ANDI LUKMAN HAKIM

ANDI LUKMAN HAKIM
SELEBRITIS KAMPUS


__ADS_3

Malam itu juga Andi terbang keluar negri, bapak Amir dan mama Sala menangis saat video call dengan Andi di bandara. Alasan mereka karna kondisi ibu nya yang tidak sehat jadi sekalian dengan Andi juga dipercepat berangkat nya.


Ketika itu Andi sedang duduk menunggu orang tuanya mengurus segala macam, dan bertemu lagi dengan cewek yang menipunya waktu itu.


"Maaf mas,,,,boleh pinjem uang gak, dompet saya kok gak ada pas saya cariin tadi" Andi mendengar suara cewek yang sudah tidak asing di belakang nya, dia menolehkan badannya. Ternyata benar cewek yang dulu, ngapain di kota Bamban, kemarin di Negri Hitam. Cewek itu seperti nya tidak mengenali Andi.


"Sorry gak ada" jawab Andi cuek.


Cewek itu seperti mau menangis, putus asa sambil duduk dengan menopang kepalanya. Rambut panjangnya tergerai berantakan menutupi wajahnya karena menunduk, penampilannya juga sama seperti dulu, sporty.


"Emang nya mbak mau kemana dan dari mana" tanya Andi, penasaran juga.


"Gue dari Patigan, kesini sih mau kuliah. Eh tadi pas di toilet malah kecopetan" jawab nya jujur. Cewek itu kemudian menegakkan duduknya dan mulai mengikat rambutnya sbarangan.


'Basi' pikir Andi dalam hati. Karena pernah nipu dengan alasan yang sama, giliran jujur gak di percaya lagi.

__ADS_1


"Terus kalau saya pinjemin, mbak bayar nya gimana?? " tanya Andi.


"Saya bawa uang cuma selembar lho,,,satu-satu nya lagi" lanjutnya menggoda.


Belum sempat cewek itu menjawab, mama memanggil Andi.


"Sorry saya buru-buru,,," lanjut Andi seraya berdiri.


"Ngomong-ngomong pernah kah kita bertemu??" tanya Andi tanpa menunggu jawaban langsung pergi, cewek itu tampak berpikir, mengingat-ingat, sepertinya memang sudah lupa.


"Siapa,,?" Tanya mama.


...☆☆☆☆☆...


Amel ragu antara menelpon Andi atau tidak, dia baru saja mendapat pesan dari cowok itu bahwa dia berhenti sekolah di DWI WARNA. Dia akan sekolah di rumah karena harus menyembuhkan tulang lehernya yang bergeser dan trauma di kepalanya yang kadang susah mengontrol emosi atau bisa pingsan kaya kemarin. Setelah keputusan nya sudah bulat akhirnya dia menelpon tapi sayang Andi sudah di dalam pesawat dan teleponnya di matikan.

__ADS_1


Esok harinya sekolah DWI WARNA mengadakan ekstra kurikuler basket, kelas 2 melawan kelas 1. Rama sebagai kapten di kelas 2 sedang memimpin permainan saat 2 orang polisi datang dan memperhatikan permainannya lalu menuju ke kantor dan bicara dengan kepala sekolah.


Tidak berapa lama Rama di panggil ke kantor oleh kepala sekolah, kemudian tidak berapa lama dia di giring polisi masuk ke dalam mobil di iringi tatapan bingung satu sekolah. Pelacakan tentang kecelakaan Andi berakhir kepada Rama, sopir bus yang diancam oleh orang suruhan pak Firman bahwa keluarga nya akan berakhir sama seperti Andi kemudian mengaku bahwa Rama lah dalang semua ini dengan imbalan uang dan jaminan kalau dia di penjara, anak dan istrinya akan di jamin hidupnya.


Tiba ketika nilai ujian keluar dan peringkat pertama tetap Andi yang mendapatkannya, sedangkan Amel tetap bertahan di peringkat 2. Amel tersenyum dan mencoba menghubungi cowok itu, masih belum bisa tersambung. Kemudian akhirnya libur panjang sebelum pelajaran baru dan kelas baru dimulai.


...♡♡♡♡♡...


Aris sedang berada di rumah dan video call an dengan Andi di laptop adiknya yang di tinggalkannya di rumah, bersama bapak dan mama mereka berbincang saling menanyakan kabar. Leher Andi sudah tidak memakai penyangga lagi, dan dia sudah tidak memakai lensa kontak dan kaca mata karna minus di matanya di nyatakan sudah sembuh. Dia sedang berada di subuah taman di Eropa, banyak burung beterbangan di latar belakangnya.


"Hei anak tajir, jangan sok pamer ya sama gue" ledek Aris yang membuat nya terbahak, giginya terlihat putih dan rata.


"Penampilan lo berubah banget, jadi beneran anak orang kaya lo sekarang" Ledeknya lagi, Andi hanya tertawa menanggapi ledekan kakaknya.


"Kakak juga bisa kok kalau kakak mau, bapak sama mama pernah liat asrama kakak belum,,??" Tanya Andi yang di jawab mereka berbarengan 'sudah'. Aris hanya mencibir.

__ADS_1


"Eleh kakak ini, siapa sih yang jadi selebritis kampus G-POK" Giliran Andi yang meledek kakaknya, memang Aris menjadi selebritis kampus karena kemewahan yang dia dapat dan juga permainan basketnya yang bagus. Entah kenapa kepercayaan dirinya bangkit dan membuat pemainannya jauh lebih bagus dari sebelumnya.


"Banyak cewek yang ngantri nih,,,bakalan sulit mama nyari mantu" tembak Andi membuat Aris melotot marah sedang kan mama menutup mulutnya dengan tangan dan bapak hanya tersenyum melihat kedua putranya bertengkar.


__ADS_2