ANDAI Kau Menjadi Diriku.

ANDAI Kau Menjadi Diriku.
TERNYATA ISTRIKU SANGAT CANTIK.


__ADS_3

Sesuai yang dikatakan oleh Firman, setelah persiapan keberangkatan selesai. Rudi asistennya Firman pun langsung datang, dengan membawa semua yang diminta oleh Fazril. Dan itu termasuk pakaian untuk istrinya. Lalu Fazril yang memang sudah tidak sabaran ingin segera menemui istrinya dinegara orang, langsung bergegas ke kamar mandi dengan membawa pakaian yang sudah di sediakan oleh Rudi.


Setibanya di dalam kamar mandi, Fazri malah tertegun didepan sebuah cermin yang terdapat di dalam kamar mandi, "Eh, bahkan selama ini aku tak pernah memperhatikan wajahnya secara detail. Baru kali ini Aku bisa menatap wajahnya, ternyata dia cantik dan manis," gumamnya dengan tatapan mata yang mengarah ke cermin yang ada dihadapannya.


"Aah.. kenapa Aku memuji disaat orangnya tidak ada? Haiis.. sudahlah! Sebaiknya Aku segera menganti pakaian dulu biar secepatnya berangkat!" gumamnya lagi sembari ia membuka paper bag yang tadi diberikan oleh Rudi. Namun ketika ia melihat isi paper bag tersebut ia malah terlihat kebingungan.


"Eh! Apa ini? Dan bagaimana cara memakainya?" gumamnya lagi saat melihat pakaian dalam bagian atas milik istrinya, sambil ia menjerengkannya, "Hmm.. apa sebaiknya aku tanyakan ke Papah saja ya? Pasti Papa sangat tahu! Aah iya sebaiknya aku tanya saja," gumamnya lagi, lalu ia pun bergegas keluar dari kamar mandi sambil membawa pakaian dalam tersebut.


"Papah, ini apa? Dan bagaimana cara memakainya?" tanya Fazril dengan tampang polosnya. Firman yang terlihat sedang duduk di sofa yang berada tak jauh dari tempat tidur rawat, langsung terpelongoh.


"Hah..? Dasar anak bodoh kamu nggak tahu itu apa hah?" tanya Firman, dan langsung dibales oleh Fazril dengan gelengan kepala saja sambil memasang wajah polosnya.


"Haiis.. Maryati kenapa kamu melahirkan anak sesudah ini!" gerutu Firman sambil menepuk jidatnya sendiri.


"Eh! Kenapa papa malah mengatai aku bodoh sih?! Bukannya jawab saja pertanyaanku! Pakai acara bilangin Aku bodoh lagi! Emangnya ini apa sih?!" protes Fazril, sambil mengangkat pakaian dalam tersebut sedikit keatas.


"Iiis anak ini! Apakah kamu memang benar-benar tidak tahu? Memangnya kamu tidak pernah melihat istri kamu memakai itu hah?!" tanya Firman dengan nada suara yang terdengar agak mengeras. Dan kembali lagi Fazril menggelengkan kepalanya, membuat Firman terkejut.

__ADS_1


"Eh! Jangan-jangan kamu juga belum pernah menyentuh istri kamu lagi?" tanyanya lagi, dan kali ini Fazril tak memberikan respon sedikit pun.


"Hah? Bearti benar kamu belum pernah menyentuh istri kamu Nak?" tanya Firman terlihat begitu penasaran. Dan lagi-lagi Fazril tidak memberikan respon, malahan ia hanya menundukkan wajahnya saja.


"Astaga! Dua tahun kalian menikah dan sekalipun kamu tidak pernah menyentuhnya? Kamu laki-laki normal apa nggak sih? Atau jangan-jangan kamu seorang g.."


"Pah! Azril normal Pah!" potong Fazril, membuat perkataan Firman langsung terhenti,


"Lalu kenapa kamu.."


"Itu karena pada saat itu, Azril sangat marah dengan keputusan Kakek!" potong Fazril lagi.


