
┈••✾•◆❀🌸 Kalam Hikmah.🌸❀◆•✾••┈
Dari Jabir radhiallahu anhu dia berkata, Aku mendengar Rasulullah ﷺ tiga hari sebelum wafat bersabda : “Janganlah salah satu di antara kalian meninggal dunia kecuali dia berprasangka baik kepada Allah.” (HR. Muslim, 2877)
Kita harus senantiasa berpikir positif dalam segala hal. Karena semua kejadian, apa pun itu, berada sepenuhnya dalam genggaman Allaah ﷻ dan terjadi karena seizin-Nya. Dengan berpikir positif, seseorang akan mampu menyikapi setiap kejadian dengan cara terbaik...
Selain itu, ia pun akan mampu menghadapi hidup dengan optimis. Betapa tidak, ia dekat dengan Allah ﷻ Dzat Penguasa yang ada. Karena itu, orang beriman tidak pernah rugi, diberi nikmat dia bersyukur. Syukur adalah kebaikan bagi dirinya, diberi ujian dia bersabar, dan sabar adalah kebaikan bagi dirinya...
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•┈┈┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🌸❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈┈┈•
"Papah! Mamah!" sentak Fazril, saat ia melihat menoleh ke sumber suara yang memanggil namanya. "Kalian kok nggak ngabarin Azril sih, kalau mau kesini?" tanya Fazril lagi, saat kedua orang tuanya sudah mendekatinya.
"Kamikan mau bikin kejutan Nak, iyakan Mah?" balas Firman seraya menyunggingkan senyumannya pada Fazril. "Oh iya gimana kabar menantunya Papah ini? Apakah sehat-sehat sajakan?" tanyanya lagi, pada Qanita, yang terlihat ia seperti menyembunyikan dirinya dibelakang Fazril. Sambil memegang lengannya Fazril begitu kuat. Membuat Fazril merasa heran dibuatnya.
"Kamu kenapa Nita? Kenapa kamu menyembunyikan wajah kamu, hm?" tanya Fazril terlihat begitu heran melihat tingkah laku istrinya.
"Ng-nggak papa k-kok Mas!" balas Qanita, dengan suara lirih, dan juga bergetar. Bahkan ia masih terlihat menyembunyikan wajahnya dibelakang bahunya Fazril. Tampak sekali kalau tubuhnya sedang gemetaran karena rasa takutnya.
"Nggak papa? Tapi kenapa tubuh kamu gemetaran begini hm? Apakah perut kamu terasa sakit, hm?" tanya Fazril lagi, seraya ia merangkul pundak istrinya. Dan dengan spontan Qanita langsung menyembunyikan wajahnya kedada bidangnya Fazril. Membuat Fazril semakin bingung dibuatnya.
__ADS_1
Namun tidak bagi Firman, karena sepertinya ia mengetahui, penyebab rasa ketakutannya Qanita, dan ia pun menghampiri "Papa tahu, kalau kamu sangat takut pada Mamah kamukan Nak?" tanya Firman. Membuat, Fazril menjadi penasaran.
"Takut sama Mama? Emangnya ada apa sama Mama??" tanyanya. Sambil menatap wajah Maryati dengan tatapan yang terlihat begitu penasaran.
"Ooh..Jadi benar ya yang dikatakan Bobby, kalau kamu terkena amnesia?" tanya Firman, merasa iba melihat anaknya.
"Aah.. itu tidak penting Pah! Sekarang katakan, ada apa sebenarnya Pah? Kenapa istriku, bergitu takut melihat Mama?" tanya Fazril balik terlihat begitu penasaran.
"Sabar dulu Nak? Apa tidak sebaiknya kita bicarakan di dalam saja? Karena disini juga tidak nyamankan?" balas Firman, mengingatkan Fazril, kalau saat ini mereka sedang berada di luar.
"Aah.. baiklah Pah. Kalau bergitu, Papa dan Mama masuklah terlebih dahulu, sama Bobby. Azril akan menyusul setelah menenangkan Qanita dulu Pah," ujar Fazril, sambil ia mengusap-ngusap punggungnya Qanita.
