ANDAI Kau Menjadi Diriku.

ANDAI Kau Menjadi Diriku.
SEBENARNYA KAMU DIMANA?


__ADS_3

┈••✾•◆❀🌸 Kalam Hikmah.🌸❀◆•✾••┈


LEMAH TANPA PERTOLONGAN-NYA


“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.” (al-Fatihah [1]: 5).


Selagi kita masih merasa menjadi orang hebat dan penting untuk dihargai maka perasaan mudah tersinggung dan marah akan mudah menghinggapi. Saat itulah kita akan menjadi pribadi yang sensitif atas sesuatu yang ada di depan kita, kesabaran menjadi barang langka bahkan kebanggaan menjadi makanannya.


Semoga kita terhindar dari kesombongan dan tinggi hati. Selalu lah merasa diri tak punya daya tanpa pertolongan Allah semata


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•┈┈┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🌸❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈┈┈•


Keesokan harinya di kantornya Fazril.


Tampak Fazril tertawa terbahak-bahak, setelah ia mendengar laporan dari Bobby. Bahkan ia terlihat begitu puas karena rencananya berjalan dengan sempurna. Dan apalagi, saat ia mendengar kalau ibunya, kini telah membenci Mona, membuat ia benar-benar merasa senang.


"Hahahaha.. hahahaha.. mampus kau Mona! Akhirnya kau benar-benar hancur! Aku benar-benar puas mendengar laporan kamu Bob! Untuk itu aku akan memberikan kau bonus! Apakah sekarang kamu senang hm?" ujar Fazril, membuat Bobby terlihat begitu senang.


"Benarkah Bos! Kalau begitu terima kasih ya Bos!" balas Bobby terlihat begitu senang.


"Iya sama-sama! Udah sana! Kerjakan tugas Lo!" titah Fazril, seraya ia bermaksud melanjutkan perkerjaannya.

__ADS_1


"Oh iya Bos! Hampir saja saya lupa. Itu Bos, diluar ada Nyonya besar Bos! Apakah Anda mau menemuinya Bos?" tanya Bobby, terlihat sangat berhati-hati sekali. Karena ia sangat tahu, kalau Bos itu tidak menyukai ibunya.


Dahi Fazril mengerenyit, dan seketika itu juga wajahnya langsung berubah dingin setelah mendengar perkataan Bobby, "Mau apa lagi, Mama datang kesini?" gumamnya, dengan wajah kesalnya, "Hufft.. ya sudah suruh dia masuk!" katanya terdengar datar.


"Baik Bos!" balas Bobby, lalu ia pun langsung bergegas pergi untuk memanggil Maryati, yang ternyata ia sedang berada di luar ruangannya Fazril. Dan tak berapa lama, Bobby kembali masuk bersama Maryati.


"Mau apa lagi Mama datang ke sini?!" tanya Fazril terdengar ketus. Dan dengan memasang wajah datarnya.


"Kamu kok ketus banget sih Nak, sama Mama Nak? Padahal Mamakan kesini mau memberitahukan kamu, kalau Mama sudah membatalkan pernikahan kamu sama Mona si wanita murahan itu. Dan Mama juga mau minta Maaf sama kamu Nak karena Mama selalu saja memaksa kamu untuk menikahi Mona," ujar Maryati dengan wajah penyesalannya.


"Sudahlah Mah! Tidak usah di bahas lagi, dan sekarang sebaiknya Mama kembali saja ke tanah air. Karena disini tidak ada tempat untuk Mama!" balas Fazril, masih terlihat datar.


"Eh! Kamu mengusir Mama Nak? Padahal kita sudah lama tidak bertemu, memangnya Kamu tidak kangen ya sama Mama?" tanya Maryati, seraya ia berjalan, ingin menghampiri Fazril. Namun langkah langsung dihentikan oleh Fazril.


Maryati langsung tersentak saat mendengar perkataan putranya. Dan hatinya terasa begitu sakit, karena mendapatkan tatapan kebencian dari putranya itu, "Sebegitu bencinyakah kamu sama Mama Nak? Padahal Mama sangat menyayangimu! Padahal dulu, kamu selalu menuruti perkataan Mama, tapi kenapa semenjak kamu bertemu dengan wanita Kam.."


