ANDAI Kau Menjadi Diriku.

ANDAI Kau Menjadi Diriku.
PENYESALAN FAZRIL.


__ADS_3

Firman begitu terkejut, tatkala ia mendengar pernyataan dari mulut Qanita, bahwa dirinya adalah Fazril. Pada awalnya Firman sangat marah mendengar perkataan Qanita yang menurutnya itu adalah perkataan omong kosong. Namun setelah Fazril mengungkapkan rahasia-rahasia yang hanya diketahui oleh dirinya dan putranya saja. Membuat Firman akhirnya percaya kalau roh yang berada di tubuh Qanita itu adalah putranya.


"Sebenarnya apa yang terjadi Nak? Kenapa tubuh kalian bisa tertukar seperti ini sih?" tanya Firman, terlihat begitu penasaran.


"Azril juga nggak tahu Pah!" balas Fazril, sambil ia berusaha bangkit dari tidurnya. Karena ia terlihat begitu kesulitan akhirnya Firman pun membantunya. Hingga akhirnya ia berhasil duduk.


"Awal mula gimana rupanya? Pastikan ada penyebabnyakan Nak?"


Melihat wajah sang Ayah yang terlihat begitu penasaran, Fazril pun menghelakan nafasnya, "Hufft.. maaf Pah, Azril tidak begitu ingat. Hanya saja yang Azril ingat pada saat itu. Azril masih berada di pesawat, dan karena malam sebelum berangkat Azril tidak bisa tidur, makanya Azril menyempatkan diri untuk tidur di pesawat Pah. Nah disaat itulah Azril tidak ingat lagi, akan tiba-tiba Azril merasa rambutku djambak, dan ketika Azril membuka mata.." jelasnya. Namun untuk sesaat ia menjeda sejanak ceritanya.


"Ada apa? Siapa yang menjambak rambut kamu Nak?" tanya Firman, ia tampak tidak sabaran dan tampak penasaran.


Setelah mendapatkan desakan dari sang Ayah. Akhirnya Fazril pun melanjutkan perkataannya. Bahkan ia menceritakan semuanya tentang kekejaman ibunya terhadap dirinya, yang sedang berada di tubuh istrinya. Dan setelah mengalami hal itu Akhirnya ia pun tahu, kalau selama ini istrinya tidak pernah mendapatkan perlakuan yang baik oleh ibunya yang ternyata begitu kejam padanya.


Mendengar cerita dari anaknya wajah Firman pun langsung berubah kesal, "Huh! Pantas saja Qanita berniat bunuh diri, dengan cara meminum obat tidur secara berlebihan!" katanya dengan wajah yang terlihat begitu marah. Mendengar perkataan sang ayah, Fazril langsung tersentak.


"Apa Pah?! Berniat bunuh diri? Apa maksudnya Papa?" tanya Fazril, terlihat begitu penasaran.


"Iya Nak, itulah yang dikatakan oleh Dokter, saat kamu pingsan tadi," balas Firman, yang akhirnya ia menceritakan apa yang telah Ia ketahui dari sang dokter yang telah memperiksa keadaan Qanita.

__ADS_1


"Hah, pantas saja tubuhnya terasa begitu berat. Hmm..tapi kenapa dia melakukan hal sebodoh itu? Apa yang dia pikirkan saat itu?" tanya Fazril dengan nada suara yang terdengar lirih. Namun masih bisa terdengar oleh sang Ayah.


"Kalau menurut Papa itu hal yang wajar. Coba saja kamu ingat saat kita sarapan bersama. Apa yang kamu katakan saat itu, hm? Kamu menerima permintaan Mama kamukan?"


DEGH!! Jantung Fazril langsung berdetak kencang, saat mendengar perkataan sang Ayah, yang mengingatkan perkataannya pada saat itu.


"Apakah kamu pernah memikirkan perasaannya pada saat itu, hah? Tidakkan? Jadi sekarang sudah jelas penyebabnya dia ingin mengakhiri hidupnya. Itu karena dia selalu mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari ibu mertuanya! Ditambah lagi dia mempunyai suami yang tak pernah memperdulikannya sama sekali!"


DEGH!! Kembali jantung berdetak kencang, dan juga terasa begitu sakit. Rasa bersalah pun mulai menyelimuti hatinya. Yaa Fazril mengakui itu, kalau selama ini, ia tak pernah sekalipun berkesempatan untuk mendengarkan keluh kesah istrinya. Akan tetapi, ia malah selalu mendengar aduan yang jelek-jelek tentang Istrinya dari sang Ibu. Makanya rasa kebenciannya pada sang istri semakin membesar. Hingga akhirnya ia tak pernah memperdulikannya sekalipun.


