ANDAI Kau Menjadi Diriku.

ANDAI Kau Menjadi Diriku.
PENJELASAN QANITA.


__ADS_3

┈••✾•◆❀🌸 Kalam Hikmah.🌸❀◆•✾••┈


Direndahkan tidak menjadikan kita sampah, disanjung tidak menjadikan kita seperti bintang. Maka jangan merisaukan kata-kata orang, karena setiap orang melihat kita dengan pemahaman berbeda.


Teruslah melangkah selagi kita di jalan yang benar, walaupun kebaikan tidak selalu dihargai. Ada waktunya kita harus terbuka dan berlapang dada terhadap orang yang berterus terang terhadap kita. Walaupun kita kurang nyaman tapi sekurang-kurangnya dia jujur terhadap kita.


Jangan kita terlalu berharap orang lain memahami jalan hidup kita, karena kita semua tidak melalui perjalanan hidup yang sama.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•┈┈┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🌸❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈┈┈•


Trauma karena pernah ditinggal pergi oleh istrinya. Membuat Fazril begitu enggan untuk memejamkan matanya. Ia lebih memilih untuk memandangi wajah istrinya disepanjang malamnya. Terkadang ia mengecupi dahinya, terkadang juga ia membelai-belai rambutnya. Dan terkadang juga ia mengelus-elus perut buncitnya itu. Malam itu Fazril benar-benar sangat berusaha keras untuk tidak memejamkan matanya. Padahal ia sudah amat kelelahan, sebab hari itu mereka bertempur hingga dua show.


"Hoaam... ah..mataku sudah sangat mengantuk sekali! Bagaimana ini? Apa aku tidurkan saja sebentar ya?" gumam Fazril, yang tampaknya matanya sudah sangat memerah akibat rasa kantuknya.


"Aah.. tidak-tidak! Aku pokoknya tidak boleh tertidur! Karena bisa saja dia akan pergi kembali! Sebab kalau hal itu terjadi lagi, maka akan sulit bagiku Untuk menemukannya lagi. Jadi lebih baik malam ini aku jangan sampai tertidur, hingga besok pagi. Dan besok aku akan menyuruh Bobby untuk mengerahkan anak buahnya, di sekitar rumah ini," gumam Fazril lagj. Yang tampaknya ia benar-benar amat takut kehilangan lagi.

__ADS_1


"Aish.. gawat mataku benar-benar sudah tidak bisa diajak kompromi nih! Kalau begitu lebih baik Aku kedapur saja, siapa tahu saja ada kopi disana," gumamnya lagi. Lalu ia pun langsung bangkit dari tempat tidurnya, kemudian ia pun langsung melangkah menuju kedapurnya Qanita. Dan sesampainya di dapur.


"Ay..? Dapurnya kecil banget?" gumam Fazril, sambil menatap disekeliling dapur yang terlihat minimalis sekali. Akan tetap terlihat begitu indah. "Hmm.. Rumah ini begitu kecil, tapi sangat nyaman, rasanya Aku akan betah tinggal di sini," gumam Fazril, sambil melihat-lihat isi rumah kecil milik Qanita itu.


"Oh iya, aku kesinikan mau mencari kopi. Tapi dimana kopinya ya?" katanya sambil ia membuka satu persatu lemari kecil yang menempel di dinding tepat di atas, kompor, "Aah.. sepertinya Nita, tidak menyimpan kopi, yang ada cuma susu kehamilan, ah..inikan teh. Ya sudah bikin teh sajalah,"


Fazril pun langsung menyeduh teh celupnya, setelah selesai. Ia pun langsung membawa secangkir teh tersebut keruangan tamu. Kemudian ia pun langsung duduk disalah satu kursi yang terbuat dari kayu yang berukiran indah.


"Aah.. disini benar-benar nyaman!" gumamnya, seraya matanya mengarah ke jendela, "Eh, kok kayaknya diluar terang banget ya? Coba aku lihat deh," katanya lagi lalu ia pun langsung bangkit dari duduknya. Setelah itu ia pun langsung melangkahkan kakinya menuju pintu. Sesampainya di sana ia pun langsung membuka pintu tersebut.


"Aah.. ternyata sedang terang bulan! Wow, this area is really very beautiful!" gumam Fazril lagi, yang terlihat ia begitu mengagumkan daerah perbukitan yang berada di sekitar rumahnya Qanita. Disaat ia masih mengagumi disekitar rumah tersebut, tiba-tiba.


Mendengar pertanyaan tersebut, membuat Fazril langsung tersentak. Dan seketika ia pun langsung menoleh kebelakang.


"Qanita! Kamu kok bangun sih? Inikan masih malam banget sayang. Dan pastinya kamu masih kelelahan jugakan? Tapi kok malah bangun?" tanya Fazril seraya ia menghampiri istrinya.


"Habisnya Mas tiba-tiba menghilang sih, jadi Nita jadi berpikir Mas pergi meninggalkan Nita,"

__ADS_1


"Sayang, kan Mas sudah janji, akan tetap berada di sisi kamu, sampai kapanpun itu. Jadi kamu jangan berpikir yang tidak-tidak ya?" balas Fazril, seraya ia memeluk tubuh istrinya. Serta memberikan kecupan lembut pada dahinya.


"Baiklah Mas. Oh iya, Mas sendiri kok tidur? Apakah tempatnya tidak nyaman bagi Mas?" tanya Qanita yang terlihat begitu penasaran.


"Tidak kok, justru ini kebalikannya Sayang. tempat ini benar-benar sangat nyaman. Bahkan rasanya aku ingin tinggal di sini untuk selamanya," balas Fazril, seraya ia mengajak istrinya duduk di sebuah kursi kayu.


"Terus apa penyebab Mas tidak tidur, hm?"


"Hum.. itu karena Mas sangat takut, kalau-kalau Kamu pergi lagi, Sayang. Makanya Mas disini, berjaga-jaga agar tidak ada lagi orang yang kabur dari sisinya Mas," ungkap Fazril berkata apa adanya.


"Eh, Maaf Mas, sebenarnya waktu itu, Nita tidak bermaksud ingin meninggalkan Mas. Hanya saja ketika Nita lihat SMS dari Mamanya Mas, Nita merasa, Mas akan meninggalkan Nita. Makanya sebelum hal itu terjadi, lebih baik Nita yang Pergi Mas," jelas Qanita yang akhirnya Ia menceritakan alasan mengapa ia pergi meninggalkan suaminya.


Mendengar penjelasan Qanita, Fazril pun langsung menarik tubuh istrinya kedalam pelukannya, "Sayang itu tidak akan pernah terjadi! Lagian yang menjalankan kehidupan inikan Mas. Jadi siapapun tidak berhak mengatur kehidupan kita. Dan itu termasuk Mama dan Papaku, kamu paham?"


...••┈••✾•◆❀🌸❀◆•✾••┈••...


Jangan lupa berikan dukungannya ya? Dan jangan lupa kasih 👉 🌟🌟🌟🌟🌟 Lima, VOTE, LIKE, Hadiah Serta komentarnya oke

__ADS_1


 


__ADS_2