ANDAI Kau Menjadi Diriku.

ANDAI Kau Menjadi Diriku.
QANITA BENARAN MARAHKAH?


__ADS_3

┈••✾•◆❀🌸 Kalam Hikmah.🌸❀◆•✾••┈


"Tidak dikatakan bersyukur kepada Allah bagi siapa saja yang tidak berterima kasih terhadap manusia". (HR.Abu Daud 4811 dan HR.Tirmidzi 1945)


Sabar.. ikhlas..dan syukur


Sabar dalam menghadapi cobaan hidup. Ikhlas dalam menjalani hidup dan saat kehilangan.


Syukur dalam kondisi apapun in syaa Allah koita akan mendapatkan kebahagiaan dan ketenangan dalam hidup


So, Tenanglah. Allah melihat usahamu. Allah juga mendengar do'a-do'a mu dan paham apa yang menjadi keinginanmu. Dan Yakinlah Allah akan mempermudah usahamu. Karena Allah tau apa yang terbaik untukmu


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•┈┈┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🌸❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈┈┈•


Hari-hari berlalu silih berganti hingga tanpa terasa sudah hampir dua minggu Fazril berada di rumah kecil milik Qanita. Dan semenjak ia berada di sana Fazril selalu memanjakan istrinya dan selalu ingin berada di samping istrinya itu. Hal itu justru malah membuat Bobby gelisah. Pasalnya Fazril seperti melupakan, bahwasanya ia adalah seorang Bos dari salah satu perusahaan yang sedang naik daun.


Karena tak ingin Bosnya berlama-lama terlena dengan kesibukan barunya. Akhirnya Bobby pun memberanikan diri untuk bercerita pada istri Bos, dikala pagi, disaat Fazril kebetulan tak terlihat olehnya. Karena menurutnya hanya Qanitalah yang mampu merayu bosnya agar mau kembali meneruskan perusahaannya itu.


"Nyonya, bisakah kita berbicara?" tanya Bobby, tatkala ia melihat Qanita sedang, menyirami bunga-bunganya didepan rumah kecilnya.


"Bicaralah Bob," balas Qanita, tanpa menoleh sedikitpun ke Bobby. Karena ia terlihat sedang fokus pada bunga-bunganya.


"Tapi Nyonya, bisakah kita bicaranya jangan disini? Soalnya saya khawatir, akan didengar oleh Bos Fazril Nyonya," kata Bobby, sambil ia melirik ke arah pintu rumah mini Qanita. Karena ia sedikit takut karena sudah lancang berbicara pada istri si bosnya. Bila ketahuan pasti akan berakibat fatal.

__ADS_1


Mendengar perkataan Bobby, Qanita pun langsung meletakkan alat penyiram bunganya, "Baiklah kalau begitu mari ikut saya!" katanya seraya ia berjalan menuju ke belakang rumahnya, yang ternyata didekat pinggir jurang, ada sebuah gubuk kecil disana. Dan setelah keduanya berada di atasnya.


"Sekarang katakanlah Bob?" kata Qanita sambil menatap wajah Bobby, dengan tatapan rasa penasarannya.


"Begini Nyonya, saat ini perusahaan kita sedang bermasalah. Saya sudah mengatakan ini berkali-kali pada Bos, tapi beliau seperti tak memperdulikannya lagi. Padahal waktu beliau mendapatkannya itu amat sulit, Nyonya. Makanya saya ingin meminta bantuan sama Nyonya, siapa tahu saja, kalau nyonya yang ngomong Bos akan mengerti Nyonya," balas Bobby, yang akhirnya ia menceritakan semuanya pada Qanita.


"Baiklah Bob! Saya paham kok yang kamu maksud. Jadi Kamu tidak perlu khawatir lagi, karena saya pasti akan membujuk Mas Fazril, kok," ujar Qanita. Membuat Bobby langsung terlihat senang.


"Terima kasih Nyonya! Terima kasih! Kalau begitu saya permisi ya Nyonya, kabarkan saya kalau Nyonya sudah berhasil membujuk Bos Fazril," balas Bobby, seraya ia turun dari gubuk-gubukkan tersebut.


