ANDAI Kau Menjadi Diriku.

ANDAI Kau Menjadi Diriku.
MELEPASKAN RINDU.


__ADS_3

┈••✾•◆❀🌸 Kalam Hikmah.🌸❀◆•✾••┈


Menjadi orang baik pun pasti ada yang membenci, maka fokuslah pada apa yang membuatmu menjadi lebih baik dihadapan Allah tanpa harus mendapatkan predikat baik dari manusia. Dan benar, sebaik-baik kita pasti selalu ada yang tidak suka, ada saja yang memandang sebelah mata dan menganggap kebaikan yang kita lakukan sebagai topeng saja.


Tak mengapa, biarlah itu menjadi urusan dia dengan Allah. Tak perlu menyibukkan diri untuk membuktikan bahwa kita ini baik, tak perlu. Fokuslah menjadi baik di hadapan Allah dan jadikanlah penilaian Allah diatas segalanya.


"__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•┈┈┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🌸❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈┈┈•


"Selamat datang istriku? Selamat datang Bobby" kata Fazril, seraya tersenyum lembut pada sang Pria yang baru saja datang.


Mendengar perkataan Qanita, membuat Zaynah, Hanry maupun Bobby langsung terkejut. Pasalnya perkataan itu keluarnya dari mulut Qanita, yang mengatakan istriku.


"Istri? Nak, bukankah dia itu suami kamu?" tanya Hanry, membuat roh Fazril yang masih berada di dalam tubuh Qanita langsung terkejut.


"Eh! Anda mengenal saya?" tanya Fazril terlihat penasaran.


"Kamu ngomong apa sih Nak? Ya tentu saja Daddy kenal kamu. Kamukan Putri angkatnya Daddy," balas Hanry yang tampaknya ia semakin bingung melihat sikapnya Qanita.


"Aah.. Maaf maksudnya, apakah Anda mengenal Pria ini?" tanya roh Fazril sambil menunjuk tubuhnya yang saat ini didalamnya terdapat roh istrinya.


"Diakan suaminya kamu Nak? Kenapa pertanyaan kamu semakin aneh begini sih Nak?" tanya Henry lagi, yang tampaknya ia benar-benar tak habis pikir dengan sikap anak angkatnya itu.


"Eh, maaf Tuan say.." balas Fazril. Namun perkataannya langsung disela oleh Qanita yang berada di tubuhnya Fazril.

__ADS_1


"Daddy, Mommy, saya akan menjelaskan semuanya. Tapi bisakah kita bicaranya didalam saja?"


Sekali lagi Zaynah dan Henri langsung tersentak saat mendengar tubuh Fazril, menyebutkan mereka dengan panggilan yang biasanya keluar dari mulut Qanita.


"Ada apa ini? Kenapa.." tanya Zaynah yang terlihat semakin bingung. Namun pertanyaannya langsung dipotong oleh Hanry.


"Istriku, sebaiknya biarkan mereka masuk dulu! Biar kita segera mengetahui kebenarannya," kata Hanry, seraya ia menatap wajah Fazril dengan tatapan yang terlihat begitu penasaran, "Masuklah Nak," katanya lagi pada Fazril dan Bobby. Dan akhirnya mereka pun masuk ke dalam rumah kecil milik Qanita.


Setibanya di dalam, Hanry pun mempersilahkan mereka sumua untuk duduk, "Sekarang jelaskanlah kepada kami, apa yang sebenarnya terjadi?" tanyanya, setelah melihat Fazril dan Bobby telah duduk dikursi kayu yang terlihat berukir indah.


"Mom, Dad, mungkin kalian tidak akan percaya, dengan apa yang terjadi pada kami berdua," ujar Qanita yang masih berada di tubuh suaminya.


"Memangnya apa yang telah terjadi pada kalian berdua? Katakan langsung pada intinya Nak! Jangan berbelit-belit!" balas Hanry, yang sepertinya ia sudah tidak sabar lagi.


"Begini Pak Bu. Sebenarnya tubuh saya dan istri saya, bisa saling bertukaran," sambung Fazril, to the poin. Membuat Zaynah, Hanry dan Bobby, langsung terkejut bukan main.


"Apakah yang kamu katakan ini benar Nak?" tanya Zaynah, yang sepertinya ia belum percaya dengan perkataan Fazril.


"Benar, Mom, Dad. Dan saat ini roh Nita berada ditubuhnya Mas Azril," kata Qanita lagi, seraya ia menatap wajahnya sendiri yang didalamnya terdapat suaminya sendiri.


