS_1


"Anda tidak apa-apa Nona? Apakah Anda perlu bantuan dari saya?' tanya pria tersebut.


Mendengar suara suara berat pria tersebut, Monalisa langsung menoleh kesampingnya. Dan seketika ia tersentak melihat wajah pria asing yang terlihat begitu menyeramkan dengan tubuh yang begitu besar. Membuat ia merasa ngeri melihatnya. Dannia bermaksud ingin melepaskan cengkraman tangannya yang saat ini sedang melingkar di pinggangnya.


"Aakh.. le-paskan ah.. tangan kamu!" bentak Monalisa, yang sepertinya ia sudah mulai tidak bisa mengendalikan tubuhnya.


"Tapi Nona, Anda seperti sedang kesakitan, jadi saya hanya berusaha membantu Anda saja kok," ujar pria itu, seraya ia mengusap keringat jagung yang berada di dahinya Mona. Dan disaat itulah Mona merasakan tubuh mulai bereaksi aneh dan ia juga merasa tangan pria itu bisa meredamkan rasa panas pada wajahnya.


"Aaah..di-ngin! Ta-ngan Anda bisa mendinginkan wajahku? Kalau begitu tolong bantu saya Tuan Aah.. nyaman!" pinta Mona, yang akhirnya ia lepas kendali. Dan langsung memeluk tubuh pria berwajah menyeramkan tersebut.


Melihat reaksi Mona yang sudah lepas kendali. Membuat membuat pria tersebut langsung menyunggingkan senyuman seringainya. Apalagi lagi saat melihat baju Mona yang terlihat begitu seksi, membuat hasratnya ingin segera membawanya pergi dari tempat itu. Dan benar saja, pria tersebut pun langsung menggendong tubuh Mona lalu ia pun membawanya ke salah satu kamar hotel yang berhadapan dengan kamarnya Maryati dan Mona.


Setibanya di kamar hotel, Pria itu langsung meletakkan tubuh Mona diatas ranjangnya, lalu ia bermaksud ingin pergi ke kamar mandi. Namun tangan Mona sudah langsung menariknya, "Aah.. jangan tinggalkan aku! Kamu harus menolong Aku Tuan!" kata Mona sambil menarik tangan pria itu, sehingga tubuh pria itu langsung terhempas ke tempat tidurnya. Lalu dengan sigap Mona langsung naik keatas tubuh pria tersebut.


Namun baru saja, ia menurunkannya, Mona sudah kembali berada di atas tubuh pria itu lagi. Bahkan tangan-tangannya sudah mulai membukakan kancing-kancing kemeja pria tersebut. Setelah itu ia menciumi serta menjilati tubuh pria tersebut. Membuat Pria akhirnya tidak bisa lagi menahan gairahnya.


"Ugh.. seperti Anda sudah tidak sabaran ya Nona? Baiklah kalau begitu, saya tidak akan sungkan lagi!" ujar pria tersebut, Lalu memutarkan tubuhnya Mona, sehingga kini posisi mejadi terbalik. Kini Mona telah berada di bawah si pria tersebut. Lalu ia langsung merobek bajunya Mona dengan paksa. Sehingga kini tubuh Mona terlihat polos tak sehelai benang pun yang menempel di tubuhnya.


Karena Mona sudah dikuasai oleh obat perangsang, membuat ia benar-benar lepas kendali, sehingga pertempuran yang begitu ganas dan panas itu, akhirnya tidak bisa dihindari lagi, Ia bahkan terlihat begitu menikmatinya.


...*****...

__ADS_1


Sementara itu disisi lain, tepatnya di depan kamar tempat Mona yang sedang bertempur. Lebih tepatnya di kamarnya Maryati, tiba-tiba terdengar seseorang mengetuk kamarnya. Maryati yang saat itu sedang beristirahat, terpaksa harus bangun, dan langsung bergegas menuju ke pintu kamarnya.


"Siapa sih yang mengetuk pintu? Nggak mungkin Monakan?" gumam Maryati, sambil berjalan menuju ke arah pintu, "Hmm.. pasti saat ini Mona sudah membawa Fazrilkan? Dan pastinya mereka sudah bermadu kasih.. hihihi..jadi sebentar lagi pasti mereka akan menikah dong? Aah.. sudah ah, Aku kok jadi membayangkan yang tidak-tidak sih? Sebaiknya aku buka pintu dulu deh!" gumamnya lagi. Lalu ia pun langsung membuka pintu kamarnya.


"Eh! Kok nggak ada siapa-siapa sih? Padahal baru saja baru saja diketuk masa kok nggak ada sih?" gumam Maryati, sembari ia melihat koridor hotel ke kanan dan kiri yang terlihat begitu sepi tak ada seorang pun disana, "Siapa sebenarnya yang mengetuk pintu ya? Atau jangan-jangan hotel ini ada hantunya ya? Iiikh.. takut.. sebaiknya aku masuk lagi deh!" katanya sambil bergidik dan ia pun bermaksud ingin menutup pintunya kembali namun tiba-tiba matanya langsung melihat sebuah kertas putih tepat di depan pintunya.


"Eh, kertas apa ini?" gumamnya lalu ia pun mengambil kertas tersebut yang ternyata disana ada tulisannya dan ia pun langsung membacanya.


...┈┈┈*┈*┈┈┈...


"Tante, tolong gerebek kami dikamar depan ya? Biar tente menjadi saksi, agar anak Tante tidak bisa mengelak lagi, oke!"


...Mona...


...┈┈┈*┈*┈┈┈...


Maryati langsung tersenyum setelah membaca tulisan tersebut, "Kamu memang cerdas Mona! Tante akan menjadi saksi untuk kamu! Bahkan Tente akan merekamnya!" gumam Maryati terlihat begitu bersemangat,


"Baiklah, kalau begitu ayo kita merekam peristiwa bersejarah ini. Biar sekalian aku kirimkan Video ini ke wanita kampung itu," sambungnya, lalu ia pun langsung membuka pintu kamar terdapat di depan kamarnya, yang ternyata memang sengaja tak dikunci.


Lalu Maryati pun langsung bergegas masuk. Dan seketika matanya langsung terbelalak melihat adegan yang begitu mengerikan menurutnya. Dan dengan spontan ia merasa mual juga begitu marah.

__ADS_1


"Dasar wanita j*L@ng! Pelacur! Berani-beraninya kamu mempermainkan aku! Hueerkk!!" teriak Maryati sambil muntah-muntah.


__ADS_2