
┈••✾•◆❀🌸 Kalam Hikmah.🌸❀◆•✾••┈
"Bukan kesabaran jika masih mempunyai batas. Bukan keikhlasan jika masih merasakan sakit."
Saat senyuman tak terbalas, maka Allah telah menghitung manis senyummu. Saat ajakanmu dalam kebaikan terabaikan, lelahmu akan menjadi hiasan di taman Surga-Nya. Saat engkau menangis atas perihnya perjuanganmu, Allah tak lalai menghitung setiap tetes air matamu. Saat orang lain meninggalkanmu, Allah akan selalu ada bersamamu.
Bersabar saat menemui cobaan, bersyukur untuk semua kekurangan dan kelebihan yang dimiliki, dan ikhlaskan semua hal yang pernah terjadi, baik atau buruk, siapkan diri untuk membuka lembaran baru dan fokus dalam perbaikan diri. Percaya bahwa akan ada keindahan di penghujungnya nanti, asalkan cinta illahi senantiasa mengiringi, InsyaAllah kita akan terus sabar dan ikhlas dalam menghadapi apapun.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•┈┈┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🌸❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈┈┈•
Di rumah kecilnya Qanita.
Setelah mengetahui anak angkatnya sedang hamil, Zaynah dan Henri jadi semakin sering mengunjungi rumah kecilnya Qanita. Karena mereka sangat khawatir pada Qanita Yang seorang diri saja. Padahal sebenarnya mereka sudah mengajak Qanita untuk tinggal dikota. Namun karena ia takut akan bertemu suaminya. Ia pun akhirnya menolak tawaran tersebut.
Yaa, Qanita memang telah menceritakan semuanya, tetang kehidupannya pada Henry maupun Zaynah. Sehingga mereka akhirnya tahu, kalau Qanita saat ini sedang melarikan diri dari suami yang amat ia cintai itu. Makanya mereka tidak bisa memaksa Qanita untuk tinggal bersama mereka dikota. Dan mereka juga tidak bisa tinggal dirumah kecil tersebut. Selain karena rumahnya yang hanya memiliki kamar satu. Henry juga tidak bisa meninggalkan pekerjaannya yang setiap waktu membutuhkannya.
"Assalamu'alaikum?" ucap Zaynah dan Henry secara bersamaan. Terlihat mereka baru saja sampai dirumah kecil milik Qanita.
"Wa'alaikumus salam!" balas Qanita dari dalam rumahnya. Dan tak berapa lama pintu akhirnya terbuka, "Mommy, Daddy? Kalian datang? Mari masuk Mom, Dad," sambungnya, seraya ia mempersilakan kedua orang tua angkatnya itu untuk masuk.
"Terima kasih Sayang," balas Zaynah, dan akhirnya mereka pun masuk ke rumah kecilnya Qanita.
__ADS_1
"Mommy, sama Daddy bawa apa itu?" tanya Qanita, saat matanya mengarah ke kantong plastik yang sedang dibawa oleh Hanri.
"Aah..iya kami bawa makanan untuk kamu Sayang. Semoga kamu suka ya?" balas Henry, seraya ia menyerahkan kantongan plastik tersebut pada Qanita.
"Alhamdulillah.. ya pasti suka dong Dad, Nitakan orangnya nggak pilih-pilih soal makanan," ujar Qanita, dengan mata yang terlihat menanar, ketika melihat isi didalam kantongan tersebut.
"Iya juga ya? Mommy terkadang merasa aneh loh Nak, sebenarnya kamu hamil apa tidak sih? Kok Mommy lihat kamu berbeda dari kebanyakan wanita yang sedang hamil loh, Nak," tanya Zaynah, dengan wajah terlihat merasa heran.
"Maksudnya Mommy apa sih? Nita nggak paham deh,"tanya Qanita balik.
"Begini loh Nak, biasanyakan, wanita hamil itu, pasti mengalami yang namanya masa ngidam. Dia akan mengalami mual-mual di waktu pagi, dan terkadang sulit makan, terkecuali pada makanan yang diinginkan. Nah kamu Mommy lihat, tidak pernah mengalami itukan? Bahkan kamu terlihat biasa-biasa saja, seperti tidak hamil. Makanya Mommy selalu bertanya-tanya, sebenarnya kamu ini benaran hamil atau tidak sih?" jelas Zaynah.