"Jujur Daddy masih belum paham, dengan apa yang kalian utarakan ta.."


"Mungkin lebih tepatnya Anda tidak percaya bukan?" sela Fazril, sambil menyunggingkan senyuman miringnya, "Yaa..mungkin kalau Saya menjadi Anda pasti akan berpikir hal yang seperti Anda berdua. Nah maka dari itu, agar lebih jelas lagi, apakah saya boleh memeluk istri saya dulu? Biar Anda bisa menilainya sendiri setelahnya," kata Fazril seraya ia menatap wajah sendiri, yang kebetulan sedang duduk di hadapannya.


Karena Hanry memang sudah sangat-sangat penasaran, maka iya pun langsung mengizinkan, "Silahkan Nak, lagian kaliankan, memang pasangan suami istri, jadi tiada ada larangan untuk kalian berdua saling melepaskan rindu," balas Hanry yang sepertinya ia paham, akan tatapan keduanya yang sudah pasti, itu adalah tatapan kerinduan mereka.

__ADS_1


Setelah mendengar perkataan Ayah angkatnya nya Qanita. Fazril yang masih berada ditubuh istrinya, langsung bangkit dari duduknya. Karena memang ia sudah sangat merindukan Istrinya, tanpa basa-basi lagi ia angsung menghampiri tubuhnya sendiri. Dan bahkan Ia langsung memeluk tubuhnya sendiri, dan..


"Aah..! Akhirnya aku bisa menemukanmu sayang, Aku benar-benar sangat merindukanmu" kata Fazril, yang sepertinya roh mereka sudah kembali kepada tubuh mereka masing-masing. Dan itu sangat terlihat jelas, karena cara bicara Fazril yang tadi berada di tubuh Qanita kembali lagi ke tubuh aslinya. Sedangkan Qanita hanya terdiam dan hanya menitikkan air matanya saja.


"Apakah roh kalian sudah kembali ke tubuh kalian masing-masing?" tanya Hanry, yang sepertinya ia sudah mulai menyadarinya.


"Benar Dad, Nita sudah kembali lagi," balas Qanita, yang terlihat masih berada di dalam pelukan suaminya. Namun tatapannya mengarah ke ayah angkatnya itu.


"Aah.. luar biasa, saya hampir tak percaya dengan semua ini. Tetapi melihatnya langsung, saya jadi percaya dengan perkataan kalian," kata Hanry merasa takjub melihat keajaiban tersebut.


"Aah.. sebenarnya banyak yang ingin Daddy tanyakan. Tapi karena kalian masih melepaskan rindu, besok saja Daddy bertanyanya. Untuk itu kami pamit pulang dulu! Ingat besok kalian harus menjelaskan semuanya!" ujar Hanry lagi. Seraya ia merangkul pundak istrinya.


"Baiklah Pak, saya janji akan menjelaskan semuanya. Tapi sebelumnya saya ucapkan terima kasih, karena Anda telah menjaga istri saya," balas Fazril, seraya mengulurkan tangannya kanannya pada Hanry.


"Sama-sama Nak, itukan sudah menjadi kewajiban kami. Ya sudah kalau begitu kami pergi ya Assalamu'alaikum," balas Hanry, kembali berpamitan.


"Wa'alaikumus salam," balas Qanita dan Fazril secara bersamaan. Setelah mendapatkan jawaban dari mereka. Hanry dan Zaynah pun langsung pergi meninggalkan rumah kecilnya Qanita.


"Bob, kamu pulanglah. Tolong ambilkan beberapa bajuku, dan juga belikan beberapa persediaan untuk kami disini. Karena Aku ingin bermalam disini untuk sementara waktu," kata Fazril, pada Bobby yang terlihat, ia masih terlihat bingung.


"Eh! Baiklah Tuan, kalau begitu saya permisi!" kata Bobby, yang akhirnya ia pun juga meninggalkan rumah kecil Qanita juga. Kini dirumah hanya tersisa Fazril dan Qanita. Untuk sesaat Fazril memandangi wajah istri yang rindukan itu.


"Aah.. Aku benar-benar sangat merindukanmu Sayang"


...••┈••✾•◆❀🌸❀◆•✾••┈••...

__ADS_1


Jangan lupa berikan dukungannya ya? Dan jangan lupa kasih 👉 🌟🌟🌟🌟🌟 Lima, VOTE, LIKE, Hadiah Serta komentarnya oke


 


__ADS_2