Melihat wajah Fazril yang sudah di liputi rasa bersalah, Firman pun tersenyum tipis, "Apakah sekarang kamu sudah menyadari kesalahan mu Nak?" tanyanya, dan langsung dianggukan oleh Fazril.


"Iya Pah, Aku juga berpikir seperti itu, kalau tertukarnya tubuh kami, karena kesalahan Azril,"


"Syukurlah kamu segera menyadarinya, jadi Papa berharap setelah kejadian ini, kamu tidak akan pernah membuat istrimu bersedih lagi! Apa kamu paham Nak?" ujar Firman terdengar begitu tegas.


"Paham Pah! Oh iya Pah, saat ini tubuh Azril, sedang bersama Qanita diluar Negeri! Jadi tolong sampaikan pada Bobby, agar Dia selalu menjaganya. Dan tolong juga persiapkan keberangkatan Azril kesana Pah?" pinta Fazril, karena tiba-tiba saja ia teringat pada tubuhnya, yang saat ini berada di luar negeri.


"Baiklah masalah Bobby, Papa akan segera menghubunginya. Tapi masalah keberangkatan kamu. Sebaiknya ditangguhkan dulu saja Nak. Mengingat kondisi kamu saat inikan lagi tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan jauh. Jadi lebih baik kamu pulihkan tubuh Qanita dulu. Setelah itu baru Papa akan mempersiapkan keberangkatan kamu, ya?" balas Firman.

__ADS_1


"Tidak bisa Pah! Papa ingatkan tujuan Fazril pergi? Jadi sudah pasti saat ini Qanita sedang kebingungan. Ditambah lagi, perusahaan xxx terkenal liciknya, jadi Azril takut, Qanita melakukan kesalahan, dan berakibat fatal untuk kita. Jadi tolong Pah, siapkan keberangkatan Azril saat ini juga Pah!" desak Fazril, membuat Firman jadi kepikiran juga pada Qanita yang berada di tubuhnya Fazril.


"Ya sudah kalau itu maunya kamu, Papa akan persiapkan! Tapi kamu harus berangkat bersama asistennya Papah oke?!" balas Firman, yang akhirnya ia mengalah pada keinginan anaknya.


"Baiklah Pah! Oh iya Pah, tolong belikan juga baju yang ukurannya Qanita ya Pah? Soalnya Azril, nggak ingin Mama tahu, soal ini, jadi lebih baik kita rahasiakan saja sama Mama ya Pah?" pinta Azril lagi.


"Baiklah Nak! Kalau begitu kamu sebaiknya istirahat saja dulu, selagi Papa mempersiapkan keberangkatan kamu. Nanti kalau sudah siap asisten Papa akan membawakan baju untuk kamu, oke?"


"Baiklah Pah. Kalau begitu Azril tidur dulu ya?" balas Fazril dan ia pun mulai membaringkan tubuhnya.


"Iya Nak, tidurlah," balas Firman, yang masih menatap wajah Qanita yang terlihat masih sedikit pucat. Setelah melihat nafas Qanita mulai teratur, Firman pun langsung bergegas keluar karena ia tak ingin menggangu istirahat putranya. Setelah berada di luar, ia pun mengambil benda pipihnya lalu ia langsung segera menghubungi seseorang.


"Rudi, tolong kamu urus paspor atas nama menantu, setelah itu kamu langsung pesankan tiket pesawat untuk dua orang oke! Oh iya satu lagi, belikan juga beberapa pakaian wanita lengkap, oke?!" ujar Firman setelah sambungannya terhubung.


"Baik Tuan Besar!" Setelah mendapatkan jawaban dari Rudi Firman langsung memutuskan sambungannya.


"hmm.. semoga ini menjadi awal yang dalam hubungan Fazril dan Qanita. Siapa tahu saja, sepulangnya dari negara Eropa, aku mendapatkan baik dari mereka, ya itung-itungkan mereka sedang berbulan madu, hehehe" batin Firman terlihat senang.


...••┈••✾•◆❀🌸❀◆•✾••┈••...

__ADS_1


Jangan lupa berikan dukungannya ya? Dan jangan lupa kasih 👉 🌟🌟🌟🌟🌟 Lima, VOTE, LIKE, Hadiah Serta komentarnya oke 😉 Agar Ramanda bersemangat loh 😉


__ADS_2