
┈••✾•◆❀🌸 Kalam Hikmah.🌸❀◆•✾••┈
Hanya orang yang berhati besar yang mampu menangani masalah demi masalah. Ibarat Gelas yang berisi air putih, bila dituangkan tinta hitam akan berubah menjadi hitam. Sedang kau lihat telaga itu? Butuh berapa tinta untuk membuatnya berubah. Itulah hati yang besar.
Masalah yang datang kadarnya sama dan tidak mungkin diluar kapasitas setiap diri hanya saja, respon terhadap masalah itu tergantung pada seberapa besar hati ini dalam menyikapinya.
Kekuatan hati tergantung pada iman dan ilmu. Semakin besar iman dan semakin luas ilmu yang kita miliki akan menjadikan hati ini lebih baik dalam menghadapi kehidupan dengan segala ujian didalamnya.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•┈┈┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🌸❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈┈┈•
"Aah.. kenapa tubuh kami tertukar lagi? Apa yang terjadi sebenarnya?"
Wajah Fazril, terlihat begitu bingungnya. Karena ternyata yang berada di tubuhnya Fazril saat ini adalah rohnya Qanita. Dan disaat roh Qanita yang terlihat masih kebingungan, didepan cerminnya, tiba-tiba saja ia teringat pada sesuatu.
"Oh iya.. tadikan aku bersama dengan Mommy. Aah.. Aku harus secepatnya kesana! Karena pasti Mommy akan kaget, karenakan Mas Azril pasti tidak mengenalnya! Aah.. kalau begitu sebaiknya aku minta antar Bobby saja! Ya aku harus secepatnya sampai di sana!" gumam Qanita, lalu ia pun langsung bergegas keluar dari kamarnya. Dan ternyata Bobby masih berada di depan kamarnya.
"Bos! Anda baik-baik sajakan?" tanya Bobby, saat ia melihat Bosnya yang baru saja membuka pintu kamarnya.
"Iya saya baik-baik saja! Sekarang ayo antarkan saya ke daerah perbukitan SX!" balas Qanita. Dan seketika Bobby terlihat begitu terkejut, mendengar perkataannya.
"Hah, apa? Daerah perbukitan SX? Itukan sangat jauh sekali dari sini Bos!" balas Bobby, dengan wajah yang terlihat begitu bingung. Karena ia merasa aneh dengan cara bicara bosnya yang terlihat sangat berbeda.
__ADS_1
"Sudah jangan protes! Cepat antarkan saja saya kesana!" ujar Qanita, yang sepertinya ia paham dengan kebingungannya Bobby. Makanya ia akhirnya langsung mengikuti cara gaya bicara suaminya, bila sedang bersama Bobby.
"Aah.. baiklah Bos! Tapi gimana dengan meeting yang..." balas Bobby. Namun perkataannya langsung disanggah oleh Qanita.
"Abaikan saja itu! Karena ini yang lebih penting!" kata Qanita terdengar begitu tegas. Lalu ia pun langsung bergegas menuruni anak tangga, menuju ke lantai satu.
"Abaikan? Padahal inikan proy.." gumam Bobby. Namun lagi-lagi Qanita memotongnya.
"Hei! Kenapa masih disana hah? Cepat jalan!" teriak Qanita, yang ternyata ia sudah berada di lantai satu
"Aah.. sorry Bos!" Bobby pun langsung bergegas menuruni anak tangga dengan sedikit berlari kecil.
Sedangkan Qanita sudah, langsung berjalan menuju pintu keluar Mansionnya. Dan sesampainya di luar, ia langsung bergegas menuju ke mobilnya. Dan Bahkan ia langsung memasuki mobilnya tersebut. Tanpa menunggu Bobby yang membukakan pintu mobilnya dahulu seperti biasanya.
"Hei.. bisa cepat nggak sih? Jalan kok kayak keong begitu! Nggak tahu apa, kalau Aku sedang terburu-buru, hah?!" bentak Qanita terlihat begitu kesal.
...****...
Sementara disisi lain.
Di daerah perbukitan, dirumah kecilnya Qanita.
Tampak Zaynah, sedang mengusap-usap kepalanya Qanita yang terlihat ia sedang tertidur dipangkuann ibu angkatnya itu. Zaynah memang senang memanjakan Qanita. Hal itu membuat Qanita semakin menyayangi ibu angkatnya itu. Apalagi, sedari kecil ia memang tak pernah mendapatkan kasih sayang seorang ibu. Jadi wajarlah bila saat ini ia tampak bahagia setelah mendapatkan kasih sayang dari Ibu angkatnya itu.
__ADS_1
"Sayang, bangunlah. Mau sampai kapan kamu tidur di pangkuan Mommy begini hm? Seharusnya di waktu pagi begini, wanita hamil itu, harus banyak bergerak, sayang. Biar nanti saat persalinan semuanya menjadi lancar," ujar Zaynah, masih terlihat mengusap kepalanya Qanita.
Mendengar kata-kata dari Zaynah, membuat mata Qanita yang tadinya terpejam kini langsung terbuka. Dan seketika ia tampak terkejut, saat melihat wajah Zaynah. Dan dengan spontan ia pun langsung mengangkat kepalanya yang tadi berada di atas pangkuannya Zaynah.
"Eh! Anda siapa ya?"
Zaynah langsung terkejut mendengar pertanyaannya Qanita, yang terlihat sekali dari pandangannya. Kalau saat ini ia tak kenal pada dirinya, "Loh Nak, kamu kenapa? Kok pertanyaan kamu aneh deh? Apakah kamu kehilangan Ingatan Nak?" tanyanya terlihat begitu bingung.
"Apa maksudnya Anda? Saya.." balas Qanita. Namun seketika ia langsung tersentak saat tangannya memegang perutnya.
"Eh! Kenapa perutku jadi besar begini? Aah tunggu dulu, dimana kaca?" gumam Qanita, dan ia pun langsung berdiri, dengan mata yang terlihat begitu liar seperti sedang mencari-cari sesuatu. Membuat Zaynah yang melihatnya merasa heran.
"Eh, sebenarnya apa yang terjadi pada anak itu? Kenapa tingkahnya Aneh begitu sih?" gumam Zaynah, yang akhirnya mengikuti Qanita yang terlihat sedang memasuki kamarnya.
Sementara itu Qanita yang lebih dulu masuk. Kini terlihat sedang menuju sebuah kaca kecil yang terlihat sedang tergantung didinding di sudut kamarbya. Dan ketika ia sudah berada di depan cermin itu.
"Ooh.. ternyata aku sekarang berada di tubuh Qanita?" ucap tubuh Qanita. Akan tetapi didalamnya terdapat rohnya Fazril.
"Aakh.. Akhir aku bisa menemukan kamu lagi sayang. Aku benar-benar sangat merindukanmu," gumam roh Fazril, seraya ia memegang pipnya Qanita, sambil menatap cermin yang berada di hadapannya.
"Apa yang telah terjadi Nak? Kenapa kamu bertingkah aneh begini?" tanya Zaynah, terlihat heran ketika melihat tingkah Qanita.
...••┈••✾•◆❀🌸❀◆•✾••┈••...
__ADS_1
Jangan lupa berikan dukungannya ya? Dan jangan lupa kasih 👉 🌟🌟🌟🌟🌟 Lima, VOTE, LIKE, Hadiah Serta komentarnya oke