ANDAI Kau Menjadi Diriku.

ANDAI Kau Menjadi Diriku.
QANITA HAMIL?


__ADS_3

┈••✾•◆❀🌸 Kalam Hikmah.🌸❀◆•✾••┈


Kesulitan yang kita alami sejatinya adalah jalan untuk mendapatkan kemudahan yang jauh lebih besar. Dibutuhkan kelapangan hati agar kita bisa melewati berbagai kesulitan dan cobaan yang menimpa. Saat hati lapang menerima apa yang terjadi, maka kita akan jauh lebih mudah melewati setiap kesulitan. Namun bila hati kita sempit karena dipenuhi oleh penyakit hati maka akan terasa berat melewatinya


Jadi, tidak ada jalan yang lebih atas apapun yang terjadi kecuali kita menerima dengan hati yang lapang. Saat hati kita benar-benar lapang, Allah pasti akan melapangkan berbagai kemudahan demi kemudahan. Sadari dan pahami bahwa kelapangan rezeki yang kita terima berbanding lurus dengan kelapangan hati


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•┈┈┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🌸❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈┈┈•


"Apa yang telah terjadi Nak? Kenapa kamu bertingkah aneh begini?" tanya Zaynah, terlihat heran ketika melihat tingkah Qanita.


Mendengar pertanyaan Zaynah, roh Fazril yang saat ini ditubuh Qanita, terlihat terkejut. Ia juga terlihat amat bingung, karena harus menjawab apa. Apalagi ia tak mengenal wanita yang sedang berdiri di belakangnya itu.


Melihat kediamannya Qanita, Zaynah pun semakin penasaran. Dan ia pun langsung melangkah kakinya mendekati Qanita yang terlihat masih berdiri di depan cerminnya.


"Nak? Apakah kamu, benar-benar lupa sama Mommy Nak?" tanya Zaynah lagi, dengan tatapan mata yang terlihat begitu sendu.


Mendengar perkataan Zaynah, dahi Qanita langsung berkerut, "Mommy? Sejak kapan Qanita punya Mommy orang asing begini? Dan kenapa Aku tidak tahu ya? Tapi tunggu dulu, aku harus jawab apa nih? Apa aku bilang saja ya kalau aku lupa ingatan?" batin Fazril, yang tampaknya ia sedang bingung untuk memberikan jawabannya pada Zaynah.

__ADS_1


"Hmm.. apakah kamu seperti ini karena bawaan kehamilan kamu Nak?" tanya Zaynah lagi.


Mendengar perkataan Zaynah, Fazril langsung menatap kearah perutnya. Dan bahkan ia langsung memegang perutnya Qanita yang terlihat sudah mulai membesar.


"Aah.. Qanita hamil? Apakah ini anakku?" batin Fazril, seraya ia mengusap-usap perutnya sendiri, dengan tatapan yang terlihat sedang terharu. Namun itu hanya sesaat saja, karena tak lama kemudian ia malah tersenyum tipis, "Hmm.. berarti yang dikatakan oleh Bobby benar. Ketika aku merasakan hal yang aneh padaku waktu itu, ternyata penyebabnya karena Qanita hamil. Itu artinya ini adalah anakku," batin Fazril, terlihat begitu senang.


"Nak, kamu baik-baik sajakan? Apakah kamu merasakan sakit, diperut kamu Nak?" tanya Zaynah terlihat khawatir. Sebab ia melihat wajah Qanita yang ekspresinya selalu berubah-ubah. Membuat ia berpikir kalau Qanita sedang mengalami kontraksi.


Mendengar pertanyaan Zaynah, membuat Fazril langsung tersadar dari lamunannya, "Eh! Tidak kok, perut saya baik-baik saja Bu," balasnya dengan spontan. Dan disaat bersamaan, terdengar suara bariton seorang pria yang memanggil nama Qanita. Membuat Fazril langsung tersentak.


