
┈••✾•◆❀🌸 Kalam Hikmah.🌸❀◆•✾••┈
Selama engkau sudah berusaha untuk takwa dalam interaksi dengan Allah. Maka ketahuilah! Bahwa Allah akan selalu bersamamu dan akan membimbing, melindungi, membela, memberi jalan keluar, dan memberimu rezki dari arah yang tidak kamu sangka! Maka, sibukkanlah dirimu untuk mencari jalan takwa dalam keadaan apapun! dan bersabarlah! karena ketakwaan itu tidak akan sempurna tanpa kesabaran.
Sesungguhnya barang siapa bertakwa dan bersabar, maka sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat baik. (QS Yusuf: 90)
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•┈┈┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🌸❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈┈┈•
Sesuai yang dikatakan oleh Fazril, akhirnya setelah mereka menyelesaikan sarapannya. Fazril pun langsung membawa istrinya ke kota. Dan setelah menempuh perjalanan selama beberapa jam akhirnya, mobil Fazril pun memasuki gerbang mansion miliknya. Dan anehnya wajah istrinya terkesan biasa-biasa saja. Seperti ia sudah mengenal Mansionnya itu. Hai itu membuat Fazril merasa heran, karena didalam bayangannya istrinya pasti akan merasa takjub dan juga pasti akan bertanya. Namun bayangannya ternyata salah.
"Sayang? Kamu kok tidak bertanya sih Ini rumah siapa? Dan kenapa ya, wajah kamu terkesan seperti sudah mengenal mention ini sih?" tanya Fazril, terlihat begitu penasaran.
Mendengar pertanyaan dari suaminya seketika Qanita langsung tersentak, "Eh! Kenapa Aku bisa lupa sih? Seharusnya tadi Aku berpura-pura merasa herankan? Soalnya nggak mungkinkan aku mengakui, kalau selama ini aku selalu tahu kehidupan Bang fazril dari anak buahnya Deddykan? Haiis.. Qanita kamu kok ceroboh banget sih!" batin Qanita.
Melihat istrinya yang hanya diam saja membuat Fazril semakin penasaran, "Sayang kamu kok malah diam sih? Jawab dong pertanyaan Mas?" tanyanya lagi sambil menyentuh wajah istrinya. Membuat Qanita langsung tersentak.
"Eh! Ada apa Mas?! Apakah kita sudah sampai?" tanyanya dengan wajah keterkejutannya.
"Ooh.. ternyata kamu sedang melamun ya Sayang? Pantas saja kamu kok diam saja dari tadi. Sampai-sampai kamu nggak sadar ya, kalau kita sudah sampai sedari tadi?" tanya Fazril, membuat Qanita sedikit bingung.
" Eh, ternyata Mas Azril menyangkanya aku sedang melamun ya? Wah kebetulan nih sekalian saja aku berpura-pura terkejut,' batin Qanita lagi.
__ADS_1
"Sayang? Kamu kenapa sih? Kok diam terus Apa yang sedang kamu pikirkan sebenarnya?" tanya Fazril, kembali membuat Qanita sedikit tersentak.
"Eh! Nita nggak papa kok Mas," balasnya seraya matanya menatap ke arah Mansion miliknya Fazril, "Eh! Ini Rumah siapa Mas? Kok kaya istana sih?" tanyanya dengan berpura-pura terkejut saat melihat mension tersebut.
melihat keterkejutan istrinya Fazril pun langsung tersenyum tipis, "Ya ini rumah kita dong Sayang. Gimana kamu suka nggak?" tanyanya balik.
"Hah? Benarkah ini rumah kita Mas? Lalu apartemen itu gimana?"
"Iya bener dong Sayang dan apartemen itu sudah Mas jual, dan uangnya untuk tambahan membeli Mansion ini, Sayang," balas Fazril seraya ia membuka pintu mobilnya, "Ya sudah ayo kita turun, biar kamu bisa secepatnya istirahat. kamu pasti lelahkan? Karena habis menempuh perjalanan jauh?" sambungnya lagi.
