ANDAI Kau Menjadi Diriku.

ANDAI Kau Menjadi Diriku.
LUCU BANGET SIH ISTRIKU.


__ADS_3

┈••✾•◆❀🌸 Kalam Hikmah.🌸❀◆•✾••┈


" Tidaklah dari manusia itu hidup, melainkan setiap waktunya adalah ujian. Jika ia diberi kebahagiaan, maka ia sedang diuji bagaimana rasa syukurnya. Dan jika ia diberi kesedihan, maka ia sedang diuji bagaimana tingkat sabarnya." (@ahilmanfauzi)


Hidup ini layaknya waktu yang terus berjalan dan takkan pernah bisa kembali lagi. Syukurilah setiap waktu yang kita punya saat ini. Jangan pernah menunda suatu kebaikan. Mulailah meluangkan waktu dari sekarang, dan berusahalah dengan segala yang ada.


Semoga kita memperoleh kemudahan dalam meluangkan waktu dan proses mengisi waktu dengan hal-hal yang lebih bermanfaat, aamiin


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•┈┈┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🌸❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈┈┈•


Setelah saling menyakinkan satu sama lainnya akhirnya Fazril menerima ajakan dari istrinya untuk kembali tidur. Dan apalagi setelah mendengar janji istrinya yang tidak akan meninggalkan dirinya lagi. Makanya kini ia dapat tertidur dengan nyenyaknya. Hingga akhirnya pagi pun menjelang. Namun tiba-tiba saja ia tersentak tatkala tangannya yang sedang bergerayangan tak menemukan sesuatu apapun disisi tempat ia berbaring. Dan seketika pun langsung terduduk, seraya..


"QANITA!!" teriaknya dengan sekuatnya. Dan tak berapa lama kemudian.


"Ada Mas?! Kamu kenapa?"


Mendengar pertanyaan dari suara seorang wanita. Seketika Fazril pun langsung menoleh ke sumber suara tersebut, "Aah.. Qanita! Aku pikir kamu pergi lagi dari sisiku!" balas Fazril, seraya ia bangkit dari tempat tidurnya. Lalu ia pun langsung menghampiri Qanita yang terlihat masih berdiri di depan pintu kamarnya dengan memakai celemek. Karena sepertinya ia sedang memasak. Dan Fazril pun langsung memeluknya.


"Siapa yang pergi sih Mas? Orang Nita lagi nyiapin sarapan untuk kita kok! Jadi kamu jangan berpikir yang tidak-tidak deh!" ujar Qanita berkata apa adanya.

__ADS_1


"Aah.. mau bagaimana lagi Sayang. Habisnya Mas trauma banget sih, karena setelah kamu tinggalkan dulu. Jadi jangan salahkan Mas dong, kalau Mas berpikir yang tidak-tidak," balas Fazril, yang terlihat masih enggan melepaskan pelukannya itu.


"Iiikh.. sudah Akh! Nanti masakan Nita gosong lagi. Mas juga mandi sana, Bau tau! Bangun tidur kok langsung main peluk-peluk aja!" tegur Qanita seraya ia mendorong tubuh suaminya.


"Eh! Kok orang sih Sayang? Kan Mas, cuma memeluk istri sendiri, pun. Mana ada Mas memeluk orang. Jadi kamu jangan memfitnah Mas deh," balas Fazril, sambil menoel pucuk hidungnya Qanita.


"Aih! Nggak nyambung banget sih Mas? Udah akh sana Mas mandi! Nita..husm. husm.." kata Qanita lagi, namun di kalimat terakhirnya ia langsung menghentikan perkatanya, karena sepertinya hidupnya mencium sesuatu. Melihat hal Fazril pun ikut mengendus-enduskan hidungnya.


"Hesm..hesm..! Kayaknya bau gosong deh Sayang? Kamu tercium jugakan?" tanyanya dengan wajah polosnya. Mendengar ucapan suaminya seketika Qanita langsung berlari seraya..


"Aaaakh.. gosoooong!" teriaknya sambil berlari menuju ke dapur. Melihat hal itu membuat Fazril langsung tertawa lucu.


"Hahahaha.. lucu banget sih Istriku. Apalagi kalau sedang panik gitu, wajah jadi semakin menggemaskan..Arrr.. jadi ingin menyantapnya," gumam Fazril sambil tersenyum lucu, "Aah.. sebaiknya aku mandi saja deh!! Biar bisa mencicipi masakan gosongnya Qanita! Hehehe.." gumamannya lagi, seraya ia terkekeh kecil. Dan sambil melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi.