"Hentikan Mah!" teriak Fazril, membuat Maryati langsung terdiam, "Bukankah Aku sudah pernah bilang! Jangan pernah menghina ataupun mencemooh istrikukan? Karena semakin Mama melakukan itu! Maka, Mama akan semakin mendapatkan kebencian dariku!" sambungnya lagi. Dan lagi-lagi Maryati terkejut mendengarnya. Ia benar-benar tak menyangka, hanya karena menyinggung kata wanita, ia sudah mendapatkan tatapan kebencian dari anaknya.


"*Hah? Fazril benar-benar sudah berubah! Dia bahkan menatapku dengan kebenciannya. Sebenarnya apa yang sudah wanita itu katakan? Apakah Qanita sudah mengadukan, semua perbuatanku, kepadanya? Sehingga sekarang Dia sudah mendapatkan perlindungan dari anakku? Aah.. dasar wanita sialan! Aku semakin membencinya! Lihat saja nanti kalau ketemu, aku akan benar-benar menghabiskannya!" batin Maryati, ia terlihat begitu geram membayangkan.


"Eh, tapi tunggu dulu, kalau aku ingin bertemu dengannya, seharusnya aku berpura-pura minta maaf kepadanya. Pasti Fazril, akan memberitahukan keberadaannya. Aah.. iya aku harus berakting merasa bersalah dulu kalau begitu," batin Maryati lagi*.


"Apa yang sedang Mama rencanakan lagi? Apakah Mama masih belum puas menyakiti istriku hah?!" tanya Fazril. Karena sepertinya ia menangkap sebuah kelicikan di wajah Maryati.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan Fazril, Maryati langsung tersentak dari lamunannya, "Eh! Enggak kok Nak, justru Mama sedang teringat pada Qanita. Dan Mama merasa bersalah padanya. Makanya Mama jadi ingin bertemu dengannya. Dan ingin meminta maaf dengannya, Nak. Makanya Mama berharap dengan kamu, izinkan Mama menemuinya. Bolehkan Nak, Mama bertemu dengannya?" dalih Maryati, dengan memasang wajah merasa bersalahnya.


"Tidak Boleh! Karena Dia tidak ingin bertemu dengan Mama lagi! Jadi sebaiknya Mama sekarang pulangkah ketanah air! Karena pesawat Mama, dalam waktu dua jam akan berangkat!" ujar Fazril terdengar begitu tegas.


"Eh! Apa? Kamu sudah memesan tiket pesawat untuk Mama? Kenapa cepat sekali sih Nak! Mamakan belum bertemu dengan istri kamu. Dan Mama jugakan belum sempat jalan-jalan. Padahal banyak yang ingin Mama beli dinegara Eropa ini Nak," balas Maryati, yang tampaknya ia sedang berusaha. Agar Anaknya kembali luluh kepadanya.


"Jangan banyak alasan lagi Mah! Sekarang pergilah! Sebelum anak buahku, menyeret Mama kebandara!"


Maryati terlihat begitu kesal, setelah mendengar ancaman dari Fazril, "Kamu tega banget ya sama Mama, Nak? Padahal Mama jarang-jarang pergi kenegara Eropa ini, sekali ada kesempatan kamu malahan..." protesnya. Namun langsung di sela oleh Fazril.


"Bobby! Cepat antarkan Nyonya, ke bandara!" serunya Pada Bobby.


"Baik Tuan!" balas Bobby, lalu ia pun langsung menghampiri Maryati, "Mari Nyonya!" lanjut Bobby lalu ia langsung menarik tangannya Maryati.


"Eh! Lepaskan saya Bobby!" bentak Maryati, namun tak dihiraukan oleh Bobby. Dan ia pun langsung dibawa keluar. Fazril langsung bernafas lega setelah kepergian ibunya.


"Huuft.. akhirnya pergi juga! Aah.. gara-gara Mama, Aku jadi ingat Qanita lagi! Dan aku Sangat merindukannya!" gumam Fazril, sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Sebenarnya kamu dimana Qanita? Aku benar-benar sangat merindukanmu!"


...••┈••✾•◆❀🌸❀◆•✾••┈••...


Jangan lupa berikan dukungannya ya? Dan jangan lupa kasih 👉 🌟🌟🌟🌟🌟 Lima, VOTE, LIKE, Hadiah Serta komentarnya oke 😉 Agar Ramanda bersemangat loh 😉

__ADS_1


 


__ADS_2