"Baiklah Mas, Nita memang sedang lelah banget. Dan akhir-akhir ini Nita juga mudah banget lelah deh. Apa mungkin ini karena.. Aakh!!" balas Qanita, yang belum lagi ia menyelesaikan kata-katanya. Tubuhnya tiba-tiba saja melayang keatas Dan seketika Ia pun langsung berteriak.
"Eh, Mas! Kok nggak ngomong-ngomong dulu sih kalau mau gendong Nita?! protes Qanita, saat tubuhnya sudah berada di dalam gendongan suaminya.
"Iya, tapi seharusnya bilang-bilang dong! Biar Nita nggak kaget kayak gini!" protes Qanita lagi, seraya mengerucutkan bibirnya. Membuat Fazril yang melihatnya menjadi gemas. Sehingga dengan spontan ia langsung mengecup bibir Qanita secara singkat. membuat mata Qanita langsung membulat sempurna.
"Eh! Iiiss, Mas! Apaan sih? Main nyosor aja sih? Nggak malu apa dilihatin orang kaya gitu?" protes Qanita, sambil menepuk dada suaminya.
"Kenapa harus malu? Orang Mas nyosornya sama istri sendiri kok. Jadi mereka tidak berhak untuk protes!"
"Iikh apaan sih? Nggak nyambung banget! Udah akh turunkan Nita Mas!" balas Qanita lirih, seraya ia menyembunyikan wajahnya kedada suaminya. Karena memang, didepan Mansionnya sudah ada beberapa pekerja Fazril, yang terlihat sedang berdiri didepan pintu Mansion. Karena sepertinya mereka sedang menyambut kedatangan istri majikannya.
"Sssth.. diamlah! Atau kamu ingin melihat Mas mencium bibir kamu lagi, hm?"
__ADS_1
Mendengar ancaman dari suaminya mata Qanita kembali membulat sempurna. Apalagi saat kalimat terakhirnya, Fazril sempat mengedipkan matanya, membuat Qanita menjadi kesal, "Iiis! Dasar Mas Azril semakin genit sih! Ya sudah kalau begitu cepat jalannya! Soalnya Nita kebelet pipis nih!" dalihnya, agar suaminya mempercepat langkahnya.
"Aah.. iya iya, ini juga langkahnya Mas, sudah cepat kok," balas Fazril, sambil mempercepat langkahnya. Sehingga sapaan dari para pekerjanya pun ia abaikan begitu saja. Ia hanya fokus dengan langkahnya. Agar secepatnya ia membawa istrinya ke kamar mandi yang berada di dalam kamar mereka.
Sesampainya di kamar, Fazril langsung membawa Qanita kekamar mandinya, "Nah, sekarang kamu pipislah," katanya seraya ia menurunkan tubuh istrinya.
"Terima kasih Mas. Ya sudah mas keluar dulu dong! Nitakan malu kalau mas tetap disini,"
"Kenapa harus malu sih? Lagian lekukan mana yang belum mas lihah, hm?" balas Fazril, seraya ia mendekati wajahnya ke wajahnya Qanita. Dan sekali lagi ia memberikan kecupan singkat pada bibirnya.
"Eh! Mas Azril!"
"Iya iya, Mas keluar!" potong Fazril, sebelum ia mendengar omelan istrinya. Namun sebelum ia keluar, sekali lagi ia menyempatkan diri untuk mengecup bibir istrinya dengan singkat, "Cup! Kenak lagi!" katanya lagi, seraya ia berlari menuju ke pintu kamar mandinya. Namun naas, belum lagi ia menggapai pintu, kakinya tergelincir karena ada bagian lantai yang lincin sehingga..
"Kyaaaak!!" pekiknya dan..
GEDUBRAAAK!!
...••┈••✾•◆❀🌸❀◆•✾••┈••...
Jangan lupa berikan dukungannya ya? Dan jangan lupa kasih 👉 🌟🌟🌟🌟🌟 Lima, VOTE, LIKE, Hadiah Serta komentarnya oke
__ADS_1