"Oke, secepatnya saya akan menghubungi kamu. Sudah sana Pergilah jangan lupa untuk hati-hati ya Bob!"


"Baik Nyonya! Kalau begitu saya pamit, Assalamu'alaikum?" pamit Bobby, seraya ia membungkukkan tubuhnya sedikit.


Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatu," balas Qanita, sambil menganggukkan kepalanya sedikit, tanda ia membalas hormatnya Bobby.


Namun baru saja, ia ingin melangkahkan kakinya, tiba-tiba ia dikejutkan dengan suara bariton seorang pria, yang baru saja muncul dari pintu belakang rumahnya.


"Ah, Sayang, ternyata kamu di sini. Mas dari tadi mencari-cari kamu loh,"


Mendengar suara tersebut, dengan spontan Qanita langsung menoleh ke sumber suara tersebut, "Mas Azril? Sini Mas, kita duduk sini yuk," ajak Qanita, sambil ia kembali naik ke gubuk-gubukkan tersebut.


"Oke Sayang," balas sang pemilik bariton yang tak lain adalah Fazril. Dan ia pun langsung menghampiri Qanita, "Apa yang kamu lakukan disini Sayang?" tanyanya lagi, setelah ia berada di dekat Qanita. Seraya ia memberikan kecupan sayang kedahi sang istri.


"Nggak melakukan apa-apa kok, Nita hanya ingin menikmati suasana pagi saja disini Mas," dalih Qanita, sambil menggeser tubuhnya agar suaminya bisa duduk disebelahnya.

__ADS_1


"Oh iya Mas? Kapan kamu mulai kerja? Emangnya nggak papa ninggalin perusahaan lama-lama begini Mas?" tanya Qanita, setelah melihat sang Suami sudah terduduk dengan nyamannya.


"Ya nggak papa Sayang. Kan sudah ada Bobby, dia pasti bisa mengelolanya dengan baik," balas Fazril, dengan entengnya.


"Eh, kamu nggak boleh begitu dong Mas. Kasian Bobby, masa kamu bebani dengan perkerjaan segitu beratnya sih. Itu namanya kamu itu Bos yang tidak bertanggung jawab Mas," ujar Qanita dengan penuturan yang terdengar lembut.


"Sayang, Mas lebih tahu gimana Bobby, Mas yakin dia mampu kok mengelola perusahaan Kita, jadi kamu nggak perlu memikirkan hal itu lagi, ya Sayang? Sebaiknya kita fokus saja dengan kehamilan kamu oke?" balas Fazril, seraya ia mengelus perutnya Qanita yang sudah semakin besar.


"Tapi Mas, kata Bobby, perusahaan kamu sedang dalam masalah. Bobby sudah sangat kesulitan Mas."


"Sudah biarkan saja Sayang, yang penting kita.." balas Fazril, tetap saja berkata dengan entengnya membuat Qanita yang mendengarnya semakin kesal.


"Biakan gimana sih Mas? Kalau perusahaan kamu bangkrut gimana hah?" tanya yang kini nada bicaranya mulai sedikit keras.


"Kalau bangkrut kita tinggal pulang saja ketanah air Sayang. Kan disana masih ada perusa..." balas Fazril, tanpa beban sedikit pun. Sehingga lagi-lagi Qanita langsung menyelanya sambil ia turun dari gubuk tersebut.


"Tidak mau! Nita tidak mau pulang ke tanah air lagi! Kalau Mas mau pulang, Silahkan saja! Tapi jangan harap Nita mau ikut sama Mas!" pungkas Qanita, yang kemudian ia pun langsung bergegas pergi meninggalkan Fazril yang terlihat sedang bingung.


"Loh Sayang? Kamu kok marah sih?" teriaknya. Namun tidak direspon oleh Qanita.


"Aduh! Gawat, Qanita benaran marahkah?"


...••┈••✾•◆❀🌸❀◆•✾••┈••...


Jangan lupa berikan dukungannya ya? Dan jangan lupa kasih 👉 🌟🌟🌟🌟🌟 Lima, VOTE, LIKE, Hadiah Serta komentarnya oke

__ADS_1


 


__ADS_2