Mendengar hal itu, membuat Qanita akhirnya menyadarinya juga. Bahkan ia juga mulai merasa ragu pada kehamilannya itu, "Iya juga ya Mom? Nita juga merasa aneh sih. Tapi Mom, Nita sering kok merasakan pergerakan di perut Nita. Itu artinya Nita hamilkan? Tapi kenapa Nita tidak mengalami ngidam ya?" tanya Qanita seraya ia memegang perutnya yang tampak mulai membuncit.
"Itu karena suami kamulah yang sedang mengalami masa-masa itu Nak," celetuk Henry. Dan seketika Qanita maupun Zaynah, langsung terkejut, dan langsung menatap wajah Henry dengan tatapan terlihat begitu penasaran.
"Iya Sayang, apa maksudnya kamu tadi sih?" tanya Zaynah juga.
Melihat wajah istri maupun anak angkatnya yang begitu penasaran. Akhirnya Henry pun buka suara, "Maaf Nak, tanpa seizin kamu Daddy sudah lancang, menyelidiki keberadaan suami kamu. Dan Daddy juga sengaja menempati beberapa orang yang terpercaya, untuk berada di dekatnya. Makanya Daddy akhirnya tahu, saat ini sedang mengalami Couvade Syndrome, kehamilan simpatik," jelas Henry, membuat wajah Qanita langsung berubah. Dan bahkan jantungnya langsung berdegup kencang, saat mendengar ceritanya Henry.
"Hmm..lalu gimana keadaan dia sekarang Dad?" tanya Qanita, yang ternyata ia juga masih penasaran. Karena melihat wajah yang terlihat antara penasaran dan juga sedih, akhirnya Henry pun mengeluarkan benda pipihnya. Lalu ia pun menunjukkan sebuah Video yang sepertinya telah dikirim oleh orang kepercayaannya Henry.
"Keadaannya sekarang? Kamu lihat saja sendiri," katanya seraya ia meletakkan benda pipihnya dimeja tepat di hadapannya Qanita. Dan karena Qanita memang sangat penasaran, ia pun langsung mengambil handphonenya Henry dan ia langsung memutar video tersebut.
__ADS_1
"Mas Azril? Kenapa dia terlihat kurus dan lusuh begitu? Apakah dia tidak makan?" gumam Qanita, yang tampaknya air matanya mulai berkaca-kaca. Tampaknya rasa rindunya mulai memucah tatkala ia melihat wajah suami yang ia cintai itu.
"Itu karena dia sedang mengalami sindrom simpatik Nak, makanya dia kesulitan untuk makan. Dan dia juga masih mengerahkan anak buahnya untuk mencari kamu. Dia amat merindukan kamu Nak. Apakah kamu tidak merindukannya Nak?" balas Henry, yang sepertinya ia sedang membujuk Qanita agar kembali pada suaminya.
"Rindu Dad, Nita juga sangat merindukannya," balas Qanita dengan tatapan masih mengarah ke layar handphonenya Henry.
"Kalau begitu sebaiknya kamu kembalilah kepadanya Nak,"
"Tidak Dad! Nita tidak ingin kembali, karena sebentar lagi orang tuanya akan menikahkan dia pada wanita pilihan ibunya," balas Qanita, seraya ia mengembalikan benda pipih yang ia pegang ke atas meja.
"Itu tidak akan terjadi Nak. Karena wanita itu, sudah dihancurkan oleh suami kamu. Bahkan seminggu yang lalu dia juga sudah memulangkan ibunya. Jadi kamu aman bila kembali padanya," kata Henry yang ternyata ia mengetahui segalanya tentang Fazril.
"Benarkah itu Dad?"
"Benar Sayang. Jadi apakah sekarang kamu bersedia untuk kembali kepadanya Nak?" balas Henry, yang sepertinya ia sangat mendukung hubungan putri angkatnya itu, pada Fazril.
"Belum saatnya Dad! Karena Nita masih ingin mengujinya dengan kesabarannya, kesetiaannya serta cintanya Dad," ucap Qanita seraya ia mengusap air matanya.
"Baiklah kalau itu keinginan kamu. Daddy pasti akan mendukung kamu Nak," balas Henry.
"Terima kasih Dad, Terima kasih atas dukungannya!"
...••┈••✾•◆❀🌸❀◆•✾••┈••...
__ADS_1
Jangan lupa berikan dukungannya ya? Dan jangan lupa kasih 👉 🌟🌟🌟🌟🌟 Lima, VOTE, LIKE, Hadiah Serta komentarnya oke 😉 Agar Ramanda bersemangat loh 😉