"Istriku, Qanita? Kalian Dimana?" teriak pria tersebut. Membuat mata Qanita langsung membulat, saat ia mendengar kata istriku.


"Hah! Istriku? Maksudnya? Apa Qanita memiliki suami lagi?" batin Fazril lagi, ia terlihat begitu penasaran. Sehingga ia pun langsung bergegas keluar dari kamarnya, karena ia ingin melihat sosok pria yang memanggil Istriku itu.


"Sayang? Ternyata kamu berada di kamar ya?" kata Pria itu seraya ia bermaksud mengecup lembut puncak kepalanya Qanita. Membuat roh Fazril yang berada di tubuh Qanita merasa risih. Sehingga dengan spontan ia pun langsung menghindarinya. Membuat pria itu terlihat begitu terkejut.


"Sayang? Kamu kenapa? Kok..." tanya Pria itu. Namun belum lagi ia menyelesaikan pertanyaannya, Zaynah yang terlihat baru keluar dari kamar Qanita langsung menyelanya.


"Suamiku? Sepertinya putri kita saat ini terkena amnesia. Makanya dia bersikap seperti itu, karena saat ini dia tidak mengenal kita," kata Zaynah, seraya ia menghampiri suaminya. Namun tatapannya masih mengarah kepada Qanita, dengan tatapan yang terlihat begitu sedih.

__ADS_1


"Benarkah itu istriku? Tapi apa penyebabnya? Bukankah selama ini dia baik-baik saja?" tanya Pria itu, yang tak lain ia adalah Hanry. Mendengar pertanyaan suaminya Zaynah hanya membalasnya dengan anggukan kepalanya saja.


Hanry pun kembali menatap wajah Qanita, "Qanita? Apakah benar kamu tidak mengingat kami Nak?" tanyanya dengan penuturan yang terdengar begitu lembut.


Melihat wajah kedua orang yang tidak dikenalnya terlihat sedih, Fazril pun jadi merasa bersalah, "Maaf sebenarnya saya.." kata Fazril, yang sepertinya ia berniat ingin menjelaskan sesuatu pada mereka. Namun belum lagi ia mengungkapkan niatnya tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar, serta dibarengi dengan ucapan salam dari seorang pria.


"Assalamu'alaikum!" ucap pria tersebut dengan suara yang terdengar begitu lantang. Membuat Zaynah maupun Hanry langsung saling bertatapan.


"Siapa yang datang Suamiku? Bukankah selama ini, tempat ini tidak pernah didatangi orang sekalipun?" tanya Zaynah, terlihat begitu heran.


"Aah.. iya juga ya? Siapa yang datang ya?" balas Henry yang tak kalah herannya dengan istrinya. Keduanya terlihat begitu bingung dan juga penasaran. Namun berbeda dengan Fazril, ia justru terlihat biasa-biasa saja. Bahkan ia malah tersenyum tipis mendengar suara tersebut. Karena sepertinya ia mengenali sang pemilik suara tersebut.


"Hmm.. akhirnya kamu datang juga istriku. Dan untuk kali ini aku tidak akan pernah lagi membiarkan kamu pergi dari sisiku lagi!" batin Fazril, Seraya ia bergegas menuju ke pintu rumah kecilnya Qanita. Dan bahkan ia langsung membuka pintunya tersebut. Dan tampaklah olehnya dua orang pria yang terlihat sedang berdiri tepat di depan pintu.


"Nyonya!" sentak salah satu pria yang sedang berdiri didepan pintu itu.


"Selamat datang istriku? Selamat datang Bobby" kata Fazril, seraya tersenyum lembut pada sang Pria yang baru datang.


...••┈••✾•◆❀🌸❀◆•✾••┈••...

__ADS_1


Jangan lupa berikan dukungannya ya? Dan jangan lupa kasih 👉 🌟🌟🌟🌟🌟 Lima, VOTE, LIKE, Hadiah Serta komentarnya oke


 


__ADS_2