"Baiklah Nak, kalau begitu Papa, dan Mama masuk duluan ya?" balas Firman, dan hanya dianggukan oleh Fazril.
"Ma-maafin Ni-nita ya Mas? Ka-karena su-sudah tidak sopan pa...." ujar Qanita masih dengan suara bergetarnya. Ketika telah berada di dalam mobilnya. Namun perkataannya, langsung terhenti, karena ternyata jari telunjuknya Fazril sudah menempel di bibir ranumnya.
"Syssth.. itu tidak perlu kamu pikirkan, Nita. Dan sebaiknya sekarang kamu tenangkanlah hati kamu dulu. Karena kalau kamu tidak tenang, Mas takut akan terpengaruh oleh anak kita yang berada di dalam kandungan kamu. Jadi kamu jangan berpikir yang macam-macam dulu ya?" balas Fazril dengan lembut, seraya ia memeluk tubuh istrinya.
"Iya Mas," balas Qanita, terdengar lirih. Dan untuk sesaat suasana di dalam mobil menjadi hening. Fazril sengaja tak mengajak istrinya berbicara lagi. Yang ia lakukan saat ini hanya, menepuk-nepuk punggung istrinya dengan pelan. Sampai tubuh Qanita tidak gemetaran lagi.
"Apakah, sekarang kamu sudah merasa tenang Sayang?" tanya Fazril, setelah ia merasa gemetaran tubuh istrinya telah hilang.
__ADS_1
"Alhamdulillah.. Nita sudah tenang Mas,"
"Syukurlah kalau begitu. Jadi sekarang, apakah kamu mau masuk kedalam bersama Mas? Atau kamu ingin pulang saja? Nanti biar Mas nyuruh Bobby mengantar kamu. Gimana Sayang, kamu pilih yang mana, hm?" tanya Fazril masih terdengar lembut.
"Hmm..Nitakan sudah janji mau menemani Mas di kantor. Jadi Nita ya harus ikut Mas masuklah," balas Qanita, terlihat sedikit ada keragu-raguan.
"Aah.. Syukurlah, jadikan bisa sekalian untuk meluruskan permasalahan kamu dan Mama," kata Fazril, membuat Qanita langsung menatap wajah suaminya dengan tatapan yang tak bisa diartikan.
Fazril, yang mendapatkan tatapan yang tak biasa dari istrinya. Ia malah menarik wajah istrinya, dan langsung mengecupnya dengan kasih sayangnya, "Sayang, Mas nggak tahu apa yang terjadi antara kamu dan Mama. Dan mungkin juga Mas tahu. Tapi karena ingatan Mas sebahagiannya hilang. Makanya sekarang Mas benar-benar merasa penasaran, dengan apa yang terjadi. Jadi kamu bersediakan Sayang, bertemu sama Mama?"
Mendengar penuturan suaminya yang sangat lembut. Membuat Qanita, akhirnya luluh dan bersedia untuk menemui kedua orang tuanya Fazril. Dan kini keduanya sudah berjalan memasuki perusahaannya Fazril. Bahkan, mereka juga sudah berada di dalam lift menuju ke lantai atas. Dimana di sana terdapat ruangannya Fazril.
Setibanya di lantai atas. Fazril, langsung menggandeng istrinya menuju keruangannya. Sesampainya di depan pintu, "Kamu sudah siap Sayang?" tanyanya, sambil menatap wajah cantik istrinya.
"In shaa Allah, Nita Siap Mas," balas Qanita, sambil memabalas tatapan suaminya.
"Syukurlah, kalau begitu, ayo kita masuk," ajak Fazril dan langsung dianggukan oleh Qanita. Melihat anggukan istrinya, Fazril pun langsung membuka pintu ruangannya. Dan baru saja mereka masuk, tiba-tiba, tubuh Qanita, langsung dipeluk seseorang.
" Qanita? Maafin Mama ya Nak?"
...••┈••✾•◆❀🌸❀◆•✾••┈••...
__ADS_1
Jangan lupa berikan dukungannya ya? Dan jangan lupa kasih 👉 🌟🌟🌟🌟🌟 Lima, VOTE, LIKE, Hadiah Serta komentarnya oke