ANDAI Kau Menjadi Diriku.

ANDAI Kau Menjadi Diriku.
ISTRI TERCINTA.


__ADS_3

┈••✾•◆❀🌸 Kalam Hikmah.🌸❀◆•✾••┈


Allah tau lelahmu, Allah tau kesulitanmu.


Tapi Allah tau kapasitasmu, Allah ingin melihat kesabaranmu. Allah cinta orang-orang yang sabar.


Allah Ta’ala berfirman yang artinya :


"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir". (QS. Al-Baqarah : 286)


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•┈┈┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🌸❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈┈┈•


Hari-hari telah berlalu, kesehatan Fazril pun sudah kembali pulih. Bahkan kini mereka sudah kembali berada di mansionnya. Dan berkat kesabaran serta ketulusan hatinya Qanita, ketika merawat suaminya. Ternyata itu malah menjadi nilai plus untuknya. Sebab berkat ketulusannya itu, membuat Fazril sekali lagi jatuh cinta kepadanya, padahal ingatannya saat ini belum kembali. Sehingga Qanita kini tak pernah lagi mempermasalahkannya lagi tentang ingatan suaminya itu.


"Mas, bangun yuk, ini sudah pagi loh Mas," ujar Qanita dengan lembut, sambil ia menciumi pipi suaminya.


"Hmm..Mas masih ngantuk Sayang," balas Fazril dengan suara khas orang bangun tidurnya, dan dengan mata yang terlihat masih terpejam.


"Eeh..Mas? Katanya hari ini Mas mau mulai bekerja. Nita juga udah menyiapin sarapan tuh buat Mas. Jadi ayo dong Mas bangun," kata Qanita, yang suaranya membuat hati Fazril terasa sejuk.


"Hmm.. nggak mau akh. Mas mau dirumah saja kelonan sama kamu," balas Fazril terdengar manja, seraya ia memindahkan kepalanya, ke atas pangkuannya Qanita.


"Iiiss.. Mas, kasian Bobby dong, dia sudah kesusahan terus saat kamu sakit. Nah sekarang Mas kan sudah sehat, pasti Dia berharap Mas ikut bekerja jugakan?" ujar Qanita, masih dengan kelembutannya, serta dengan kesabarannya merayu agar suaminya mau, menangani perusahaannya lagi.

__ADS_1


"Biarkan saja Sayang. Lagian, Bobby pasti bisa menghandle semuanya," balas Fazril dengan entengnya.


"Iiih..Mas kok gitu sih? Hmm..ya sudah gini saja, gimana kalau Nita temanin Mas bekerja, apakah Mas mau hm?"


Mendengar perkataan istrinya dengan spontan Fazril pun bangkit dari tidurnya, dengan penuh semangat, "Mau.. mau! Ya sudah Mas mandi dulu ya!" katanya, yang kemudian ia langsung turun dari tempat tidurnya. Bahkan ia langsung berlari ke kamar mandi. Membuat Qanita yang melihatnya, sedikit tersentak. Tapi tak lama ia pun tersenyum, sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Hmm..lucu banget sih Suamiku, mendengar aku mau menemaninya langsung, bersemangat," guamam Qanita masih memandang pintu kamar mandinya, "Ah, sebaiknya aku persiapkan baju Mas Azril dulu deh. Habis itu baru aku bersiap-siap juga," gumamnya lagi. Seraya ia bangkit dari duduknya. Lalu ia langsung pun mengambil baju kerja untuk suaminya.


Setelah itu, Qanita pun langsung menganti pakaiannya dan tak lupa juga ia memakai hijabmya. Dan baru saja ia selesai bersiap, Suaminya sudah kembali lagi, dengan memakai handuk kimono berwarna putih dengan rambut yang terlihat masih meneteskan air.


"Ya ampun Mas, kamu kok kayak anak kecil gitu sih? Sini biar Nita bantu keringkan rambutnya Mas," ujar Qanita, seraya ia mengambil handuk kecil yang dipegang oleh Fazril.


"Hehehe.. sengaja loh Sayang, kan biar dielapin kamu," balas Fazril, sambil cengengesan.


"Biarin! Orang manjanya juga sama istri sendiri pun. Nggak ada larangannyakan?"


"Yaa.. nggak ada sih. Ya sudah, sekarang kamu ganti pakaian dulu gih, Nita tunggu diruang makan ya?"


"Baiklah, tapi kamu hati-hati ya nurunin tangganya?"


"Iya Mas, ya udah Nita keluar ya?"


"Hmm.."


Setelah mendapatkan balasan dari suaminya, Qanita pun bergegas keluar dari kamarnya. Dan tinggallah, Fazril seorang diri yang terlihat sedang memakai setelan baju kerjanya. Dan setelah dirasa semuanya telah rapih, ia pun langsung bergegas keluar dan menuju ke ruang makan.

__ADS_1


"Tumben cepat?" ujar Qanita, saat kedatangan suaminya.


"Iya dong, kan hari ini, kerjanya mau di temanin istri tercinta," balas Fazril, seraya ia mengecup pipi Qanita. Setelah itu ia pun duduk tepat di sebelah istrinya.


"Hmm.. Mas-mas..pagi-pagi kok sudah menggombal sih," ujar Qanita, seraya ia mengambil makanan untuk suaminya. Setelah itu ia letakkan tepat di hadapannya Fazril.


"Kok gombal sih Sayang? Itu fakta tau," balas Fazril, dengan memasang wajah yang terlihat begitu serius.


Qanita langsung tersenyum lembut, "Iya, iya deh, Nita percaya. Sekarang kita makan dulu ya?" katanya dengan penuturan yang terdengar lembut.


"Baiklah Sayang," balas Fazril, dan akhirnya mereka pun memulai sarapannya. Membuat suasana menjadi hening, karena keduanya sedang menikmati makanannya dengan penuh hikmat. Dan sesuai yang telah direncanakan, begitu mereka menyelesaikan makanannya, Fazril pun langsung membawa istrinya menuju ke perusahaannya.


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, akhirnya mobil yang dikemudikan oleh Bobby, sampai di sebuah gedung bertingkat tinggi. Dan setelah keduanya turun dari mobilnya, mereka langsung disambut oleh para bawahannya Fazril. Tampak sekali, semuanya sudah diatur oleh Fazril, karena ia memang ingin memperkenalkan istrinya, pada para bawahannya. Namun baru saja mereka Henda memasuki pintu lobiy perusahaannya, tiba-tiba terdengar suara seorang pria memanggil nama keduanya.


"Fazril! Qanita!"


Merasa namanya dipanggil, dengan spontan Keduanya pun menoleh ke belakang,


"Papah! Mama?!"


...••┈••✾•◆❀🌸❀◆•✾••┈••...


Jangan lupa berikan dukungannya ya? Dan jangan lupa kasih 👉 🌟🌟🌟🌟🌟 Lima, VOTE, LIKE, Hadiah Serta komentarnya oke


 

__ADS_1


__ADS_2