ANDAI Kau Menjadi Diriku.

ANDAI Kau Menjadi Diriku.
PERTEMPURAN KEMBALI.


__ADS_3

┈••✾•◆❀🌸 Kalam Hikmah.🌸❀◆•✾••┈


Allah Tabaraka wa Ta'ala berfirman :


“Tidak ada sesuatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah dan barang siapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”


(Qs. At-Taghabun: 11)


Keberkahan seorang muslim salah satunya terletak pada hati yang tenang, ridho, tawakal atas segala hal yang terjadi dalam hidupnya. HATI yang tenang akan bersyukur apabila menerima nikmat. Sabar bila ditimpa musibah. Rela memaafkan dan mudah meminta maaf apabila bersalah. Qanaah dengan rezeki yang ada. Tawakal apabila berusaha dan senantiasa bersangka baik dengan Allah dan manusia.


Semoga kita semua memperolehi hati yang tenang, dalam menghadapi segala ujian hidup, diberi kekuatan iman, Islam dan Ihsan serta diberkati dan dirahmati Allah ﷻ..aamiin


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•┈┈┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🌸❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈┈┈•


"Aah.. Aku benar-benar sangat merindukanmu Sayang" kata Fazril yang langsung memeluk tubuh Qanita. Bahkan ia juga langsung menciumi wajah istrinya itu.


"Nita juga sangat merindukanmu Mas," balas Qanita. Membuat Fazril yang mendengarnya langsung mencium bibir ranumnya. Pada awalnya ciuman itu hanya sejenak saja.


"Aah..Mas sudah nggak kuat menahan rindu ini Sayang," kata Fazril, seraya ia kembali meraih bibirnya Qanita. Dan kali ini ciuman itu begitu mendalam. Tampak sekali kalau keduanya sama-sama tak sudah tak bisa mengendalikan rasa rindunya. Sehingga membuat keduanya terlihat seperti orang yang sedang kehausan.


Fazril yang melihat istrinya sudah dikuasai oleh hasratnya. Ia pun tak ingin menunda-nundanya lagi. Dan tanpa memberi aba-aba pada Qanita, ia sudah langsung membopong tubuh istrinya, dalam posisi keduanya masih saling berciuman. Lalu dengan langkah perlahan, Fazril langsung membawa istrinya kedalam kamarnya.

__ADS_1


Sesampainya di dalam kamar, Fazril pun langsung meletakkan tubuh Qanita diatas ranjangnya. Setelah itu tangan-tangannya mulai melepaskan satu persatu kain-kain yang menempel di tubuh istrinya itu. Begitu juga dengan Qanita, ia juga ikut membantu suaminya untuk membuka kancing-kancing kemejanya. setelah itu langsung mencampakkannya kelantai.


Tampak sekali kalau keduanya, sudah sama-sama telah di kuasai oleh hasratnya masing-masing. Hingga terjadilah pertempuran yang begitu hot, dan juga amat menggairahkan itu. Sampai pada akhirnya keduanya sama-sama telah mencapai puncaknya, maka berakhirlah pertempuran tersebut. Kini tubuh keduanya terlihat sama-sama sudah melemas. Namun mata mereka saling bertemu.


"I love you, Sayang," ucap Fazril, seraya ia mengecup lembut dahi istrinya. Setelah itu ia juga membantu mengusap keringat yang membasahi wajah istrinya itu.


Mendengar pernyataan cinta dari suaminya Qanita pun langsung tersenyum lembut. "I love you too Mas," balasnya terdengar lirih. Namun Fazril masih dapat mendengarnya. Sehingga terlihat jelas, kalau ia begitu senang. Sebab ini pertama kalinya Qanita mengucapkan rasa cinta untuknya.


"Aah... terima kasih saya..." ucap Fazril. Namun belum lagi ia menyelesaikan kata-katanya, tiba-tiba..


"Aakh..!" pekik Qanita pelan. Membuat Fazril langsung panik.


"Ada apa Sayang? Apakah perut kamu sakit? Apakah sudah waktunya kamu melahirkan?" tanya Fazril bertubi-tubi, dengan wajah yang terlihat begitu cemas. Bahkan ia langsung terduduk. Melihat kecemasan yang terlihat diwajah suaminya. Qanita pun langsung tersenyum tipis.