"Iya! Papa ingatkan? Saat Azril menikahin Qanita secara mendadak? Ditambah lagi, dihari yang sama Kakek Qanita meninggal. Dan Qanita tidak pernah mau diajak kerumah kita. Jadi itu kesempatan Azril juga untuk melakukan perjalanan bisnis selama dua bulan. Dan ketika Azril pulang, ternyata Qanita sudah ada di rumah kita. Tapi saat mendengar cerita dari Mama selama ia berada di rumah kita, membuat Azril semakin membenci dia Pah. Makanya Azril lebih suka melakukan perjalanan bisnis dari pada harus melihat wajahnya," ujar Fazril, yang akhirnya ia mengungkapkan semuanya pada Firman, awal dirinya membenci Qanita.


Firman, langsung berdecak kesal, "Ck! Mama kamu memang wanita yang jahat! Dari dulu tak juga berubah! Bikin Papa kesal saja! Huh! Kalau tidak memikirkan kalian, Papa sudah menceraikannya dari dulu!"


Mendengar kata cerai, Fazril terlihat tidak suka, "Pah! Jangan pernah berpikir untuk menceraikan Mama! Walau bagaimanapun dia itu yang telah melahirkan anak-anak Papah! Jadi jangan pernah berkata seperti itu!" katanya terdengar tegas.

__ADS_1


"Aah.. Maaf Nak, Papa tidak bisa berjanji. Karena itu semua tergantung Mama kamu! Kalau dia masih tidak juga berubah! Maka Papa akan mengambil tindakan! Sudahlah! Sekarang sebaiknya cepat kamu ganti pakaian kamu! Atau Papa panggil suster saja, biar bisa membantu kamu gimana Nak?" balas Firman, langsung mengalihkan pembicaraannya.


"Ide bagus itu Pah! Memang sebaiknya minta bantuan saja, dari pada salah," kata Fazril, yang akhirnya ia lupa dengan masalah orang tuanya. Dan sesuai yang disarankan oleh Papanya, akhirnya, Fazril mengganti pakaiannya dengan dibantu oleh salah satu perawat dirumah sakit tersebut.


Pada awalnya Fazril memejamkan matanya karena sedikit enggan melihat tubuh istrinya. Namun karena suster sedikit kesulitan, mau tak mau akhirnya ia membuka matanya. Dan seketika dadanya langsung berdesir tatkala ia melihat tubuh istrinya yang terlihat begitu mulus dan juga indah. Untuk sesaat ia sedikit tertegun melihatnya, namun seketika ia tersadar saat suster menutup semua tubuhnya.


"Sudah selesai Nyonya," kata sang Suster tersebut, membuat tubuh Qanita langsung tersentak.


"Eh! Te-terima kasih Suster!" balas Fazril sedikit gugup.


"Sama-sama Nyonya, kalau begitu saya permisi,"


"Silahkan suster, sekali lagi terimakasih," ucap Fazril. Dan dibalas dengan anggukan oleh suster tersebut, lalu ia pun langsung bergegas pergi dan tinggallah Fazril sendiri didalam kamar mandi tersebut. Dan terlihat masih memandangi wajah istrinya lewat cermin yang terdapat di hadapannya.


"Kenapa aku baru menyadarinya sekarang, kalau ternyata, istriku sangat cantik. Bahkan, kecantikan Mona tidak ada apa-apanya dibandingkan dirimu," gumam Fazril, masih menatap wajah istrinya lewat cermin tersebut.


"Tunggulah, sebentar lagi kita akan bertemu. Dan aku janji akan menebus segala kesalahanku terhadap mu,"

__ADS_1


...••┈••✾•◆❀🌸❀◆•✾••┈••...


Jangan lupa berikan dukungannya ya? Dan jangan lupa kasih 👉 🌟🌟🌟🌟🌟 Lima, VOTE, LIKE, Hadiah Serta komentarnya oke 😉 Agar Ramanda bersemangat loh 😉


__ADS_2