Sementara itu didapur.


Qanita, langsung tercengang saat melihat masakannya yang terlihat sudah melegam. Dan tak lama kemudian, wajanya langsung terlihat sedih, karena melihat masakannya itu.


"Humm..ini gara-gara Mas Azril! Kalau dia tidak pakai acara peluk-pelukkan pasti, makanan ini bisa terselamatkan. Sekarang.. humm.. maaf ya nasi gorengku. Aku sebenarnya tidak bermaksud mengabaikanmu. Jadi jangan salahkan aku ya, kalau kamu tidak berkesempatan masuk ke perutnya kami," kata Qanita, seraya ia membuang nasi goreng tersebut ke tong sampahnya, dengan wajah yang terlihat sedih.


"Aah.. kalau sudah begini kami sarapan apa ya? Mana perutku sudah laper banget lagi. Kalau aku masak lagi pasti akan lama, kan harus masak nasinya dulu. Iis.. ini gara-gara Mas Azril jadi sia-sia deh semuanya!" gumam Qanita terlihat begitu kesal. Di saat bersamaan..

__ADS_1


"Kok gara-gara Mas sih, Sayang? Kan kamu yang salah, kenapa, nggak di matikan dulu kompornya dulu coba? Seharusnya dalam keadaan apapun, kamu tuh seharusnya, perhatikan kompornya dulu sayang. Jadikan hal seperti ini tidak akan terjadi lagi, Sayang."


Mendengarkan dirinya disalahkan membuat Qanita semakin kesal pada suaminya. Dan ia pun langsung berkacak pinggang, sehingga menampakkan perut buncitnya. Lalu ia menatap tajam ke Suaminya dengan bibir yang terlihat sedang cemberut kesal.


"Oooh! Jadi ini salah Thiyah ya! Huh sembarangan aja Mas ngomong ya?!" Padahal sebelumnya Thiyah sudah ingin, cepat-cepat kembali ke dapur! Tapi Mas Fazril selalu menahan Nitakan?! Terus sekarang Mas mau nyalahi... uhmm!!"


Fazril malah tersenyum tipis, saat melihat tingkah istrinya yang sedang berkacak pinggang itu. Bahkan ia menjadi gemas saat melihat bibir mungilnya yang sedang mengereff ngomel-ngomel dengan kesalnya. Membuat ia tak tahan ingin segera meraih bibirnya tersebut. Dan benar saja disaat Qanita masih belum menyelesaikan Omelannya. Bibir sudah langsung mendarat kebibirnya Qanita membuat mata Qanita langsung membulat sempurna.


"Iya Mas yang salah, untuk itu maafin Mas ya?" kata Fazril, setelah ia melepaskan tautan bibirnya, "Nah sebagai gantinya, Bagaimana kalau kita sekarang sarapan di luar saja. Kamu maukan sayang?" sambung Fazril lagi. Sambil ia menatap lembut wajah istrinya.


"Hmm.. tapi mas daerah ini kan amat jauh dari kawasan kota jadi akan memakan waktu lama bila ingin sarapan di luar. sementara saat ini perut Nita sudah sangat lapar sekali Mas," balas Qanita, berkata apa adanya. Dan di waktu bersamaan.


"Assalamu'alaikum!" ucap seorang wanita dari luar rumah dan seketika mata Kanita langsung berbinar mendengar ucapan salam tersebut.


"Eh! Itukan suara Mommy! Aah, pasti Mommy bawak makanan! Bentar ya Mas, Nita mau buka pintu dulu ya!" katanya terlihat bersemangat. Dan Ia pun langsung berjalan menuju ke ruang tamunya, dengan langkah yang terlihat begitu tergesa-gesa, saking senangnya.


Fazril yang melihat itu ia langsung menggelengkan kepalanya, sambil tersenyum lucu melihat tingkah istrinya itu.


"Hehehe..my little wife is so cute. Bikin gemes! Rasanya aku ingin memakannya lagi deh," gumam Fazril, "Aah.. sabar Fazril! Diakan akan selalu berada di sisimu! Jadi kapanpun kau akan bisa memakannya."


...••┈••✾•◆❀🌸❀◆•✾••┈••...

__ADS_1


Jangan lupa berikan dukungannya ya? Dan jangan lupa kasih 👉 🌟🌟🌟🌟🌟 Lima, VOTE, LIKE, Hadiah Serta komentarnya oke


 


__ADS_2