Fazril langsung terlihat terharu mendengar perkataan dari istrinya, "Benarkah itu sayang? Oh iya ngomong-ngomong sudah berapa bulan usia kandungan kamu Sayang?" tanya Fazril, terlihat sambil menyentuh perut istrinya.


"Baru mau memasuki bulan ketujuh Mas," balas Qanita berkata apa adanya.


"Ooh.. tinggal dua bulan lagi ya?" tanya lagi, dan langsung dianggukan oleh Qanita. "Oh iya Maskan belum menyapa belum menyapa anak kita," lanjut Fazril lagi, yang kemudian ia pun mendekati wajahnya ke perutnya Qanita.


"Hai Nak? Aku ayah kamu, maafin Ayah ya, karena telah mengabaikan kamu dan juga ibu kamu. Tapi setelah ini Ayah berjanji sama kamu. Ayah tidak akan pernah mengabaikan kamu dan juga ibumu lagi. Karena mulai hari kita akan selalu hidup bersama, untuk selama-lamanya," ujar Fazril seraya ia mengecup lembut perutnya Qanita, yang masih terlihat polos itu. Setelah itu ia kembali mengusap-usap perut istrinya dengan perasaan haru. Namun tiba-tiba,


"Eh! Lihatoah Perut kamu bergerak Sayang! Apakah itu artinya anak kita sedang menendang kamu?" tanya Fazril, merasa heran.

__ADS_1


"Hihihi, itu tandanya anak kita sedang senang Mas. Kan tadi habis dijenguk kamu, Mas juga ngajak dia bicara jadi semakin senang deh Anak kita," balas Qanita, sambil tersenyum manis pada suaminya.


"Benarkah? Kalau begitu, aku mau jenguk mereka lagi akh, biar mereka tambah senang," kata Fazril, seraya ia menaik-turunkan alisnya. Membuat mata Qanita langsung membulat sempurna.


"Eh! Tidak boleh! Masa baru di jenguk mau jenguk lagi sih Mas?" balas Qanita, sambil menarik selimutnya. Untuk menutupi tubuhnya yang masih polos itu.


"Emangnya kenapa? Kan nggak ada larangan jugakan untuk menjenguknya berkali-kali?" tanya Fazril, terlihat begitu antusias.


"Ya nggak ada sih Mas? Tapi nggak tahu juga sih, soalnya Nita, belum pernah konsultasi pada dokter tentang hal ini, tapi tetap kita harus berhati-hatikan?" balas Qanita,


"Hmm.. tapi sayang, Maskan masih ingin menjenguk baby kita, boleh ya?" kata Fazril, yang sepertinya itu hanya akal-akalannya saja.


"Aah.. itu mah Modusnya Mas aja deh! Bilang aja kalau Mas yang.." balas Qanita sambil memanyunkan bibirnya. Membuat hasrat Fazril kembali terpancing. Sehingga bibirnya kini sudah mendarat sempurna dibibirnya Qanita. Membuat mata Qanita langsung membulat sempurna.


"Uummm!!" protes Qanita. Namun Fazril tak dihiraukannya, ia terlihat begitu menikmati bibir istrinya yang selama ini amat ia rindukan. Mendapatkan serangan mendadak, akhirnya mau tak mau Qanita kembali mengikuti permainan suaminya.


Fazril yang mendapatkan respon dari istrinya. Membuat gairahnya kembali bangkit. Dan ia pun langsung menyingkirkan selimut yang tadi sempat menutup tubuhnya Qanita. Setelah ia melihat hasrat istrinya telah ikut terpancing. Dan akhirnya pertempuran pun kembali terjadi. akan tetapi, kali ini Fazril terlihat begitu berhati-hati sekali, karena ia tak ingin menyakiti buah hatinya.


Setelah itu bersambung akh..


...••┈••✾•◆❀🌸❀◆•✾••┈••...


Jangan lupa berikan dukungannya ya? Dan jangan lupa kasih 👉 🌟🌟🌟🌟🌟 Lima, VOTE, LIKE, Hadiah Serta komentarnya oke

__ADS_1


 


__ADS_2